
Keesokannya Aria seperti biasanya mengobrol dengan temannya sebelum pelajaran dimulai dia juga sambil menunggu kedatangan Aru yang biasanya akan masuk ke kelas jika bunyi bel akan dimulai.
Bel sudah berbunyi tapi guru belum masuk kekelas. Aru sudah ada di kursinya duduk sambil tidur di mejanya. Tiba - tiba saja teman cowok sekelas tidak sengaja mendorong teman yang bermain dengannya dan mengenai Aruko Yoshida.
Aruko yang terbangung dan memandang teman sekelasnya....
"Gomennashai" Ucapnya sambil tunduk dan takut...
"Hei tidak usah minta maaf padanya"Ucap teman yang tadi mendorongnya.
Karena melihat tingkah Aruku akhir akhir ini hanya diam dan tidak ada yang peduli dengan keberadaannya. Dia berani melihat Aruko.
"Apaan lihat - lihat"Sambungnya lagi karena dilihat oleh Aru.
"Woii kamu mau dipukul yah"Ucap temannya yang takut.
"Kamu itu tidak pantas sekolah disini, lihat muka kamu saja sudah penuh luka setiap hari pasti selalu berkelahi diluar sana kan.
"Hei hentikan" ucap temannya
"Tidak usah takut dia itu tidak normal kita juga tidak pernah melihat matanya sebelah pasti mata satunya terluka parah dan udah buta Hahahahah"Ucapnya malah memprovokasi Aru.
Teman sekelas yang lain ada yang membenarkannya dan hanya menontonnya.
Aru yang dijelek jelekkan dan baru saja selesai dalam pengawasan tidak tahan ingin memukulnya.....
"Yoro kun hentikan ucapanmu itu jika kamu tidak ingin minta maaf tidak usah mengatakan hal seperti itu..... "Ucap Aria berdiri di hadapan Aru.
"Dan tidak seharusnya kamu menjelek jelekkan dia dengan tidak meminta maaf kan"
"Aria chan jangan di dekatnya"Menarik tangan Aria untuk berdiri di dekatnya dan tidak mendengar ucapan Aria. "Dia itu orang yang sangat kasar dan dia juga sudah pernah memukulku" Ucap Yoro.
"Aku masih belum membalasnya"guman Yoro melihat Aru.
"Aku pernah dengar bahwa kamu itu anak yang dibuangkan,ibumu mati karena sudah melahirkanmu "Ucap Yoro dan mendapat bogeman dari pukulan Aru.
Aru sangat sensitif mengenai ibunya. Aru terus memukulnya dan Aria malah tersungkur ke lantai karena dorongan.
Kelaspun menjadi heboh seketika dan ketua kelas yang baru datang bersama dengan Sensei melihat hal itu.
"Aria chan apa kamu tidak apa - apa" Ucap Suna membantu Aria bangun. Aria mengangguk dan melihat Aru sedang dilerai oleh temannya dan sensei yang akan mengajar hari ini.
"Aria chan tangan kamu terluka"Ucap Kana melihat telapak tangan Aria tergores dan keluar darah yang hanya sedikit.
Suna langsung ke arah Aru dan memberikannya pukulan
"Sial kamu melukai Aria"
Bukkk...
Sensei yang melihat Suna emosi dan teman teman kelas yang lain kaget melihat reaksi Suna. Yang pertama kali melihatnya marah.
Aru malah tidak membalas pukulan Suna.
"Suna hentikan aku tidak apa - apa" Aria menarik Suna untuk menghentikan pukulannya.
"Suna kun berhenti"Ucap Waka Sensei yang baru datang. Suna langsung berhenti karena tarikan keras dari Aria dan mendengar suara wali kelasnya.
"Suna kun, Aruko,dan Yoro kalian ke ruangan Sensei"Ucap Waka Sensei.
Uks...
"Lukamu tidak terlalu parah Sensei sudah mengobati lukamu supaya tidak terinfeksi"
"Arigataou Sensei"Balas Aria
Padahal hanya luka goresan dan Kana malah terlalu khawatir jadi membawa Aria ke Uks.
Sedangkan di ruang guru....
"Jelaskan apa yang terjadi dengan kalian" Waka Sensei memperhatikan Suna, Aru dan Yoro.
Yoro yang berbicara menyalahkan Aru sedangka Aru hanya diam difitnah oleh Yoro. Jadi maksudnya Yoro membalikkan fakta dan menuduh Aru.
"Sunakawa Kouki kenapa kamu memukul Aruku Yoshida? " Suna diam tapi dijawab oleh Yoro kun. "Itu Sensei Aru juga melukai Aria Asanajaya"Ucapnya tertatih
Dia yang sudah mendapatkan bogeman dari Aru. Walaupun kesakitan tapi dia senang bahwa Suna memukul Yoshida.
"Baiklah saya akan memberikan kalian bertiga hukuman untuk membersihkan toilet lelaki yang ada disekolah ini selama 2 hari lakukan setelah sekolah selesai. Yoro kun kamu pergilah dulu ke uks dan obati lukamu" keputusan Waka Sensei
"Kamuu...Yoshida kun ini peringatan untukmu?"
.
.
.
.
Sepulang sekolah....
Suna,Yono,dan Aru melakukan hukuman yang diberikan padanya. Dan membersihkan tempat lokasi yang berbeda.
Aria yang mencari Suna tapi malah di tempat Aru berada.
"Suna kun"Ucap Aria masuk kedalam toilet pria karena dia memang ingin menunggu dan pulang bareng dengan Suna.
