You're Special

You're Special
Eps 34 Perasaan Aru



Aru yang dibawa oleh Aria pergi kencan. Merasakan perasaan senang walau awalnya dia pertamanya canggung. Mulai dari nonton film di bioskop,main game center, makan dll. Membuatnya melupakan beban yang menumpuk di pikirannya menghilang.


Sampai akhirnya mereka lupa waktu..... Aria melihat waktu di ponsel miliknya"Yabai,sudah jam 10 malam" Aria bangkit dari duduknya saat ini mereka sedang berada di toko baca komik dan game.


"Ehhh ternyata dia tidak sadar akan waktu saat dia membaca buku yang sudah menumpuk di sampingnya" batin Aru


"Baiklah,sekarang kita pulang Aru aku akan mengantarmu"


"Tidak usah, seharusnya aku yang mengantarmu pulang"


"Ternyata kamu bisa gentleman juga yah" senyum Aria.


Perjalanan pulang ke Aprtemennya. Mereka sudah diam diaman saat keluar dari tempat tersebut. Bahkan Aria lebih memperhatikan ponselnya sambil jalan dan Aru mengawasi gerakan Aria tanpa Aria memintanya.


"Kenapa, dia sangat tidak waspada terhadapku apalagi kenapa aku malah jadi nurut padanya"batin Aru dengan perasaan melindungi ini dan juga perasaan bercampur senang.


Menghentikan langkah Aria dan merebut ponselnya " Perhatikan langkahmu"


Aria melihat di depannya ada tiang yang akan dia tabrak.


Ayam ayam ayam bebek, Bebek bebek ayam..... Bunyi suara ponsel Aria. Aru melihat ponsel Aria yang bertuliskan Mom. Aria mengambil ponsel miliknya.


"Iy Mom sudah dekat kok..... Iya iya mam....Ada yang nemanin Aria kok... Iya tidak lagi.. Iya Mom maaf.... Ehem Yaudah" Aria menutup ponselnya.


Aru tau bahwa percakapan itu dimana Orangtua yang menghawatirkan anaknya.


Melihat Aru yang menundukkan kepalanya,Aria menyimpan ponselnya di kantong miliknya dan mengemgam tangan Aru.


"Ayo antar aku sudah dekat tuh" Tunjuk tangannya yang satu.


Sambil mereka jalan menuju ke Apartemen yang sudah dekat Aria mengengam tangan Aru dan juga berbicara dengan Aru yang hanya diam mendengarkannya.


"Kenapa tidak masuk" Ucap Aria yang sudah di dalam lift. "Kamu kan sudah berjanji buat antar aku ke rumah jadi harus sampai di depan pintu dong" Aru tidak menolak dan masuk ke dalam lift tersebut. Karena percuma dia menolak Aria pasti terus merengek jika tidak dikabuli keinginannya.


Sampainya mereka di depan pintu apartemen Aria. "Kenapa dia tidak masuk"batin Aru melihat Aria cuma berdiri diam. Lalu Ari tiba tiba menyerang Aru dengan ciuman di pipi Aru.


"Arigato Sayang untuk hari ini" Lalu Aria tersenyum memandang Aru dan masuk ke dalam.


Deg deg deg deg deg jantung Aru berdetak dengan cepat dan memegang pipi kanannya juga tersenyum kecil.


"Merasa senang di cium Aria" Ucap seseorang yang tiba tiba datang dari balik kegelapan. Dia melihat semua apa yang dilakukan Aria.."Apa kamu pantas bersamanya" Mendekatinya.


Aru yang mendengar perkataan orang di depannya merasakan kebencian terhadap dirinya.


Bummm


Menjatuhkan dirinya di atas tempat tidur. Aria merasa dirinya malu kali ini mencium Aru padahal hanya di pipi. "Sebaiknya aku mandi dulu" guman Aria memasuki kamar mandinya. Setelah mandi dan ingin tidur malahan matanya merasakan tidak ada tanda tanda ingin tidur malah mengingat semua kejadian hari ini sambil senyam senyum.


Aria pergi ke balkon untuk menenangkan dirinya. "Ehhh apa itu Aru,kenapa dia baru pergi darisini"guman kecil Aria. Melihat ke bawah gedung Apartemen.


Aru yang berada di bawah tidak menyadari Aria yang ternyata belum tidur. Setelah bertemu dengan Suna membuatnya ingin melindungi Aria dari Suna.


Flashback On...


Beberapa menit yang lalu.....


"Merasa senang di cium Aria" Ucap seseorang yang tiba tiba datang dari balik kegelapan. Dia melihat semua apa yang dilakukan Aria.."Apa kamu pantas bersamanya" Mendekatinya.


Tentu saja Aru tau,perasaan Suna ke Aria dan apalagi 1 bulan terakhir setelah Aria mengabaikannya sesuai permintaannya dulu Suna mengambil kesempatan itu untuk mengejar Aria dan memperlihatkan bahwa dia mengejar Aria.


"Apa yang spesial darimu kamu hanya anak yang terbuang dari keluargamu sangat mirip dengan an*ing diluar sana" Ucap Suna kasar. "Tapi aku tau kamu tidak mengambil kep*raw*nan Aria,dia tidak mungkin mau itu" dengan percaya bahwa Aria tidak bakalan memberikan apa yang berharga padanya karena dia cewek yang berbeda yang dia temui.


Suna pernah beberapa kali mengajak Aria dan mengambil kesempatan tapi Aria tidak pernah tergoda dengan bermain bersamanya. Suna tidak pernah lagi nge s*x dengan wanita karena Aria......


