
Orang itu jalan ke arah Aria dan Suna yang sedang berdiri tapi dia hanya melewati mereka dan duduk dikursinya tepat di belakang bangku Aria.
Teman sekelasnya yang melihatnya hanya bisa diam.
Aria yang belum mengerti situasi yang terjadi kelasnya Menatap Suna yang memegang lengannya.
"Ohayaou Minna"Ucap Waka Sensei yang masuk ke kelasnya.
"Kenapa kalian masih berdiri ayo duduk"Waka sensei juga belum menyadari bahwa situasi kelasnya sedang aneh.
Tiba - tiba saja anak cowok mengangkat suara. "Sensei anak berandal ini kenapa masih ada di kelas kita"Tunjuknya ke arah belakang karena tempat duduknya berada di depan.
"Lu berani banget bilang"Balas temannya yang duduk disampingnya
Waka Sensei melihat arah yang ditunjuk oleh anak wali kelasnya."Yoshida kun"batin Waka Sensei melihatnya "Masa skors Yoshida kun telah berakhir dan Yoshida sudah mengakui kesalahannya dan sudah memenuhi semua keputusan yang kepala sekolah berikan jadi Yoshida kun akan belajar bersama kita kembali"Ucap Waka Sensei.
"Baiklah pelajaran dimulai kalian semua pasti sudah belajarkan hari ini ulangan... Ketua kelas bagikan"Ucap Waka Sensei. "Aria chan Suna kun duduk di tempat kalian masing - masing"melihat Aria dan Suna malah masih berdiri.
Suna melirik kebelakang dia hanya diam dan menunduk"Sepertinya dia tidak akan menyakiti Aria"Batin Suna melihat teman sekelasnya ini.
"Suna lepas nggak aku mau duduk tahu ulangan udah mau dimulai" Aria melepaskan tangannya dari Suna dan memilih duduk dibangkunya.
.
.
.
Hari hari berikutnya selama hampir sebulan dan melewati masa festival olahraga tahunan. Aria selalu memperhatikan teman sekelas yang duduk di bangku belakangnya ini dan setiap Aria ingin pergi menghampirinya teman temannya sering mencegahnya.
Begitu pula dengan Suna tidak membiarkan Aria untuk berteman dengan cowok tersebut.
Setiap orang sering menghindarinya,tidak ada yang mengajaknya bicara bahkan saat praktek memasak dia berkelompok sendiri setiap olahraga pun dia hanya sendirian.
Bahkan para Sensei hanya mengabaikannya.
Aruko Yoshida teman sekelas Aria yang duduk dibelakang Aria di samping kanan kiri Yoshida tidak ada yang duduk disana katanya pernah berkelahi dengan teman sekelasnya dan membuatnya jatuh koma. Dan membuat teman sekelasnya pindah dari sekolah. Rumornya juga dia pernah berkelahi dengan kakak kelas yang ada di sekolahnya. Juga dia tidak segang segang memukul seorang cewek.
Pantas aja banyak bangku kosong di dalam kelas X5 saat Aria datang. Dan hanya kelas X5 yang kekurangan siswa di dalamnya.
Tapi hubungan pertemanan Aria dengan Suna dan Kana menjadi sangat dekat akhir akhir ini karena Suna lebih sering mengobrol dengan Kana dan Aria. Juga ikut makan siang bersama...
Hari Rabu di bulan Oktober akan memasuki bulan baru ke November. Hari ini kelas Aria sedang belajar kelas Seni. Dan teman teman sekelas Aria tidak menyangka bahwa Aruko Yoshida selama berada di sekolah tidak melakukan hal yang memalukan lagi tapi masih banyak yang takut dengannya dan tidak berani mendekat.
"Baiklah hari ini Sensei ingin kalian menggambar perasaan kalian saat ini"Ucap Sensei Seni.
"Maksud Sensei?"
"Sensei ingin kalian menggambarkan perasaan yang sedang kalian alami saat ini dan mengungkapkannya ke dalam lukisan kalian. Contohnya saat ini kalian sedang bahagia dengan mengingat masa masa saat kalian bahagia bersama teman, keluarga,atau dengan siapapun itu"
"Sensei saya sangat bahagia jika bisa bersama Sensei"Ucap temannya bercanda
"Uhhhhh, Sensei aku bahagia saat Sensei mengajakku berbicara dan hanya berdua"
"Saat yang paling bahagia yah"batin Aria tidak mempedulikan perkataan teman sekelas cowoknya yang asik menggoda Senseinya. Aria mulai mengingat kebersamaan dengan keluarga,temannya dan ehhhhh.....
"Kok aku malah kepikiran orang itu"guman Aria.
