You're Special

You're Special
Eps 41 Kediaman YY



Aria dan Papahnya sudah sampai di depan gerbang pintu yang sangat besar.


"Maaf,urusan apa yang anda inginkan datang ke kediaman Yoshida?"Tanyak penjaga gerbang.


Aria yang kaget melihat kediaman di depannya menghiraukan Papahnya yang berbicara dengan penjaga pintu gerbang tersebut.


Halaman yang sangat luas ada berbagai macam tumbuhan dan bunga yang mengelilinginnya. Aria mencari pohon yang sangat membuatnya penasaran untuk datang melihatnya dulu.


Aria mencarinya dengan berbolak balik dari balik kaca mobil. Sedangkan Papah Aria melihat anaknya hanya tertawa berpikir bahwa anaknya baru pertama kali melihat tempat yang sangat menakjubkan ini.


Mobil yang dikendarai oleh Papah Aria dan Aria berhenti di depan rumah yang sangat mewah terlihat modern bercampur klasik mungkin untuk rumah ini bisa dibilang Wow.


"Gila kek istana jaman dulu aja nih rumah"Guman Aria kecil keluar dari mobilnya bersama Papahnya.


Saat mereka masuk sudah disambut oleh pelayan yang memakai pakaian Maid dan juga tradisional. Mereka diajak ke tempat ruangan yang berbeda,Aria merasa ada yang jangkal apa Papahnya menyembunyikan sesuatu darinya. (◐∇◐*)


"Silahkan masuk Nona!!" Aria masuk kedalam ruangan berisi pakaian yukata/kimono yang sangat mewah dan berwarna cukup cerah.


"Yang mana pilihan anda Nona,dan saya akan membantu anda memakaikannya" Ucap Pelayan tersebut. Aria tidak mengerti apa yang sedang terjadi saat ini..Kenapa harus memakai pakaian yang terlihat ribet ini lagi. Pernah dia memakainya sekadar mencobanya saja tapi membuatnya sangat tidak nyaman dan juga terasa berat dibadannya. Mengingat dirinya saat saat pertama kali datang ke Negara J.


"Sumimasen... Kenapa saya harus mengganti pakaian saya? " Tanyak Aria sopan


"Sudah seharusnya Nona....Itu sudah peraturan yang ditetapkan hari ini. Agar semua wanita dan pria yang berpartisipasi harus mengenakan pakaian ini"Balas Pelayan wanita tersebut.


Aria berpikir orang yang masuk ke kediaman YY ini harus memakai pakaian ini untuk bertemu dengan sang pemilik rumah tersebut.


"Baiklah aku memilih yang ini!! " Aria memilih pakaian yukata/kimono yang terlihat sederhana dan juga sepertinya kainnya cukup ringan.


"Pilihan yang bagus Nona... " Ucap Pelayan tersebut." Saya akan membantu anda bersiap"


25 menit kemudian Aria sudah didandani oleh para pelayan dan Aria dibawa ke lantai atas. Aria yang melihat pintu masuknya yang sangat mewah tapi memberikan perasaan tidak nyaman.


"Silahkan masuk Nona dan ini nomor anda" Aria yang diberikan nomor yang berangka 100 dan pintu besar tersebut terbuka.


⊙_⊙ Aria melongo tak percaya apa yang dilihatnya banyak sekali cewek cantik di dalamnya yang memakai pakaian dengan model yang sama dengannya apalagi jada beberapa yang melihatnya ke arah pintu terbuka tersebut.


"Masuklah Nona" Kata Pelayan tersebut Aria melangkahkan kakinya masuk ke ruangan tersebut dengan wajah tertunduk. Dan pintu tersebut tertutup kembali.


"Dasar Papah Laknat *******************" Batin Aria


Acchhhuuu......


"Apakah anda baik baik saja Tuan Ais Asanajaya!!"


"Hahaha iya saya tidak apa - apa" Balasnya


"Pasti anakkku sudah mengutukku"batin Ais Asanajaya merasa tidak bersalah pada anaknya yang ternyata untuk mengikuti pencarian jodoh┐(´д`)┌.


Kembali ke Aria....


Aria yang masih menundukkan kepalanya sambil mulut cemang cemong mengutuk sang papah karena sudah membohonginya.


"Aria....Aria.... " Menyapa Aria " Ter...nyata iiiini kkaamu" takut melihat wajah Aria yang marah seperti ingin memakannya. Σ(⊙▽⊙")


"Apakah aku salah orang!!!" batinnya takut.


"Mai chan ternyata kamu" Melihat teman sekelasnya.


"Ternyata benar Aria.... " Ucap Mai " Kamu sangat cantik memakai pakaian Yukata" Puji Mai.


"Aku ingin duduk kepalaku sakit dibuat olehnya (Papahnya) " Ucap Aria lalu pergi duduk di kursi yang tersedia.


"Aria ini Teh Hangat untukmu"


"Arigato Mai chan" Mai duduk di kursi sebelah Aria.


"Aku sangat terkejut melihatmu ikut berpartisipasi Perjodohan Keluarga YY"


"Jadi ini benar benar mencari pasangan" Aria melihat para gadis yang ikut berpartisipasi malahan terlihat seperti Harem.


