
.
.
.
.
"Suna kamu menerimanya,baru kali ini kamu tidak menolak makanan dari seorang gadis"
Suna biasa saja,dia tidak menolaknya karena Aria tidak menyukainya. Dan Aria pasti punya alasan tersendiri untuk memberikannya kotak makan siang.
"Heii Suna,....." Teriaknya menghampiri Suna
"Kamu pegang apa itu" mengambil dari tangan Suna."Kotak makan yang sangat kawaii dari cewek yang kamu suka"
"Ya, itu dari Aria chan teman sekelas kami yang baru pindah beberapa hari yang lalu"
"Benarkah Suna.... Selamat kamu bakalan jadi yang pertama tidak jomblo dari kita semua disini" Ucapnya sambil terkekeh.
"Ambil aja kalau kamu mau"
"Ehhhh..... "
Setelah itu besoknya Aria memberikannya lagi kotak makanan ke Suna. Tapi Suna hanya menerimanya lalu memberikan ke teman clubnya.
"Aria chan apa kamu menyukai Suna"
"Iya kenapa kamu memberikan dia kotak makananmu? "
"Aku juga memberikan kotak makananku tapi tidak pernah menerima kotak makananku"
Aria yang sedang makan malah ditanyak pertanyaan yang sama seperti kemarin
Kalian belum tau aja rahasia dia yang sangat bejat untung aja kalian bukan korbannya. Masih punya hati dia dengan tidak bermain main perasaan dengan teman teman yang ada di sekolah.
"Baiklah Minna san dengarkan aku yah... Suna itu tinggal di dekat rumahku. Dan Mamaku menyuruhku untuk memberikan dia kotak makanan karena orangtuanya lagi pergi dan orangtuaku yang mengurusnya"Ucap Aria agar menyelesaikan masalahnya
Karena mereka juga tidak terlalu mengenal Suna. Jadi apa yang dikatakan oleh Aria mereka langsung mempercayainya.
"Ternyata begitu"
"Kita sudah salah paham dengan Aria chan"
"Eh Aria chan memangnya kamu tinggal dimana"
"Aria chan tinggal di Apartemen Houku"
"Kamu tau"
Aria mengabaikan mereka yang asik berbicara dan memakan makanannya yang belum habis.
"Aria chan kita bisa kerumahmu besok"
"Iya kita ingin lihat"
"Benar apalagi besok wekeend"
Jadi teman sekelas Aria lagi berkumpul di meja Kana dan mengelilingi mereka. Sambil memakan makanan mereka tapi baru kali ini Kana melihat hal ini dengan makan bersama hanya untuk mengetahui hubungan Aria dan Suna.
"Maaf Minna,besok aku mau pergi kencan" Ucap Aria malah membuat teman sekelasnya menjadi heboh lagi.
"Aria sudah punya pacar"
"Dare? "
"Doko?"
Kana juga mulai penasaran yang ada di dekat Aria. Ingin juga mengetahuinya. "Dia Atan adikku"Ucap Aria tersenyum sambil tertawa memperlihatkan fotonya berdua dengan adiknya. Walaupun Aria bercanda tapi setelah memperlihatkan foto adiknya teman sekelasnya menyukainya.
"Ini adik kamu kyaaa kawaaii"
"Ehh mana mana"
Hp milik Aria teropor kesana kemari
"Jadi Aria chan kamu mau berkencan dengan adikkmu yang masih berumur 2 tahun"
"Hhaha iya, aku ingin mengajaknya jalan - jalan besok"
"Aria chan apa kita boleh ikut"
"Ehh memang kalian ada waktu besok. Kalian kan ada kegiatan latihan besok di club kalian"
Teman sekelas Aria kecewa tidak bisa melihat tempat tinggal Suna dan tidak bisa melihat adik Aria.
Sepulang Sekolah....
"Itu it.. Itu Aria chan" Ucap Kana terbata.
"Apa Kana chan"
"Emm ituu... Aku aku"
"Aduh ngomong Kana jangan malu"batin Kana
"Apa kamu senggang besok Kana chan mau pergi bermain denganku dan Atan"Ucap Aria tersenyum
"Boleh ikut"
Kana sangat senang dan memberikan nomornya dan id miliknya untuk berteman dengan Aria.
"Sekarang aku sudah punya teman selain Ruu chan"batin Kana melihat foto profil Aria chan di hpnya.
"Sayonara" Ucap Kana yang mulai naik ke atas bus
"Dah hati - hati di jalan yah" Ucap Aria melambaikan tangannya ke Kana chan yang naik ke bus. Arah rumah Kana dan Aria berbeda jadi Aria sering mengantar Kana sampai di halte bus lalu baru dia pergi..
