
Aru mulai membuka matanya merasakan tubuhnya sangat basah. Dan juga berkeringat apalagi terasa berat.
"Pusing"batin Aru merasakan kepalanya masih sedikit berat. Merasakan tangannya sebelah digenggam oleh seseorang. Melirik ke samping kiri bawahnya menyadari jika ada seseorang bersamannya.
"Dare? "batin Aru tidak bisa melihatnya dengan jelas karena cahaya lampu yang tidak memperlihatkan wajahnya. "Mataku sangat berat"batin Aru dia pun kembali tertidur lelap. Baru kali ini Aru merasakan tidur yang sangat nyenyak tanpa bermimpi buruk.
.
.
.
Aria yang tidur sambil memegang tangan Aru terbangun dari tidurnya,merasakan lehernya seperti sakit. "Aduu duu duh"guman kecil Aria bangun dari tidurnya dan meregangkan kepala serta badannya. "Tidur seperti itu memang menyakiti badanku dan malah terasa pegal"
"Aria chan kamu sudah bangun" Masuk untuk melihat Aria dan anak cowok tersebut.
"Onee chan Ohayaou Gozaimasu"
"Ohayaou,apakah dia belum bangun"mendekat ke arah tempat tidur.
"Tenang aja bentar lagi dia akan bangun"Tiba tiba muncul.
"Anata"
"Bikkurista"Batin Aria melihat suami Furu chan ;)
"Sayang aku mau makan pagi sama kamu"bisiknya ke telinga istrinya."Di kamar.... shift aku siang hari ini"sambungnya lagi. Furu langsung mencubit pinggang suaminya
"Sayang kamu ini ada Aria disini"bisiknya juga.
"Sakit sayang. Kamu sih yang tinggalin aku tadi."bisiknya manja.
Aria yang melihat pasutri ini merasa melihat tontonan manis gratis pagi ini. "Itu.... Furu chan aku yang akan membuat makanan pagi ini"Ucap Aria menawarkan.
"Aduh A chan manisnya"memegang pipi Aria. "Tidak usah aku sudah memasak dan sudah siap di meja makan,aku datang kesini buat mengajak kamu makan pagi bareng"
"Hei bangunlah,jangan berpura pura tidur"Bisiknya ke telinga Aru "Kenapa dengan anak ini"batinnya.
"Sayang apa yang kamu lakukan?"Tanya Furu melihat suaminya.
"Aku akan memeriksa anak ini kalian duluan aja keluar"
Aria yang melihat Aru mendekati wajahnya...... "Kenapa dia tidak bangun - bangun. Apakah terjadi sesuatu padanya"Melirik ke suami Furu. Merasa khawatir dengan kondisi Aru.
"Dia tidak apa - apa kalian berdua keluarlah aku akan mengobati pasienku dan bawakan makanan baru untuknya" Ucap Oosiku mengeluarkan Aria dan Furu. Karena dia juga ingin bertukar informasi dengan anak ini.
"Sekarang kamu bisa bangun kan"Ucapnya berbalik badan menatap Aru. Aru yang berdiri untuk memakai pakaian yang ada di meja.
"Anak ini malah mengabaikanku"batin oosiku "Apakah kamu anak dari Yoshida Yashuhiro Klan Yoyas Perusahaan yang berjalan di Bidang Teknologi Komunikasi dan juga telah banyak menginvestasikan pembangunan sekolah, rumah sakit dan.... Jika aku menyebut semua keberhasilannya sangat banyak"
"Aku bukan anaknya" Mana mungkin Aru mengakuinya apalagi Ayahnya saja tidak pernah mengakui keberadaannya."Arigato sudah mengobatiku aku akan memberikan imbalan kepadamu"Ucap Aru lalu keluar lewat jendela yang menuju halaman.
"Dia sudah pergi" Aria yang mendengarnya terdiam. "Itu memang dirinya"batin Aria.
"Seharusnya aku mengikat dirinya"batin Aria lagi menjadi kesal dengan tingkah Aru yang selalu menjadi pengecut dan selalu menghindarinya. "Aru tunggu saja"guman Aria. Memirikan pikiran jahil untuk Aru nantinya.
Hacchimmmm..
"Ehhh ada apa denganku,apakah masih sakit padahal badanku sudah sangat hangat dan tidak merasakan pusing lagi. Dia malahan merasa sehat tapi juga merinding.
"Mungkin hari ini cuacanya sangat dingin"guman Aru melihat langit padahal masih pagi.
