
Warning Ada Adegan 21+ Sebelum itu Author hanya mengingatkan bahwa ini hanya halu dan karangan saja. Jadi yang mau baca,silahkan di baca tapi kalau tidak suka tentang hal vulgar skip aja oke.. 🍑
Happy Reading...
Malam Hari.....
Suasana ruang keluarga menjadi hening. Yang tadinya sangat ramai sekarang jauh lebih tenang. Aria tidur sangat nyenyak di paha Ducky sambil diliati oleh keluarganya. Mereka mengadakan acara sederhana di Mansion Ducky walau sebenarnya itu kejutan yang Ducky buat untuk Aria yang dibantu oleh Paman Fan untuk menyambut Aria kembali ke Mansion juga atas kelulusannya.
"Aria kelihatan sangat lelah. Kalau begitu Duk kami kembali ke rumah utama yah" Ucap Mama Ducky.
"Ayah!Ibu tidak ingin bermalam disini?" melihat orangtuanya. Sedangkan teman - temannya sudah kembali ke rumah mereka masing - masing.
"Tidak lain kali saja Ayah akan kembali bersama ibumu kamu kalau ada waktu kembalilah ke rumah utama bersama Aria"
"Walaupun kamu sudah bertunangan dengan Aria sebaiknya kamu segera menikah secepatnya"
"Iya Ibu. Ducky ngerti kok aku akan membicarakannya dengan Aria untuk segera melangsungkan pernikahan dengannya secepatnya"
"Kakek As bagaimana menurut anda?"
"Mungkin Aria tidak akan menundanya lagi karena dia sudah menyelesaikan kuliahnya" Kakek As menjawab pertanyaan dari calon ayah mertua Aria.
Keputusan Aria untuk menikahi Ducky berada dalam jawaban Aria. Mereka menuruti perkataan dan kemauan Aria karena dia tidak ingin Aria mengalami kambuh lagi karena paksaan.
Orangtua Ducky pun pulang dari Mansion Ducky menuju ke rumah utama sedangkan Kakek As dan Atan akan tinggal sementara di Negara E.
Ducky membawa Aria ke kamarnya dan mengganti pakaian Aria menjadi piyama tidur.
"Mimpi indah Sweetie" Cup..... Mengecup bibir mungil Aria dan pergi ke menuju ke kamarnya juga yang bersebelahan dengan kamar Aria.
Walaupun sudah menjadi kekasih Aria tapi Mereka belum pernah melakukan making love tapi jika Aria tahu bahwa Ducky mau hal itu Aria hanya memberikannya making out.
Ducky sangat berarti bagi Aria dia tidak ingin memaksa Aria melakukan itu jika Aria tidak ingin.
Seakan jiwa,raga,dan perasaannya hanya milik Aria. Saking kuatnya dia menahan dirinya hanya untuk kebahagiaannya dengan Aria.
Keluar dari kamar mandinya yang sudah menyelesaikan masalahnya malah melihat Aria yang berada di atas kingsizenya sambil melihatnya.
"Sudah selesai?"Kata Aria sambil memandang Ducky yang baru saja keluar dari kamar mandi memakai handuk yang terlilit di pinggannya. Tubuh yang sangat indah juga atletis para kaum wanita yang melihatnya pasti akan menjerit histeris melihat pemandangan panas ini apalagi masih ada tetesan air yang berada di tubuhnya.
"Sudah sebulan lebih tidak melihat tubuhnya makin bagus saja"Batin Aria berdiri lalu menghampiri Ducky dan memeluknya.
"Aku sangat merindukanmu"
"Acca kamu tidak tahu saja aku yang lebih rindu padamu"
"Tapi kamu selalu marah tidak jelas jika aku ingin ikut pergi denganmu ke Negara J. Pergi berlibur denganmu disana kamu selalu memasang muka waspada dan selalu merasa aku akan pergi darimu"
"Acca apakah kamu mau membuat pertengkaran lagi denganku dengan membahas ini" melepaskan pelukan Aria. Tadi siang saja Ducky merasa senang karena Aria lari padanya dan memeluknya setelah kembali dari urusan bisnisnya di Negara J,Dan Aria memperlihatkan perilaku romantis di depan orangtuanya dengan dekat terus bersama Ducky.
