30 DAYS WITH U

30 DAYS WITH U
60. TUJUH KEINGINAN 5



“Jadi maksudmu??” Keila sudah menduga maksud dari ucapan Andra. 


Andra menganggukkan kepalanya seolah memikirkan hal yang sama dengan apa yang sedang dipikirkan oleh Andra. 



“Liam yang melihat keadaanmu yang mungkin berada dalam bahaya sejak penyerangan yang menimpa Pak Agung kemudian mengatakan padaku untuk membuat kesempatanku sendiri untuk mendekatimu. Aku kemudian membuatmu di skorsing selama tiga puluh hari dengan tujuan untuk membuatmu berada dalam pengawasanku dan perlindunganku. Aku juga dengan sengaja pindah ke apartemen di sampingmu yang aku beli tahun lalu untuk menjagamu.” 



Buk. Pukulan kembali melayang di punggung Andra dan memberikan sensasi rasa panas di punggung Andra. Untuk kedua ketiga kalinya dalam rentang waktu yang pendek, Andra meringis menahan rasa sakit yang diberikan Keila kepadanya. 



“Ini balasan untuk skorsing tiga puluh hari yang kau berikan padaku,” ujar Keila. 



“Maaf. . .” ucap Andra merasa bersalah. “Awalnya. . . aku pikir akan sulit untuk menangkap pria bernama Noah itu. Awalnya aku pikir Noah akan sembunyi lebih dulu setelah berhasil melukai Pak Agung. Tapi siapa yang akan menyangka jika pria bernama Noah itu benar-benar nekat dan muncul di hadapanmu ketika aku baru saja memberikan skorsing tiga puluh hari untukmu?” 



Keila menganggukkan kepalanya setuju. “Itu benar. Aku juga tidak menyangka jika Noah akan benar-benar nekat muncul tepat di depanku setelah tidak lama menyerang Pak Agung. Dia benar-benar bodoh. Begitu pula dengan aku.” 



“Kamu??” Andra mengerutkan alisnya mendengar ucapan Keila. “Kenapa kamu juga?” 



“Aku bodoh karena dulu bisa menjalin hubungan dengan Noah.” 



“Lalu bagaimana dengan sekarang?” Andra mengajukan pertanyaan dengan niat menguji Keila. 



“Sekarang??” Keila mengulang pertanyaan Andra. 



“Ya, sekarang.” Andra menganggukkan kepalanya. “Bagaimana dengan sekarang? Apa kamu masih bodoh seperti ketika menjalin hubungan dengan Noah?” 



Keila menggelengkan kepalanya dan menjawab, “Tidak, aku yang sekarang tidak bodoh. Aku yang sekarang punya kekasih yang tampan, yang digilai banyak wanita, kaya, punya kedudukan yang tinggi dan satu hal yang penting yang dia miliki untukku yang tidak akan aku temukan dari banyak pria yang selama ini menjalin hubungan denganku.” 



Andra mengerutkan alisnya untuk kedua kalinya. “Apa itu?” 



“Pria ini. . .” Keila menunjuk ke arah Andra, “begitu mencintaiku hingga rela melakukan apapun untukku dan itu adalah hal yang paling penting untukku.” 



Andra tersenyum mendengar pujian yang diberikan Keila kepada dirinya. Andra kemudian mendekatkan wajahnya ke arah Keila dan bertanya, “Bisakah aku memberikan ciuman untuk bayaran pujian yang kamu berikan untukku?” 



Namun dengan cepat Keila mendorong wajah Andra menjauh dari wajahnya. “Tidak. Kau masih belum menyelesaikan hutang penjelasanmu padaku.” 



Andra mengembuskan napas panjang mendengar penolakan yang diberikan oleh Keila. “Baiklah, aku memang masih punya hutang padamu, Keila.” 



“Kalau begitu lanjutkan penjelasanmu.” 




“Memintaku memasak untukku bukan?” potong Keila dengan cepat. 



“Itu benar. Karena merasa bersalah karena telah membuatmu di skorsing selama tiga puluh hari, aku membuatmu bekerja denganku. Awalnya hanya itu. . . tapi semakin dekat denganmu, semakin banyak hal terjadi. Tujuh keinginan yang aku buat ketika aku bersamamu, tanpa sadar tercapai satu persatu dan itu membuatku serakah untuk terus dekat denganmu.” 



“Tunggu sebentar!” sela Keila dengan cepat. “Tujuh keinginan apa?” 