Aru merasa senang semalam yang menemaninya sepanjang malam adalah Aria. Aria benar - benar tidak meninggalkan dirinya yang mengalami kesulitan. Yah walaupun dia pergi tanpa berterima kasih dengan Aria untuk pertolongannya itu.
Aru lalu sampai di kediamannya melewati jalan yang biasanya dia pakai untuk tidak bertemu dengan Ayah dan Kakaknya.
Malam Hari Apartemen tepatnya di kamar Aria bersama dengan Atan adiknya.
"Tan..Kakak mau curhat" Ucap Aria "Kamu tahu tidak Aru benar benar sangat menyebalkan aku menolong dirinya tapi dia malah kabur. Aku sangat marah marah sekali dia pergi tanpa bertemu denganku lalu pergi. Uzzzxxxx kesal banget kalau mengingat dirinya. Apa kamu punya solusi buatku untuk mempermainkan dirinya." Melihat Atan yang hanya fokus ke buku barunya. Ini salahnya kenapa dia mau curhat dengan Atan yang hanya fokus dengan bukunya.
Aria yang melihat Atan tidak digubris olehnya padahal Atan yang minta untuk tidur bersama hari ini. Tapi Aria tidak menyangka Atan malah asik dengan buku baru yang dibawanya.
Yang anehnya Atan yang biasanya dibacakan oleh Aria. Malah hari ini dia memilih membaca sendiri. Karena penasaran Aria mencoba mendekati Atan untuk melihat isi buku yang dibacanya.
"Tan duduk di pangkuan kakak. Aku juga ingin membaca buku yang kamu bawa itu"Ucap Aria mengambil Atan dan duduk di pangkuannya sambil bersandar.
"Kita baca bareng yah"Ucap Aria dan Atan yang sudah duduk dipangkuan Aria hanya mengangguk melihat Onee Chan nya.
Atan mulai membalikkan ke lembaran selanjutnya."Ternyata ini buku komik"Batin Aria melihat Atan yang seperti serius membacanya. Tapi kayaknya Atan hanya melihat gambarnya dan membalikkan cepat setiap lembar dibacanya.
Beberapa menit kemudian Atan yang tidak lagi membolak balikkan bukunya. Aria melihat Atan yang ternyata sudah tertidur lelap di sandaran dadanya. Dan membawanya ke tempat tidurnya.
Dan membereskan mainan yang tidak dimainkan oleh Atan. Melihat buku Atan "Ini buku komiknya aku tidak membacanya tadi karena Atan terlalu cepat membalikkannya. The Princess became the slave of the King " membaca judul yang tertera. Kemudian Aria membacanya dengan serius.
"Astaga Rajanya kejam banget malah membuat sang Putri menjadi pelayanannya dan selalu mengerjainya.....BLAH BLAH BLAH BLAH BLAH BLAH BLAH BLAH BLAH BLAH BLAH BLAH BLAH BLAH BLAH BLAH BLAH BLAH BLAH BLAH BLAH BLAH BLAH "
Aria mengomentarinya sikap sang Raja yang ada di dalam cerita tersebut."Hah nah gitu.... Kamu harus lakuin itu....Blah blah blah blah blahblah blah" Membaca dengan seru. Mendukung pemeran ceweknya. "Hahahah hahah "Tertawa sendiri dan lainnya menghayati buku komik tersebut. Beberapa saat kemudian buku yang dibacanya telah selesai.
"Apa nih ngegantung banget..."Aria yang selesai membacanya. Menutup buku tersebut, "Aku akan mencari next bukunya ceritanya sangat seru apalagi diakhiri cerita ini mereka malah saling suka tapi tidak ada yang menyatakan perasaannya. Bikin gemes banget"
Aria yang membaca buku ini juga malah teringat dengan Abangnya. Mengingat bahwa dulu dia bermain Tuan dan Pelayan.
"Aku kalah saat bermain bulu tangkis dengan Abang,dia malah bikin permintaan yang enggak jelas jadinya aku jadi pelayannya selama seminggu. Jika mengingatnya malah bikin kesal aja. "guman Aria mengingat perilaku sang Kakak.
Menuju ke tempat tidurnya melihat adiknya Atan yang tertidur lelap membuatnya juga mengantuk.
"Jika saja aku bisa membuat Aru menjadi seperti pemeran cewek itu,Menjadi budakku dan supaya aku bisa dekat dengannya dan mengetahui semua hal tentangnya"guman Aria lalu tertidur di samping adiknya.
Hai Guys Seru nggak seru nggak.....Yah seru lahh . Nah kalau seru jangan lupa Like, Komen, Share, Vote and Favorite Yah Readers......
I ♥ U.......