You're Special

You're Special
Eps 54 Kencan Part 2



Happy Reading.(*>.<*)


"Ehem.. Begini Acca..... "


"Apaan bikin penasaran saja. Bilang aja!!! " Duduk di samping Aru menunggu penjelasan.


Aru yang melihat tubuh Aria mengingatkannya kejadian semalam apalagi dengan efek suara yang tidak kedap suara dari ruangan sebelah.


"Aru,kenapa yah telinganya memerah"batin Aria walaupun mukanya juga tapi Aru sedang menutupi sebagian mukannya.


"Aru ada apa!?" Aria memegang wajah Aru dengan kedua tangannya untuk saling berhadapan satu sama lain. Karena Aria merasa Aru tidak ingin melihat wajahnya.


Aria yang melihat wajah Aru merasa sangat terkesima,wajah yang dulu Aru sering tutupi sekarang terlihat semua karena permintaannya untuk memotong rambutnya.


Aru memegang tangan Aria lalu menciumnya. "Acca....Tempat ini tidak sesederhana yang kamu kira, dan saat kita memasuki tempat ini terdapat surat yang kita tanda tangani untuk menjaga privasi tempat ini" Aria hanya mengangguk bahwa dia tahu ini bukan pertama kalinya dia kesini.


"Kamu tahu,kenapa disini disimpan banyak tisu" Aria menggeleng "Tempat ini.... " Aria menutup mulut Aru..


"Aru kamu terlalu bertele tele aku itu butuh jawaban bukan penjelasan" Kata Aria untuk membuat Aru paham dengan perkataannya.


Tanpa tidak disengaja tangan Aria yang menurunkan tangannya malah menekan milik Aru.


Emmmm "Aru..... "Melihat wajah yang panik.


"Itu Acca Ari a aku aku tidak memikirkan hal mesum "


Aria yang memutarkan otaknya menahan suara jeritan, suara cewek..... Otaknya mengingat kejadian semalam apa yang dilakukannya dengan Aru. Blushhhhh.....mukanya memerah padahal saat kencan dia berusaha tidak mengingatnya malah ditempat ini malah membuatnya teringat.


Aria berdiri "Aku ke kamar kecil dulu " Ucap Aria lalu keluar dari ruangan tersebut.


Sepanjang Aria berjalan dia bisa mendengar suara jeritan wanita dari beberapa ruangan. "Ternyata ini yang dimaksud privasi. Tapi yang datang disini rata anak sekolah dan kuliahan bukannya untuk membaca komik dan menonton anime makanya tempat ini cukup mahal untuk memesan ruangan apalagi disini sangat cepat terdapat versi terbaru comik selanjutnya. 〒_〒"


Aria yang di dalam kamar kecil pun mendengar suara aneh. "Sebaiknya kembali saja deh" Kata Aria kembali ke ruangannya


"Aru ayo kita pulang saja" Ucap Aria tidak ingin ditempat ini lagi. Orang - orang berada disini terlalu terbuka.


Mereka keluar dari tempat tersebut tapi tidak tahu lagi ingin kemana "Acca apakah kamu mau bermain Game LAC" Kata Aru untuk membuat suasana baru karena melihat wajah Aria yang setengah tidak percaya dengan motif di balik layar tempat tersebut.


Aria mendengarnya berseri seri mengangguk pertanda setuju. Permainan yang baru saja dirilis 5 hari yang lalu dan dia tidak mendapatkannya karena permainannya sangat terbatas apalagi ada produk dreescodenya.


Aru lalu membawa Aria ke tempat biasa dia datangi untuk menyendiri yang tidak jauh dari tempat mereka saat ini.


Aria yang melihat rumah di depannya "Rumah ini bukannya sudah 7 tahun tak berpenghuni juga berangker" Aria menatap tajam Aru bahwasannya ini rumah mengingatkannya dulu pernah mencari tempat tinggal Aru.


Aru yang seperti ditatap Aria seperti ingin dilahap membuatnya mengingat bahwa Aria pernah kesini untuk mencari keberadaannya.


