
Aria membuka matanya melihat wajah yang dia rindukan beberapa hari ini tidak bertemu setelah kejadian hari natal. Berada di sampingnya saat ini masih tertidur dengan lelap...... Siapa lagi kalau bukan Aruko Yoshida...
Aria tidak menyangka bahwa Aruko tinggal di halaman belakang di kediaman YY. Memegang wajah Aru penuh kelembutan menyadari bahwa dirinya semalam tidur lelap di samping Aru.
"Wajahnya sudah tidak ada bekas luka...Syukurlah dia memperhatikan dan merawat dirinya" Aria melihat muka Aru menjadi merah..... "Ehhh kenapa wajahnya menjadi merah jangan bilang..... " Aria yang ingin pergi ditarik oleh Aruko dan kembali tidur di sampingnya.
"Kamu ternyata sudah bangun"
"Maaf, aku hanya..... "
"Hehh...dibawah matamu sangat hitam apakah kamu tidak tidur semalaman" Aru menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
"Bagaimana aku bisa tidur jika ada seorang gadis yang tidur denganku semalam dan itu juga sudah menjadi pacarku"batin Aru
"Emmm it tuu aku ...." Aria yang melihat Aru yang malu malu tiba tiba saja menyerangnya dan memberikannya kecupan di bibir.
"Wajahmu makin memerah"goda Aria memegang pipi Aru. Aru yang mendapat serangan jantungnya sangat berdetak cepat.
"Apakah aku bisa juga menciumnya"batin Aru melihat bibir Aria yang mungil dan wajahnya yang sangat dekat dengannya.
"Aru ada apa?" Tanyak Aria melihat Aru
"Tidak apa apa" Jawabnya Aru malah jadi ragu untuk bertindak berdiri dari tempat tidur.
"Aru.. Aku ingin mandi......Apakah ada pakaian... " Kata Aria malah membuat Aru terkejut.
"Hah mandi disini di kamarku ini. Apakah dia mau kita mandi bersama tapi tapi..... "batin Aru malah tidak mendengar sampai habis perkataan Aria.
Aria pergi menggeledah lemari pakaian Aru karena Aru tidak membalas perkataannya.
Jadi Aria mengambil pakaian olahraga Aru yang tebal dan kelihatan sudah kecil.
"Kayaknya ini pas dengankuu"guman Aria lalu berbalik melihat Aru yang seperti berpikir keras.
"Apa yang dia pikirkan" batin Aria melihat Aru gelisah. Aria sudah terbiasa tinggal dengan cowok apalagi dia kan akhir akhir ini tinggal di apartemen Bangbeknya. Jadi dia mana tahu pikiran mesum Aru. Apalagi dia sudah sering tidur berdua dulu dengan Kakaknya pas kecil sampai remaja.
"Owh iya Aru aku sangat lapar tolong bawakan aku makanan yah dan aku pinjam baju kamu ini aku mandi dulu" Ucap Aria santai lalu masuk ke kamar mandi.
"Hah??????????"(๏_๏)
Apa yang baru saja terjadi... ?
Kenapa Aria bersikap sangat santai seperti menganggap ini kamarnya?
Dia juga memerintahku?
Apakah tadi dia memeriksa lemariku?
Aru kaget karena Aria adalah seorang cewek yang menganggap hal yang telah terjadi biasa saja di matanya.
Tapi Aru salah malahan Aria yang sekarang berada di dalam kamar mandi merasa sangat malu karena bisa memakai peralatan mandi Aruko Yoshida.
❄❄❄❄❄❄❄❄❄❄❄❄
Aru memperhatikan Aria yang berjalan di sampingnya seperti mimpi saja semalam dia mendengar percakapan Aria dengan Neneknya.
Flasback On ❄
Aru yang mencari keberadaan sang nenek untuk datang menemaninya melihat pertunjukan hanabi atau kembang api untuk menyambut tahun baru. Permintaan sederhana dari Neneknya hari ini dia sudah mencarinya di sekeliling rumah utama tapi tidak menemukannya. Aru hanya bisa berkeliaran di rumah utama jika neneknya datang mengunjunginya.
"Dimana Obaa san? "Guman Aru menuju ke taman bagian barat. Melihat ke arah gasebo karena cahaya lampu dan bulan dia bisa melihat neneknya...
Saat dia mendekat dia tidak sadar bahwa ada orang lain selain neneknya disana...
Aru yang mendekat kaget mendengar suara ini,dia tau suara ini...apalagi melihat punggungnya dari belakang.