"Aria chan by by.. "Ucap Kana melambaikan tangannya.
Aria mulai berjalan sambil mendengarkan musik untuk pulang ke rumahnya dengan berjalan kaki.
Aria sudah mulai terbiasa berjalan kaki sepulang sekolah tapi jika ingin pergi ke sekolah dia biasanya naik ke kereta bawah tanah agar cepat sampai kesekolahnya.
"Aria chan" Ucapnya menarik headset dari telinga Aria.
"Mesum,kenapa loe lewat sini"
"Ganggu aja" batin Aria
"Aku mau pulang ke rumah lah" Suna menjawab perkataan Aria
"Kenapa...Apa kamu kesambet petir pulang ke rumah jam segini"
Heran Aria biasanya Suna pulang ke rumahnya jam 10 malam. Aria tahu karena biasa dia berada di balkonnya keluar dan mendengar suara dari kamarnya.
"Aria chan"
"Apa"
"Apa yang dikatakan Lelaki Tua itu"
Aria berhenti menatap Suna dan saling bertatapan. Aria menghela napas.....
"Banyak hal"
Aria menghentikan langkahnya dan menuju vending machine membeli minuman di dalamnya membuatnya haus berjalan.
"Ini..... mau"memberikan ice coffe kaleng ke Suna.
"Sengkyu" balas Suna
"Tidak sama - sama" balas Aria sambil terkekeh.
"Aria chan,jangan terlalu baik denganku" menatap Aria dengan wajah dekat.
Suna yakin Aria bakalan terpesona melihat wajahnya dari dekat dan bisa membuatnya menyukainya.
"Apa kamu ingin membuatku doki doki" Ucap Aria mendorong dada Suna" Trik konyol nggak bakalan mempang denganku" Sambil meminum minumannya.
"Hahah Aria chan,kamu sangat menarik padahal teman di sekolah bakalan tersipu malu tapi kamu tidak"
"Jijik aku dengar kamu ngomong kek gitu" "Mungkin saja aku bakalan doki doki jika tidak pernah melihat kemesunan kamu"batin Aria karena memang Sunakawa cukup ganteng apalagi Aria sudah tahu bahwa dia cukup disukai oleh para cewek.
"Aria chan kamu sangat tidak canggung menyebut nama depanku apalagi dengan teman sekelas lainnya"
Aria yang melihat tempat duduk memilih untuk berhenti untuk menghabiskan minumannya.
"Kamu mendengarku tidak" Suna ikut duduk
"Dengar kok. Kalau di tempat aku tinggal dulu hal biasa saja kalau memanggil nama seseorang. Karena aku orangnya santai dan mereka juga senang kan kalau dipanggil dengan akrab"
Pantas aja Suna nyaman berbicara dengan Aria karena Aria mudah diajak berteman dan selalu mengatakan apa yang ingin dia katakan dan yang Aria katakan memang benar dengan memanggil nama depan teman sekelasnya seperti itu siapa yang tidak senang.
"Arigato untuk makan siangnnya"Suna memberikan kotak makanan Aria.
"Suna,aku tahu kamu tidak pernah memakannya"
"Kalau kamu tahu tidak usah memberikanku...."
"Kamu datang aja ke rumah untuk makan bersama"memotong ucapan Suna "Dan aku tidak perlu memberikanmu kotak makanan di depan teman sekelas itu semua dari Mamaku dia peduli padamu dan aku juga sudah menganggapmu temanku" Aria tersenyum memandang Suna karena yah Suna merupakan teman pertamanya saat berada di negara j.
Pakkk.... Menutup wajah Aria yang menurutnya sangat manis.
"Suna" Suara kesal Aria.
"Mukamu sangat jelek saat tersenyum"ejek Suna
Padahal hanya untuk mengalihkan perhatiannya.
"Lepas nggak atau aku bakalan memuk.." belum sampai Aria menyelesaikan ucapannya Suna melepaskan tangannya dari wajah Aria yang sudah sangat kesal.
Tapi Aria tetap memukulnya karena kesal dengan Suna. Suna yang mendapatkan perilaku kazar Aria hanya bisa tersenyum kecut. Baru kali ini dia mendapatkan cewek yang kazar padanya.
Makanya Suna jadi orang itu jangan bikin emosi malah kamu bilangin Aria jelek cewek mana yang menerima pujian itu. Aria saja sering memuji teman ceweknya dengan kata manis kamu malah memberikannya kata yang cewek tidak suka denger.
Tapi Aria juga sih yang memberikan kamu julukan si mesum. Itukan juga salah kamu yang membuat dia salah paham.
.
.
.
.