
Saat ini Aria sedang memandangi pemandangan yang ada di depannya sambil melihat bangunan yang lainnya sebelum tidur. Entah kenapa selama berada di J itu menjadi kebiasaannya.
"Aria chan ini sudah pukul 1 dini hari apa kamu belum juga mengantuk?"Tanyak Suna yang jadi sering menemani Aria. Dia jadi sering ke balkonnya juga padahal dia tidak pernah seperti ini sebelumnya.
"Kamu tidur aja duluan"Melihat Suna.... Yang berada di seberang.
"Memang selain langit malam kenapa kamu juga sering melihat bangunan yang ada disini"
Bahkan saat hujan dimalam hari Aria melihatnya dulu lalu setelah itu pergi tidur. Suna biasanya agak takut dengan kondisi Aria karena angin malam yang akan mulai dingin akhir akhir ini. Dia takut Aria jatuh sakit.
"Aku suka melihat kota malam Suna, selain keindahan lampu yang berwarna warni dan juga cahaya rembulan di malam hari sangat menyejukkan bukan. Aku suka sekali apalagi bangunan rumah yang ada di depan sana itu"Tunjuk Aria.
Suna melihat ke arah bangunan yang Aria tunjuk tidak terlalu jauh dari apartemen mereka tinggali kalau dilihat dari sini. Jika melihatnya itu seperti rumah klasik yang ada di negara j.
"Apa kamu menyukai pohon yang tumbuh dihalaman rumah sana?"
"Itu juga tapi yang membuat aku tertarik itu bentuk bangunan kuno itu namun sangat terlihat berkelas,saat aku pergi kesana dan ingin melihatnya dari dekat ternyata aku tidak menyangka pagar di depan rumah itu sangat tinggi dan besar"Ucap Aria mengingatnya. Apalagi tidak boleh memasukinya.
"Kapan kamu kesana"
"Kalau tidak salah saat aku sudah 3 hari berada di J dan melihatnya aku jadi tertarik kesana. Katanya orang yang disana sangat kaya dan memiliki apa yah namanya.....itu.... Pengusaha sukses kalau di J apa yah.... "Pikir Aria bingung.
Suna juga bingung apa yang ingin Aria sampaikan dia juga jarang memperhatikan disekitarnya. Walaupun dia juga termasuk orang yang baru tinggal di wilayah ini. Yang sudah tinggal Setahun lebih. Suna yang berasal dari kota O.
"Apaan kalau tidak tahu enggak usah dipikirin otak kecil kamu tidak dapat mengingatnya"ejek Suna....
"Dasar Sunakawa Kouki bantuin kek mikirin"
Aria sudah tidak pernah lagi memanggil Suna mesum karena perubahan perilaku Suna yang sudah menjadi lebih baik.
"Mana aku tahu Aria Asanajaya apa yang kamu pikirkan. Memangnya aku bisa membaca apa yang kamu pikirkan di otak kamu. Tidak kan"
"Yah kamu cari tahu kek gitu bantu napah"
"Malah emosi. Mana aku tahu Aria"
"Kalau nggak tahu yah udah. Kamu pergi sana"Usir Aria malah kesal ke Suna.
"Jangan teriak. Apa kamu mau membangunkan orang - orang disini"
"Aku tidak teriak tahu,aku cuma b i c a r a sama kamu aja"......"Udahlah aku sudah menggantuk debat sama kamu"Aria masuk dan memasang wajah jelek ke Suna dengan menjulurkan lidahnya.
Suna juga membalasnya dengan ejekan ke Aria. Dia jadi sering berdebat tidak jelas dengan Aria. Setelah Aria pergi dan memandangi bangunan yang disebut Aria. Dia mulai mengingat akan sesuatu.
"Itukan rumah dari pemilik Yoshida Yashuhiro. Orang itukan memiliki perusahaan yang sangat besar apalagi sering mengsponsori program tahunan disekolah dan memiliki anggota yang disebut Klan Yoyas. "guman Suna
Suna mengagumi keberanian Aria yang mendekati bangunan tersebut.
