
♥
~♥~
♥
Keesokan harinya jam istirahat.....Kali ini Aria makan siang bersama temannya di kelas bersama Suna!Aru juga Kana!Riko.
"Aria besok kan wekeend kamu ada waktu aku ingin mengajakmu pergi jalan" Ucap Suna terang terangan ingin mengajak Aria kencan di depan Aru.
"Tidak bisa aku sudah ada date girls besok" Tolak Aria sambil memakan makanannya.
"Ehhh besoknya lagi bagaimana"
"Tidak minggunya aku ingin ngedate dengan Aru"
"Apa..... Menatap tajam Aru "Pantas saja dia santai menanggapi omonganku"batin Suna
"Suna kun aku kira di clubmu lagi sibuk untuk mengikuti pertandingan. Memangnya kamu ada waktu santai" Ucap Riko menusuk hati Suna.
Deg......
"Hahaha,Riko chan untung saja kamu ingetin Suna . Jadi Suna kamu harus menangin dulu pertandingan ini aku bakalan datang menonton dan mendukungmu bersama teman teman yang lain" Ucap Aria.
"Kalau kamu ada, aku bakalan pasti menang" Ucap Suna sambil memegang tangan Aria.
"Singkirkan tangamu darinya" Kata Aru dingin
Suna selalu saja menyentuh Aria kalau bukan memeluknya pasti dia memegang tangan Aria untuk membuatnya marah.
"Eheheh Aria akan menjadi milikku"batin Suna menatap Aru
"Dia tidak akan pernah menjadi milikmu"batin Aru menatap Suna
Ayam Bebek Ayam Bebek Ayam Bebek.....🎶🎶🎶Terdengar suara hp milik Aria yang sangat unik ditelinga teman teman Aria.
"Suka deh kalian berdua makin akur" Ucap Aria menarik tangannya dan mencari hpnya di dalam tasnya.
"Hah akur . Aku tidak akan pernah menjadi temanmu" Ucap Suna
"Memangnya kamu pantas menjadi temanku"balas Aru. Saling berbicara tajam satu sama lain.
"Pfftt" Kana dan Riko melihat dua cowok ini hanya tertawa walaupun mereka saling bermusuhan tapi tetap saja dimata orang orang mereka terlihat berteman satu sama lain.
Bummm "Aria bukumu terjatuh" Kata Suna melihat keluar dari tas Aria sedangkan Aria masih sedang menelepon sambil berdiri agak jauh dari temannya. "Ini buku apa?" guman Suna seperti pernah melihatnya.
"Owh itu buku majalah dewasa. Kemarin ada yang memberikanku buku itu dan mereka bertanya sesuatu yang bodoh" Ucap Aria duduk kembali ke kursinya untuk melanjutkan makanannya .
"Buku majalah dewasa yang 21+ itu" Ucap Riko dengan nada kecil
"Emm.. " Aria mengangguk " Kana ingin membacanya" mengambil dari genggaman Suna dan memberikan ke Kana dengan senyum jahil membuat Kana tersendak oleh makanannya.
"Uhuuhkkkk... Aria kamu bercanda kan"
Suna tidak menyangka bahwa ada yang berani bertanyak ke Aria. Dan juga malah memberikannya buku majalah dewasa.
"Tenang saja gambar di dalamnya tidak terlalu vulgar kok aku sudah melihatnya dan membacanya"
"Aria chann..... "
"Hahahahah" Aria tertawa karena melihat muka Kana memerah malu " Riko chan kamu ingin melihatnya apalagi ini bisa membuat novel ceritamu bisa berkembang baik loh" berbalik menggoda Ruko
"Aria disini ada Suna dan Aru. Dan jika teman sekelas mendengarnya bagaimana" guman Riko
"Baiklah aku tidak bercanda lagi deh, " Kata Aria melihat teman sekelasnya masuk ke kelas yang memberikannya buku itu kemarin. " Iro kun " Teriak Aria memanggilnya sambil melambaikan tangannya untuk datang kepadanya.
"Ada apa Aria chan?" Tanya Iro
"Ini bukumu aku kasih kembalikan. Cerita di dalamnya sangat seru..... Makasih sudah pinjamin aku yah"
"Sama - sama " Iro merasa tubuhnya merinding ketakutan dan melihat Aru Suna yang menatapnya tajam. " Aria aku pergi dulu ke bangkuku" Ucapnya untuk segera menjauh.
"Dia yang memberikanmu buku itu"
"Emmm.......
.
.
Aru yang sedang menata barangnnya dan menemukan majalah dewasa yang pernah diberikan oleh sepupunya masih tersimpan di kamar miliknya.
