
Keeskokan harinya setelah pulang sekolah Aria dan teman yang diajaknya pergi untuk melihat pertandingan klub antar sekolah...
"Wow Sma Tokypu dan Sma *** sudah mulai........." ucap seseorang lewat
"Ehh apakah tadi nama sekolah kita disebut"
"Iy Suna mungkin sudah mulai bertanding ayo kita cepat masuk"Ucap Vu yang bersemangat.
"Kyaa aku juga bakalan melihat pangeranku"Ucap Mai menambahkan
Mereka berlari duluan untuk masuk melihat pertandingan tersebut.
"Mereka sangat bersemangat" Ucap Riko chan yang juga ikut diajak Aria.
"Mereka alay sekali padahal kita kan juga ada disini"Ucap Teman kelas cowok yang beberapa ikut.
"Ayo kita masuk perlombaan sudah dimulai nanti kita bakalan tidak dapat tempat"
"Aria kamu mengajak teman terlalu banyak"ucap Kana
"Lebih ramai lebih meriah"balas Aria tersenyum "Ayo kita juga masuk"Ucap Aria melihat Kana yang ada di samping kanannya dan melihat seseorang yang disamping kirinya senang bisa melihatnya ikut.
Flasback On.....
Ruang kelas.....
"Minna adakah yang mau ikut melihat pertandingan club bisbol di sekolah kita dan mendukung teman kita Sunakawa Kouki setelah pulang sekolah"Ucap Aria berdiri di depan.
"Masaka.... Apakah hari ini"
"Sial. Aku ada kelas tambahan bentar"
"Aku mau"
"Aku dengar Sekolah kita bakalan melawan Sma Fokyo
"Benarkah"
"Mereka kan terkenal dengan prestasi perlombaan basket, bisbol dan juga sepak bolanya"
"Ya dan aku dengar juga mereka yang sekolah di dalam itu sangat pintar pintar dan juga keren"
"Aria chan aku ingin ikut"
"Aria aku juga"
"Pasti banyak nih cowok - cowok keren"
Para cowok membahas tentang seberapa hebat sekolah tersebut sedangkan Para cewek antusias apakah mereka bisa melihat para pemain cowok cowok ganteng tersebut.
"Aruko Yoshida apakah kamu juga ingin ikut melihat pertandingan mereka"Ucap Aria melihat Aru. Lalu mengambil kursinya dan duduk dihadapannya. "Bisakah kamu tidak pergi Aru"Menahan tangan Aru yang ingin pergi.
"Ow iya ini buatmu"Aria mengeluarkan sebuah kertas dari sakunya.
Aru yang melihat gambar yang ada di foto tersebut melihat Aria.
"Kenapa dia memberikanku foto milik Atan"batin Aru bertanyak tanyak dia merasa aneh dengan sikap Aria apalagi selama beberapa hari ini. Padahal dia sudah memberi jarak dengan Aria tapi Aria terlalu keras kepala.
"Atan mencarimu..... Dola...emon"Ucap Aria sambil tersenyum. Atan menyebut Aruko dengan nama dolaemon sebagai panggilannya karena hadiah yang Aru berikan ke Atan hari itu.
"Dola emon. Mainan itu..... "batin Aru
"Jadi,ikutlah denganku aku sangat senang kalau kamu menerima ajakanku ini. Setelah itu aku akan membawamu menemui Atan"
Flasback Off....
"Entah kenapa aku malah senang bisa menemui Atan secara langsung tapi.... "batin Aru yang jadinya malah luluh dan tidak bisa menolaknya. Tapi perasaannya ini bercampur senang dan kesal saat dia sudah masuk dan menonton pertandingan di depannya.
Karena Aria sangat bersemangat mendukung Sunakawa Kouki.
"Suna.....Ganbattee"Teriak Aria melihat Suna memasuki lapangan. Suna sangat senang melihat Aria datang. Tersenyum memandang Aria dari arah bangku penonton.
Pertandingannya sangat meriah para siswa/i yang menonton sangat bersemangat mendukung sekolah mereka. Awalnya Sma Tokdpu memegang kendali permainan. Tapi pada akhirnya ternyata Sma Fokyo sangat hebat dan kuat dalam mengambil ahli permainan.
Pertandingan berakhir.....
"Suna kamu sangat keren" Ucap teman sekelasnya. Melihat Suna datang ke arah bangku mereka dan menghampirinya
"Ya,tapi kita memenangkan juara 1nya"
"Hei...yang penting kan sekolah kita masuk juara ke 2.....
Suna tidak menyangka banyak teman sekelas yang datang mendukung dan menonton pertandingannya. Padahal tadi dia hanya berfokus ke Aria. Tapi kemana Aria.....??
Sedangkan di tempat lain Aria sedang mengejar Aruko saat pertandingan berlangsung entah berapa kali Aru ingin pergi tapi ditahan oleh Aria.
