
Pelayan yang tidak sengaja mendengar segera pergi dari tempat tersebut. Menuju ke tempat tinggal para pelayan yang ada di ruangan belakang.
Dia benar - benar tidak menyangka dengan apa yang didengarnya. Cewek yang selalu dia bereskan ruangannya adalah seorang cewek tidak wa*as. Merasa simpati dan kasihan,dan orang yang memperingatinya beberapa hari yang lalu ternyata seorang Dokter.
Dia juga tidak menyangka baru pertama kali melihat Tuan Rumah tersebut ternyata masih muda dan sangat tampan.
Keesokan harinya.......
Siang hari ini wajah Tuan Rumah mereka malah terlihat yang biasanya tidak kembali ke rumah besar ini kecuali pada malam hari.
Ducky yang menuju ke dalam rumah tersebut dengan tergesa - gesa.
"Tuan Muda........Nona Noo na Aria"
"Jim sudah datang? "
"Belum Tuan, Tuan Jim.... "
"Suruh dia cepat kesini jika dalam 1 menit tidak juga datang lihat saja aku akan membuatnya..... "
"Aku datang" Teriaknya keras masuk kedalam rumah besar tersebut.
"Datang juga kamu...."
Prang...
Pringggg
Brakkkkk Bammmm
Akhhhhhhhhhhhhhhhhh
"Accaaa" Mendengar suara teriakan dari lantai atas . Ducky buru - buru naik ke ruangan milik Aria,melihat beberapa pengawal dan pelayan yang ada di dalam ruangan.
"Nona tenanglah"
"Nona"
"Akhhhh sakittt ini sangatt sakitt.......Keluar kalian semua Akhh kepalaku sangat sakit"
"Nona biarkan kami membantumu"
"Berhenti,kalian semua mundur biar aku yang menanganinya " Ucap Ducky melihat beberapa pengawal dan pelayannya sudah terluka tapi malah masih ingin menenangkan Aria yang lepas kendali.
Pelayan dan Pengawal itu mundur mendengar perintah Tuannya. Entah apa yang sudah terjadi pada Aria tiba tiba saja psikologisnya malah kumat.
"Acca tenang.. tenang yah ini aku...."Ingin mendekati Aria tapi tiba - tiba saja.
"Ducky Awassss"
Srassss Sakkk..... Aria malah menyerang Ducky dan melukai lengannya keluar darah segar dari tubuhnya.
" Shhh"Meringis
"Ahahahahahaha....." Aria yang tertawa melihat Ducky kesakitan membuatnya merasa senang.
Pecahan kaca tertancap di lengan Ducky tapi dia langsung memegang kedua tangan Aria dan menahan kaki Aria agar tidak memberontak.
"Jimm cepat lakukan tugasmu"Teriak Ducky
Jim yang diteriaki langsung maju kedepan dan menyuntikkan ke lengan Aria.
"Tidakkkkk" Lemas dan pingsan jatuh ke badan Ducky. Ducky lalu mengangkat Aria dan membawanya ke ruangan sebelah karena tempat itu sangat berantakan dibuat Aria.
Jim lalu memeriksa keadaan Aria lalu mengobati luka yang ada di tubuh Ducky.
"Paman Fan,Apakah kamu bisa jelaskan apa yang sebenarnya terjadi?" Sebelum Ducky ke rumah dia mendapatkan telpon darurat dari Paman Fan seorang pekerja yang menjadi kepala pelayan rumahnya untuk bisa mengurusi semua yang ada disini.
Mendengar bahwa terjadi sesuatu terhadap Aria. Ducky langsung buru - buru untuk kembali ke rumah.
"Maaf Tuan. Hamba tidak tahu apa yang terjadi pada Nona,tapi seseorang akan menjelaskan apa yang terjadi pada Nona saat itu"
Lalu seorang pelayan masuk ke ruangan berjalan sambil menundukkan kepalanya tidak berani menatap wajahnya sang majikan.
"Tuan Muda. Dia yang bersama Nona sebelum Nona Aria kambuh"
"Siapa dia?"
"Jawab Tuan. Pelayan ini yang selalu membereskan ruangan Nona dan Dialah juga yang pertama menyampaikan kepadaku bahwa Nona terjadi sesuatu"
Ducky yang melihat Pelayan wanita di depannya menunduk ketakutan.
"Kenapa...Kamu sangat ketakutan apakah sudah berbuat sesuatu pada....."
"Tidak Tuann" Memotong perkataan Ducky. Dia tidak ingin pemilik rumah ini salah paham padanya sedangkan dia tidak berbuat sesuatu yang jahat.
"Jika kamu tidak melakukan kesalahan kenapa kamu terlihat takut seperti itu"
"It itu ssa...."
"Kurasa dia cuma gugup dihadapanmu Ducky, biarkan dia jelaskan dulu apa yang terjadi dengan Aria" Jim yang dari tadi diam angkat bicara. Bagaimana tidak Pelayan ini pasti takut menjelaskan ke Ducky dan pasti takut disalahkan.
"Baiklah . Sekarang kamu katakan apa yang sebenarnya terjadi?"
Pelayan itu lalu mengeluarkan sesuatu dari balik tangannya yang dia tutupi sedari tadi. Sebuah kalung silver yang sangat menonjol dan sangat indah.
"Saat itu,saya datang ke ruangan Nona Aria seperti biasanya untuk merapikan dan membereskan ruangan Nona, Setelah itu,Nona yang datang ke kamarnya dan tanpa sengaja melihat kalung milikku ini jatuh ke lantai. Nona Aria datang menghampiri lalu mengambil kalungku ini,Nona terus memperhatikannya dengan seksama"
Pelayan itu menceritakannya dengan hati - hati. Dia menjelaskan juga setelah Aria mengamatinya Aria memegang kepalanya sambil bertanya 'Darimana dia mendapatkan benda ini' Pelayan itu sangat senang karena baru kali ini dia diajak bicara oleh Nona yang tinggal di rumah ini dan sebagai majikannya.
Dia pun menjawab bahwa dia mendapatkannya dari seseorang spesial. Aria yang mendapat jawaban bertanyak kembali 'Seorang spesial apakah keluargamu' . Pelayan itu menjawab bahwa kalung ini dia dapatkan dari kekasihnya, mengucapnya dengan malu - malu.
Aria yang melihat itu,kepalanya makin sakit dan terasa sangat menyayat seperti ada bayangan hitam yang melintas di kepalanya.
Dan terjadilah hal yang membuat Aria menderita........ Rasanya sakit seperti duri yang menancap di kepalanya...
..
.
.
Jangan Lupa Like, Komen, Share and Vote Yahhh Thanks yang udah mampir baca.....