You're Special

You're Special
Eps 4 Kejadian tak terduga



Sepulang Sekolah......


"Aria chan mau ikut dengan kami ke Cafe Den San" Ucap Mai


"Iya disana baru aja buka dan lagi ada promo"sambung Sin


"Ayo Aria chan,kamu bakalan suka"Ajak Vu.


Aria membereskan barangnya"Maaf guys, aku tidak bisa Sana Sensei menyuruhku ke ruang guru. Tapi lain kali ajak aku lagi yah jika tidak sibuk"


"Yah, tidak apa - apa deh"Keluh Mai


"Kamu sangat dekat dengan Sana Sensei yah"


"Aria chan kan pernah bilang ke kita kalau Sana sensei itu dulu guru lesnya sebelum kesini"


"Iya Gomen, Mai chan, Sin chan, Vu chan. Selamat bersenang senang" Ucap Aria dan pergi meninggalkan ke3 teman sekelasnya.


Aria pergi"Ehh kemana dia?" Ucap Aria mencari sosok yang sedang dia ingin ikuti.


Aria hanya berbohong dengan temannya tadi.


Aria terus mencarinya selama 30 menit tapi belum juga menemukannya. Sampailah dia di belakang yang terdapat taman belakang gedung sekolah.


"Taman disini sangat indah" guman Aria melihat sekelilingnya. Aria malah nyasar dan tidak menemukan gerbang depan sekolahnya.


Tapi dia hanya santai sambil mengamati bunga yang ada di depan dan sekitarnya. Aria tiba - tiba mendengar seseorang berteriak seperti membentak seseorang.


"Makanya jadi cewek jangan belagu"


"Dasar penghianat"


Cacian dan makian diberikan kepada gadis yang tersungkur di bawah tanah. Aria yang mendengar dan merekam kejadian tersebut dari kejauhan melihat ada sekitar 4 cewek yang membully.


"Tidak disini disana pasti ada aja kejadian seperti ini"batin Aria merekam kejadian di depannya yang sembunyi di balik semak.


Sekolah sudah sunyi tentu saja banyak yang tidak bakalan ke belakang gedung sekolah.


"Hei bicara ja*ang" sambil menyiramkannya air dan tepung ke badan gadis yang tersungkur.


"Gila 4 lawan 1,kan dia kalah jumlah" Aria sudah tidak tahan lagi dan keluar dari persembuyiannya.


"Kalian hentikan" Teriak Aria mana bisa dia melihat hal itu bukan.


Mereka berbalik dan melihat siapa yang menganggu kesenangannya.


"Kalian ber 4,mana boleh keroyokan apalagi kalian semua cewek yang cantik malah membully teman kalian"


"Jangan ikut campur urusan kita" orang 1


"Sejak kapan loe disana" orang 2


Aria yang terhalang dengan sosok yang tersungkur menunduk kebawa tanpa mempedulikan perkataan dua cewek yang sangat berisik di telingannya.


"Dia siapa yah"batin Aria tidak melihat jelas muka di depannya yang terhalang dengan tepung diwajah gadis tersebut


"Hei kamu tuli yah" orang 1 mendekati Aria.


"Diam... Kamu berisik sekali" Teriak Aria sambil berdiri dan menatap tajam orang yang didepannya."Aku bakalan memperingati kalian pergi sekarang atau kalian bakalan menyesal jika masih terus berada disini"


"Eeee sok banget kamu"Ucapnya walaupun agak takut ditatap tajam oleh Aria.


"Mending loe yang pergi dari sini"orang 3


"Jangan campuri urusan kami" orang 4


"Cisss" ucap Aria memfoto mereka karena tidak ingin mendengarkan perkataan Aria.


"Baiklah itu kemauan kalian" Aria menarik orang 1 dan menguncinya kedua tangannya.


Orang 2 yang melihat temannya yang kesusahan ingin memukul Aria tapi ditendang oleh Aria.


Akhirnya Aria malah bertengkar dengan ke 4 gadis tersebut. Dan menang melawan mereka,ke 4 gadis itu pergi dengan kesakitan dengan terpaksa karena mereka bukan lawan Aria.


