You're Special

You're Special
Eps 17 Aria Demam...



Kana jadi asik berbicara dengan Riko sampai sampai bel berbunyi. Kejadian perkelahian kemarin malah jadi seperti tidak ada yang terjadi.


Dan mengabaikan apa yang terjadi. Walaupun ada juga yang penasaran dengan tingkah Suna yang kemarin tapi tidak ingin menanyakannya karena pasti Suna tidak bakalan menjawab mereka.


Sensei masuk kedalam kelas melihat muridnya.


"Aria chan"Kana membangunkan Aria karena sudah tertidur selama setengah jam.


Kana mulai memegang tangan Aria. Dan merasa aneh dia mulai memegang dahi Aria sangat panas.


"Sensei Aria chan demam" Teriaknya panik.


Suna yang tadi diam dan tidak ingin menganggu tidur Aria karena memang semalam dia tahu Aria begadang. Suna jadi ikut panik.


Aria yang hampir jatuh dari kursinya ternyata tidak sadarkan diri. Padahal tadi pagi dia sangat bersemangat. Untung saja Suna cepat cepat menangkapnya dan membawanya ke Uks.


Teman teman sekelas juga ikut panik karena teriakan dari Kana.


"Sensei bagaimana keadaan Aria"


"Tenang,demam Aria chan tidak terlalu tinggi untung kalian menyadarinya dengan cepat kalau tidak....."


"Syukurlah"Ucap Kana yang ikut dengan Suna ke uks.


"Baiklah,pelajaran sudah dimulai kenapa kalian satu kelas malah ke Uks semua"Ucap Sensei yang bertugas di Uks.


Kana dan Suna yang melihat dibelakang mereka Kelas X5 malah ikut semua kesini.


"Sensei saya ingin menemani Aria disini" Ucap Suna


"Itu Sensei saya juga mau"Ucap Kana berani


"Sensei saya juga"Ucap Riko malah ikutan


Banyak teman yang menawari untuk menemani Aria chan di Uks membuat Sensei yang bertugas malah bingung.


"Kalian semua masuk dikelas, dan saya yang akan menjaga Aria chan disini. Tidak ada penolakan"Ucap Sensei tegas.


Akhirnya karena Sensei mereka yang tegas membuat mereka harus kembali ke kelas untuk belajar.


Teman sekelas lainnya tidak menyadari bahwa Aruko Yoshida tidak ada di dalam kelas.


Uks.... ❤


Aruko yang berada di luar Uks sedang melihat Sensei yang sedang merawat Aria.


Dan saat Sensei ingin keluar dari Uks. Aruko bersembunyi.


Aru masuk dan melihat keadaan Aria yang sedang tertidur lelap dengan muka agak pucat.


"Abang"ngigo Aria


"Abang"batin Aru tidak mengerti dengan bahasa Aria.


Aria terus mengingau dan mencari keberadaan Kakaknya dan tanpa sadar memegang tangan Aru yang berada di sampingnya.


"Abang jangan pergi temani Aca"Ucap Aria ngigau. "Abang jangan pergi"menarik kuat tangan Aru dan Aru hampir saja menimpa Aria untung saja dia menahannya.


"Temani Aca tidur"Memeluk Aru yang menganggap kakaknya yang sedang bersamanya.


"Huhuhhuhuu Abang jangan tinggali Aca jangan pergi"Aria menangis "Huhuh Abang"Sedih Aria. "Aca tidak akan nakal lagi. Abang Aca sayang Abang"


Aru memilih tidur di samping Aria walaupun dia tidak mengerti apa yang diucapkan Aria. Tapi melihat keadaan Aria menjadi tenang dengan memeluk Aru dengan erat tidak membiarkan Aru pergi darinya.


Aru yang dipeluk merasakan kesedihan yang dialami Aria. Entah kenapa dia sangat sedih.


Aru bertanyak tanyak siapa yang dimaksud Aria. Sampai sampai dia sedih memikirkannya dalam keadaan tidak sadar.


Aru yang terjaga dan melihat bayangan Sensei yang masuk tapi tidak menyadari keberadaan Aru karena fokus melihat berkas apalagi tempat Aria tidur tertutupi oleh tirai jadi tidak bisa melihat Aru.


Aru melihat kepala Aria yang berada di dadanya. Merasakan napas hangat Aria dan tubuh hangat Aria. Aria sangat tenang berada dalam pelukannya.


"Ada apa denganmu, kenapa kamu sangat sedih"batin Aru.


1 Jam kemudian....


Aria menggeliat dan mulai sadarkan diri dengan merasakan memeluk seseorang.


"Apa ini"batin Aria melihat ke arah atasnya melihat wajah yang tenang. "Aruko Yoshida"guman Aria sangat pelan dan melihat tangannya memeluk erat orang yang disampingnya ini tidur.


"Pantas aja Atan suka padamu karena dia mengira kamu Abang kami"batin Aria ia semakin yakin bahwa orang misterius itu adalah Aruko Yoshida.


Aria menaikkan posisi badannya untuk berhadapan dengan wajah Aru. Untuk bisa melihatnya lebih jelas.


Aria melihat leher, rahang, bibir, semua yang Aria merasakan perasaan bersama Abangnya. Tapi dia tahu bahwa Aru bukan Abangnya.