"Aku bakalan jadi orang yang pertama akan menidurinya dan merebut Aria " Ucapnya lalu pergi meninggalkan Aru. Suna merasa dirinya tidak akan menahan diri terhadap Aria.


Flashback Off...


Keesokan harinya......


Aru mendapat telepon pagi dari Aria...


"Ohayou Aru chan" Ucap Aria di balik handphone merasa senang karena Aru mengangkatnya dengan cepat. Dan Menunggu balasan dari Aru.


"Ohayou" Balas Aru mukanya memerah. Ternyata kemarin bukan mimpi dia benar benar menghabiskan waktu dengan Aria.


"Yukatta,sepertinya kamu baik baik saja"


Aru bingung "Semalam cuaca sangat dingin aku khawatir denganmu"


"Aku tidak apa - apa"


"Suna, kenapa kamu masuk kekamarku"


Aru yang mendengar suara Aria menyebut nama Suna dan lagi masuk ke kamarnya dia mengingat perkataan Suna semalam.


"Jangan bilang dia akan melakukannya secepat ini"batin Aru.


"Menjauhlah darinya" Teriak Aru.


Sedangkan di tempat Aria......


"Baka Suna ahahahahahah" melihat Suna yang terjatuh.


"Apa yang kamu lakukan sini aku bantu" mengulurkan tangannya dengan senyum jahil. Dan brukk....... ahahhahahah


"Aria"Kesal Suna Aria benar benar selalu menjahilinya saat Aria mengulurkan tangannya Suna yang ingin mengengam tangan Aria malah tidak sampai karena Aria melepaskan kembali pegangannya.


"Kenapa juga aku bisa menyukai gadis ini"batin Suna tidak habis pikir


"Baiklah aku tidak jahil lagi deh" Mengulurkan kembali ttangannya tapi kali ini Sunalah yang menyerang kembali. Dengan sekuat tenaga menarik tangan Aria....... Brukkkk jatuh di tubuh Suna.


"Suna"Melihat wajah Suna yang ada di depannya dengan muka kesal.


"Ini balasan untukmu"


"Sangat dekat"batin Suna melihat wajah Aria. Aria yang ingin berdiri langsung di peluk oleh Suna.


"Suna lepas nggak" merontak lalu Suna malah memmbalikkan posisinya dengan Aria yang berada di bawahnya.


Dukk... "Aduh kepalaku"guman Aria kejedot sedikit lantai.


.


.


.


"Bibi " Datang menghampirinya


"Dare" gumannya


"A ria.. Aria... "


"Tenanglah sebaiknya kamu tarik napas dulu"


"T...idak.. Aada waktu" Aru menarik tangan milik Bi Zatya yang memang sudah ingin naik keatas.


"Kenapa anak ini dia gelisah sekali, dan dia mengenalku apa kenalan Aria"batin Zatya melihat cowok ini penampilannya sangat berantakan. Tapi bingung apa yang dia khawatirkan tentang Aria yang berada di dalam apartemen.


Sesampainya di pintu Apartemen Zatya membukanya dan Aru langsung masuk duluan.


"Dimana kamar Aria?" Zatya langsung menunjuk ke atas Aru lalu berlari menuju ke kamar Aria.


"Dia ini kenapa,Aku hanya meninggalkan Aria seperti biasanya" Mengikuti Aru naik ke atas. Semakin dia dekat dengan kamar Aria dia mendengar teriakan. Melihat cowok yang berantakan itu bengong di depan pintu kamar Aria.


"Adu duh duh Aria lepas" Suna yang merasa kesakitan tubuhnya dikunci oleh Aria.


"Minta maaf nggak kalau tidak aku bakalan mematahkan kakimu ini"


"Gomen"


"Minta maaf yang benar"


"Aria Asanajaya gomennasahaiiii" Teriak Suna dan Aria melepaskan kunciannya.


Zatya yang melihat kebrutalan anaknya tepuk jidat. "Aria...Suna apa yang kalian lakukan"


"Mama..... " Melihat Mamanya dan Cowok di samping Mamanya yang berpenampilan berantakan dan tidak kuat melihat di depannya Aria tertawa.... Ahahahahahha


Suna yang melihat ke arah pintu masuk juga ikut tertawa. Ahahahaha........


Aru tidak menyadari bahwa penampilannya ini sangat membuat orang geleng geleng kepala dengan rambut yang seperti badai, pakaian yang tidak terpasang baik, dan juga kaos kaki panjang pendek sebelah.


"Ma....dia siapa" Ucap Aria menghentikan tawanya dan mendekatinya Mamanya hanya bergeleng tidak tahu. " Kamu siapa? " Ucap Aria lagi tapi yang dia dapatkan hanya pelukan . Aria yang merasakan bau yang dia tahu siapa pemilik dari wangi ini...


Ehh bau wangi ini kan


"Aruko Yoshida" Teriak Aria......


Aru yang saat ini hanya menghawatirkan Aria dan tidak peduli dengan apa yang sudah dilakukannya.


.


.


.


Yo Gaes. Jangan Lupa Like,Komen,Share,Follow and Votenya Yah......


Makin kesini makin seruu kannn Otak Author terus berputar putar nyari ini supaya ceritanya seru dan menyengakan.


Hehehheh Hubungan Aria dan Aru bakalan lebih Seru lagi loh kedepannya.Jadi Mohon dukungannya .......


Salam Cinta Author Daisuki.....