
Aria tidak sadar bahwa dibelakangnya sudah tidak ada Kana. Dan saat ini dia masih mengikuti Aru.
Aru yang ingin berbalik. Aria langsung pura pura merangkul dua teman yang ada di depannya. Dan Pura pura menghadap ke tembok.
Aria melihat Aru jalan lagi. Tanpa Aria sadari dia mengajak dua teman yang tidak diketahuinya itu.
Kedua murid itu hanya mengikuti Aria. Dan ikut melihat apa yang dilakukan Aria.
"Ternyata dia mengurus taman sekolah ini. Apa dia dari klub kebun"guman Aria bersembunyi. "Sama seperti Abang"batin Aria. Abangnya suka menanam tumbuhan bunga dan segalanya.
"Emang kamu ngapain mengikuti dia"
"Aku ingin dia menjadi temanku"balas Aria tidak mengetahui siapa yang dia ajak bicara.
"Dia kan anak yang bermasalah di sekolah ini,kenapa kamu mau menjadi temannya padahal dia tidak disukai oleh orang orang disini apalagi mereka menghindarinya"
"Aku tidak peduli tentang rumor dirinya aku hanya ingin berteman dengannya."Aria berbalik melihat orang yang ada di samping kanannya."Ehh Si sombong kamu yang saat itu memperlihatkan makanan gratis yang ada di tasmu. Kenapa kamu ada disini"Ucap Aria melihat cowok di sampingnya.
"Kamu yang membawa kami kesini"Ucap Ho walaupun bingung dengan nama panggilan dari Aria.
"Kami"Bingung Aria. Ho langsung menunjuk ke arah belakang Aria. Aria berbalik kesamping melihat cewek dengan muka wajah kesal menatap Aria.
"Kamu harus minta maaf, tadi kamu menarik kami dengan keras"bisik Ho di belakang Aria.
Aria langsung memegang kedua tangan cewek di depannya ini. "Gomen. Watashi Aria Asanajaya. Apa aku menyakitimu"melihat tangan cewek di depannya.
"Tidak usah menyentuhku"dingin lalu pergi meninggalkan Ho dan Aria.
"Dia marah"Guman Aria melihat Ho. Ho mangguk mangguk membenarkan perkataan Aria.
"Gomen, tadi aku tidak sadar menjadikan kalian tameng agar aku tidak dilihat oleh Aru"
"Tidak apa - apa tapi bisakah kita pergi darisini tubuhku gatal berada disini"keluh Ho.
Lalu kemudian Ho dan Aria pergi dari situ. Karena permintaan Ho. Aria jadi merasa bersalah dengan dua orang itu.
"Siapa nama cewek yang tadi bersama kita?"
"Dia....Shinya Suzuna teman sekelasku"balas Ho.
"Lalu, nama kamu siapa aku belum mengenalmu? "
"Aku"Tunjuk Ho ke dirinya"Kamu tidak mengenalku"Aria langsung mangguk.
"Coba ingat dulu, kamu pasti tahu siapa aku"Ucap Ho tidak percaya bahwa Aria tidak mengetahui namanya padahal murid disini banyak yang mengenalnya.
"Tidak tahu, kalau kamu tidak mau kasih tahu aku pergi dan maaf yang tadi yah"Ucap Aria lalu pergi tanpa melirik ke belakang.
Aria yang berjalan tanpa sadar melihat cewek yang tadi bicara dingin padanya dan malah mengikutinya.
Cewek itu masuk ke ruang perpustakaan dan belajar. Aria mengamatinya dari tempat duduk yang lain.
Orang orang yang melihat cewek itu malah nyengir dan seperti membisikkan sesuatu ke temannya.
"Mereka ngapain?"Tanyak Aria menanyakan orang disampingnya. Saat mengeserkan badannya ke tempat duduk lain.
"Kamu siapa? "Tanyaknya balik sambil memperbaiki kacamatanya melihat Aria. Aria yang pura pura membaca melihat cowok di sampingnya.
