You're Special

You're Special
Eps 9 Kejutan tak terduga



Suna yang terusik dengan suara ketukan dari arah balkonnya membuatnya terbangun dari tidurnya dan melihat jam di hpnya tepat pukul 12.30 tengah malam.


Suna yang penasaran mulai melangkah ke arah balkonnya dengan jalan pelan sambil menggunakan cahaya senter ponselnya.


"Siapa?" guman Suna agak takut karena ini lantai 5 mana mungkin........melihat bayangan hitam.


Suna membuka tirai dari pintu kacanya yang menuju ke balkon tidak ada siapa - siapa.


Dan......


"Aaaaaaa......... ............"


Beberapa saat yang lalu....


Setelah Suna pergi Aria masuk kedalam kamarnya karena adiknya Atan sudah tidur setelah membacakan adiknya sebuah kisah cerita dongeng sebelum tidur.


"Ponsel aku sudah ter cas penuh nih"Ucap Aria melihat hp miliknya .


Aria asik membalas chat milik teman temannya dan asik chatan dengan Kana chan dan teman sekelas lainnya juga temannya yang ada di negara i.


Tiba - tiba saja di grubnya......


"Ehh besok Kouki kun bakalan ultah" Ucap Vu


"Kamu tahu aja tentang Kouki" Balas Mai


"Makanya nyatain perasaan kamu ke dia"Sambung Sin


Aria baru ingat bahwa Ayahnya Suna menitipkan sebuah bingkisan padanya untuk diberikan ke Suna. Dan Aria malah lupa bahwa akan hal itu dan ternyata besok malah ultah Suna.


"Astaga aku lupa lagi"guman Aria


Aria langsung membalas pesan di grubnya untuk berterima kasih dengan mentag Vu chan.


Aria lalu mencari bingkisan itu. Ternyata terselip di dalam lemarinya.


"Yukaatta tidak rusak,bisa bisanya aku lupa hadiah miliknya dari Ayahnya sendiri"


Aria melihat masih jam 09.45 malam.


"Aku buat kejutan buat dia deh,tapi apa yah" Aria memikirkan sesuatu dan ternyata yang terselip di otak kecilnya malah kejahilan yang pernah kakaknya lakukan padanya dulu.


"Aha..... Itu aja aku jahili dia juga"Senyum jahil Aria muncul.


Aria kebalkon dan mengukur jarak ke balkon Aria. "Mungkin papan itu bakalan sampai kesana"Guman Aria.


Masuk kedalam kamarnya dan mematikan lampu kamarnya dan hanya meyisahkan lampu kecilnya untuk menyalah.


Pergi ke bawah untuk mencari balon berwarna merah.


"Dimana yah balon yang pernah aku beli itu buat Atan"guman Aria mencari cari di seluruh ruangan. Naik lagi ke atas kamarnya dan mencarinya dan turun lagi kebawa.... "Akhirnya dapat juga kok malah disini sih"guman Aria ternyata berada di lemari kulkas. "Pasti Atan nih yang bawah untung aja mama nggak lihat"


"Aria kamu ngapain di dapur ngemil malam lagi yah"


"Mama"


"Heheh iy mam"senyum manis


"Tapi boong"batin Aria "Ehh tapi bakalan ngemil sih"Batin Aria lagi


"Awas gemuk loe Aria"


"Nanti Aria diet ko Mam"


"Yaudah deh"Ucap mamanya pergi sudah mengetahui kebiasaan anaknya ini.


Aria melihat Mamanya sudah pergi lalu pergi ke gudang. Huhuk huk.....Aria batuk batuk membuka pintu gudang"Saklarnya mana nih"batin Aria mengingat saklarnya pasti di dekat pintu kok.


"Menyala juga" mencari papan yang pernah tidak digunakan"Nah itu dia" melihat papan yang agak tebal dan panjang. "Aku bakalan bisa nggak yah bawah ini.....coba aja dulu deh"Aria menyeretnya keluar memegang papannya keluar dari gudang.


"Aduh naik ke tangga lagi"batin Aria tapi....


"Aria kamu ngapain"


"P a pa......It..itu... Pah Aria lagi emmm itu pah... " Aria terbata bata kepergok oleh Papanya.


"Papan nya kamu ingin bawah kemana"Ucap Papahnya menyelidik tingkah anaknya.


"Anak ini sangat mencurigakan"batin Papahnya.


"Itu Pah Aria lagi bikin...."


"Simpan kembali ke tempatnya" Ucap Papah nya tegas.


