You're Special

You're Special
Eps 31 Hujan yang sangat dingin tapi terasa hangat



"Kemana Aria larinya sangat cepat" guman Suna yang sudah turun dari bukit. "Dia benar benar meninggalkan diriku"batin Suna menuju ke arah Apartemen.


Sedangkan Aria yanh bersembunyi keluar dari tempat persembunyiannya.


"Gomen Suna.... "melihat Suna yang pergi.


Lalu Aria pergi menuju ke Mini market untuk membeli bahan untuk membuat nasi goreng. Keluar dari Mini Market ternyata hujannya sangat deras.


"Yah padahal kan aku ingin membuatkan Suna Nasi goreng malam ini dan sebagai ucapan terima kasihku karena hari ini dia mengajakku makan"guman kecil Aria melihat langit yang sangat gelap apalagi sudah mulai malam.


Lalu Aria masuk lagi untuk membeli payung tapi sudah banyak pelanggan yang lainnya membelinya apalagi payunng yang dijual di Mini market hanya sedikit.


"Aduh bagaimana nih apa aku terobos aja"batin Aria yang sudah keluar kembali dari Mini market. Aria menggeleng kepala sepertinya itu bukan ide yang bagus apalagi cuaca cukup dingin. Aria lalu menunggu beberapa menit untuk menunggu hujan agak reda.


Aria menunggu hujan reda.... Selama setengah jam menunggu hujannya mulai reda.


"Sepertinya sudah agak reda"guman Aria lalu mulai berlari. Langit malam serta hujan yang tadinya mulai reda tapi di perjalanan Aria malah mulai hujan deras lagi.


Aria mulai lari kencang dan mencari tempat untuk berlindung lagi.... Melihat sebuah pos kecil dia berlari ke arah sebelah kanan.


"Hufftt.... "Aria lega bisa mendapat tempat berteduh. "Dingin"batin Aria merasakan badannya sudah lengket dengan bajunya dan jaketnya terasa berat karena guyuran hujan.


Brukk..... Suara jatuh yang keras mengagetkan Aria.. Dia lalu mencari suara yang berasal dari belakang pos kecil ini dan ternyata ada seseorang selain dirinya yang berteduh di tempat ini.


"Astaga kenapa dia hanya memakai pakaian tipis seperti itu"Aria menghampirinya tidak tega melihatnya apalagi dengan luka luka di sekujur tubuhnya.


"Kamu"Ucap Aria tidak menyangka melihat seseorang dikenalnya.... "Bertahanlah"Ucap Aria berusaha mengangkatnya.... "Jangan menolak badanmu mulai panas apalagi lukamu ini bisa terinfeksi jika tidak diobati....Menurutlah"


"Kemana Aria kenapa dia belum kembali" Suna yang sudah menunggu di depan pintu Apartemen Aria. "Sebaiknya aku pergi mencarinya sudah lama sekali dia pergi"Batin Suna lalu pergi mengambil payung dan keluar dari Apartemen mencari Aria.


Sedangkan Aria....


"Paman bagaimana keadaan teman saya"Ucap Aria melihat Paman di depannya ini. Keluar dari ruangan.


"Tenang saja dia sudah tidak apa - apa. Demam dan luka lukanya sedang diobati sekarang dia sedang istirahat "balasnya.


Aria yang mendengarnya merasa lega.


"Syukurlah.... "guman kecil Aria dia tidak menyangka bakalan ada seseorang menolongnya saat mereka membutuhkan bantuannya dan tidak menyangka lagi orang yang menolongnya seorang dokter.


"Arigato gozaimasu"Ucap Aria sambil menunduk "Dan Gomennasai sudah menghadang mobil anda"


"Yah itu perilaku yang sangat berbahaya sebaiknya kamu tidak melakukan hal itu lagi.....Tapi kamu seperti itu demi dia sebaiknya perhatikan nyawamu sendiri jika tidak....."


"Anata.... "Teriaknya menghentikan suaminya yang bakalan mengoceh "Kamu ini perhatikan kondisi juga dia juga kehujanan kalau dia sakit juga aku tidak akan memaafkanmu"Ucapnya menarik Aria masuk kedalam ruangan sebelah..


"Honey.... "


"Diam.. Sebaiknya kamu mengawasi anak laki-laki itu"Lalu menutup pintunya dengan rapat.


"Gomenne. Suamiku kelihatan galak tapi dia sebenarnya orang yang baik"Ucapnya melihat Aria.


"ehhhh... seharusnya saya yang meminta maaf apalagi tadi saya memang melakukan kesalahan"Aria merasa bersalah" Anda dan Suami Anda sangat baik jika tidak mana mungkin anda mau menolong kami"Ucap Aria menunduk.


"Tindakan kamu memang salah tapi kamu tidak ada pilihan"Ucapnya sambil tersenyum ramah melihat Aria. "Gantilah bajumu dan pakailah ini.....kamu tidak ingin ikutan sakit kan"Mengelus kepala Aria.


"Hai.. Arigato Onee san"Ucap Aria tersenyum kecil


"Hahaha pergilah nanti kamu sakit"


"Hai"Lalu Aria masuk kedalam kamar mandi sedangkan cewek itu keluar untuk melihat suaminya.


"Sayang bagaimana keadaannya"Berada di dalam ruangan menemui suaminya.


