
“Huft. . . .” Andra mengembuskan napas panjang sembari menatap ke arah langit di depannya. “Kamu mungkin memang benar, Keila. Tapi kita bisa membahas masalah ayahku nanti. Sekarang aku berhutang penjelasan padamu.”
Ah benar. Aku lupa jika aku seharusnya lebih penasaran dengan penjelasan Andra daripada cerita tentang Ayah Andra yang baru sembuh dari sakitnya. Keila menganggukkan kepalanya setuju dengan ucapan Andra. Keila kemudian menatap ke arah Andra dan bertanya, “Sebelum aku bertanya, aku ingin memastikan sesuatu lebih dulu.”
“Apa itu?” Andra yang merasakan Keila sedang menatapnya kemudian menolehkan kepalanya dan menatap balik Keila.
“Apa Liam sudah mengatakan padamu jika dia menceritakan tentang foto jembatan ini yang ada di dalam apartemenmu?” Keila bertanya dengan wajah penasaran.
Andra memberikan anggukan kepalanya kepada Keila. “Sudah.”
“Lalu kau tidak marah pada Liam??” tanya Keila lagi.
Andra memberikan anggukan kepalanya untuk kedua kalinya kepada Keila. “Aku tidak marah pada Liam.”
Keila mengembuskan napas panjang merasa lega. “Syukurlah. Kukira kau akan marah pada Liam karena mengijinkanku masuk ke dalam apartemenmu dan menceritakan rahasiamu padaku.”
“Liam melakukan hal yang tepat karena Liam juga merasa berhutang padamu. Karena aku mendengar dengan baik ucapanmu sebagai balasan untuk pertolonganmu waktu itu, aku kemudian menolong Liam yang bernasib sama denganku.”
Keila menganggukkan kepalanya beberapa kali dan tersenyum mendengar ucapan dari Andra. “Baguslah kalau begitu. Lalu sekarang aku akan bertanya, kenapa sejak awal kita bertemu dan pada banyak kesempatan lainnya kau tidak pernah mengatakan padaku bahwa kau adalah anak laki-laki berkacamata tebal yang pernah aku temui di tempat ini?”
Keila menatap ke arah pinggir sungai yang bisa terlihat di jembatan-tempat Keila berada sekarang. Keila mengingat kenangannya bersama dengan anak laki-laki berkacamata tebal yang ditolongnya dari beberapa teman yang sedang membullynya.
“Saat pertama kali melihatmu di perusahaan, aku ingin melakukan hal itu.” Andra kemudian memula ceritanya. “Aku ingin mengatakan padamu bahwa aku adalah anak laki-laki yang pernah kamu tolong. Tapi ketika aku ingin melakukan itu, keraguan muncul di benakku. Melihatmu yang sama sekali tidak mengenaliku ketika berulang kali berpapasan denganku, aku benar-benar takut jika kau sama sekali tidak akan mengenaliku.”
Andra menghentikan ucapannya sejenak karena hujan gerimis yang telah berhenti. Andra kemudian menutup payung yang dipegangnya untuk melindungi dirinya dan Keila dari hujan gerimis yang turun. Setelah melakukan hal itu, Andra kemudian bersandar di pembatas jembatan sembari menatap langit yang mulai terang oleh sinar matahari sore.
“. . .Aku tahu dengan baik bahwa perubahan penampilan yang aku lakukan saat aku kuliah benar-benar membuat penampilanku berubah. Karena itu, aku memutuskan untuk mengamatimu dari kejauhan selama beberapa saat dan menjadi penggemar rahasiamu. Aku kemudian mengirimkan buket bunga kepadamu di setiap tanggal sepuluh yang merupakan tanggal kita pertama kali bertemu.”
Keila yang mendengar penjelasan panjang dari Andra akhirnya tahu alasan dari buket bunga yang selalu diterimanya di setiap tanggal sepuluh di tiap bulannya. Ini alasannya buket bunga itu datang di setiap tanggal sepuluh. Aku benar-benar tidak menyadarinya.
Keila mengerutkan keningnya karena tidak mengerti. “Waktumu selalu salah?? Apa maksudnya dengan itu?”
Andra terkekeh sebelum memberikan jawaban untuk pertanyaan Keila. “Keberanianku selalu datang di saat yang salah. Berulang kali aku ingin memperkenalkan diriku di hadapanmu namun di saat itu pula, kau baru memiliki kekasih yang baru.”