"Baik Pah" Aria menurut dan menyeretnya masuk ke dalam gudang kembali. Sambil diawasi oleh papanya.


"Gagal deh ngambil papan kayunya"batin Aria menangis


"Iy Pah" Aria naik ke tangganya sambil melihat jam dinding udah jam 11.20 malam.


Aria pura pura naik sambil menunggu papahnya pergi. Aria terus menunggu papahnya sudah masuk ke dalam kamarnya kembali.


11.30....


Aria turun kembali melihat situasi sudah aman terkendali....


Mengambil kembali papan yang sudah dia simpan di dekat pintu gudang jadi tidak susah lagi carinya.


Aria dengan semangat 99 membawa papan itu naik ke kamarnya...


11.45....


"Akhirnya naik juga aku masih harus menaruhnya ke balkon nih"guman Aria...


Situasi aman terlihat sangat sepi " mungkin Suna sudah tidur"batin Aria menyimpan papan itu di pinggir dinding.


11.55 -12.00...


Aria mendandan dirinya menjadi anak kecil yang dulu ditarik oleh si badut dari selokan. Dengan memakai pakaian serba kuning dan memakai tudung kepala untuk menutupi kepalanya.


Dan memakai bedak putih di wajahnya dengan tebal dan memberikan goresan di samping pipinya berwarna merah seperti badut.


"Sip mantap nih"melihat dirinya dipantulan cerminnya. "Balonnya..... "Aria mencari balon dan mengisi angin di dalamnya dengan bantuan alat miliknya.


"Tunggu dulu korek mana yah"Aria turun lagi mencari di dapur dan mendapatkan apa yang iyah butuhkan.


12.07....


Aria mulai ke balkon dan mengambil papannya untuk menyambungkannya ke balkon milik Suna.


"Ow Yehh"Aria senang ternyata papan miliknya sangat panjang dan melebihi.


Aria mulai mencari kursi dan mengambil semua barang yang ingin di bawahnya keseberang.


Sangat menakutkan tapi Aria sudah menjalani kehidupan rintangan saat bersama dengan kakaknya dulu. Bisa dibilang Aria sekarang agak sudah sedikit feminin.


Aria mulai berjalan dengan merentangkan tangannya untuk menjaga keseimbangannya mengingat pelatihan kakaknya.


Dengan pelan Aria melihat ke arah bawah cukup tinggi tapi dia ingat dulu kakaknya pernah mengajaknya ke tempat yang lebih tinggi.


Aria melompat....Hap.... "Sampai juga deh"


Aria merasa sangat gampang banget melewatinya.


(Jangan ditiru yah Gaes) ∑( ̄□ ̄;) Ingat ini hanya novel novel gaes ◐.̃◐


"Untung aja angin malamnya nggak kencang"


Aria mulai mengetuk getuk pintu kaca milik suna karena belum ada respon Aria mengetuknya dengan keras..... Dan akhirnya berhasil juga membangunkannya.


Aria mendengar langkah kaki Suna lalu bersembunyi di samping. Mendengar suara dia menahan tawa.


Suna mulai membuka pintu kaca miliknya. Dan Aria berdiri di hadapan Suna... Dan teriakan pun terjadi.....


Aaaaaaaaa


Suna mundur kebelakang melihat sosok didepannya membawa balon dan menunduk ke bawah tidak melihat Suna yang masih mundur dan berteriak.


Aria mengeluarkan suara Hihihihihihihihi


...........Aria tertawa dalam hati mengerjai Suna. Suara khas hantu negara i.....


Suna langsung menyalahkan lampu kamar miliknya. Dan melemparkan hpnya ke Aria tapi malah meleset. Aria sudah tidak tahan lagi dan membuka tudung kepalanya dan tertawa puas....


"Hah ahahahah Suna ini aku.... hahahah ahahahah kamu..... Hahahha kamu hahaha hhaha"


Suna yang dikerjai seperti syok melihat ternyata Aria yang mengerjainya. Masih dengan napas yang belum beraturan melihat Aria yang masih saja tertawa.


Setelah lama tertawa Aria melirik Suna yang duduk dilantai"Ehh apa aku sudah keterlaluan" Batin Aria menghentikan tawanya.


Malah nanya lagi keterlaluan lah...


..


.


.


.


Jangan diikuti kejahilan Aria yah guys. Tidak untung ditiru. Owh iya ini hanya karangan author dan halunya untuk menghibur para pembaca muachhh... (╯3╰)


Don't forget like, komen, share Dan ikuti kisah ini yah. Jangan lupa juga tekan favorit biar tidak ketinggalan ceritannya.