
Aria bersama dengan Yana seharian juga Atan. Membeli beberapa hadiah menarik
"Bagaimana sesuai dengan seleramu kan"
"Arigato Aria chan. Ini benar benar indah kapan kamu membeli ini padahal kita seharian bersama dan tidak pergi ke tempat aksesoris"
"Aku sudah lama membelinya dan lihat kita couple" memperlihatkan lengannya sebuah gelang yang berbentuk bulan sedangkan hadiah yang untuk Kana berbentuk bintang.
"Uresshii Aria"
"Aku senang kamu menyukainya"
Kana merasa sangat senang Aria mengajaknya mencari hadiah dan jalan bersama dengan Atan. Aria tahu cara membuat Kana untuk tidak menghawtirkan tentang dirinya bagi dia dari Aria.
.
.
.
Malam harinya..... Aria sedang berada di taman menunggu seseorang.
"Kuharap dia menyukai ini" melihat bingkisan yang ada di tangannya.
"Dia sudah melihat pesanku dan sudah membalasnya" Merasa senang karena Aru bakalan datang menemuinya.
Suna yang berada tidak jauh dari Aria memperhatikannya dengan bersembunyi di balik pohon.
"Aria pasti bakalan menemui *****, sial awas aja kalau dia mendapatkan hadiah yang lebih bagus dariku aku akan merebutnya"
Flasback On....
Beberapa menit yang lalu Suna yang datang ke Apartemen Aria untuk memberikan hadiahnya.
"Hadiah untukmu"
"Wow Suna thanks" Membuka bingkisan yang diberikan Suna.
"Figur Robot A yang sedang viral sangat seksi dan lucu......Kenapa kamu bisa tau bahwa aku lagi suka barang seperti ini"
"Itukan soal kamarmu yang mengoleksi beberapa figur mulai dari robot dan figur anime cewek jepang" melihat sekeliling kamar Aria
Aria tersenyum manis memandang Suna ternyata Suna masih berusaha untuk bisa mendapatkan perasaan Aria. Yah walaupun itu percuma lebih baik dekat dengannya daripada menjadi jarak yang akan membuatnya merasa kehilangan nantinya dia tidak ingin seperti itu. Setiap ada kesempatan Suna akan memanfaatkannya.
Dan akan menjaga cewek yang disukainya. Tapi kadang pikiran kotornya melihat Aria muncul di benaknya,dia hanya bisa membayangkannya saja sendiri saat berada di apartemennya. Baginya itulah kepuasan sementaranya.
"Baiklah aku juga punya hadiah untukmu" berdiri mencari hadiah yang baru saja di belinya bersama Kana tadi siang. Lalu Aria memberikan bingkisan ke Suna.
Aria yang sedang mengerjai Suna tertawa di dalam hatinya. Tidak sabar ingin melihat wajah terkejut Suna. Aria menahan dirinya untuk tidak tertawa.
"Wah aku kira kamu tidak akan memberikanku hadiah karena kejadian kemarin yang kulakukan" Ucap Suna menerima bingkisan dari Aria. "Tapi perasaan tidak enak ini"batin Suna melihat senyum Aria.
"Owhh kejadian kemarin aku sudah melupakannya dan juga aku sudah berbaikan dengan Mama jadi....tidak terlalu memikirkanya kok" :*
"Tapi yang membuat aku senang kamu masih ingin berteman denganku walaupun aku sudah menolak perasaanmu berulang kali" Merasa tidak enak hati dengan Suna.
"Sudahlah.....aku sudah memikirkannya lebih baik hubungan kita seperti ini saja aku sudah bisa menerimanya perlahan" Suna mengungkapkan dengan tulus apa yang dipikirkannya.
Aria lalu memeluk Suna " Suna maafkan aku. Aku benar benar tidak bisa menerima cintamu walaupun beberapa bulan ini kamu berusaha untuk menyakinkanku namun hatiku tidak hanya menyukainya"
Suna yang sangat sedih apa yang di dengarnya dari Aria tapi apalah dayanya Aria berkata dia menyukai Aru walaupun dia ragu dengan jawaban Aria. Apakah benar Aria menyukai Aru atau ada hal yang lain tidak diketahuinya.