Memegang wajah Aru yang tidak tertutupi oleh rambutnya. "Apa ini hanya tempelan biasa"batin Aria melihat tempat luka Aru.


Aru yang terusik tidurnya merasakan tangan yang memegang wajahnya. Lalu membuka matanya melihat Aria yang sudah terbangun. Aru melototkan matanya melihat Aria.


Aru yang ingin berdiri ditahan oleh Aria.


"Kalau kamu beranjak dari tempat ini kamu bakalan dilihat oleh Sensei"guman pelan Aria. "Tidur aja dulu temani aku kalau tidak aku akan berteriak dan bilang ke Sensei bahwa kamu menodaiku"ancam Aria. Lalu memeluk Aru untuk tidak beranjak dari tempat tidurnya.


"Kumohon temani aku"Mohon Aria. Melihat Aru dengan tatapan iba dan seperti kucing yang menginginkan induknya. Dengan mata berkaca kaca.


Aru tidak bisa menolak karena mengingat kejadian yang Aria alami tadi tatapan sedih itu datang lagi. Melihat mata Aria........


Aru kembali tidur disamping Aria yang sedang menatapnya.


"Aru matamu sangat indah"guman Aria pelan.


"Bibirmu semerah peach sangat manis dilihat"


Aru yang seperti digoda oleh Aria merasa tidak nyaman. Apalagi Aria memegang telapak tangannya.


"Apa kamu si orang capit itu kalau iyah kamu harus menjadi temanku.....Atan sangat menyukaimu, dan sepertinya kamu sering menemuinya diam diam"


Muka Aru pucat mendengar perkataan Aria.


"Kamu sangat mudah dibaca"batin Aria karena merasakan badan Aru meregang dan merasa tidak nyaman. "Aku ingin menciumnya"batin Aria menjadi kotor


Heh.... Aria merasa jika dia tidak tahan dengan melihat bibir Aru.


"Apa wajahmu sakit dipukul Suna"mengalihkannya agar pikiran kotornya hilang. Tapi Aru hanya memejamkan matanya dan tidak menjawab Aria. Mungkin Aru tidak tahan menatap wajah Aria.


"Aria chan apa kamu sudah bangun" Ucap seseorang tiba - tiba. Aria reflek mendorong tubuh Aru ke samping dan jatuh....


Brukkk......


"Upsssss...."


"Ariachan ada apa"Ucap Sensei yang datang melihat Aria karena mendengar suara jatuh.


Aria langsung membelakangi Aru "Tidak apa - apa Sensei tadi itu...... aku lihat ada kecoa lalu aku memukul ini.... "Balas Aria canggung melihat guru yang bertugas di uks.


"Ada Kecoa, aku akan memberi tahukan petugas uks membersihkan ruangan ini"


"Haha iya Sensei" melihat gurunya ingin pergi tapi balik badan lagi


"Apa kamu sudah merada baikan setelah tidur Aria Chan"


"Hai Sensei"Ucap Aria tersenyum manis


"Baiklah aku akan melaporkan ini dulu. Kita harus menjaga kebersihan disini"Ucap Sensei


Aria hanya mangguk mangguk setuju. Lalu menghela napas lega gurunya pergi. Dan melihat ke arah belakangnya. Mencari sosok Aru yang dia jatuhkan.


"Ehhh dimana Aru? "guman Aria mencari keberadaan Aruko Yoshida.


Ternyata Aru sudah tidak ada di dalam Uks.


Tak lama kemudian banyak yang pergi menjenguk melihat keadaan Aria serta Sana Sensei juga wali kelasnya.


Jadi Aria beristirahat di Uks selama pelajaran berlangsung hari ini dan tidak ingin pulang ke rumahnya agar ibunya tidak khawatir.


.


.


2 hari kemudian..... Di Hari Senin Sekolah.


"Kana chan ayo kita pergi"Ajak Aria menarik tangan Kana. Saat ini waktu istirahat siang di sekolah. Para Siswa/i bisa menikmati waktu mereka selama 1 jam untuk makan, main dll.


"Aria chan kamu mau kemana?"Suna melihat Aria pergi sebelum makan siang tapi melihat Aria membawa bekalnya bersamanya.


Aria dan Kana sedang membuntuti teman sekelasnya dan tidak lain dan tidak bukan adalah Aruko Yoshida.


"Aria chan,benar benar ingin menyelidiki Aruko Yoshida"batin Kana yang ditarik.


2 hari sebelumnya saat Aria sakit. Aria mengajak Kana untuk datang ke rumahnya karena dia tidak bisa pergi ke rumah Kana untuk bermalam di hari weekend sabtu-minggu sesuai janjinya .Tapi Kana juga mau saja ikut karena rindu dengan adik Aria. Dan ingin menjaga Aria temannya.


Kana juga tidak dak bisa menolak permintaan Aria yang ingin menjadikan Aruko menjadi temannya.


Aria sibuk melihat ke arah depan sambil mengawasi pergerakan Aru.


"Ternyata memang benar yah banyak yang menghindari Aru"Ucap Aria melihat teman sekolahnya jika melihat Aru mereka mundur.


"Aria chan tunggu aku"Kana jadi tertinggal di belakang Aria yang jalan cepat. Kana yang daritadi mengikuti Aria di belakangnya malah tertinggal dan tidak melihat kemana Aria pergi. Karena terhalangi oleh teman sekolah yang baru keluar dari kelasnya.


.


.


.