"Jangan nanya siapa aku. Mereka ngapain"
"Oh.. ..ah ....itu dari kelas X1. Dua cewek yang berdiri itu sambil bicara sedang mengatai ketua kelas kelasnya" langsung menjawab pertanyaan Aria karena nada suara Aria kesal.
"Kenapa dia mengatainya..?" Tanyak Aria bingung
"Karena dia sangat dekat dengan Horoto Takano jadi banyak cewek yang tidak suka dengannya"
"Siapa itu Horoto Takano? "Tanyak Aria lagi
"Kamu tidak tahu dia"
"Tidak emang kenapa"
Cowok berkacamata itu melihat Aria dengan baik"Apa kamu murid baru disini? "
"Bisa dibilang Ya dan Tidak aku sudah 1 bulan disini"
"Pantas aja kamu tidak tahu"
"Dia itu cowok X1 yang sangat populer disini, sejak Smp sudah banyak yang mengikutinya dan menyatakan perasaannya tapi dia menolaknya. Lalu Horoto pernah menyatakan perasaannya ke Shinya Suzuna tapi ditolak oleh Shinya dan ada cewek yang melihat kejadian itu. Mereka lalu selalu mengatai Shinya yang aneh aneh dan bahkan pernah aku melihatnya membully Shinya"Ucapnya menjelaskan ke Aria.
Aria mendengarnya sambil memakan snack ditangannya. "Hei disini dilarang membawa makanan"Ucap Cowok itu dia bingung darimana cewek ini mendapatkan makanan.
"Kenapa kamu tahu sebanyak itu? " Aria acuh lalu menanyakan pertanyaan lagi. Melihat cowok disampingnya ini.
"Karena aku sekelas dengan mereka"
"Owh jadi kamu dari kelas X1"
Cowok itu mangguk. Aria tidak menyangka cowok ini ternyata suka bergosip. Kan luu yang nanya Aria👀😜
"Terus... Coba kamu lanjutin lagi aku jadi penasaran sama cewek itu padahal dia sepertinya seorang cewek penyendiri yang dingin dengan aura yang kuat"
"Iya kamu benar.. Sifat Ketua kelas itu sangat dingin, bahkan saat dia dibully dan dikatai dia diam aja tanpa mempedulikannya. Padahal kalau aku pasti melawan mereka"
"Emang kamu berani"Tanyak Aria tapi cowok itu langsung geleng geleng kepala. Mulut doang tidak bertindak.
"Hah kamu mulut doang aja yang berani...Padahal kamu ini cowok harus lebih berani lagi"
"Kamu menganggapku cowok"
"Emang kamu cewek"Ucap Aria tidak percaya menutup mulutnya.
"Aku cowok tapi mereka selalu mengataiku cewek karena aku sangat terlihat feminin"ucapnya jadi sedih. Aria lebih memperhatikannya dari atas sampai bawah.
"Bukan.... "Teriaknya lalu ditutup oleh Aria.... "Ini perpustakaan nanti kita ditegur"Batin Aria melihat cowok di depannya. Cowok itu mangguk seperti mengerti lalu Aria melepaskan tangannya
"Teman yang mengerjaiku dan aku tidak tahu siapa yang mengambil celanaku"Ucapnya cepat dan nada pelan
"Kalau begitu ayo kamu ikut denganku. Shinya sudah pergi" Aria memegang tangan cowok tersebut.
"Kita mau kemana, aku belum membereskan barangku" Aria berhenti
"Yaudah cepetan ambil barangmu" Aria menunggunya dan dia cepat cepat membereskan barangnya.
Aria lalu membawa cowok itu kekelasnya.
"Minna ada yang punya celana sekolah dua nggak "Ucap Aria melihat teman sekelasnya.
"Aku punya Aria chan"Ucapnya mendekati Aria.
"Tama kun apa kamu sudah tidak memakainya lagi" Tama mengangguk "Arigato"Senyum manis Aria menerimanya dan memberikannya ke Cowok itu.
"Aria chan kenapa kamu memberikan celanaku ke cewek itu"Ucapnya melihatnya teman disamping Aria.
