
"Sudahlah aku akan mencarinya sendiri di dalam"Ucap Aria pergi meninggalkan Aozan yang telah membantunya.
"Cewek ini pergi begitu saja setelah di bantu"guman Aozan. Aozan tidak menyangka Aria tidak tertarik padanya dan membuat dia bahagia.
Ada dua penjaga di pintu ini......
"Nona bisa tunjukkan kartu milik anda"
"Ternyata masih ada pemeriksaan lagi"batin Aria.
"Dia datang bersamaku"Ucap Aozan tiba tiba berada di belakang Aria.
"Aozan Yoshida sama,silahkan masuk "Ucapnya sambil membungkuk.
Aria masuk kedalam dan terdengarlah musik yang sangat keras,dj musik dan orang yang berteriak....Aria tidak menyangka ramai sekali orang yang berada disini. Bagaimana cara dia menemukan Suna.
Aria dan Aozan yang baru masuk banyak yang memperhatikannya. Tak lama mencari Aria menuju bartender yang terlihat seperti Suna.
"Suna"Ucap Aria duduk di kursi.....
Suna berbalik melihat sosok cewek di depannya.
"Ladies,Apakah kamu mengenalku"Ucapnya tidak mengetahui siapa cewek di depannya karena Aria memakai kacamatanya.
"Disini aku dipanggil Mr S "Ucapnya dingin.
Aria lalu membuka kacamatanya dan Suna langsung kaget melihat siapa sosok cewek di depannya ini.
"Aria Asanajaya kenapa kamu kesini?"
Suna tidak menyangka Aria berpakaian ketat dan seksi.
"Yo Mr S,aku khawatir padamu dan aku tidak menyangka ternyata ini pekerjaanmu"Ucap Aria menggoda Suna
"Hai Mr. S bisakah malam ini kita bisa bermain denganmu"Ucap Cewek yang baru tiba.
"Mr. S kami ingin bermain denganmu"Ucap temannya yang satu lagi.
"Mr. S malam ini temani kami bermain" Lalu menarik Suna pergi.
"Wah Suna ternyata kamu kuda yang sangat mesum"batin Aria melihat Suna dibawah pergi.
"Miss.. anda ingin minum apa? "Tanyak bartender sebenarnya.
"Saya ingin jus saja"Ucap Aria.... Lalu bartender itu menyiapkan jus buat Aria dan membawa minuman buat orang disamping Aria siapa lagi kalau bukan Aozan yang langsung ada di dekatnya. Tadi saja banyak cewek yang mendekatinya dan Aria pergi mencari Suna. Ternyata Aria bisa mengenali Suna.
"Maaf saya cuma memesan jus dan bukan minuman ini"Tunjuk Aria.
"Miss ini punya Yoshida sama disebelah anda"Aria melihat Aozan bersama cewek yang meringkuk di bahunya
"Yoshida sama,kenapa anda tidak memesan ruangan saja"goda cewek yang di sampingnya
Aria mengabaikannya....
"Aria"Memegang tangan Aria.
"Suna"guman Aria melihat Suna kembali.
"Ayo kita pulang"Menarik tangan Aria lalu satu lengannya lagi dipegang oleh seseorang.
"Hei dia pasanganku hari ini, beraninya kamu ingin membawanya pergi"Ucap Aozan
"Ternyata orang ini yang dia cari"batinnya melihat Aria ingin dibawa pergi.
Suna lalu melihat disamping Aria ternyata orang yang dikenalnya sangat brengsek juga kurang ajar.
"Dia temanku,dan aku ingin membawanya pulang"Ucap Suna menentang Aozan.
"Wah wah wah apa kamu tidak mengenaliku dengan berbicara seperti itu denganku"Ucapnya berdiri
"Aria kenapa kamu sering berurusan dengan orang yang salah"batin Suna melihat Aozan siapa yang tidak mengenalnya.
Aria yang melihat Suna sepertinya takut dengan Aozan. Aria lalu melepaskan genggam tangannya dari Aozan.
"Aozan,makasih untuk hari ini aku sudah menemukan temanku"
"Heh dia temanmu ahahahah gigolo ini temanmu"Ucap Aozan menghina Suna.
"Nee gadis kamu ingin pergi setelah kubantu apakah menerima bantuanku itu gratis. Kamu harus bermain denganku dulu sebelum kamu pergi dari tempat ini" memegang dagu Aria.
"Cewek ini kenapa masih tidak ada takutnya denganku padahal aku mengancamnya"batin Aozan karena Aria hanya menatapnya datar.
"Ahahah Aozan san anda benar benar lucu padahal aku sudah bermain dengan anda apa otak kecilmu melupakan hal itu"Ucap Aria meremas tangan Aozan.
"Beraninya kamu menyentuhku"batin Aria.
"Ahahah gadis ini melawan"batinnya tertawa.
"Aria"batin Suna.
"Aozan san sebaiknya anda menerima ini"Memberikan amplop ke Aozan "Kita tidak ada budi lagi aku sudah membayar anda"Ucap Aria lalu pergi menarik Suna.
"Yoshida sama apakah anda hanya melepaskannya begitu saja. "Ucap seseorang karena melihat tuannya dihina.
Aozan mengangkat tangannya...
