
"Kemana dia pergi"guman Aria memilih berhenti istirahat tidak bisa mengejarnya dan kehilangan jejak.
"Aria" Teriak Kana menyusul Aria
"Kemana orang itu"Ucap Ryu
"Kalian semua lari sangat cepat"Akemi yang baru datang
"Orang itu sudah pergi, sebaiknya kita juga pulang aja" Ucap Aria
Pada akhirnya mereka memilih pulang karena waktu sudah menunjukkan 9 malam.
"Sampai ketemu besok di sekolah"Ucap Ryu,Akemi dan Kana berpisah dengan Aria.
.
Keesokan harinya.......
Di dalam kelas banyak yang menatap Aria yang baru saja datang dan langsung menghampiri Aria.
"Aria chan sugoii,kamu sangat jago bermain catur, menembak, dan banyak permainan yang kamu menangkan kemarin"Ucap teman sekelas Aria.
"Aria Kakkoi ne"
"Aria ajari kita dong"
"Ehh minna darimana kalian..... "
"Yuru san yang melihatmu kemarin dan merekam aksi permainanmu Aria"Ucapnya memotong perkataan Aria yang baru mau bertanyak.
"Iya lihat ini semalam dia mengirimnya di grub kelas"
Teman sekelas Aria bersemangat menyambut kedatangan Aria dan mempertanyakan kejadian kemarin.
"Aria siapa orang yang kamu tarik itu"
"Iya apakah kamu mengenalnya"
Bel berbunyi menandakan pelajaran akan dimulai.....
"Aria kamu harus menceritakannya sebentar"Ucap Mai
"Iya Aria "
Para murid yang mengira Sensei yang masuk ternyata Aruko Yoshida. Aria berdiri dari kursinya dan berjalan ke hadapan Aru.
"Apa yang dilakukan Aria kenapa dia menghadangnya"bisik teman sekelasnya yang masih di meja Aria melihat Aria yang tiba tiba berdiri dan menghampiri Aru.
Aria menatap Aru ....
"Semalam itu kamu kan? "Tanyak Aria tapi malah diabaikan oleh Aru. Ingin lewat disamping Aria tapi di tahan. "Bisakah kamu menjawabku"
"Ada apa dengan Aria"bisik teman sekelas lainnya bertanyak tanyak.
"Pergilah dari hadapanku, dan jangan mengangguku"Balas Aru dingin menggeser tubuh Aria untuk melewatinya. Aria yang baru pertama kali mendengar suara Aru dan mendapatkan penolakan besar terdiam sejenak.
"Daisuki dayo" Teriak Aria tiba tiba
Aru berhenti dan suasana kelas menjadi hening mendengar pernyataan Aria
"Aku tahu kamu selalu membantuku, apalagi semalam itu kamu kan saat aku menarikmu dari kerumunan orang - orang . Aku tahu postur tubuh dan pakaian yang pernah kamu pakai saat di mall hari itu. Aku menyukaimu maukah kamu.... Menjadi temanku.... Onegaii"Ucap Aria menunduk
Tiba tiba saja pintu terbuka
"Ohayou Minnasan"Ucap Sensei yang baru masuk ke kelas dan melihat suasana yang sangat hening.
.
.
Istirahat.....
"Aria chan,kamu bikin kita kaget tadi"Ucap Mai
"Iya,aku kira kamu menyukainya karena suka dengannya" sambung Sin
"Aku juga berpikiran sama denganmu" balas Vu menyetujui ucapan Sin
Aria tahu perkataannya tadi membuat teman sekelasnya salah paham tapi...
"Minna aku tahu kalian takut dengan Aru tapi dia sebenarnya sering menolongku"Ucap Aria membelah Aru.
"iee Aria. Apa kamu tahu dulu dia itu sering sekali membuat keonaran apalagi buktinya dulu dia membuat teman sekelas kita pindah dan menyakitinya" Ucap Vu
"Apakah kalian melihat kejadian saat itu? " Tanyak Aria tapi mendapatkan respon yang aneh dari teman temannya.