"Dia bukan cewek tapi cowok" Cowok berkacamati itu malu mendengar perkataan Aria.
"Hah dia cowok tapi kenapa seperti cewek"Ucapnya bingung.
"Apa kamu benar - benar cowok"Ucap temannya yang lain melihat cowok berkecamata itu.
Aria tidak mengerti mukanya memang sangat imut tapi dia bisa membedakan yang mana cewek dan cowok. Apa teman kelasnya salah mata.
"Aduh kamu harus cepat ganti rokmu itu"Melihat cowok berkecamata itu malah malu.
"Arigato gozaimasu"Ucapnya lalu lari meninggalkan kelas Aria.
"Sekarang aku percaya Aria chan suaranya memang laki"Ucap Tama dan yang lain melihat itu mangguk mangguk tanda setuju.
"Kan tadi sudah aku bilang"batin Aria lalu meninggalkan temannya.
"Dia sangat cocok jadi cewek"bisik 1
"Hemm coba aja dia cewek aku bakalan berpacaran dengannya"
"Hahah memangnya kamu berani menyatakan perasaanmu padahal kamu itu tidak cocok dengannya"
Ehhh kayaknya ada yang salah deh dengan teman kelas Aria. ฅ'ω'ฅ
Sedangkan Kana yang berjalan ke kelasnya,saling bertaprakan dengan seseorang.
"Aduh..... "Jatuh Kana ke belakang melihat cewek yang lari kencang keluar dari kelasnya. Dan menabrak dirinya.
"Kamu tidak apa - apa" Ucapnya membuat Kana melotot "Kok suaranya seperti laki-laki"batinnya melihat orang di depannya memakai rok dia menepis pikirannya mungkin dia memang cewek.
"Aku tidak apa - apa"Balas Kana menerima uluran tangan cewek di depannya.
"Apa barang ini milikmu"Kana memegang celana yang cewek itu bawah tadi.
Cewek itu mengambilnya dan meminta maaf karena tidak sengaja menabrak dengan Kana. Lalu pergi.......
Kana masuk ke kelasnya dan melihat sudah ada Aria di tempat duduknya.
"Aria chan"dengan nada ngambek.
"Kana kamu sudah kembali,Gomen tadi aku meninggalkan kamu"Ucap Aria meminta maaf ke Kana"Apa kamu sudah makan siang"Tanyaknya
Sedangkan di tempat lain.....
"Hei Suna kun"Teriaknya menghampiri Suna
dan duduk disamping sahabatnya ini."Aku ada cerita tentang.... "
"Tentang Shinya"memotong pembicaraan Ho
"Bukan"Ucap Ho cepat. Suna melihat temannya ini biasa sering menceritakan tentang hubungannya dengan Shinya yang tak kunjung maju.
"Ini tentang cewek kamu"malah membuat Suna bingung. Siapa yang dimaksud oleh Horo ini.
"Aku tidak punya cewek"
"Astaga ini tentang Aria Asanajaya teman sekelas kamu"
"Dia kenapa"Ucapnya panik dan berdiri.
"Dia tidak kenapa kenapa" menarik tangan Suna yang berdiri untuk duduk kembali.
"Aku tidak menyangka ternyata Aria cewek yang kamu suka itu memperhatikan Anak yang pernah memukul Senpai Goro itu."
"Maksud kamu,? "
Lalu Ho menceritakan apa yang dia alami saat bersama Aria......
"Kamu punya saingan bro... Kamu harus cepat cepat mengungkapkan perasaanmu padanya"Ucap Ho melihat Suna sepertinya tidak nyaman mendengar ceritanya tadi.
"Mungkin aku tidak bakalan bisa mencegah Aria untuk bertindak"guman Suna masih di dengar Horo.
Suna selalu memperhatikan tingkah Aria yang sering melihat Aru selama ini. Dan sepertinya Aria tertarik dengan Aruko.
"Tapi tenang aja Suna, katanya dia hanya ingin berteman dengan cowok itu"
Ingin menenangkan Suna tapi Suna tidak yakin dengan perkataan Horo sahabatnya ini. .
.
.