"Aria lihat cewek yang arah jam 7"


"Wow dia sangat cantik"


"Dia itu artis papan atas dan juga orangtuanya seorang pengusaha sukses"


"Lalu Arah jam ******* blah blah blah blah blah blah blah blah" Aria yang mendengar Mai banyak mengetahui beberapa gadis yang mengikuti partisipasi tersebut terheran dan kagum apalagi yang ikut serta latar belakangnya bukan kaleng kaleng.◐.̃◐


"Stop stopin Mai bagaimana kamu bisa mengetahuinya" menatap wajah Mai....


Heh heh " Itu karena aku .........


"Perhatian untuk para Nona Nona cantik....."


"Aria sepertinya acara sudah dimulai ayo kita kita kesana"


Basa basi..................(¬_¬) Aria yang mendengar dan melihat malas dia berharap untuk segera pergi dari sini untuk apa juga Papahnya melakukan ini. Berbeda dengan Mai yang matanya berseri seri.


"Aku tidak sabar melihat Pangeran Aozan Yoshida"kata Mai. "Katanya jika kita melihatnya akan langsung terpanah dan tidak akan berpaling darinya apalagi dengan kekayaan yang mereka miliki sangat berlimpah"


"Mai chan kamu terlalu melebih lebihkannya aku ingin.... "


"Mari kita sambut yang menjadi bintang malam ini Aozan Yoshida Sama"


Dengan suara langkah kaki yang begitu anggun,beribawa naik ke atas panggung dan duduk di tengah tengah kursi yang sudah disediakan layaknya seorang raja yang memasuki tahtanya.


"Kyaaaaa Aozan Sama"


"Tampannyaaaa"


"Biarkan aku yang menjadi pasanganmuu"


Teriakan teriakan histeris para gadis yang berada di bawah.


"Ehhh apakah aku pernah melihatnya"batin Aria melihat Aozan Yoshida.


"Baiklah Para Nona. Mohon untuk tenang Aozan Sama anda sangat menakjubkan membuat para gadis kagum denganmu"


"Kyaaa Aozan Sama melihatku"


"Hei dia melihatki tau"


"Kyaaa Aria dia melihat ke arah kita"


"Hei dia melihatku bukan dirimu" menatap tajam Mai....


"Semuanya tenang....Siapapun yang akan terpilih menjadi pasangan Aozan Sama akan sangat beruntung...Tapi keberuntungan saja tidak cukup melainkan dengan tantangan yang akan diberikan Aozan sama sendiri"


Aria mengangkat tangannyaa.....


"Iya ada Nona yang disana yang sedang mengangkat tangannya" Aira malah jadi sorotan.


Ehemmm... "Maaf saya ingin ke kamar kecil dan saya sudah tidak bisa menahannya"


"( ̄. ̄)


"Ehe he itu Nona tapi acaranya sudah dimulai apakah anda tidak bisa menahannya,jika anda keluar dari ruangan ini maka anda akan tereliminasi"


"Tidak apa - apa.....Saya tidak bisa la lagi melanjutkannya......T o long bawa saya keluar... saaaya tidak ingin... "


"Baik baik baik Nona.. Tolong bawa Nona ini keluar " Aozan Sama sepertinya tidak terlalu peduli padanya.


"Mai chan Ganbattee" Menyemangiti temannya " Minna san Ganbatte nee" Ucap Aria lagi melihat yang lainnya lalu keluar dari balik ruangan tersebut.


Aozan melihatnya dengan tatapan datar.


"Yahh dia kasihan sekali malah sudah gugur di awal apalagi menyemangiti saingannya"


"Iyaa kasihan sekali dia yah"


"Siapa nama gadis itu? "Tanyak Aozan pada Pembawa Acara tersebut..


"Itu Aozan Sama. Dia bernama Aria Asanajaya putri dari Ais Asanajaya dari Negara I sudah 5 bulan tinggal disini"


"Baiklah lanjutkan......"


"Aku juga tidak kekurangan wanita"batinnya melihat para wanita cantik yang ada di bawahnya.


Aria yang sudah bawah ke ruangan lain. Tertawa dalam hati dia tidak menyangka akan semudah ini.


"Nona silahkan"


"Arigato gozaimas.....Jika saya ingin mengambil barang saya dimana ruangannya aku melupakan tempatnya "


"Saya akan mengantar anda Nona"


"Baiklah aku masuk dulu" Aria masuk ke dalam kamar kecil ( Tolilet )


.


.


.


Aria tidak menyangka Kediaman ini sangat luas dan benar benar menakjubkan. Aria sudah mengganti bajunya ke sedia kala dan sedang diarahkan menuju ke halaman belakang untuk menemui Papahnya.


Tapi Aria malah terpisah dengan Pelayan yang tadi mengantarnya untuk dia ikuti. Dia pun tersesat .......


"Aduh karena terlalu kagum dengan tempat ini malah tersesat. Ruangan dalam kediaman ini benar benar sesuatu seperti berada dalam labirin yang sangat besar"


"Nona apa yang kamu lakukan disini?" Tanyaknya melihat gadis yang sedang berkeliaran di kediaman.


"Aha itu saya tersesat...." Aria berbalik melihat sosok yang mengajaknya berbicara.


"Anda sangat cantikkkk" Ucap Aria kecoplosan memegang mulutnya.


"Saya sangat senang mendengarnya Nona, Apakah anda ingin menemani saya dulu....."


"Tentu tentu saja...." Aria langsung mengiyakan.


Belum saja dia menyelesaikan ucapannya sudah di iyakan oleh Aria.


"Baiklah temani saya duduk di luar sana"


"Tentu tentu...."


.


.


.