"Hei kamu tidak apa - apa" Ucap Aria berjongkok memposisikan dirinya dengan gadis yang berada di depannya.


Hanya menunduk dan terdiam mendengar perkataan Aria. "Apa kamu Kanako Mikura?"


"Bukan"


"Ehh terus siapa kamu sangat mirip dengan teman sebelah ban.... "


"Bukan"Ucapnya menepis tangan Aria yang ingin melihat wajahnya. Dan berdiri segera berlari mengambil tasnya yang terlempar lalu pergi.


"Ehhh tunggu"Ucap Aria melihat kecepatan larinya sangat cepat. "Aku tidak tahu jalan kembali "batin Aria menangis


"Setidaknya kita sama - sama pergi dari sini kan" Tapi percuma Aria sudah ditinggal pergi jauh.


Aria sudah mengetahui siapa dia dengan menyankinkan dirinya saat melihat gantungan kunci yang tadi dia lihat di tas gadis tersebut. Tebakannya benar bahwa yang tadi itu Kanako Mikura teman sebangku sebelahnya.


"Huhuhuhu,dia melihatku"Ucap Kana saat sudah jauh dari lokasinya.


"Kenapa dia menolongku, apa dia kasihan denganku tapi... aku sudah menjauh darinya malah jadi seperti ini"


Kanako mulai berlari lagi untuk menuju ke rumahnya....


"Ta dai ma"Ucap Kanako masuk kedalam rumahnya sangat sunyi " Okaa san... Otou san belum pulang"batin Kanako melihat isi rumahnya. Orangtuanya biasa pulang saat malam hari disaat dia sudah terlelap. Orangtuanya sangat sibuk jadi Kanako hanya bisa melihat Orangtuanya pada pagi hari.


Tapi biasa meluangkan waktunya untuk Kana disaat wekeend. Kanako membersihkan badannya di kamarnya dan keluar ke dapur untuk membuat makanan untuk dirinya.


Setelah itu dia kekamarnya dan mulai belajar..........


.....


...


.


Aria yang berhasil mendapatkan jalan untuk kembali ke rumahnya dengan bantuan orang lain yang dia tidak ketahui tapi dia sudah berterimakasih karena sudah menolongnya.


Aria masih belum mengetahui semua gedung ada ada disekolahnya sangat luas dan itu membuatnya biasa tersesat jika tidak ditemani oleh 3 MSV( Mai, Sin, dan Vu)


Malam harinya Aria tidak bisa tidur dan malah memikirkan Kanako. Untuk menyegarkan pikirannya Aria ke balkonnya untuk melihat bintang dan bulan yang ada di langit malam. Sangat menyejukkan dan terasa sangat dingin.


"Owh Aria chan seperti biasa kamu terlihat kawaii" Ucap seseorang di balkon sebelahnya. Melihat Aria memakai baju tidur yang sangat imut. Dengan motif bunga.


"Arigato hentai" memandang dingin lelaki yang tinggal di samping rumahnya.


"Kyaa dinginnya Aria chan, Hatiku sangat sedih melihat kamu bersikap dingin denganku di sekolah padahal kita tinggal di apartemen gedung yang sama"


"Tidak usah berteriak....Aku dengar suara kamu baka"


"Aria chan mau tidur denganku"


Aria langsung menunjukkan jari tengahnya.


"Aria chan sangat kazar"


"Sunakawa Kouki,cowok populer di kelas yang katanya sangat ganteng,pintar,dan banyak disukai oleh gadis di sekolah tapi dimataku kamu ini cowok yang sangat bajingan, kurang ajar, sok ganteng dan satu lagi tidak waras"


"Hahaha Aria chan hanya kamu yang tau...."


"Owh iya Ayahmu datang saat aku pulang pulang dari sekolah tadi"


Membuat Sunakawa yang mau berterima kasih karena Aria menjaga rahasianya dan malah mendengar nama seseorang yang tidak ingin dia dengar.


"Dia bukan Ayahku,jangan ikut campur dengan urusanku dan lupakan apa pun yang dia katakan" Lalu masuk kembali ke dalam kamarnya.


"Ehh malah menghindar, benar benar deh malah bikin gue khawatir juga tentang dia "guman Aria


Flasback On....


