30 DAYS WITH U

30 DAYS WITH U
24. JADILAH KEKASIHKU YANG SESUNGGUHNYA 4



Semenjak hari di jembatan itu, Keila berusaha dengan keras menahan perasaannya sendiri. Keila berusaha untuk menjaga jarak dari Andra. Keila berusaha keras untuk tidak terpengaruh dengan kata-kata Andra. Keila berusaha keras menjaga pandangannya dari senyuman dan tatapan yang diberikan Andra kepadanya. 



Namun setelah semua usaha keras yang dikerahkannya, pada akhirnya Keila selalu gagal. Untuk kesekian kalinya, Keila tetap membeku mendengar ucapan manis dari Andra. Untuk kesekian kalinya, Keila tetap panik dan gugup menerima tatapan penuh cinta dari Andra. Untuk kesekian kalinya, jantung Keila berdetak semakin kencang ketika Andra menggenggam tangannya di jalanan. Untuk kesekian kalinya, usaha Keila tetap gagal untuk menjaga jaraknya dengan Andra. 



Keila yang awalnya merasa risih dengan sikap menempel Andra padanya, Keila yang awalnya selalu kesal mendengar Andra yang menyebutnya sebagai kekasihnya, Keila yang awalnya selalu berusaha untuk tidak dekat dengan Andra, kini berubah. Perlahan Keila mulai menerima keadaan Andra. Dan tanpa disadari oleh Keila, keberadaan Andra kemudian menjadi sesuatu yang biasa. 



Kebiasaan bersama: belanja di pasar bersama, makan bersama, duduk di beranda bersama ketika hujan turun dan terkadang menghabiskan waktu bersama hanya untuk membaca buku dan mendengarkan musik bersama, perlahan menjadi sebuah kebiasaan bagi Keila. Tanpa Keila sadari, Andra menjadi “sesuatu” yang biasa ada dalam kehidupan sehari-hari Keila. 



Waktu berlalu begitu cepat. Tanpa Keila sadari tiga puluh hari masa skorsingnya hampir berakhir. Itu artinya Keila harus kembali bekerja seperti sebelumnya. Keila akan kembali ke situasi di mana dirinya belum mengenal Andra dan sibuk dengan pekerjaan-pekerjaan seperti sebelumnya. 



Hari terakhir masa skorsing Keila, hujan turun di siang hari. Seperti biasanya, Keila membuat roti kukus mentega dan gula lalu duduk di beranda apartemennya sembari mendengarkan lagu-lagu yang tersimpan di dalam ponselnya. Dan seperti kebiasaan barunya, Andra tiba-tiba muncul dari beranda apartemennya kemudian melemparkan jaket miliknya kepada Keila dan membuat Keila yang tadinya fokus menatap air hujan yang turun sembari mendengarkan lagu kemudian mengalihkan pandangannya ke arah jaket yang jatuh. 



“Kau!” Keila berteriak sembari melepas satu earphone yang terpasang di telinganya. “Tidak bisakah kamu datang dengan tenang tanpa melempar jaketmu padaku? Kamu terus melakukan hal ini berulang kali.” 



Keila berkata dengan nada kesal namun tangannya spontan memberikan piring di sampingnya yang berisi roti kukus kepada Andra. Keila hafal betul Andra akan meminta roti kukus buatannya yang hanya bisa ditemukan ketika hujan turun. 



“Jika aku tidak melemparkan jaketku kepadamu, kamu tidak akan tahu bahwa aku sudah berdiri di sini sejak tadi dan jika kamu tidak ingin aku melempar jaketku, maka kenakan selimut untuk melindungi tubuhmu dari hawa dingin ini.” Andra menerima piring yang diberikan oleh Keila. Andra kemudian langsung melahap satu pasang roti kukus dalam satu kali suapan. “Lagu apa yang kali ini kamu dengarkan?” 



“Kenapa? Kamu ingin tahu?” tanya Keila dengan nada ketusnya sembari memasang jaket milik Andra untuk menutupi tubuhnya dari dinginnya udara yang datang bersama dengan hujan turun. 



“Ya.” Andra menjawab setelah selesai melahap roti kukus milik Keila yang kedua. “Aku tidak akan bertanya jika aku tidak penasaran.” 