“Mungkin terdengar konyol, tapi ketika aku bertemu denganmu lagi dan jatuh cinta padamu. . . aku pernah membuat tujuh keinginan yang ingin aku lakukan bersamamu.” 



“Dan apa tujuh keinginan itu?” tegas Keila yang merasa penasaran. 



“Makan masakan buatanmu, menggandeng tanganmu ketika berjalan bersamamu, melihat matahari terbit dan matahari terbenam bersama denganmu, mengenalmu lebih dekat bahkan mengenal keluargamu, berkencan denganmu, menghabiskan waktu luang bersamamu. . .”



Mendengar setiap keinginan yang disebutkan oleh Andra, Keila kemudian mengingat setiap kejadian yang terjadi antara dirinya dan Andra selama tiga puluh hari itu. Keila ingat bagaimana tanggapan Andra ketika memakan masakannya untuk pertama kali dan menghabiskan masakannya tanpa sisa sedikit pun. Keila ingat dengan benar senyuman di bibir ketika Andra menggandeng tangannya untuk pertama kali di. Keila kemudian teringat bagaimana Andra membawa ke pantai dengan alasan untuk membantunya bekerja. Keila juga ingat bagaimana Andra memaksanya untuk mengantarnya pulang ke rumah ibunya dan mengenalkan dirinya sendiri sebagai Kekasih Keila tanpa ijin darinya. Keila juga ingat dengan baik Andra yang selalu muncul dan duduk menemaninya ketika Keila sedang menikmati hujan turun. Inilah alasan sesungguhnya dari tindakan-tindakannya selama ini. 



“Lalu apa yang akan kamu lakukan jika sudah mendapatkan semua keinginanmu itu?” Keila bertanya dengan raut wajah penasaran. “Apa kamu bermaksud untuk menghilang setelah mendapatkan semua keinginanmu itu?” 



“Kau menebaknya dengan tepat, Key.” 


` “Karena kau selalu mengatakan awalnya dalam setiap penjelasanmu. Aku dengan mudah menebaknya,” ujar Keila. Aku harus berterima kasih dengan pekerjaanku sebagai editor novel. Karena banyak membaca novel dan berbagai alur, aku dapat dengan mudah membaca niat Andra 


“Awalnya aku hanya ingin menghabiskan tiga puluh hari itu bersamamu dan menikmati impianku untuk mengenalmu. Liam yang sudah tidak tahan melihatku terus menerus memendam perasaan untukmu, kemudian membuatku berjanji padanya: jika dalam tiga puluh hari itu kau tidak jatuh hati padaku maka aku harus mundur dalam usahaku mengejarmu dan benar-benar melupakanmu. Dan nyatanya dalam tiga puluh hari itu, aku menemukan bahwa kau benar-benar jatuh hati padaku meski berulang kali kau berusaha keras untuk menghindari perasaan itu.”



Buk. Keila melayangkan pukulan tangannya di punggung Andra untuk ketiga kalinya. 



“Auwww. . . kenapa kau memukulku lagi, Key?” tanya Andra dengan sedikit berteriak. 



“Hanya ingin saja,” balas Keila. Tujuh keinginan yang aneh. Pertama: makan masakan buatanku, kedua: menggandeng tanganku ketika berjalan bersamaku, lalu ketiga: melihat matahari terbit dan matahari terbenam bersama denganku, lalu keempat: mengenalku lebih dekat bahkan mengenal keluargaku, yang kelima adalah berkencan denganku, keenam: menghabiskan waktu luang bersamaku. Tunggu!. . . apa aku tidak salah menghitung?? Kenapa hanya ada enam? Bukankah Andra bilang ada tujuh keinginan? Keila kemudian menatap Andra dengan tatapan sengit. “Apa kau tidak salah bicara, Andra?” 



“Apa yang salah?” Andra berbalik bertanya kepada Keila. 



“Kau bilang ada tujuh keinginan bukan??” tanya Keila memastikan.



Andra menganggukkan kepalanya. “Itu benar. Memang ada tujuh keinginan.” 



“Lalu kenapa kau hanya menyebut enam keinginan?” tegas Keila sembari mengangkat tangannya dan mulai menghitung. “Pertama: makan masakan buatanku, kedua: menggandeng tanganku ketika berjalan bersamaku, lalu ketiga: melihat matahari terbit dan matahari terbenam bersama denganku, lalu keempat: mengenalku lebih dekat bahkan mengenal keluargaku, yang kelima adalah berkencan denganku, keenam: menghabiskan waktu luang bersamaku. Lihat! Hanya ada enam dan bukan tujuh.”