“Ahh, benarkah??” Keila menutup mulutnya tidak percaya dan selama beberapa detik menatap ke arah Andra yang menatap ke arah lain. Dan setelah sadar dari rasa terkejutnya, Keila yang merasa menyesal kemudian mengucapkan satu kata: Maaf.
Andra tersenyum kecil mendengar kata maaf keluar dari mulut Keila ketika mendengar situasinya. “Kurasa kata maaf itu tidak perlu, Keila. Ini bukan salahmu. Kau tidak mengenaliku karena memang aku adalah satu dari segelintir orang yang datang dan pergi dalam hidupmu. Sudah sewajarnya kamu melupakanku karena memang kita hanya pernah bertemu satu kali saja. Di sini, akulah yang aneh. Aku selalu mengingat dirimu. Aku selalu berharap bisa bertemu denganmu lagi. Aku juga yang tidak pernah bisa melupakan waktu kita bertemu saat itu. Bukan kamu yang aneh karena tidak mengingatku, tapi akulah yang aneh karena mengingatmu dengan baik dan berharap bisa bertemu denganmu.”
Buk. Keila kemudian memukul punggung Andra dengan keras dan membuat Andra yang sejak tadi enggan menatap Keila kemudian menolehkan kepalanya melihat ke arah Keila.
“Kenapa kau memukulku?” tanya Andra sembari berusaha menahan rasa panas di punggungnya akibat pukulan Keila.
“Siapa yang bilang kamu aneh, huh??” Keila berbalik bertanya kepada Andra. “Aku bilang aku tidak ingat kamu, tapi bukan berarti kau yang mengingatku adalah orang yang aneh. Mengingat seseorang bahkan ketika mereka hanya satu kali bertemu, itu bukan hal aneh. Itu hanya kesan menalam yang ditinggalkan orang itu pada orang yang bertemu dengannya. Banyak orang yang juga mengalami hal yang sama denganmu, Andra. Ke mana perginya Andra yang selama ini selalu berkata penuh percaya diri? Ke mana perginya Andra yang selama ini keras kepala mengaku sebagai kekasihku? Ke mana perginya Andra yang bahkan tidak gentar ketika pisau diacungkan padanya ketika berusaha untuk melindungiku??”
Kali ini giliran Andra yang mencubit pipi Keila karena merasa gemas mendengar ucapan Keila. “Aku masih di sini, Keila. Andra milikmu itu tidak pergi ke mana pun. Aku hanya mengatakan padamu bahwa aku yang selalu penuh percaya diri, selalu keras kepala dan tidak gentar di hadapanmu selama ini, juga bisa merasa lemah di suatu tempat yang tidak kamu ketahui, yang tidak kamu lihat.”
“Ba-baguslah kalau begitu.” Keila melepaskan cubitan tangan Andra di pipinya. “Lalu sekarang aku sudah tahu alasanmu menjadi penggemar rahasiaku selama ini. Lalu sekarang aku ingin bertanya, kenapa dalam tiga puluh hari aku diskorsing, kenapa selama kita bersama, kamu sama sekali tidak mengatakan siapa dirimu padaku?”
Andra mengalihkan pandangannya kembali dari arah langit di depan jembatan dan melihat sesuatu terbentuk di langit. “Setelah berulang kali gagal, aku benar-benar berniat untuk mengubur keinginanku untuk dekat denganmu. Tapi setelah mendapat laporan bahwa mantan kekasihmu-Noah selalu menunggumu di depan perusahaan, keinginan yang terkubur itu kembali. Awalnya, aku hanya ingin membalas perbuatan baikmu di masa lalu dengan menolongmu menyelesaikan masalahmu dengan Noah dan membuat pria itu masuk penjara. . .”
Keila hendak membuka mulutnya untuk bertanya namun dengan cepat, Andra melanjutkan ucapannya yang terhenti.
“. . . Awalnya aku hanya ingin membalas perbuatan baikmu itu, namun kau tahu manusia itu adalah makhluk yang serakah, bukan?"
Keila menganggukkan kepalanya setuju. "Apa itu artinya kamu termasuk?"
Andra tersenyum menatap Keila dan menjawab, "Aku pun begitu tidak terkecuali.”