
Aria maju kehadapan Suna"Suna kamu tidak apa - apa kan" ucap Aria
"Suna.... "Tidak ada jawaban Aria merasa takut terjadi apa - apa dengan Suna.
Duduk dihadapan Suna dan menggoyangkan badan Suna tapi tidak juga memberikan respon.
"Suna... Mesum... Suna mesum jangan main main deh" Ucap Aria Suna hanya menundukkan wajahnya kebawah dan tidak menjawab pertanyaan Aria.
Aria mengangkat wajah Suna yang terlihat kosong.
"Sunaa.... "Langsung memeluk Suna
"Maaf aku minta maaf aku tidak akan lagi mengerjaimuu" masih tidak ada respon saat melepas pelukannya melihat Suna dan memeluknya kembali....
"Huhuhu maaf Suna aku tidak bakalan mengejek kamu lagi, mengerjaimu, aku kesini cuma untuk memberikanmu kejutan untuk ultahmu hari ini dan sambil mengerjaimu. Maaf kan aku huhu huhu huhu"
"Kembalilah sadar maaf...... "Masih memeluk Suna dengan erat.
Aria tidak menyangka perbuatannya membuat Suna seperti ini. Aria terus menangis dan menyesali perbuatannya.
"Hahahahah" Suara tawa terdengar di telinga Aria. "Hahahahahah Aria lepaskan pelukanmu aku sudah tidak tahan kamu memelukku terlalu erat" Ucap Suna ternyata mengerjai balik Aria.
"Suna kamu tidak jadi gila kan"Ucap Aria melihat Suna tertawa melepaskan pelukannya.
Pletakk.... Suna menjitak dahi Aria...
"Sakit sakit"Mengusap dahinya
"Makanya kalau jadi orang itu jangan jahil kan aku kerjain kamu balik"Ucap Suna kesal
"Gomen... Suna"Aria menyesal
"Masih mau mengulanginya lagi"
"Masih.......Ehh tidak tidak"Ucap Aria menatapkan pelototan mata Suna.
"Dimana kamu tahu bahwa hari ini aku berulang tahun? "
"Dari Vu chan" jawab Aria
"Jadi kamu lakuin ini semua untuk memberikanku kejutan dan mengerjaiku"
Aria mengangguk. Suna melongo bisa bisanya dia mendapatkan kejutan yang sangat membuat orang benar benar terkejut.
"Aria kamu berhasil membuatku sangat terkejut" guman Suna "Sekaligus ketakutan"batin Suna.
"Maaf Suna"
Seharusnya kan memberikan dia surprise kue atau kejutan yang romantis ini malah....
Suna merasa baru kali ini dia mendapatkan kejutan yang sangat booomm banget.
"Terus kue dan lilinnya mana hadiahnya juga mana"
"Emmm itu...
"Astaga tunggu dulu kamu lewat mana.... Jangan bilang kamuu" Suna berdiri dari duduknya dan pergi ke balkon melihat papan yang terhubung dengan balkon milik Aria.
Menatap Aria dengan tajam.....
"Aria kamu tahu tidak ini lantai berapa"
"5"
"Kamu tahu tidak...."
"Tidak"
"Jangan jawab...kamu mau mati yah kamu pikir nyawa kamu ada berapa...kalau kamu kenapa kenapa bagaimana... Kamu gila banget lakuin hal bodoh tengah malam seperti ini. Tahu nggak resikonya.... "
Suna terus berbicara panjang kali lebar kali tinggi semua unek uneknya dia keluarkan menceramahi Aria dari A sampai Z.
Karena tidak berhenti berhenti juga Aria langsung mengeluarkan korek miliknya dan menekannya keluarlah api kecil dari korek tersebut. Sambil......
"Selamat ulang tahun..... Selamat ulang tahun...."Aria yang menyanyi tiba tiba tentu saja Suna berhenti berbicara dan melihat Aria mendekat padanya sambil menyanyikan lagu. Aria menyanyikanya dengan berbahasa i. Suna paham karena namanya disebut. Apalagi cara nyanyi Aria persis lirik untuk seorang yang sedang berulang tahun "Selamat ulang tahun Sunakawa Kouki. Semoga panjang umur.... Tiup lilinnya tiup lilinya tiup lilinya sekarang juga sekarang juga sekaaaraang jugaa"
Aria sudah berada di depan Suna
"Cepat buat permohonan dan tiup lilinya"Ucap Aria di depan Suna.