"Aria chan aku sangat bahagia saat bisa bertemu denganmu dan menjadi temanmu"Ucap Kana yang berada di samping Aria.
"Aku juga sangat bahagia saat itu"balas Aria
"Apa yang akan kamu gambar Aria chan"
"Itu.....kamu menggambar aja dulu nanti aku kasih liatin kamu hasilnya"Ucap Aria dan melihat di depannya Suna yang mulai serius menggambar.
Kana mengangguk mendengar ucapan Aria dan mulai melukis di kanvas miliknya.
"Mungkin perasaanku saat itu ada rasa bahagia bercampur penasaran dengan dirinya"batin Aria mulai menggambarnya.
"Aria chan,apa kamu menggambarkan perasaan bahagia kamu dengan makan bersama dengan temanmu" Ucap Sensei yang sedang jalan dan berhenti melihat hasil karya milik Aria.....
"Iya Sensei... Kami sedang makan di cafe saat itu"Ucap Aria mengingat saat Atan bertemu dengan cowok misterius itu.
"Ada gambar anak kecil disini...?"
"Itu adikku Sensei"
"Baiklah teruskan....gambar kamu sudah mulai jelas dan cukup bagus" Ucap Sensei memuji Aria.
"Arigato Sensei"
Pulang Sekolah.....
"Kana chan kamu duluan aja pulangnya aku masih mau ke atas ada yang kelupaan "Ucap Aria
"Mau aku bantu cari"Tawar Kana
"Tidak usah,kamu sudah dijemput oleh Mama kamu sana jangan buat dia menunggu"Ucap Aria dan melambaikan tangannya.
"Tapi Aria chan mamaku juga ingin bertemu denganmu"
"Nanti saat weekend aku ke rumah mu bagaimana sekalian bermalam"
"Montoo"Ucap Kana
"Yah"
"Kalau begitu sampai ketemu besok Aria chan"
Kana pergi meninggalkan Aria...
Aria langsung kembali ke atas untuk kekelasnya tapi tidak menemukan apapun di lacinya apalagi di lokernya.
"Dimana yah"guman Aria. Aria lalu ke ruang kelas seni. Tapi belum sampai disana dia bertemu dengan Suna dan teman teman klubnya bisbollnya.
"Aria chan kamu belum pulang"Suna menghampiri Aria.
"Suna....aku mau ke ruang seni sepertinya aku meninggalkan hpku disana.
"Ayo aku bantu cari"Memegang lengan Aria.
"Tidak usah"Aria melihat teman teman klub Suna yang memperhatikan mereka"Kamu ingin latihan kan kamu pergi aja yah" Tolak Aria melihat teman teman Suna sambil tersenyum. Lalu naik ke atas meninggalkan mereka.
"Jadi dia yang bernama Aria Asanajaya"Ucapnya merangkul bahu Suna
"Yah Suna jadi sering pulang dengannya apalagi sering membawa kotak makan kesekolah"sambung temannya yang lain.
"Udah Ayo kita pergi latihan....Apa kamu mau menyusulnya Suna"
"Tidak usah ayo kita pergi"Ucap Suna walaupun dia akhir akhir ini sering pulang bareng Aria dan bekal yang dia bawah itu pemberian dari Mama Aria.
Jadi Suna lebih sering makan bersama dengan Orangtua Aria.
Aria yang sudah sampai di ruang seni.
"Untung belum terkunci"Guman Aria masuk kedalam dan mulai mencari hpnya.
"Dimana sih" guman Aria yang sedang mencarinya.
Tapi saat dia tidak sengaja melihat lukisan yang membuatnya berhenti untuk melihatnya lebih jelas.
"Ehhh ini kan siapa yang punya lukisan ini"batin Aria melihat lukisan tersebut sosok di dalamnya sedang merangkul anak kecil dengan posisi anak kecil itu tidur di dalam gendongannya.
Tiba tiba saja.....
Ada yang menarik lukisan tersebut.....
Aria kaget dong....
"Itu lukisan kamu yah"Ucap Aria melihat teman sekelasnya. Cowok itu ingin pergi tapi Aria menghadangnya.
"Apa kamu si cowok capit itu"Aria merentangkan kedua tangannya di hadapan teman sekelasnya ini.
"Aruko Yoshida"Ucap Aria. Aruko langsung mendorong tubuh Aria ke samping dan tertumbuk ke lemari kayu.
Aruko pergi meninggalkan Aria.
"Aduh kasarnya"Aria merintih kesakitan memegang lengan kirinya. Lalu keluar mencari sosok Aruko.
Tapi sudah menghilang......
.
.
.
.
Jangan Lupa Like,Komen,Share,Vote,dan Sub Author Yah...
Salam cinta dari Aria~(≧▽≦)/~