"Aru berhentilah....kenapa kamu ingin pergi apakah kamu tidak ingin menemui Atan... Aru.. " Aria sambil mengikuti langkah Aru.
"Berisik..... " Deg Aria menghentikan jalannya. "Pergilah jangan terus mengangguku" Ucap Aru dingin. Aru berbalik badan menatap Aria yang hanya 3 langkah darinya. "Aku tahu kamu hanya mengahasiniku dan mengajakku berteman. Mana ada seseorang yang ingin berteman seperti diriku apalagi dengan rumor yang beredar di sekolah"
"Apalagi kamu mendekatiku hanya untuk mencari sensasi kan di sekolah dan bisa dikatakan sebagai orang yang sangat baik dengan mau berteman dengan orang sepertiku"
Aria tidak menyangka bahwa di mata Aru dia hanya seperti itu. Padahal Aria sudah berusaha untuk bisa berteman dan ingin mengetahui tentang Aru selama beberapa hari ini. Kadang Aru masih menanggapinya dan kadang juga tidak tapi itukan memberikannya harapan untuk dekat dengannya.
"Jangan sok akrab dan menyebut namaku dengan begitu mudahnya" Deg Aria merasa sakit di dada mendengar perkataan Aru.
"Baiklah.... "Ucap Aria yang sedari diam mendengar perkataannya dan tersenyum memandang Aru."Gomennasahai"Ucap Aria sambil menundukkan kepalanya meminta maaf dan mengangkat kepalanya
"Sepertinya aku hanya menganggumu selama ini...... aku minta maaf. Jika memang seperti itu yang kamu pikirkan tentangku itu tidak masalah buatku. Mungkin kamu membenci kehadiranku di dalam hidupmu dan menganggu kehidupanmu. Maafkan aku yang sangat ingin berteman denganmu dan ingin mengetahui banyak hal dari dirimu. Kamu selalu menolongku aku sangat berterima kasih"
"Aku ingat pertama kali tersesat di sekolah kamu yang membantuku kan lalu saat Atan merepotkanmu kamu juga membantuku, saat aku demam kamu juga menolongku... Jika menyebut semuanya mungkin terlalu banyak..... " Ucap Aria mengingat apa yang Aru sudah lakukan untuknya...
Deg.... Aru merasa bahwa dirinyalah yang pertama kali mencampuri urusan Aria. Dan itu memang dirinyalah yang ingin mengetahui semua tentang Aria itu sebabnya dia mendekatinya tapi....
"Maafkan sikapku selama ini. Aku tidak akan menganggumu lagi dan tidak akan menyapa dirimu dan bersikap sok akrab denganmu" Ucap Aria tersenyum lalu pergi.
"Jika ini yang membuatmu merasa senang....dan tidak membenciku itu sudah cukup"batin Aria meninggalkan Aru yang terdiam.
Apakah ini akhir yang kamu cari Aruko Yoshida. Padahal kamu tahu Aria benar benar ingin menjalin pertemanan denganmu.
"Kenapa aku marah seperti itu dengannya dan mengatakan hal hal yang menyakitinya"batin Aru seperti menyesal dan merasa kehilangan.
.
.
"Aria kamu darimana aja?"Ucap Kana melihat Aria yang menundukkan kepalanya kebawah. Aria melihat Kana lalu memeluknya"Aria chan ada apa denganmu?"kaget karena Aria langsung memeluknya.
"Biarkan aku seperti ini Kana" Kana merasakan Aria sedih dan membalas pelukannya. Kana yang selalu mengenal Aria selama ini dimatanya orang yang sangat tegar dan dia bisa melakukan apapun yang dia inginkan juga selalu menyelesaikan masalahnya sendiri. Kadang dia merasa tidak bisa membantu Aria sama sekali.
Tapi hari ini dia ingin bisa mengandalkan dirinya untuk membantu Aria.
"Aria chan jika kamu punya masalah bagilah padaku"Guman Kana
Mereka melepasakan pelukan masing - masing...
"Gomen Kana chan aku membuatmu khawatir yah" Kana mengangguk antusias menunggu Aria untuk curhat padanya.
"Ow situasi ini saat dia senang jika aku mau curhat dengannya tentang masalahku dan aku pernah tidak sadar akan itu? "batin Aria melihat mata Kana."Sepertinya Aru tidak menyukaiku dan menyuruhku untuk menghindarnya"Ucap Aria
"Itu sangat bagus, lebih bagus Aria jika tidak menjalin hubungan dengannya"batin Kana senang "Kurasa itu lebih bagus Aria chan dia tidak pantas kamu perhatikan"balas Kana. Kana merasa Aru tidak seharusnya dekat dengan Aria,apalagi banyak orang yang membicarakan tentang Aria dan Aru. Kana tidak suka mendengar jika sahabatnya Aria bersama dengan Aru.
"Kana...sepertinya tidak mengerti apa yang aku inginkan dan dia tidak menyukai Aru"batin Aria
.
.
.