
"Hei kamu melamun yah" Ucap Aria sepanjang jalan bersama Suna hanya diam seperti memikirkan sesuatu dan mereka sudah sampai di apartemen.
Suna yang baru saja mengingat pertemuan pertamanya dengan Aria malah tersenyum memandang Aria.
"Kalian berdua pulang bareng" Ucap Mama Aria yang keluar dari pintu."Nak Suna ayo makan malam bersama kami" Ajak Mama Aria tersenyum manis melihat Suna yang baru kali ini melihatnya pulang bareng Aria.
"Tidak usah,saya setelah ini mau pergi"Tolak Suna
"Udah masuk aja"Ajak Aria menarik lengan baju Suna. Untuk masuk kedalam apartemennya.
"Tatatata......Onee chan"Ucap Atan melihat Aria langsung minta dipeluk.
Aria memeluk dan mengecup semua pipi adiknya.
"Tadaima"Ucap Aria menunggu balasan Atan
"O ka i ro Onee...chan"balas Atan
"Kyaaa adek kakak sugoiii"peluk Aria gemes melihat adiknya.
Suna yang sudah tahu Aria memiliki adik tapi baru kali ini dia melihatnya langsung karena setiap dia pulang hanya saat malam hari. Dan sepanjang mengenal Aria. Aria hanya menceritakan tentang adik dan juga kehidupannya.
"Nah Atan dia Suna,teman kakak yang pernah aku ceritaiin ayo kesana pergi menyapanya"
Atan menurut dan pergi ke hadapan Suna
"O n ii chan" Ucap Atan
"Kawai kan bermainlah dengan Atan" Ucap Aria melihat Suna tersenyum senang dan pergi meninggalkannya.
"Suna kun" Ucap Mama Aria melihat Suna bermain dengan Atan dengan gembira.
"Oba san...... Maaf mengganggu"Ucap Suna sungkan dengan keluarga Aria.
"Santai saja Suna,Atan sepertinya menyukaimu"
"Hahah iya Oba san dia sangat penurut dan pintar"
"Ma maa"Ucap Atan yang menuju ke Mamanya.
"Tadaima" Ucap Seseorang yang baru saja masuk
"Okairi"Ucap Mama Aria ternyata yang pulang Papa Aria.
"Ehh siapa ini?" melihat Suna dari atas sampai bawah
"Sumimasen watashi wa Sunakawa Kouki"
Suna memperkenalkan dirinya ke Papa Aria
"Ternyata ini Papa Aria" batin Suna yang juga baru melihatnya.
"Dia teman Aria dan juga yang tinggal di sebelah ruangan apartemen kita"Ucap Mama Aria
"Jadi kamu yang namanya Suna. Aria sering membicarakan kamu katanya kamu sering membantunya belajar bahasa j saat di balkon"Ucap Papa
"Sayang ganti baju sana lalu kita makan malam"Ucap Mama Aria.
Makan Malam......
Suna yang baru kali ini lagi merasakan sensasi makan malam kekeluargaan Aria dengan berbagai makanan yang ada di negara i.
"Bagaimana enak kan"Ucap Aria memberikan coto yang terkenal di negara i
Suna hanya mengangguk pertanda dia menyukai semua yang ada di meja makan tersebut. Ada coto i, ikan bandeng khas i dan makanan khas lainnya.
Orangtua Aria hanya memandang mereka dengan tersenyum melihat kemesraan anaknya dan Suna. Tanpa menganggu mereka.
Tapi bukan Aria namanya jika tidak mengerjai Suna.
"Suna ini coba deh ini namanya raca mangga sangat enak loe. Kamu belum mencobanya"Ucap Aria tersenyum manis
Orangtua Aria hanya diam melihat tingkah anaknya yang ingin mengerjai Suna.
"Raca Mangga" mengulang perkataan Aria karena memakai bahasa i.
"Yah kamu cobain ini enak banget"Memberikan ke tempat makan Suna dengan porsi yang amat banyak
"Ini dimakan tidak usah pake nasi langsung aja kasih masuk disendok kamu" Ucap Aria memperattekannya ke Suna
Raca mangga itu berisi dengan ikan asing dicampur dengan mangga yang sangat asem. Tapi Aria hanya memberikan mangganya saja yang sudah di suwir suwir menjadi potongan yang amat tipis dan kecil.
"Sepertinya sangat enak"batin Suna melihat Sendoknya yang sudah diisi oleh Aria. Dan melihat Orangtua Aria sangat menyukainya.