"Sebaiknya lain kali aku harus melarangnya kesana lagi"batin Suna lalu masuk juga ke dalam kamarnya.:d
Keesokan harinya.....
Aria yang sudah bangun tapi masih mengantuk melihat jam sudah pukul 7.
"Apa 7 pagi" Teriak Aria melihat hp miliknya.
"Kyaaa bisa terlambat nih kalau begini" Aria buru buru masuk kedalam kamar mandinya. Dengan mandi secepat kilat tanpa keramas pagi ini.
"Biarin deh kemarin aku sudah keramas"batin Aria merapikan pakaian sekolahnya dan mulai memakainya.
Buru - buru dia memakainya walaupun jadwal belajar disini dimulai pukul 08.45 pagi tapi gerbang sekolah bakalan tutup sebelum jam 8. Dan sekarang sudah 07.30. Perjalanan kesekolahnya membutuhkan 30 menit lebih dan pasti kalau naik kereta bawah tanah ramai banget kalau jam segini. Biasanya Aria sebelum jam 7 sudah berangkat agar bisa cepat datang kesekolah.
"Maa....."Teriak Aria turun dari kamarnya.
"Papa sudah berangkat yah"Keluh Aria.
"Akhirnya kamu bangun juga. Dari tadi Mama bangunin kamu malah sangat molor tidak bisa dibangunin. Papah kamu sudah pergi dia juga ada urusan mendesak di kantor dia kerja"
"Apa Mahh... Kalau gitu sarapan Aria mana"
"Itu di meja"
Suna yang memperhatikan Aria yang sedang buru - buru sangat lucu,apalagi baru kali ini Suna melihat Aria bangun kesiangan selain di hari minggu. Padahal dia sering begadang bersama Aria.
"Suna kamu masih disini"Aria yang baru melihat keberadaan Suna.
"Ahh Yaudah ayo kita pergi sekarang"Tarik Aria.
"Itetekimasu"Ucap Suna
"Itterashai"balas Mama Aria.
Melihat kepergian Aria dan Suna yang berangkat kesekolahnya.
Mereka sudah berada di bawah Apartemen...
"Aria chan tunggu" menghentikan langkah Aria"Apa nanti kita telat"balas Aria menoleh ke belakang.
"Tunggu disini jangan kemana - mana"Ucap Suna.
Suna pergi mencari kendaraan miliknya yang dan pergi menemui Aria.
"Naik"Menoleh ke Aria
"Ternyata itu punya sepeda kamu"
"Ayo naik nanti telat"
Aria yang mendengar kata telat langsung duduk di belakang.
"Suna kamu balap yah"Teriak Aria.
"Sip"
Mengendarai sepeda dan saling balap balapan.
Suna mengendarainya di jalur sepeda tentunya. Dan Aria sangat senang baru kali ini dia naik sepeda lagi selama di negara j.
"Ehh kita lewat mana nih"Jalur yah Aria tidak ketahui.
"Tenang ini jalur bakalan cepat sampai kesekolah."Balas Suna
Suna menggayung sekuat tenaga banyak orang yang melihat mereka apalagi Aria sangat heboh sambil berteriak.
Dan saat mereka sampai di sekolah. Gerbang sekolah bakalan tertutup. Dengan gesit Suna memasukinya....
"Oehhh Yeeehhh"Ucap Aria.
"Wahh Suna Sugooii"Turun dari duduknya dan memberikan dua jari jempol ke hadapan Suna.
Suna merasa senang dipuji oleh Aria.
"Oke kalau gitu aku duluan masuk yah kamu simpan aja sepeda kamu"Aria langsung pergi meninggalkan Suna yang masih senang mendapatkan pujian dari Aria.
"Ohayaou Suna kun"Sapanya menepuk pundak Suna.
"Ehh... "Suna sadar dari lamunannya.
"Gila Suna kamu naik sepeda kesini"
"Ho kun,bukan urusan kamu"Ucap Suna lalu pergi.
"Nggak asik Suna"batin Ho padahal dia melihat Suna dan Aria boncengan bersama. "Padahal mau aku godain malah udah kabur" Ho masuk dan menyimpan sepatunya dan menukar sepatu dalam sekolahnya dan melihat Aria ternyata berdiri di belakangnya yang masih membuka lokernya.