"Ternyata majalah ini tersimpan disini untung aja Aria tidak melihatnya waktu itu" Karena membicarakan tentang majalah malah mengingatnya bahwa ada satu juga yang dia miliki di kamarnya.
Karena rasa penasaran Aru mulai membuka buku tersebut bahwasanya dia tidak pernah tertarik dengan cewek dulu sebelum bertemu dengan Aria jadi dia bisa dinyatakan sebagai cowok tulen yang tidak tahu tentang s*x.
Dia membacanya dengan muka memerah... Sangat merah sampai 20 menit kemudian. Berasa cairan keluar dari tubuhnya.
"Sial gue *******" Aru pergi ke kamar mandi miliknya.
Setelah keluar dan membersihkan dirinya dia naik ke tempat dirinya untuk tidur.
"Dibuku itu tadi mengatakan. Jika ingin melakukan hal itu pertama kali maka lakukan dengan orang yang kamu cintai" guman Aru.
"Jika aku melakukannya dengan Aria untuk pertama kalinya pasti aku merasa sangat senang"
Aru terlelap dalam tidurnya tapi dia tidak menyangka bahwasanya dia akan mimpi basah untuk pertama kalinya. Karena membayangkan Aria di dalam mimpinya.
"Ahhhh Ariaa aku sangat mencintaimu" guman Aru di dalam mimpinya melakukan penyatuan dengan Aria....
Aru tiba - tiba saja terbangun dari tidurnya membuka selimutnya dan menutupnya kembali....
"Astaga cairannnya banyak sekali"batin Aru tidak menyangka tempat tidurnya dipenuhi oleh cairannya.
"Maaf.... Aria aku memimpikan hal mesum denganmu" Tapi Aru merasa aneh jika dia melakukan hal itu.....Aria seperti akan pergi darinya.
🌞⛄
Achiuuuuu......
"Aria kamu bersin cepat pake jaketmu malah hanya memegangnya!" Ucap Kana " Kan aku sudah bilang cuacanya dingin malah bilang kamu hangat apanya yang hangat di musim dingin ini"
"Semalam badankku sangat kepanasan pagi ini pun masih. Tapi saat bertemu dengan Kana kok tiba - tiba malah jadi dingin yah" batin Aria melihat jamnya sudah jam 10 pagi waktu untuk date girls bersama teman temannya.
Aria pun bersenang senang dengan temannya mulai dari shopping,jalan - jalan bermain game, makan kue dll. Apapun mereka lihat jalan mereka bakalan mampir untuk melihat lihat atau hanya mencoba barang saja.
Aria dan temannya sangat menikmati waktu mereka sampai mereka lupa waktu ternyata sudah sore.
"Makasih semuanya hari ini sangat menyenangkan" Ucap Aria melambaikan tangannya ke Kana,Riko dan 3 Msv.
Shinya juga ikut melambaikan tangannya ke temannya yang sekarang.
"Aku tidak menyangka kita satu jalur ayo kita juga pulang hari sudah sore dan cuaca makin dingin"
Shinya mengangguk .......
"Aria apakah kamu merasa sangat senang hari ini? "
"Moccirom.....Bagaimana denganmu Shinya"
"Tentu saja aku menyukainya, setelah bertemu denganmu yang memiliki sifat keras kepala sepertimu kamu membuatku keluar dari zona kesendirianku"
"Sifat dinginmu itu yang membuatku menjadi keras kepala. Karena aku merasa tertarik untuk bisa menjadi temanmu"
"Tapi....kamu bakalan pergi. Jika kamu tidak ada mungkin aku,....... " Aria lalu menutup mulut Shinya dengan meletakkan jarinya di bibir Shinya.
"Tenang saja jika aku punya waktu aku akan berlibur kesini dan menghubungi kalian semua..... "
"Tapi Aria apakah kamu menyembunyikan sesuatu dari kami " Ucap Shinya merasa aneh dengan tingkah Aria walaupun terlihat sangat menikmati hari ini tapi dia juga seperti menutupi sesuatu.
"Shinya kamu benar - benar peka yah tidak seperti yang lainnya..... "Ucap Aria sedih benar dia menutupi sesuatu setelah mendapat telepon kemarin.
Lalu Aria menceritakan apa yang terjadi dengannya ke Shinya.... Membuat Shinya yang mendengar menangis.
"Yahh padahal aku tidak ingin membuatmu sedih Shinya" Memeluk Shinya...
Perasaan Shinya sangat sedih mengetahui Aria bakalan pergi, untuk pertama kalinya dia memiliki teman yang merepotkan tapi dia merasa sangat senang bisa mengenal Aria.
.
.
Penasaran yuk lanjut......