“Kenapa kamu selalu penasaran dengan lagu yang aku dengar?” Keila berbalik bertanya kepada Andra karena setiap kali Keila mendengarkan lagu dengan earphonenya, Andra akan bertanya tentang lagu yang didengarnya. 



“Karena semua hal tentangmu selalu membuatku penasaran, Keila.” Andra selesai menghabiskan tiga pasang roti kukus buatan Keila dan kemudian mengembalikan piring kosong itu kembali kepada pemiliknya. “Ingatlah itu. Jadi. . . jika kelak di masa depan aku bertanya padamu lagi, kamu akan mengingat alasanku bertanya padamu.” 



Sial, dia melakukannya lagi. Keila mengumpat di dalam benaknya sembari menekan dadanya karena jantungnya yang berdetak kencang. Setelah beberapa saat berusaha untuk menenangkan jantungnya, Keila kemudian menatap Andra dan berkata, “Jika kamu penasaran dengan lagu yang aku dengar, kemarilah dan dengarkan bersama denganku.” 



Andra dengan cepat berlari dan kemudian dalam waktu singkat masuk ke dalam apartemen Keila dan duduk di samping Keila. Andra yang sudah sering kali berkunjung ke apartemen Keila, hafal betul password pintu apartemen Keila. 



“Ini.” Keila memberikan satu earphonenya kepada Andra untuk ikut mendengarkan lagu yang saat ini sedang didengarkannya. 



Selama satu lagu penuh dengan durasi 3 menit 48 detik, hanya ada suara hujan yang terdengar di antara Keila dan Andra. Keduanya diam memandang ke arah hujan yang turun sembari menikmati lagu yang berputar di telinga mereka. 



“Hari ini adalah hari terakhir skorsingku.” Keila memecah keheningan di antara dirinya dan Andra setelah hampir 4 menit lamanya terdiam. 



“Ternyata sudah sebulan yah,” ucap Andra dengan nada terdengar kecewa. “Waktu berlalu dengan cepat tanpa kusadari.”



“Ya, sudah sebulan dan karena itu, mungkin aku tidak akan bisa memasakkan makan siang dan makan malam setiap hari untukmu. Pekerjaanku yang sibuk terkadang memaksaku untuk pulang terlambat di malam hari.” 



“Ehm. . .” 



Keila menangkap rasa kecewa di mata Andra ketika menatapnya. “Tapi kita masih bisa sarapan bersama jika kamu ingin.” 



“Ya, aku tahu itu.” Andra menghela napasnya panjang. “Aku benar-benar tidak menyangka jika tiga puluh hari ini benar-benar berlalu dengan cepat. Jujur, aku juga harus kembali bekerja di kantor dan aku juga akan sibuk mulai besok. Mungkin kita akan jarang bertemu, tapi-“ 




“Aku dan kamu mungkin akan sibuk, tapi. . . aku tetap akan menempel padamu meski tidak sesering yang aku lakukan sekarang. Aku masih belum menyerah untuk membuatmu menjadi kekasihku. Tolong berikan padaku waktu makan siangmu padaku.” 



Keila mengerutkan keningnya karena merasa tidak mengerti. “Apa maksudnya dengan waktu makan siang?” 



“Mulai besok, aku akan mengantarkanmu ke kantormu dan menjemputmu di saat pulang kerja. Lalu kita akan bertemu lagi di saat jam istirahat untuk makan siang bersama.” Andra menjawab pertanyaan Keila dengan senyuman di wajahnya seolah kepalanya saat ini sudah membayangkan apa yang terucap dari mulutnya baru saja. 



“Kau tidak salah bicara bukan?” Keila terkejut mendengar penjelasan Andra. 



“Tidak.” Andra menggelengkan kepalanya. “Sudah kukatakan, aku akan membuatmu menjadi kekasihku sesungguhnya jadi aku akan melakukan apapun untuk itu.” 



Mata Keila membulat besar ketika mendengar ucapan Andra yang menggambarkan tekadnya untuk membuat Keila menjadi kekasihnya. “Kau benar-benar. . .” 


Keila kehabisan kata-kata untuk menggambarkan usaha dan tekad Andra. 


Andra tertawa kecil melihat ekspresi Keila saat ini. “Jadi kamu tidak perlu khawatir kita tidak akan bertemu karena kesibukan kita. Mungkin sehari atau mungkin dua hari atau mungkin seminggu, kita mungkin akan menemukan kesulitan bertemu karena kesibukan kita masing-masing. Tapi percayalah padaku, Keila. Aku pasti akan kembali padamu dan berdiri di hadapanmu.” 



