
"Bangbek huhhh huh......BangRa bakalan se la matkan" Aria menangis terseduh seduh
"Tenang yah percaya sama Tuhan. Abang kamu pasti selamat,dia sangat kuat tenang yah" Ducky menenangkan Aria kedalam pelukannya.
"Huhuhuuhuuuu tapi kata dokter luka kakak sangat parah apalagi........"
Dalam Ruang Operasi......
"Pasien mengalami pendarahan tambahkan ****"
"Jantung pasien mengalami penurunan"
"Nyalakan ****** "
"Bertahanlahhh"
"Dok dok......Pasien pasiennya....... "
.
.
.
Aria yang menunggu dan beberapa ada yang keluar masuk ke ruang operasi. Merasakan perasaan yang sangat tidak nyaman. Jantung Aria seperti berhenti sesaat.....
"Bangbek........Aku takut takut takuttt"Melihat Ducky
"Tenang yah tenang......." Melihat lampu ruang operasi pertanda selesai. "Apakah sudah selesai kenapa perasaanku sangat tidak enak"
"Keluarga Arya Asanajaya" Aria berbalik melihat sosok dokter wanita yang menangani operasi kakaknya.
"Dokter" Aria menghampirinya..... "Kenapa anda keluar.......Apakah operasiinya sudah selesai... "
"Maaf....Kami sudah melakukan usaha kami sekuat mungkin..... "
"Tidak jangan katakan..... "
Brukkkkkkk suara yang berasal dari tas milik Mamanya Aria.
"Arya.... Aya..... Tidakkkk....... "
"Maaaaa.... Paa.... "
Atan yang berada di gendongan Papanya menangis sejadi jadinya seperti mengetahui apa yang telah terjadi. Untung saja Bram datang bersama dengan kedua orangtua Arya menangkap Mama Aria saat pingsan.
Flasback Off.
"Kejadian itu membuat Kami terpukul terutama keluarga Aria. Mama Aria mengalami gangguan kejiwaan dan juga masalah psikologis Aria bermasalah setelah 2 bulan kepergian Kakaknya. Papa Asan sangat tangguh untuk mengembalikan keluarganya sedia kalah dengan membuat istrinya melupakan wajah Arya dengan pengobatan hipnotis dan menggantinya dengan melihat wajahku"
"Walaupun Aria juga mengalami masalah psikologisnya tapi tidak separah dengan Mamanya" Itulah yang membuat Aria mengalami trauma akan rumah sakit. Tapi Ducky tau bahwa Aria memerlukan obat jika mengingat kenangannya bersama Arya dulu. Namun sekarang gejalanya sudah mulai menurun karena usaha Aria sendiri.
Suna dan Aru tidak menyangka mendengar hal yang sudah dilalui Aria. Dan juga ternyata Aria cinta pertamanya adalah Kakaknya sendiri mungkin sampai sekarang pun dia masih menjaga hatinya untuk kakaknya.
"Tapi, apa hubungannya dengan dia!! Kenapa Aria terus mempedulikannya?" Suna menunjuk Ke Aruko.
"Aku tau kamu akan bertanyak seperti itu... " Menyedorkan sebuah foto milik Arya saat masih remaja. "Penampilan dirinya dengannya mirip dengan Arya itulah kenapa Acca mempedulikannya"
"Jadi selama ini aku hanya salah paham dengan tingkah Aria"batin Suna
Aru yang mendengar perkataan Suna dia sudah tahu bahwa Aria mana mungkin menyukainya apalagi jatuh cinta dengannya. Dia hanya dimanfaatkan.
"Tapi,bukan cuma itu saja Aria juga mendekatinya karena dia memiliki kegemaran yang sama oleh Arya yaitu dia suka berkebun juga...... Apa kamu selalu mengikuti pertarungan boxing? "
"Boxing?....Jadi luka yang selama ini dia dapat dia dapat dari pertarungan"batin Suna melihat Aru.
"Aku yakin kamu pasti mengenal nama Sangers sang juara setahun yang lalu" Ducky mengingat pertandingan Arya saat mengikuti di Negara J ini.
"Ternyata dia Kakak Aria"guman Aru tidak menyangka lalu mengeluarkan sebuah kalung biasa yang terdapat tutup kaleng sebagai hiasannya.
Hahahahahhahha"Dia memberikan itu juga padamu" Ducky tertawa memang temannya itu selalu membuat orang geleng geleng kepala.
"Ini hadiah pertama yang aku dapatkan dari sseseorang aku tidak mengenalnya saat itu dan dia mengajakku berbicara itu membuatku senang....... setelah itu dia mengajariku caranya bertarung dan mempertahankan diri" Ucap Aru sambil tersenyum mengenang pertemuannya dengan Sangers. Itulah pertama kalinya dia juga mengikuti pertandingan .
"Apakah aku bilang aja bahwa itu hadiah yang dibikin oleh Acca"batin Ducky. Tapi mengurungkannya karena jika dia bilang pasti bocah ini tambah senang begitulah pikirannya.
"Dia tersenyum. Baru kali ini aku melihatnya"batin Suna melihat Aru
"Kurasa itu saja yang harus aku katakan ke kalian. Sebaiknya kalian kembali!!"
"Itu... Aku akan selalu menjadi teman Aria dan akan selalu memperhatikanya" Ucap Suna
"Aku juga tidak keberatan walaupun Aria memanfaatkanku juga tidak apa - apa "
"Itu keputusan kalian"Duck memang tidak meragukan Aria bisa berteman dengan siapa saja.
"Bisakah aku bertemu dengan Aria"
"Aku ingin melihat keadaan Aria
Ucapan Suna dan Aru yang memiliki pemikiran yang sama untuk melihat keadaan Aria. Tentu saja Ducky membiarkan dua cowok itu masuk melihat keadaan Aria yang tertidur lelap setelah diberikan obat bius agar bisa melupakan apa yang terjadi dengannya hari ini.
"Terimakasih dan maaf sudah mengganggu" Ucap Suna mereka sudah berada di luar pintu Apartemen Ducky. "Aku akan memberitahu orangtua Aria jika dia berada disini"
"Itu tidak usah aku sudah memberitahu mereka"
"Kalau begitu saya pergi" Ucap Suna pergi sedangkan Aru baru memulai pembicaraan dengan Ducky
"Itu.... Bisakah anda memberikan ini ke Aria" mengeluarkan sebuah hadiah kecil dari sakunya untung saja tidak rusak padahal dia tadi mengalami kecelakaan karena menolong seseorang tapi tidak terluka parah.
"Aku akan memberikannya dan yah sepertinya aku melihat paper bag mungkin ini hadiah untukmu" mengambil di samping pintu yang tegeletak di lantai. "Ada namamu yang tertempel" melihat tulisan bahasa J
"Dari Aria"guman Aruko didengar Ducky.
Setelah kepergian Aru dan Suna dari Apartemen. Ducky pergi melihat Aria yang belum sadar juga. "Anak nakal ini..... Malah membuat dirinya menderita,kamu tidak pernah melakukan kesalahan kenapa kamu selalu menyalahkan dirimu tentang kematian Kakakmu"mengusap kepala Aria. Banbek berharap selagi dirinya tidak ada yang menjaga Aria ada orang lain yang memperhatikan dan melindunginya.
.
.
Hei Gaess penasaran ama lanjutannya...Yukk tekan like, komen, share, vote and fav yahh yah yah yah biar aku tambah semangat nulisnya. Capek banget otak ini mikir alurnya. Jadi Authornya butuh semangat nih.
Ingat Like like likenya sudah Author ingatin loe. See you Thnks yahhh muachhh.(。’▽’。)♡