Tapi orang - orang disini yang tinggal adalah orang - orang pribadi dari Neneknya untuk menjaganya dan membuat cerita tentang tempat ini tidak memiliki penghuni dan berangker. Padahal hanya rumah biasa yang isinya berbagai permainan game juga koleksi gamenya Aru yang diberikan oleh Neneknya. Apalagi dia sering datang mengunjunginya.


"Acca maaf. Aku bisa menjelaskannya!!" Ucap Aru menunduk di depan Aria meminta maaf.


"Aku kedinginan sebaiknya kamu cepat mengajakku masuk kedalam" Kata Aria jutek membuka pagar rumah tersebut.


"Acca marah.... " Ini juga salahnya karena menyuruh orangnya untuk tidak membiarkan Aria masuk dulu.


"Buka pintunya" Kata Aria memerintahkan Aru karena masih jutek kesal. Aru hanya bisa mendengarkan Aria karena dia juga tidak ingin membuatnya lebih marah lagi.


Lalu terbukalah pintu rumah tersebut terlihat berbagai permainan yang ada bukan rumah yang isinya ruang tamu atau memiliki kamar juga tidak ada dinding yang membatasi semua pergerakan. Hanya ada lemari yang isinya koleksi figur mainan dan yang lainnya.


Aria yang melihatnya berlari masuk seperti berada di dunia fantasi saja melihat semua game yang ada di dalamnya


Aru memang selalu bermain game disetiap ada kesempatan tapi dia tidak memperlihatkannya ke orang lain makanya dia menyembut rumah ini sebagai tempat persembunyiannya. Jika dia tidak pergi bermain boxing untuk mengingat pertemuannya dengan Kakak Aria tapi sejak ada Aria dia jarang bermain game ataupun ke tempat lainnya hanya untuk memperhatikan Aria.


"Aru kita main permainan ini" Ucap Aria lalu melepaskan jaketnya karena ruangan sekarang lebih hangat daripada diluar.


Aria malah sudah lupa bahwa dia marah tapi karena banyak game yang dia lihat jadi bersemangat.


Aru senang Aria kembali ceria dan bersemangat bermain game dengannya.


2 jam berlalu mereka bermain,Aria merasa capek karena kalah terus dari Aru perbandingan 10 : 5. Kemenangan mutlak dari Aru.


"Sudahh aku tidak mau main" Kata Aria


"Astaga seharusnya aku mengalah tadi" batin Aru.


"Kamu sangat serius saat bermain denganku. Aku cukup senang kamu tidak mengalah padaku" Kata Aria.


"Kamu tidak marah!b"


"Marah!? Melihat wajah seriusmu malah membuat dirimu terlihat sangat tampan. Mana mungkin itu membuatku marah " Ucap Aria malah memuji Aru.


Blushhhhhh Aru yang dipuji sangat senang mendengar perkataan Aria.


"Aru, Apakah kamu pernah membawa seseorang selain aku kesini" Kata Aria berdiri melihat lihat ruangan tersebut.


"Tidak....Ini kamu pertama kalinya yang aku ajak masuk kedalam rumah ini"


Degg Aria merasa sangat senang mendengarnya."Owh benarkah aku sangat senang...tapi kenapa disini di pasang cctv" Kata Aria lagi untuk mengalihkan pembicaraan.


"Cctv itu hanya untuk mengawasi barang pribadi milikku disini."


"Walaupun tidak ada yang berani menculiknya"batin Aru


"Aku ingin naik ke lantai atas"


"Aku akan menemanimu"


Mereka pun naik ke atas dan melihat ada berbagai alat gym dan ditengah - tengah ada tempat ring untuk bertanding.


"Aria mau bertanding boxing" Tantang Aru


"Ayo, kamu jangan menyesal sudah mengajakku aku pasti bisa mengalahkanmu ini bukan lagi permainan game" Ucap Aria menerima tantangan dari Aru.


Aru hanya tersenyum manis memandang Aria.....


.


.


.


.


.


Ok Next......!!!????? Pasti pada nungguin yahh...... ~(≧▽≦)/~