Tapi Aria masih saja berada di ditempatnya sambil melihat Ducky yang memakai pakaian tidurnya. Ducky yang menatap Aria dari arah kaca menutup matanya merasa kecewa rasanya hatinya sangat sakit.
"Acca kembalilah tidur di kamarmu aku benar - benar tidak ingin berdebat denganmu"
"Sampai kapan kamu mau menutupinya dan tidak memberitahuku BangBek. Kau tahu kebenaran akan selalu bisa terungkap walaupun kamu ingin menutupinya selama apapun"
Deg
"Seminggu yang lalu aku datang ke rumah Tina dan kau tau apa yang kudapatkan!! "
Aria membuka telapak tangannya sebuah kertas yang dia remas saat berpelukan dengan Ducky.
"Kenangan manis di AYY TO tanggal *****" Aria membacanya dengan keras. Tak menyangka Ducky sudah ada di depannya dan merobek robek apa yang Aria baca. Sebuah foto yang sudah tercetak dan Aria membaca sebuah tulisan di belakang foto tersebut.
Wajah seram Ducky tidak bisa dia tutupi di depan Aria apalagi matanya menyipit dengan alis yang terangkat tanda dia sangat sangat marah walaupun Ducky sangat marah Aria tetap memandang mata Ducky.
"Ac... " Ducky yang ingin bicara lalu ditutup mulutnya oleh tangan Aria. Lalu Aria menarik tangan Ducky lalu duduk di pinggiran kingsize milik Ducky.
"Ayo duduklah disampingku" Ucap Aria lembut sambil mengelus pelan tangan Ducky yang dia pegang. Ducky diam menatap Aria dengan tajam. "Jangan membuat wajah seperti itu aku menjadi takut melihatmu" Tapi Aria tetap saja menatap wajah Ducky,yah dia sangat terkejut melihat wajah Ducky yang super marah untuk kedua kalinya dulu juga pernah membuatnya sangat marah tapi ini lebih parah.
Karena Ducky masih tetap mempertahankan wajahnya itu Aria lalu menarik selimut dan berbaring di kingsize sambil menutupi semua badannya.
"Seharusnya yang marah kan aku"guman Aria di dalam selimut.
Ducky yang diselimuti amarah menarik selimut lalu naik ke atas kingsize sambil membuat Aria dibawah kukuhannya.
"Malam ini aku akan membuatmu hamil" Krakkkk merobek baju milik Aria. Hanya ini satu - satunya cara Aria menjadi miliknya.
"Bangbek.....tenanglah....... Ahhhhhmmm"
Ducky yang diselimuti oleh ***** dan amarah terus membuat tanda cu**ng pada tubuh Aria dan memberikan rangsangan dengan menjilati selan*kangan milik Aria. Aria yang merasakan kesakitan dan juga bergumang untuk segera menghentikan Ducky tapi tidak didengar olehnya.
"Kak Arya Tolong" Teriak Aria sambil memegang kepalanya. Bukannya merasa keenakan tapi Aria merasakan kesakitan, Ducky tersadar lalu melihat ke arah Aria.
"Acca"
"Kak Arya sakit kepalaku sangat sakit..... " Teriaknya lagi........
Ducky lalu buru - buru mengambil obat yang selalu dia simpan di dalam lemari kecil di samping kingsizenya. Inilah yang terjadi jika mereka melakukan making yang tidak akan pernah terjadi selanjutnya hanya akan membuat Aria kesakitan tapi kali ini datangnya terlalu cepat dan Aria sangat merasa kesakitan.
"Acca buka mulutmu" memberikan obat kedalam mulut Aria. Dan mengambil air segelas yang selalu tersedia di meja kecilnya.
Ah ah ukh ah...
"Maaf"guman Ducky kecil melihat wajah Aria tidak pucat lagi. Aria masih mengatur napasnya setelah meminum obatnya.
Jangan Lupa Like Yah Gaes..... Sengkyu...