Keila menarik kepalanya karena terkejut mendengar ucapan Andra. “Jika orang lain yang mendengar ucapanmu ini, mereka pasti mengira aku adalah kekasihmu dalam waktu yang lama, Andra. Berhenti mengatakan sesuatu yang membuat orang salah paham dengan hubungan kita!” 



Andra tertawa kecil. “Hahahaha. Biar saja orang lain salah paham. Nyatanya, aku memang ingin orang-orang berpikir kamu adalah kekasihku. Jadi ketika kamu dekat dengan pria lain, orang-orang akan memberitahuku. Dengan begitu, aku bisa menghentikan usaha pria yang berusaha mendekatimu.” 



Keila menghela napasnya panjang karena menyadari bahwa semakin dirinya melawan ucapan Andra maka Keila semakin sadar dirinya tidak akan pernah bisa menang adu mulut dengan Andra. 



“Key?” panggil Andra. 



“Apa lagi??” tanya Keila yang merasa kesal karena kekalahannya dalam adu mulut dengan Andra. 



“Kalau aku boleh tahu, lagu yang sedang kita dengarkan ini apa artinya? Aku memang penasaran dengan segala hal tentangmu. Tapi untuk satu ini, aku benar-benar tidak paham. Seleramu soal lagu memang benar-benar luar biasa. Seminggu yang lalu, kamu mendengar lagu bahasa Jepang. Sepuluh hari yang lalu kamu mendengarkan lagu bahasa Korea. Kali ini, lagu bahasa apa ini? Aku benar-benar tidak mengerti.” 



“Hahaha. . .” Keila spontan tertawa terbahak-bahak mendengar ucapan panjang lebar dari Andra tentang selera lagu miliknya. “Jika kamu tidak mengerti, kenapa kamu mau ikut mendengarkan lagu denganku?” 



“Karena semua tentangmu selalu membuatku penasaran.” Andra menjawab dengan santainya. 



Tidak ingin mendengar ucapan Andra tentang tekadnya untuk mengejar dirinya, Keila kemudian membuka ponsel miliknya dan mengetikkan sesuatu dalam mesin pencari. Tidak lama kemudian, Keila menunjukkan sesuatu yang dicarinya melalui mesin pencari kepada Andra. “Lihat ini!” 



“Apa ini?” tanya Andra yang kemudian mengambil ponsel milik Keila dan membaca apa yang muncul di layar ponsel milik Keila. 



“Lirik terjemahan dari lagu yang kita dengar saat ini. Kali ini lagu yang kita dengarkan berbahasa Thailand dan itu adalah terjemahan dari liriknya. Bukankah liriknya romantis sekali?” jelas Keila dengan senyuman sembari mendengarkan lagu yang masih berputar melalui earphone di salah satu telinganya. 



Senyuman muncul di wajah Andra ketika Andra selesai membaca terjemahan lirik lagu yang didengarkannya bersama dengan Keila. “Kau benar. Lirik lagunya benar-benar romantis.” 



Andra kemudian mengembalikan ponsel milik Keila masih dengan senyuman di bibirnya. Selama beberapa detik keheningan kembali di antara Keila dan Andra hingga secara tiba-tiba Andra berkata kepada Keila tanpa menatap Keila. “Kuharap, aku bisa memiliki hubungan seperti lagu ini. Memiliki kekasih yang cintanya akan bertahan selamanya seperti lirik lagu ini dan aku harap kekasih itu adalah kamu, Keila.” 



Keila membeku mendengar ucapan Andra untuk kesekian kalinya. Jantungnya berdetak kencang lagi untuk kesekian kalinya. Waktunya terasa terhenti dan Keila tidak bisa mendengar suara air hujan yang turun. Di telinga Keila saat ini hanya terdengar lagu yang sedang didengarnya bersama dengan Andra. Jantung Keila semakin berdetak kencang ketika lagu itu memutar bagian reff yang disebut dalam ucapan Andra. 



Sial. Lagu ini adalah lagu kesukaanku tapi lagu ini justru membuat jantungku berdetak kencang karena Andra dan ucapannya. Keila mengumpat kesal di dalam benaknya sembari jantungnya berdetak kencang dengan lagu yang berputar di telinganya.