"Kita tidak melihatnya langsung tapi ada anak sekelas lain yang melihat kejadian itu dan melaporkannya ke guru" jawab Sin
"Lalu rumor dia menyakiti cewek bagaimana dengan itu apakah ada buktinya? "
"Itu..... " mereka saling bertatap Mai,Vu,Sin mereka memang tidak punya buktinya tapi rumor itu ada.
"Kana chan,Riko chan apakah kalian pernah melihatnya menyakiti perempuan? " Tanyak Aria lagi karena Kana dan Riko yang hanya diam mendengarkan.
Lalu Kana dan Riko hanya menggelengkan kepalanya mereka memang tidak pernah melihat kejadian itu dan juga tidak pernah melihat Aru melukai wanita maupun menyakitinya.
"Tapi, Aria aku pernah melihat ada cewek di depannya yang jatuh tapi dia malah mengabaikannya"
"Ya, seharusnya dia kan membantunya"
Aria tidak tahu lagi yang artinya Aru memang sangat dijauhi oleh para cewek yang ada di sekolah.
.
Setelah itu ......
Aria mulai mengajak Aru berbicara,menyapanya setiap hari walaupun sering diabaikan dan tidak pernah dijawab oleh Aru.
" Aru sampai jumpa besok" Ucap Aria membalikkan badannya menyapa Aru. Dari bangkunya. Juga tidak lupa tersenyum manis. Pelajaran hari ini telah selesai.
"Kana chan ayo...." Ajak Aria.
Walaupun Aria sudah mulai mengajak Aru berbicara dan sering menyapa. Teman sekelas selalu membisikkan kata-kata yang kurang menyenangkan. Tapi Aria lebih mengabaikannya.
"Aria apakah hubunganmu dengan Suna belum baikan?" Tanyak Kana karena Aria sudah jarang berbicara dengan Suna beberapa minggu ini.
"Aku sudah baikan dengannya sejak lama"Balas Aria. Apalagi mengingat dirinya sering menganggu Suna jika di apartemen. Aria hanya tidak ingin terlalu memperlihatkan dirinya terlalu dekat dengan Suna jika di sekolah.
"Yukatta ne"
"Kana chan besok hari ultahmu,bagaimana dengan hubunganmu dengan Akemi aku lihat kalian...... " Aria merasa ada sesuatu dengan Kana dan Akemi. Padahal Akemi kan....
"Aria bagaimana kamu tahu besok hari ultahku"balas Kana yang tidak mendengar nama Akemi karena saking terhuranya mengetahui bahwa Aria tau Ultahnya.
"Aria"Teriaknya pergi menghampirinya
Kana dan Aria berbalik badan melihat siapa yang memanggilnya.
"Suna..... ternyata benar Aria sudah baikan dengannya "batin Kana melihat Suna menghampiri mereka.
"Suna,Kenapa kamu berada disini. Bagaimana dengan latihanmu? "
"Belum selesai tapi Aria besok adalah pertandinganku maukah kamu datang menonton pertunjukannya"Ucap Suna berharap akhir akhir dia sangat sibuk dengan clubnya yang akan bertanding.
"Apakah besok?"
"Ya... Maukah kamu datang,kamu juga bisa mengajak Mikura san" Balas Suna melihat Kana disamping Aria.
"Dia melihatku aku kira dia hanya memperhatikan Aria" batin Kana ingin tertawa karena mata Suna hanya terus melihat Aria.
"Aku akan datang dengan Kana besok"Ucap Aria memeluk Kana dari samping.
"Yes"batin Suna merasa senang.
"Ahh... Iya Suna bolehkah aku mengajak teman yang lain"
"Tentu" Balas Suna. Suna berpikir Aria akan mengajak teman sekelas yang lain menonton tapi......
.
.
.