You're Special

You're Special
Eps 26 Pertemuan....



Aru yang sedang berjalan - jalan memilih duduk di taman melihat sekelompok anak kecil yang sedang bermain di sore hari ini cukup ramai.


Pakaian yang dipakainya sangat mencolok semua serba hitam apalagi menutupi wajahnya. Membuat orang - orang berpikiran aneh dengannya dan memilih menjauhinya.


Walaupun Aru sudah duduk dari kejauhan anak anak yang sedang bermain.


Tiba - tiba saja ada anak kecil yang mendekatinya.....


"C ediih....." ucap anak kecil di depannya menunjuk dirinya. Aru bingung apa yang anak kecil ini katakan.....


Padahal banyak anak kecil takut padanya kenapa bisa ada anak kecil yang satu ini mendekatinya apalagi tidak menangis.


"Eluk eluk"merentangkan kedua tangannya dihadapan Aru. Aru malah seperti mengerti lalu mengendong anak kecil di depannya ini. Lalu anak kecil itu mengeratkan tangannya di leher Aru.


Seperti diberi kekuatan Aru merasa nyaman anak kecil ini memberinya pelukan.


"Ternyata benar anak kecil sangat sensitif dengan hati seseorang di sekitarnya"batin Aru. Aru mengeluarkan makanan yang ada di sakunya dan memberikan ke anak kecil yang sudah berada di pangkuannya.


"Apakah kamu menyukainya!?? "Aru bertanya dengan lembut dan dibalas anggukan. Aru merasa senang karena anak kecil ini seperti mengerti apa yang diucapkannya.


"Oichiii" guman anak kecil ini sambil tersenyum menatap Aru.


"Kawaii"batin Aru mendapatkan hal yang menyenangkan untuk pertama kalinya. Tapi dia tidak ingin berlama lama dengan anak kecil ini,jadi dia membawanya ke arah anak yang sedang bermain.


"Pergilah" Menyuruh Anak kecil itu pergi.Ada sedikit rasa kekecewaan saat melihat Anak kecil itu pergi ke arah gadis yang sedang duduk sambil berbicara dengan seorang bibi.


Aru terus melihat reaksi anak kecil itu dan berpikir mungkin gadis itu kakak dari anak kecil yang menemuinya.


Aru melihatnya dari balik pohon melihat gadis itu sangat senang bermain dengan anak anak yang lainnya setelah anak kecil itu mengajaknya.


Lalu setelah hari itu.... Aru jadi sering ke taman itu melihat anak kecil yang dia temui. Dan melihat gadis itu bermain bersama anak anak.


Anak kecil itu selalu saja datang menemuinya dan meminta biskuit yang sudah pernah dia kasih di hari pertama pertemuan mereka. Anak kecil itu selalu tahu dimana dia berada.


Lalu Aru mulai mengikutinya dari arah jauh untuk melihat tempat tinggal anak kecil itu yang pulang bersama dengan kakaknya.


Di bulan september yang sudah memasuki semester 2 dia tidak menyangka melihat gadis itu berkelahi untuk menyelamatkan cewek yang sering di tindas di sekolah tersebut.


Lalu dia mengarahkan gadis itu untuk keluar dari taman yang berada di belakang sekolah.


Dan dia juga tidak menyangka bahwa dia bisa bertemu di tempat permainan yang sering dia datangi mengajaknya bicara dan melihat anak kecil itu mau bermain dengannya.


Saat dia mulai menjalani proses pembelajaran lagi di sekolah. Dia jadi lebih sering memperhatikan gadis itu dan semakin membuatnya tertarik.


.


.


.


Masa kini....


"Aria aku senang bisa bertemu denganmu"guman Aru melihat Aria setelah mengingat semua kejadian yang membuatnya bisa merasa dekat dengan Aria sambil menyentuh wajah Aria yang sangat lelap tidurnya.


Tak lama kemudian...


Aria mulai membuka sedikit matanya dan merasakan tangannya kram juga kesakitan...


Aria mulai membuka matanya sepenuhnya dan mengumpulkan kesadaran dirinya.


"Aru"batin Aria melihat Aru tertidur di sampingnya. Selalu saja seperti ini melihat wajah setengah dari muka Aru yang tertidur. Aria mendekatkan wajahnya ke wajah Aru ingin sekali dia melihat semua wajah Aru yang membuatnya penasaran.


"Aru kamu membuatku sangat penasaran denganmu, kenapa kamu bisa membuatku ingin sekali berada terus dekat dengamu"batin Aria melihat wajah. Dia bangun karena merasa lehernya sudah mulai kesakitan karena tidur seperti itu dengan lama.