"Apa masih lama"ternyata melihat Aru
"Ehhh tidak sakit"Gumannya pelan sambil menutup mata dan membuka matannya melihat Aru di depannya.
Aru menolong Aria yang hampir mengenai tembok di kepalanya untung aja Aru cepat bereaksi dan tangannya melindungi kepala Aria.....
Aria yang baru melihat wajah Aru dengan dekat melihatnya sangat jelas bibir, hidung, alis, mata,lentikan bulu matanya. Membuatnya terdiam walaupun hanya sebelah matanya yang dia lihat tapi dia seperti terhipnotis olehnya.
Aruko yang juga melihat wajah Aria dari dekat membuatnya terdiam dan mengamatinya.
"Aria" Teriakan seseorang yang membuat Aru tersadar lalu mundur.
"Aria chan kamu kenapa disini"Ucap Suna melihat Aria dan tidak melihat Aru yang telah pergi entah kemana.
"Aria chan kamu tidak apa - apa"Melihat Aria hanya bersandar di tembok. Aria hanya menatap Suna dan tersenyum kecil.
"Ayo kita pulang"Ajak Suna.
Lalu Aria dan Suna keluar dari toilet tersebut. Mereka kembali ke ruang guru untuk melaporkan hukumannya..
Dalam perjalanan pulang Aria mengobrol dengan Suna.
"Aria apa kamu tadi mencariku dan malah salah lokasi tempat aku dihukum?"
"Iya,tadi aku mencarimu"
"Suna kenapa kamu memukul Aru?"
"Dia melukaimu jadi aku hanya membalasnya"
"Arigato tapi kamu salah memukul seseorang S u n a kun"Ucap Aria melihat Suna bingung.
"Yang mendorongku itu Yono,jadi seharusnya dia yang kamu pukul emmmm.... Itu juga aku sok sih melerai mereka"Senyum kecut Aria . Aria mengingat saat dia ingin melerai Aru dan Yono bertengkar.
Inilah yang Suna sukai dari sifat Aria. Aria sering mengomentari dirinya sendiri dan mengakui kesalahan yang dia perbuat. Namun terkadang jika sifat usilnya kambuh malah sangat parah.
"Aria chan,aku kan sudah memperingatimu jangan terlalu mencampuri urusan orang lain dan ibumu menyuruhku menjagamu jadi dengerkan perkataanku"
"Aduh... Mama bilang seperti itu"batin Aria merasa aneh dengan Mamanya.
Sepertinya akhir akhir ini Aria merasa dirinya terlalu kalem dan feminin di depan Suna dan Kana. Jika saja ada Abangnya pasti sudah pergi bermain dan berpetualang yang sangat menyenangkan.
"Suna.... berapa hari Waka Sensei memberimu hukuman?"Tanya Aria saat ini mereka sudah sampai di apartemen dan masuk kedalam lift.
Suna menekan angka naik ke lantai 5.
"2 hari "
"Kenapa tidak sebulan aja"Guman Aria
"Gila kamu mau aku kerja parodi yah"
"Ahahah canda Suna. Tapi aku senang kamu sudah berubah"
"Berubah maksudnya?"
Keluar dari lift dan menuju ke apartemennya. "Ehh Aria apa maksudmu?" menyusul Aria yang berjalan keluar duluan.
"Tadaima"Ucap Aria masuk kedalam apartemennya bersama dengan Suna.
"Okairi"Balas Mama."Kalian akhirnya pulang sudah malam sekali kalian pulangnya"
"Itu Ma... Suna diberi tugas tambahan sama Sensei jadi dia lama deh"Jawab Aria.
"Ow gitu, yaudah kalian makan malam aja berdua. Papa sama Mama sudah makan tadi"Ucapnya lalu pergi ke kamarnya
Karena waktu sudah menunjukkan pukul 08.20 malam. Saat Suna diberi hukuman dia menghabiskan waktu kurang lebih satu jam. Dan sesudah itu diberikan tugas tambahan dari Sensei. Makanya mereka terlambat pulang apalagi perjalanan mereka untuk sampai ke apartemen.
Suna yang selalu diajak makan dengan keluarga Aria sudah tidak canggung lagi.
Dan mulai memperhatikan Orangtuanya dan serta menghubungi Kakaknya.
Makan Berdua.....
"Suna kun makanmu makin banyak. Tambahin lagi supaya kamu gemuk. Kamu kelihatan kurus" Ucap Aria sambil makan dan memberikan lauk pauk ke mangkok makanan Suna.
Etika makan sambil berbicara itu hal tidak baik di J tapi jika hanya di keluarga Aria tidak terlalu mempermasalahkannya jika bukan di acara besar keluarga atau acara acara lain.
Suna juga jadi terbiasa dengan suasana keluarga Aria yang biasa mengajak seseorang bicara sambil makan.
"Kamu juga"balas Suna memberikannya lebih banyak.
Aria menelan ludah.... "Ini mah terlalu banyak" pikir Aria melihat Suna memakan makanannya sambil tersenyum.
"Muka Aria lucu"batin Suna.
Tapi Aria tetap memakannya. Suna jadi tahu makanan favorit Aria dan sudah banyak mengetahui kesukaan Aria.
Setelah makan bersama.Aria fokus belajar dan Suna kembali ke apartemen miliknya walaupun dia kadang bakalan saling berbicara lagi saat tengah malam di balkon dan melihat Aria makan cemilan malam sambil melihat bintang yang ada di langit serta melihat bangunan yang ada.
.
.
.
.
.