Aria lalu melepaskan pelukannya
"Suna....itu bukalah bingkisannya di apartemenmu aja yah. Aku yakin kamu sangat menyukainya"
"Aku disini saja bukanya"
"Itu jangan Suna mending kamu kembali aja dan membukanya di kamarmu yah... A a ku merasa malu jika kamu membukanya disini ha ha ha"
Flasback Off.
Saat Suna kembali dan membuka hadiah yang diberikan oleh Aria. Dia benar benar terkejut tidak percaya apa yang Aria berikan padanya.
"Aria malah memberikan buku komik BL. Pesannya juga untuk membacanya,apakah dia mau membuatku menjadi seorang pecinta cowok" Suna tidak habis pikir apa yang ada di otak Aria. Yah walaupun ternyata masih ada hadiah lain yaitu jam tangan yang sangat cocok dengan Suna. Serta pesan ejekan dari Aria.
Dia ingin memberi perhitungan ke Aria tapi sudah malam dan tidak melihat tanda tanda Aria keluar dari kamarnya. Namun melihat Aria yang berada di bawah Apartemen dan pergi mengikutinya.
"Ehh ini sudah lebih dari 1 jam Aria menunggu kenapa brengsek itu belum datang"
"Kenapa dengannya,padahal dia sudah bilang akan kesini tapi sudah lebih dari 1 jam 5 menit" Merasa khawatir dengan Aru. Aria pun menelpon Aru"Apa tidak tersambung" beridiri dari bangkunya merasa khawatir perasaannya tidak enak dari tadi"Coba lagi"guman Aria berusaha menghubungi nomor Aru.
Beberapa menit kemudian Aria sudah menghubunginya tapi tetap hanya nada operator seluler.
"Tidak apa.... pasti hpnya mati karena lupa mencashnya pasti itu.... " berusaha menenangkan dirinya. Untuk tidak mengingatkan dirinya tentang masa lalunya.
Suna yang melihat tingkah Aria seperti merasa sangat gelisah dan juga panik.
"Tidak sebaiknya aku mencarinya perasaangku tidak enak" Aria lalu pergi meninggalkan taman tersebut.
Suna yang melihat Aria pergi dengan berlari yang tadinya mengira bahwa gelisah dan panik Aria ingin sekali bertemu dengan Aru malah melihat kekhawatiran yang berlebihan di wajah Aria.
Aria berlari ke tempat jalanan yang biasa Aru lewati. Jalanannya yang ramai dikelilingi orang orang yang sedang merayakan hari natal dengan pasangan keluarga dan juga....
"Bikkurista"
"Ada apa denganmu"
"Di depan sana tadi ada yang mengalami kecelakaan. Korbannya sangat parah"
Kecelakaan..! Korbannya sangat parah..!
Aria yang mendengarnya langsung ke dua laki laki yang sedang berbicara.
"Maaf... Korbannya ciri cirinya seperti apa?"
"Ehh.. Itu seorang pria muda,pakaianya hitam dan berambut tebal menutupi separuh wajahnya " Deg...... Aria yang kaget mendengar penjelasan dari cowok di depannya ini.
"Dimana lokasi kecelakaan itu?" Tanyak Aria lagi
"I i itu di depan dekat persimpangan...Tapi... "
Aria yang sudah mengetahui lokasinya langsung pergi dan mengucapkan terima kasih sambil berlari.
"Kayaknya keluarganya yah"
"Mungkin, Tapi korbannya sudah dibawa ke rumah sakit"gumannya belum memberitahu Aria yang sudah pergi.
"Anak gadis itu sangat kawaii"batinnya apalagi melihat wajah panik Aria.
"Dia sangat Kireii dan Kawaii Yah"
"Yah kuharap bisa bertemu dengan cewek itu lagi"
Aria yang menuju ke lokasi kecelakaan dan mendapatkan informasi dari orang sekitar menuju ke Rumah Sakit. Aria merasakan bahwa orang yang menjadi korbannya adalah Aru apalagi dengan ciri ciri yang disebutkan orang yang melihat kejadian tersebut.
~♥♥♥♥♥~