Dengan berani memakannya langsung dan saat masuk kedalam mulutnya merasakan sensasi yang sangat asem di lidah dan tenggorokannya.
Dengan memperlihatkan muka kecutnya. Aria tertawa melihat muka Suna yang menahan ngilunya pake banget.
"Hahahah muka kamu jelek banget"Tawa Aria mengundang tawa orangtuanya.
"Suna san kamu dikerjai oleh Aria" Ucap Mama Aria tersenyum.
"Aria kamu jangan seperti itu lihat mukanya jadi pucat kan" Ucap Papanya menahan tawa tingkah anaknya benar benar deh jahil banget.
"Mereka mengerjai aku"batin Suna melihat keluarga Aria dan meminum airnya. Dan pelakunya masih saja tertawa.
"Gomen" Ucap Aria setelah tertawa
Setelah makan malam.....
"Suna san maafin anak saya yah, dia anaknya seperti itu apalagi dengan kakaknya yang membuat dia jadi nakal dan jahil. Makasih sudah bantu "Ucap Mamanya yang membereskan meja makan di bantu Suna.
"Tidak apa apa,saya sangat berterimakasih karena tante sudah mengajakku makan malam dan terima kasih untuk bekal siangnya"Suna membungkuk berterima kasih.
"Suna kun sangat sopan yah. Jadi sebagai gantinya kamu jaga anak perempuan saya yah. Walaupun dia bisa jaga diri tapi dia juga seorang gadis" Ucap Mama Aria tersenyum kecil.
"Suna...ayo sini bantuin aku cuci piringnya" Ucap Aria yang berada di dapur.
"Saya kesana dulu tante"Ucap Suna
"Maaf merepotkan yah Suna kun"
Suna hanya tersenyum lalu pergi ke Aria berada.
"Gila kamu tadi ngerjain aku"Ucap Suna
"Gomen, kan supaya bisa lihat muka kamu yang lucu itu" masih terkekeh mengingat muka Suna.
Haha...
Ehmm...Hahahah "Gomen"
"Ketawa aja terus"
"Gomen....gomen.... Kalau ingat muka kamu mau aja ketawa mulu"
"Aria dimana kakak kamu?" Suna mengalihkan pembicaraan karena masih kesal dengan tingkah Aria dan juga penasaran karena Aria tidak pernah membicarakan tentang kakaknya
"Jangan tanyak dia, aku lagi kesal dengannya"Keluh Aria kesal jika mengingat kakaknya itu.
Suna yang melihat Aria baru kali ini sepertinya merasa sangat marah jika membahas saudaranya.
"Dia itu sangat sibuk, tidak pernah balik libur semester aja dia tidak pernah kembali padahal aku sangat rindu dengannya" guman Aria
"Owh ternyata seperti itu" Ternyata Aria sangat menyayangi kakaknya.
"Jadi kita tidak usah membahasnya"
Setelah makan malam dan Suna berterima kasih dengan Orangtua Aria yang telah mengajaknya dan berpamitan untuk kembali ke apartemen miliknya....
Melihat seluruh isi apartemennya yang tidak terlalu banyak barang dan suasana yang tadinya sangat dia rindukan mengingatnya dulu juga keluarganya sering makan bersama yang sudah tidak ada lagi. Apalagi dia Suna sudah tinggal sendiri. Sejak dia masih duduk di bangku sekolah menengah pertama.
"Mereka sangat baik"Guman Suna menangis
"Seharusnya mereka mengabaikanku saja tapi mereka sangat peduli denganku. Orangtuaku saja jarang menghubungiku orang - orang disini saja tidak ada yang tahu bahwa aku tinggal disini"
Walaupun Ayahnya membiayainya setiap
bulan dan memberikannya tempat tinggal buat Suna anaknya tapi dia juga disibukkan dengan kehidupan barunya dengan istri barunya. Sudah 2 tahun tidak merasakan perhatian dari seseorang.
Suna yang baru saja selesai dari mandinya dan pergi ke balkon.....
"Dia tidak keluar,lampunya juga sudah mati"Masuk kembali ke kamarnya mungkin Aria sudah tertidur.
Tapi dia melirik jamnya baru jam 10 malam biasanya Aria tidur jam 11 - 12 malam.
"Sebaiknya aku tidur saja" guman Suna memilih tidur.
Masih Author ingatkan jangan lupa like, komen, share, favorite. Salam cinta dari Author (* ̄︶ ̄*)