
Malam harinya, Keila dengan sengaja menunggu kepulangan Andra untuk mendengarkan penjelasan Andra tentang ketidakjujurannya selama ini serta alasannya menyembunyikan identitasnya kepada Keila meski Keila beberapa kali sudah mengajukan pertanyaan kepadanya. Namun hingga pukul sepuluh malam, Keila masih belum mendengar suara pintu apartemen Andra yang terbuka. Keila akhirnya memutuskan untuk pergi tidur dan menunda keinginannya untuk mendengarkan penjelasan dari Andra mengenai ketidakjujurannya selama ini.
Keesokan paginya, Keila yang hendak berangkat bekerja membuang rasa kesalnya kepada Andra dan mendatang apartemen Andra lebih dulu. Keila berniat untuk meminta Andra mengantarnya ke kantor seperti biasanya sekaligus bicara. Namun ketika Keila mengetuk pintu apartemen Andra beberapa kali hingga menunggu selama hampir sepuluh menit, panggilan Keila tidak mendapat jawaban–seolah Andra tidak ada di apartemennya.
Keila yang merasa menunggu akan membuatnya datang terlambat ke kantor kemudian memutuskan untuk berangkat ke kantor dengan bis umum, tanpa Andra. Sepanjang perjalanan di bus, Keila berulang kali mengecek ponselnya dan memastikan jika mungkin Andra telah mengiri pesan namun terlewat olehnya. Namun puluhan kali Keila mengecek, puluhan kali itu pula Keila melihat ponselnya tidak menerima pesan dari Andra. Perasaan khawatir kemudian datang menghampiri Keila. Ke mana kau, Andra? Kenapa belum memberi kabar sama sekali? Bukankah kamu bilang akan menemuiku dan memberi penjelasan untuk semuanya? Jadi ke mana kamu sekarang? Tidak biasanya kamu menghilang tanpa memberi kabar lebih dulu.
Pikiran Keila terus berkecamuk tak karuan. Keila merasa bersalah karena kemarin tidak membalas pesan dari Andra yang memintanya untuk memberikan waktu padanya. Di saat yang sama Keila merasa takut jika Andra tiba-tiba menghilang begitu saja.
“Kak Key!”
Bahu Keila tersentak ketika mendengar namanya dipanggil oleh seseorang. Keila yang baru berjalan empat langkah dari pemberhentian bus di depan gedung perusahaannya kemudian menolehkan kepalanya melihat ke arah suara yang memanggilnya namanya.
“. . . Kenapa pagi-pagi sudah melamun, Kak? Apa ada sesuatu yang terjadi?”
Keila menatap Irene yang sudah tiba-tiba berdiri dua langkah darinya. Keila kemudian tersenyum sebelum membalas ucapan Irene. “Aku hanya sedikit mengantuk saja.”
“Benarkah??” tanya Irene yang tidak percaya. “Ngomong-ngomong kenapa Kakak turun dari bus? Bukannya Kakak biasanya diantar oleh Direktur??”
Mendengar nama Andra yang dipanggil oleh Direktur oleh rekannya, membuat Keila merasa sedikit aneh. Benar, dia adalah satu dari beberapa direktur di perusahaan di mana aku bekerja. Dia menghilang dengan tiba-tiba pasti ada sesuatu yang mendesak terjadi.
“Oh itu. . . a-aku sedang ingin berangkat sendiri,” jawab Keila berbohong.
“Jadi. . . Kakak masih marah pada Direktur??” tanya Irene dengan wajah serius.
Marah?? Tentu saja aku masih marah. Sayangnya marahku belum sempat kulampiaskan dan Andra menghilang tanpa kabar. Jika dia muncul di depanku, bisakah aku memukul kepalanya sekali saja? Keila melampiaskan amarahnya pada Andra di dalam benaknya sendiri. “Te-tentu saja, aku masih marah.”
“Lalu apa alasan Direktur mendekati Kakak dan menyembunyikan identitasnya selama ini padahal Direktur sudah menjadi kekasih Kakak selama beberapa bulan??” tanya Irene lagi.
Mendengar pertanyaan Irene, Keila kemudian berbicara sendiri di dalam benaknya. Aku tidak tahu. Aku juga ingin menanyakan hal itu kepada Andra. Aku juga ingin bertanya alasan di balik semua perbuatannya selama ini padaku. Menyembunyikan identitasnya dariku. Mengirim buket bunga di setiap tanggal sepuluh dan menjadi penggemar rahasiaku. Di saat yang sama ingatan Keila membawa pada beberapa kenangannya di mana dirinya yang merasa sedikit penasaran tentang buket bunga yang selalu diterimanya setiap tanggal sepuluh.
Aku juga ingin bertanya, apakah kemunculannya sebagai penolongku ketika Noah menyerangku adalah kebetulan atau tidak? Ingatan Keila kemudian membawa Keila pada kejadian di mana Keila bertemu dengan Andra pertama kali dan mendengar kata “kekasih” dari mulut Andra yang berusaha untuk menyelamatkannya dari Noah.