"Bawa cewek itu ke ruanganku dan temannya kalian masukkan ke dalam juga"
"Mana mungkin membiarkan cewek menarik yang aku temui untuk pergi dari sini setelah membawanya masuk"batin Aozan
"Aria kamu gila kenapa datang kesini dan malah berurusan dengan orang seperti dia"kesal Suna sudah mulai menjauh dan sedang bersembunyi. Dari kejaran orang suruhan Aozan.
"Hei aku khawatir denganmu tahu"
Pletak..... Menjitak dahi Suna dengan keras...
"Aria.... " kesal
"Diamlah orang orangnya mencari kita"bisik Aria.
"Tenang saja Aria disini tempat yang aman"Ucap Suna
Sekarang mereka sedang bersembunyi di gudang yang jarang orang datangi. Tapi yang anehnya tempat ini walaupun banyak barang tapi terlihat bersih.
"Kenapa kamu sangat yakin dengan tempat ini" Aria jalan menuju ke tembok walaupun agak gelap di dalam tapi meskipun begitu ada cahaya yang masuk dari arah luar jendela kecil.
"Disini jarang yang datang dan aku baru tahu bahwa ada ruangan kemarin disini. Untung saja aku berubah pikiran saat saat penting dan mengingat tempat ini"
"Hei sini lihat ada lubang"Ucap Aria.
"Ini mungkin bisa membawa kita keluar dari sini"Suna melihat ukuran lubang yang tidak terlalu besar dan kecil.
"Tapi....lubang ini akan membawa kita......Suna kenapa kamu memegang pundakku"Melihat Suna yang berdiri disampingnya yang membungkuk.
"Ehh Aria kamu kan yang memegang pundakku aku tidak menyentuhmu"Ucap Suna bingung dia melihat langsung sosok tinggi besar di belakang Aria.
"Aria"
"Nani...." Aria melihat tangan Suna yang tidak menyentuhnya lalu siapa yang menyentuhnya.
"Kyaaaa bukkkkkk" Aria yang kaget karena ada orang dibelakangnya juga langsung memukulnya.
"Ehh dia jatuh ternyata manusia"Guman Aria. Aria lalu membantunya.... "Apa kamu tidak apa - apa"
Karena gelap Aria tidak terlalu jelas melihat wajahnya apalagi tertutupi.
"Hei kamu siapa? " Suna langsung memegang baju milik orang yang jatuh tersebut. "Kenapa kamu bisa berada di dalam sini"
"Tenanglah Suna,kamu menakutinya"Ucap Aria. Menarik Suna untuk menjauhi orang di depannya ini.
Orang itu berdiri memperbaiki posisinya.
"Kalian berdua kenapa berada disini dan membuat keributan. Kalian membuatku terbangun"Ucapnya "Apalagi kamu ini cewek atau cowok tenaga kuat sekali pipiku sakit dipukuli olehmu"
"Dan kamu Suna kun beraninya dirimu"Ucapnyanya marah.......lalu maju kedepan dan membuka penutup kepalanya.
"Senpai Dero"Ucap Suna kaget
"Yo Suna....,"
"Dero san tolong bantu saya untuk membawa temanku pergi dari sini"Ucap Suna memotong....
"Apa yang sebenarnya sudah terjadi?" Bingung Dero
"Dia sudah menarik perhatian Aozan Yoshida dan saat ini kami sedang dicari lalu bersembunyi disini"Suna menjelaskan singkat Dero sudah mengerti lalu melihat Aria dari atas sampai bawah.
Memang gadis yang cantik...
"Hei gadis kenapa kamu sangat tenang"
"Watashi Aria desu"memperkenalkan dirinya sambil mengulurkan tangannya
"Owh ternyata namamu Aria.......Deroko Sanju desu"balasnya menjabat uluran tangan Aria. "Ini buruk kamu menarik perhatian Aozan sama"melepaskan jabatan tangannya dengan Aria.
"Yah Dero san...."
"Itukan bukan salahku menarik perhatiannya"batin Aria tidak mendengar pembicaraan Dero dan Suna. Malah ada yang menarik perhatiannya. "Kalau tidak salah tadi aku melihat bayangan seseorang disini"guman Aria pergi ke tumpukan barang. "Keluarlah aku melihatmu. "Ucap Aria
Tiba - tiba pintu terbuka dengan paksa....
"Mereka pasti disini cari"
"Aozan sama mencari seorang gadis jika kita menemukannya kita bakalan mendapatkan imbalan yang sangat besar"
"Ayo cari lebih dalam.... "
Saat mereka pergi menuju ke gudang yang lebih dalam mereka menemukan seseorang..
"Siapa disana perlihatkan dirimu"
"Kalian beraninya masuk ke ruangan ini"
"Dero sama daaannn AY s a a ma"Ucapnya terbata..... Melihat sosok Dero dan mengenal sosok di samping Dero.
"Apakah kalian tidak tahu tempat ini tidak sembarang untuk memasukinya"
"Gomennasai Dero sama,kami sedang mencari seseorang atas perintah Aozan sama"ucapnya menunduk. Dan yang orang orang yang bersamanya juga ikut menunduk karena melihat ketua tim mereka.
"Tidak ada seorang pun yang bakalan berani masuk kesini dan orang yang kalian cari tidak ada disini"ucapnya dingin.
"Tapi..... "
"Keluar jika kalian masih ingin hidup.... " Ucapan yang sangat mengema dan menakutkan dari orang disamping Dero.
"Hai.... Ayo kita keluar darisini"Ucapnya lalu kabur.
.
.
.
.
.