"Aria"batin Aru
"Apakah kalung itu milikmu?" Tanyak Nenek Aru.. Nenek Aru menyadari bahwa cucunya datang dan dia tau siapa milik kalung yang dipegang Aria.
"Ini... Sebenarnya bukan milikku ini punya pacarku"balas Aria
"Pacarmu... "
"Iya..ini dari pacarku tapi aku mengambilnya secara paksa dan akan memberikannya nanti.. "Kata Aria dengan nada sedih
"Tapi... Sepertinya kamu sangat menjaga kalung itu dan juga membawanya bersamamu saat ini"
Aria menundukkan kepalanya....
"Kalung ini sangat berharga untuknya tapi aku malah memanfaatkan barang miliknya dan mengancamnya menjadi pacarkuu... "
⊙_⊙ 123.....
"Apa kamu mengancamnya" kaget mendengarnya.
"Iyaa aku memang cewek yang keterlaluan"Guman Aria.... Sedih.....
Ehem ehem.... Nenek Aru batuk kecil.... Walaupun dia agak tidak percaya dengan kelakuan Aria. Namun membuatnya senang dan penasaran lebih lanjut....
"Jadi.... Dia menerimanya saja setelah kamu mengancamnya..? "
"Tidak.. Awalnya dia ragu untuk menerimanya jadi aku buat kesepakatan dengannya. Untuk bisa menjadi pacarku"
"Apakah kamu menyukainya? "
Aria mengangkat kepalanya melihat wanita di depannya. Walaupun umurnya sudah tua tapi Aria tidak percaya bahwa di depannya ini sudah memiliki cucu karena wajahnya yang kelihatan awet muda.
"Mungkin.....Aku sudah jatuh cinta padanya" Ucap Aria malu dengan wajah memerah... 👉👈
Deg deg deg suara jantung Aru berdengung kencang mendengar ucapan Aria yang di depannya membelakangi dirinya. Neneknya yang melihat tingkah Aria tersenyum kecil memandangnya.
"Awalnya...Aku menganggapnya sebagai seseorang yang mirip dengan orang yang kukenal....aku mencari kesempatan untuk bisa berbicara padanya tapi banyak sekali yang tidak berjalan dengan lancar...aku tidak menyerah akhirnya aku bisa berbicara dengannya... Aku mengetahui dia menyukai bunga, parfum Cccy yang dipakainya adalah aroma kesukaanku,walaupun orang lain menjauhinya karena rumor tentang dirinya tapi aku malah lebih ingin mengetahui tentang dirinya"
"Tapi pada saat hubungan kami menjadi dekat mungkin dia menyadari bahwa aku melihatnya sebagai orang lain dan dia memilih menjauhiku.... Aku pun harus menerima keputusannya....... " Aria mengingat malam harinya dia menangis sejadi jadinya.
"Karena dia memiliki kesamaan yang sama tapi aku menyadari bahwa mereka berdua orang yang berbeda aku tidak bermaksud...." Kata Aria tulus
Aru tau siapa yang Aria maksud dia sudah mengetahui dari Ducky. Aru memang sudah sadar bahwa Aria seperti melihatnya sebagai orang lain tapi ini juga salahnya karena mengagumi Kakak Aria dan berita kematian Kakak Aria membuatnya sedih. Tapi Aru memilih menjauh dengan Aria bukan karena melihatnya sebagai orang lain.
Sebaliknya dia merasa tidak pantas menjadi dekat dengan Aria apalagi menjadi temannya. Aria sudah mulai membuka lembaran baru tapi Aru merasa dirinya tidak pantas.
.
~♥♥♥~
Guys Penasaran ama lanjutannya....Sama.... Author juga nih ≧ω≦
Makasih banget buat yang udah komen dan semangatin Aku.. Hati ini merasa berbunga bunga senang banget bacanya. Maaf banget yah bila ada salah kata dan ucapan dalam novel yang aku buat.... 👉👈 Karena Author kalau nonton anime yang didengar itu yang Author tulis Heheheh Gomenne....
Pokoknya Sengkyu banget yang udah mampir baca novel yang aku buat... Perasaan lega saat udah up dan ada yang baca apalagi udah komen hal positif jadi semangat deh nulis lagi. Walaupun Author hanya pemula dan masih banyak kekurangan....Makasih banget yang udah tinggalin jejak..... ❤
Jangan Lupa Like, Komen, Share, Vote, Fav and Kasih bintang yang banyak yah. Author sangat suka Bintang(ノ*>∀<)ノ♡
Salam Cinta Dari Author....