"Apa yang dia lihat"batin Ho penasaran karena Aria sedang serius menatap lokernya.
"Astaga ini makanan,dan surat banyak banget"guman Aria masih memegang sepatunya. Sejak Aria ikut festival olahraga tahunan yang dua minggu lalu diadakan banyak yang memberikannya surat dan makanan.
"Mereka baik banget yah"Ucap Ho dibelakang Aria.
Aria yang terkaget tidak sadar malah memberikan sepatunya ke muka Ho.
"Upsss gomen"Ucap Aria. Aria berbalik dan melihat orang di belakangnnya.
"Mereka benar benar sangat baik memberikanku makanan gratis setiap hari"Guman Aria membalas ucapan Ho.
"Aku juga dapat banyak"Ho menunjukkan isi tasnya yang berisi makanan,coklat,surat dan lainnya.
"Ehh kamu seperti biasa saja mendapatkan itu"
"Sudah terbiasa dari kecil"
"Jadi sombong nih"melihat Ho dari atas sampai. "Pantas aja kamu ganteng, tinggi, putih plus kinclong banget tuh muka,apa kamu model disekolah iklan ini"Aria tidak sadar memujinya.
Ho yang dipuji merasa senang plus bahagia. Tapi melihat tingkah Aria hanya biasa saja.
"Bisa dibilang begitu"Ucap Ho meninggikan dadanya. Walaupun dia sering dipuji tapi rasanya beda saat dipuji oleh Aria.
"Ohhhh" Aria berbalik lagi dan mengambil semua surat dan makanan yang ada di lokernya dan menyimpan sepatu miliknya. Lalu pergi meninggalkan Ho.
"Ehh dia sudah pergi. Aku kan belum memperkenalkan diriku"Ucap Ho
"Tapi mungkin dia sudah tahu aku"batin Ho Karena dia terkenal di sekolah.
"Andai saja Shinya Suzuna memujiku seperti itu"guman Ho lalu pergi ke kelasnya.
Kelas X5....
Aria memasuki kelasnya dan menyapa teman temannya.
"Ohayaou Aria chan"Ucap Kana
"Ohayaou Kana chan"Ucap Aria lalu menidurkan kepalanya di meja.
"Kamu hari ini terlambat datang"
"Bangun kesiangan"
"Aria chan aku ada kisah baru nih"Ucap Riko yang tiba tiba balik ke hadapan Aria.
"Bentar aja yah, aku ngantuk mau tidur dulu"Ucap Aria lalu menutupi mukanya dan tertidur.
"Ehh"Riko melihat Aria sudah langsung tertidur.
"Aria chan mungkin begadang semalam jadi mengantuk seperti itu"Balas Kana ke Riko.
Aria selalu menyuruhnya untuk berkomunikasi dengan teman sekelas. Agar Kana terbiasa bicara dengan orang lain selain Suna dan Aria.
"Itu apa aku boleh tahu cerita apa yang ingin kamu lihatkan ke Aria......Itu aku juga membaca novel yang berjudul sweety best kisahnya sangat romantis dan kata Aria itu dari rekomendasi kamu. Aku juga sangat suka saat mereka melalui hal sulit yang mereka hadapi apalagi kisah cinta mereka sangat romantis....."Ucap Kana malu. Aria sering menyuruhnya untuk mencari topik yang teman sekelas sukai jadi bisa mengobrol dan bertukar pendapat.
Riko yang diajak bicara oleh Kana beberapa hari ini walaupun cuma menanggapi omongan teman sekelasnya dengan berbicara sedikit. Tapi dia sudah berjanji dengan Aria untuk mengajak teman yang lain juga untuk mengobrol dengannya.
"Apa kamu tahu Si A itu mau melukai pemeran utama dia sangat jahat kan di ****"
"Iya tapi saat cowoknya datang menolongnya sangat romantis"
Akhirnya Kana dan Riko saling berbicara dan asik membicarakan buku yang akan dia kasih lihat ke Aria.
.
.
.