Aria yang baru sampai di apartemennya melihat seorang pria dewasa berada di depan pintunya.


"Sumimasen... Anda siapa?"Tanya Aria


Pria itu melihatnya dari atas sampai bawah...memperhatikan Aria


"Moshi moshi apa ini kantor polisi.... "


"Gomennasaii..... Apakah kamu dari Sma Tokypu "Ucapnya agar membuat Aria tidak salah paham dia hanya memperhatikan pakaian yang dipakai Aria.


"Owh ternyata..... aku kira anda orang mesum yang memperhatikan tubuh saya"balas Aria sebenarnya dia hanya pura pura menelpon seseorang


Orang itu langsung geleng - geleng kepala...


"Paman...mau bertemu dengan siapa dan berdiri di depan pintu rumah saya"


"Begini... Saya sedang mencari pemilik rumah disebelah rumah kamu..."


"Owh orang mesum itu"batin Aria


"Dari tadi saya menunggunya tapi sepertinya dia tidak bakalan pulang cepat hari ini"Ucapnya


"Paman, orang yang tinggal sebelah denganku itu biasanya bakalan pulang jam 10 malam atau 11 malam"


"Kenapa kamu bisa tahu,apa kamu temannya bisa jadi kan apalagi kalian satu sekolah"


"Itu Pama.... "


"Aria kenapa di depan pintu"Ucap Mama Aria yang keluar sambil mengendong adiknya.


"Gomennasaii,.."


"Mama... "


"Ehh anda siapa bersama anak saya"


"Paman ini kenalan Suna.....Mam"


"Owh gitu mari silahkan masuk,tidak baik jika kita berbicara diluar seperti ini"


Orang itu hanya bisa ikut karena ingin menanyakan beberapa hal pada Aria yang tinggal bersebelah dengan Sunakawa Kouki.


Aria mengambil adiknya dari gendongan ibunya dan membiarkan ibunya berbicara dengan Paman ini. Dan masuk kedalam kamarnya untuk berganti pakaian.


"Atan kamu disini dulu yah..."Meletakkan adiknya di ranjang miliknya"Onee chan bakalan ganti baju dulu yah main aja sama pim pom ini" adiknya hanya mengangguk pertanda setuju dan mengerti.


Muachhh"Pintarnya adik Onee chan"


Setelah berganti pakaian dan kembali kebawa."Ta ta ta O nee caan"Ucap Atan yang berada di gengam tangan Aria. Adiknya Atan sudah berumur 2 tahun sudah bisa berjalan dan berbicara walaupun kadang bicaranya masih belum jelas.


Aria duduk di sofa di dekat ibunya dan menatap Paman yang ada di depannya sedangkan Atan dia simpan di ditengah tengah ibunya dan dirinya.


"Aria...Dia Ayahnya Sunakawa Kouki"Ucap Ibunya membuat Aria menatap tak percaya bahwa Ayah Suna masih terlihat sangat muda yang dia kira abangnya Sunakawa.


"Hajimemaste watashi wa Aria Asanajaya desu."


Aria memperkenalkan dirinya sebagai bentuk kesopanan dan Ayah Sunakawa juga memperkenalkan dirinya bahwa dia orangtua Sunakawa.


"Aria san, Paman harap kamu bisa menjadi teman baik anakku. Ibunya dan aku bercerai membuatnya sangat tertekan dia punya kakak tapi ikut dengan ibunya. Suna ikut denganku tapi setelah saya menikah kembali dengan orang lain dia memilih tinggal sendiri dan tidak pernah mengunjungiku"


"Paman....Aria mengerti saya akan menjadi teman baik Sunakawa Kouki"


Flasback Off...


"Gue nggak nyangka hidup loe menderita seperti itu mesum. Pasti berat banget menghadapinya "batin Aria memilih tidur setelah mengingat kejadian tadi.


Ayah Suna menceritakan bahwa Suna adalah Anak kandung yang dia besarkan sendiri saat Suna berumur 13 tahun dan saat itu juga Orangtua Suna sudah bercerai dan Suna yang tidak mau menganggu kehidupan Ayahnya dan istri barunya memilih tinggal sendiri.


Ket:


Hentai : Mesum


Baka : Bodoh