"Keadaannya baik baik saja, aku sudah menyuntikkannya obat dan dia langsung tertidur. Memar dan luka di tubuhnya tadi sangat menyedihkan jika gadis itu tidak bertemu dengan kita pasti anak cowok ini akan demam tinggi dan membuatnya meninggal jika tidak cepat ditangani"


"Syukurlah,Kuharap dia cepat sembuh"Merasa kasihan dengan anak cowok yang terbaring di ranjang tersebut. "Dia kelihatan sangat menderita"batinnya melihat setengah wajah anak cowok tersebut.


"Sayang ayo kita keluar biarkan dia istirahat" Istrinya itu mengangguk dan keluar bersama dengan suaminya dari ruangan tersebut.


Aria yang berada di dalam kamar mandi...


"Syukurlah Aruko Yoshida tidak apa - apa"Guman Aria badannya sangat lemas sekali khawatir dengan menemukan Aru yang seperti itu. Aria sangat bersyukur bisa menemukan orang yang mau membantunya. Jika tidak pasti akan terjadi suatu hal yang tidak diinginkan.


Setelah Aria mandi dan mengganti pakaiannya dia keluar mencari 2 sosok pasangan itu.


"Wah ternyata kamu sangat cantik"Pujinya melihat Aria. Dia tidak menyangka Aria yang tadi sangat kotor dan berantakan ternyata setelah mandi sangat cantik. Aria hanya tersenyum malu menanggapinya "Ayo sini kita makan malam bersama"Ucapnya lagi.


"Itu... Onee chan watashi Aria desu. Anata namae wa......? "Tanyak Aria mereka belum memperkenalkan diri masing - masing. Sejak tadi...


"Ahhh iya juga kita belum memperkenalkan diri watashi Furu Hadjhi dan dia suamiku Oosiku Senji. Kami sudah menikah 2 bulan yang lalu" Melihat suaminya sepertinya dia juga takjub dengan penampilan Aria.


Lalu setelah itu Aria makan bersama dengan pasangan suami istri itu.


"Wahhh ini enak sekali"Ucap Aria memuji makanan yang dimakannya.


"Hai Arigato Onee chan. Aku tidak akan sungkan" Aria senang sambil tersenyum "Sup Miso nya benar benar enak"batin Aria melahap makanan yang ada di depannya.


Suami istri itu senang melihat Aria makan dengan lahap.


Sesudah makan malam Aria membantunya merapikan meja dan mencucinya. Dia tidak ingin merepotkan pasutri itu. Pasutri itu lalu memperhatikan Aria yang teletan membersihkan dan membuat bubur buat Aru.


"Sayang bagaimana kalau kita buat anak cewek dulu"Ucapnya memeluk istrinya yang sedari tadi memperhatikan Aria.


"Ehhh aku kira kamu mau anak lelaki untuk yang pertama,kenapa berubah pikiran seperti itu"


"Aku merasa jika kita memiliki anak cewek pertama pasti dia bakalan sangat cantik seperti kamu"


"Bagaimana langsung dua aja"


"Itu ide yang bagus kalau gitu kita naik main sekarang"melihat istrinya dengan tatapan manis


"Kamu terangsan kan saat melihat Aria chan"melototi suaminya.


"Sayang...itu memang benar tapi aku hanya milikmu dan mencintaimu bisakah kamu memakai pakaian yang seksi untukku"Mata mengibah dan berkata jujur dengan istrinya.


"Baiklah sayang" Mengecup dahi suaminya mana mungkin dia menolak keinginan suaminya ini.


Furu langsung pergi menemui Aria dan dia berkata bahwa akan pergi tidur duluan.


"Aria chan apakah bubur mu sudah jadi"


"Iya Furu san"


"Baiklah kamu bisa menemui temanmu. Aku akan naik ke atas untuk tidur kamu bisa memakai ruangan disebelahnya jika ingin tidur."Aria mengangguk mendengar ucapan Furu. "Owh iya jangan naik ke atas yah"Ucapnya membisikkan ke telinga Aria lalu pergi meninggalkannya.


"Peringatannya terlalu jelas"batin Aria melihat Furu mengedipkan matanya sebelah tadi.


Aria menuju ke ruangan Aru yang istirahat. Masuk melihat Aru yang seperti tertidur lelap dibaluti selimut menutupi badannya. Memegang dahinya sudah tidak panas lagi.


Melihat Aru yang mengerutkan dahi seperti sedang mimpi buruk.


"Dia mengerutkan dahinya apa aku nyanyikan dia lagu tidur buatnya"batin Aria mengingat jika dia sedang menemani Atan tidur.


"Lagu apa yah yang bagus, Nina bobo, Twinkle twinkle little star,Balonku ada 10,potong angsa ayam atau apa yah"guman Aria berpikir lagi" Baby Mine atau Hush little baby"batinnya lagi.


"Ahah itu aja"guman kecil Aria.


The other night dear, as i laid sleeping


I dreamed i held you in my arms


When i awoke dear, I was mistaken


So I hung my head and cried


You are my sunshine


My only sunshine


You make happy


When skies are grey


You'll never know dear


How much I love you


Please don't take


My sunshine away


I'll always love you


And make you happy


If you will only


Say the same


Aria yang menyanyi dengan suara lembutnya sambil mengusap kepala Aru seperti sedang menidurkan Atan Adiknya.


.


.


.


Judul song *You Are My Sunshine*