Aku juga ingin bertanya, apakah Andra yang tinggal tepat di samping apartemenku adalah kebetulan belaka atau tidak? Ingatan Keila kemudian membawa Keila pada malam di mana Keila merasa Andra adalah penguntitnya yang mengikutinya hingga ke apartemennya. Dan keesokan harinya Keila mendapati kenyataan bahwa Andra adalah orang yang tinggal tepat di samping apartemennya.
Banyak pertanyaan terus berdatangan di dalam benak Keila bersamaan dengan potongan puzzle ingatan Keila bersama dengan Andra. Aku juga ingin bertanya, apakah pekerjaan yang diberikan kepadaku untuk memasak makanan untuknya adalah rencana darinya untuk mendekatiku? Ingatan Keila kemudian memutar ingatannya dengan Andra ketika Andra memberinya pekerjaan di masa skorsingnya.
Andra menganggukkan kepalanya. “Ya, aku mendengarnya. Jadi karena kau tidak punya pekerjaan selama sebulan ini, maka aku akan datang setiap hari untuk sarapan di sini.”
“Lalu. . . bagaimana jika aku memberimu uang untuk berbelanja bahan makanan ketika aku makan di sini?”
Keila menatap Andra dengan tatapan menyelidik. “Apa kau tidak punya pekerjaan?”
“Aku bekerja dari rumah sebulan ini. Jadi aku punya banyak waktu luang. Bagaimana?”
Aku juga ingin bertanya, apakah semua hal yang kau katakan padaku selama ini benar-benar perasaanmu sesungguhnya? Ingatan Keila kemudian membawa Keila pada beberapa kejadian di mana dirinya menghabiskan waktu bersama dengan Andra.
Keila menatap tangannya yang digenggam oleh tangan Andra dengan tatapan heran, “Kenapa kamu menggenggam tanganku??”
“Bukankah kau bilang jangan jauh-jauh darimu?” Andra mengangkat tangan Keila yang digenggamnya. “Ini caraku supaya tidak jauh darimu.”
Ingatan lain kemudian muncul dalam benak Keila yang masih tidak bisa menjawab pertanyaan Irene. Kamu bilang berjalan bersamaku dengan menggenggam tanganku adalah sesuatu yang menyenangkan.
“Ya, itu memang benar. Tapi bukan itu yang aku maksud dengan menyenangkan.”
“Kalau bukan itu lalu apa?” Keila bertanya dengan mulut yang penuh dengan makanan.
“Berjalan bersamamu dengan menggenggam tanganmu, itu yang aku sebut menyenangkan.”
Ingatan-ingatan Keila bersama dengan Andra terus berdatangan dalam waktu singkat–layaknya sebuah film yang berputar dengan kecepatan tinggi memutar semua kenangan Keila bersama dengan Andra. Kamu bilang aku adalah pelangi yang bisa kamu lihat setiap harinya.
“Bukan begitu maksudku.” Andra menjawab dengan senyuman di bibirnya sembari menatap Keila. “Karena setiap hari aku sudah melihat pelangi, jadi pelangi yang muncul kali ini tidak terlihat menarik bagiku.”
“Apa maksudmu?” Keila merasa bingung dengan jawaban Andra. “Apa ada pelangi yang muncul setiap hari? Apa kau tidak salah lihat?”
“Ada, kamu.” Andra tersenyum menatap Keila yang sedang menatap dirinya dengan tatapan bingung. “Bagiku, kau adalah pelangi yang memberi warna dalam hidupku. Kau adalah pelangi yang bisa kulihat setiap hari dan kuharap bisa terus kulihat selama sisa hidupku ini.”
Pertanyaan-pertanyaan terus berputar di dalam benak Keila. Lalu film pendek yang sepat itu kemudian memutar adegan pertama di mana Keila pertama kali bertemu dengan Andra di saat Andra menolongnya dari Noah. Mungkinkah saat itu? Mungkinkah pertemuan itu bukanlah sebuah kebetulan belaka seperti yang aku kira sebelumnya?
Keila kemudian teringat dengan sebuah fakta kecil yang sempat dilupakannya. Sebuah fakta yang menjadi alasan Keila menghabiskan waktu-waktunya bersama dengan Andra: skorsing selama tiga puluh hari dari Direktur di tempatnya bekerja. Mengingat kejadian itu sebuah pertanyaan baru kemudian muncul di dalam benak Keila, sebuah pertanyaan yang membuat Keila benar-benar ingin bertemu dan bertanya kepada Andra secepatnya. Mungkinkah orang yang membuatku diskorsing selama tiga puluh hari adalah kau, Andra??
Jika bisa, Keila ingin sekali bertanya pada Andra sekarang juga. Sayangnya. . . Andra masih belum memberi kabar dan Keila enggan menemui Andra di kantor karena gosip dirinya dan kejadian kemarin masih melekat di benak para karyawan perusahaan.