"Tunggu dulu sepertinya aku ileran deh"guman Aria mencium lengan bajunya.


"Aman ternyata aku cuma berkeringat saja"guman Aria lagi setelah memastikannya. Walaupun lengannya basah ternyata bukan ilerannya ‹•.•›


Aria berbalik melihat Aru ternyata masih tidur. Aria mulai mendekatinya .....


"Apa perasaanku saja tadi melihat Aru sudah bangun"batin Aria. Dengan ide konyol Aria mendekati wajah Aru dan mulai mencium dahi Aru. Dan turun kebawah.......


Aru mundur kebelakang dan ahhh brukkkk jatuh ke samping.....


Aria ikut terjatuh karena hilang keseimbangan dan menimpa Aru yang sudah berada di bawahnya....


"Aduh... " Aria memegang dahinya yang tertumpuk di dada Aru dan tangan satunya lagi memegang dada Aru.


Dia lalu menatap wajah terkejut Aru dan dia juga sangat terkejut bisa melihat wajah Aru semuanya satu kata Tampan. Melihat muka merona Aru dan Aria juga mulai merona.


Apa yang sudah dilakukannya.....


Aria berdiri lalu kabur dari rumah kaca meninggalkan Aru.


"Aria apa yang sudah kamu lakukan tadi"guman Aru menutupi wajahnya yang memerah tidak menyadari bahwa Aria sudah melihat semua wajahnya.


Huh menghela napas .... Aria lari sangat cepat malu dengan tindakannya sendiri.


"Jantungku berdetak sangat kencang"Ucap Aria memegang dadanya dengan mukanya yang sangat merah."Apa yang kulakukan tadi sih"memukul kepalanya sendiri.


1 minggu berlalu sejak kejadian itu.... Hubungan pertemanan Aria dengan Suna malah tidak kunjung membaik. Suna sering mengabaikan Aria saat Aria mengajaknya bicara dan saat di Apartemen Suna biasanya selalu tidak ada.


Yang membuat Aria tidak nyaman lagi adalah saat melihat Aruko Yoshida selalu membuatnya mengingat kejadian yang telah dilakukannya dan dia berusaha tetap tenang walaupun kadang sering membuat mukanya tiba tiba memerah.


Dan hari ini adalah hari yang spesial Aria beserta temannya sedang menikmati hari libur dan mengikuti festival.


"Kana siapa yang kita tunggu?" Tanyak Aria katanya Kana akan kedatangan teman dari kenalannya dan Aria juga sudah mengenalnya.


"Itu dia"Tunjuk Kana dibelakang Aria. Kana merasa seperti senang dengan kehadirannya.


Aria berbalik melihat siapa orang yang membuat Kana senang. Aria membuka mulutnya tidak percaya orang yang dilihatnya dan melihat Kana.


"Sejak kapan?"guman Aria...


"Konnichiwa"Ucapnya ke Aria dan Kana.


"Konnichiwa"balas Aria dan Kana bersamaan.


"Itu aku juga mengajak temanku, Dia....."melihat temannya yang seperti pangling melihat Kana dan Aria. "Astaga dia seperti orang bodoh saja"batinnya menyenggol bahu temannya.


"Hajimemaste watashi wa Ryuchi Osamu tomodachi Akemi Futoro"Ucapnya gugup dia tidak menyangka Akemi temannya bisa berteman dengan 2 cewek cantik.


"Watashi Kanako Mikura desu"balas Kana tersenyum


"Aria Asanajaya desu panggil aja Aria....senang bisa mengenalmu Ryu"balas Aria juga. Ryu sangat senang ada cewek yang memanggil namanya dengan akrab.


Akhirnya Aria dan Kana menikmati festival yang mereka datangi dengan ramai dengan ditemani oleh Akemi dan Ryuchi.


Mereka menikmati acara tersebut dengan bahagia. Namun mereka berpisah karena terlalu ramai dan Aria dengan Ryuchi sedangkan Kana dengan Akemi.


"Ryu aku sudah memberi pesan ke Kana dia berada sangat sisi sana cukup jauh dan Akemi bersama dengannya "ucap Aria. "Tapi tidak apa - apa kita akan bertemu mereka berdua di pintu depan nantinya"


"Ryu ayo kita kesana bermain permainan itu"Ucap Aria menarik Ryu...


"Ini rasanya di pegang oleh wanita"batin Ryu senang.


.


.


.