"Apaan lilinnya dari pematik korek api"batin Suna tapi tetap memejamkan matannya dan membuat permohonan.
Membuka matanya dan meniupnya....
"Tanjobiomedeto" Ucap Aria
"Semoga sukses, sehat selalu,panjang umur, yang terpenting semua keinginanmu terkabulkan"Ucap Aria tersenyum manis.
"Semoga"batin Suna memegang pipi Aria yang terlihat sangat cantik di matanya malam ini. Dia berharap keinginannya terkabulkan.
Karena bedak Aria sudah hilang dari wajahnya akibat menangis. Tapi tidak dengan pipi merah yang sedikit blepotan.
"Ow iyah umur kamu ini yang keberapa"melepaskan tangan Suna dari pipinya
"Nani.... "
"Nandesuka" kaget Suna mendengar Aria seperti terkejut.
"Ternyata aku lebih tua dari kamu" melihat Suna dari atas sampai bawah.
Aria baru sadar ternyata Suna hanya memakai celana pendek sepaha tapi tidak memakai baju.
"Memangnya kamu lahir tanggal berapa?" Tanya Suna
"10 Juni 20**" Ucap Aria menghilangkan fokusnya.
"Itukan hanya beberapa bulan saja denganku"balas Suna menunjuk dahi Aria.
"Ternyata sudah lewat"batin Suna agak sedikit kecewa Aria belum datang kesini.
"Ehh sepertinya ada yang kelupaan deh" Aria pergi mencari cari bingkisan yang ternyata tersimpan di balkon"Ini dia hadiah untuk kamu tapi itu bukan dari aku...hadiah dariku nanti nyusul yah" Ucap Aria.
"Dari siapa? " belum mengambil dari tangan Aria
"Kalau aku jawab jujur kamu bakalan menerimannya"
"Jika dari Pak Tua itu aku tidak ingin menerimanya"
"Selamat anda benar tapi hadiah tetap hadiah jadi kamu harus menerimanya" Ucap Aria memberikan ke Suna. "Jangan menolak liat aja dulu nanti kamu menyesal jika tidak melihatnya" menempelkan ke badan Suna.
Suna mengambilnya setelah mendengar perkataan Aria.
"Yaudah aku balik yah" Aria berbalik badan tapi....
"Apa kamu ingin lewat di tempat itu lagi" menahan tangan Aria sebelah. Aria berbalik melihat Suna menatap tajam padanya.
"Iya... Itu aku"
"Tidak boleh Aria chan apa kamu ingin aku melaporkan ke papa mama mu"ancam Suna. "Jangan.... Terus aku lewat pintu depan aja"
"Tidak" jawab cepat Suna
"Kenapa"
"Itu...temani aku membuka bingkisan ini dulu"
"Jangan bilang kamu mau macem macem padaku" Aria melototi Suna. Bahwasannya Suna ini orang mesum.
"Jangan mikir yang aneh deh"
"Yah kali kan kamu itu mesum apalagi pernah ajak aku tidur sama kamu"
"Emang kamu mau... "ingin memegang pipi Aria.
"Berani menyentuhku aku bakalan memukulmu "ancam Aria.
"Siapa juga yang mau menyentuhmu itu ada kotoran di atas kepalamu" mengusap kepala Aria.
"Alasan aja "batin Aria setelah Suna menyingkirkan tangannya dari kepala Aria.
Mereka berdua duduk disofa yang ada di ruang kamar Suna.
"Ini apa yah"Guman Suna
"Buka aja, itu dari papah kamu"
"Aria chan kamu sudah tahu kenapa orangtuaku bercerai"
"Tidak,Papah mu tidak menceritakannya waktu itu dan aku tidak perlu tahu akan hal itu"
"Di keluarga papah ada yang bercerai gara - gara mereka tidak saling mempercayai"batin Aria
Jika mengingat kejadian itu Aria sudah beranjak remaja dan kasus perceraian orangtua memang selalu mempergaruhi anak anaknya. Aria bersyukur orangtuanya saling melengkapi satu sama lain.
"Dulu kami tinggal bersama dan aku memiliki seorang kakak perempuan yang sangat dekat denganku dia yang selalu menjagaku,merawatku,karena Papa dan Mama selalu sibuk bekerja. Lalu tiba - tiba Mama mendengar bahwa papah berselingkuh tapi Papah bilang dia tidak pernah menjalin hubungan dengan seseorang,Mama tidak percaya itu karena menerima sebuah foto yang dikirimkan oleh seseorang" Suna menghentikan ceritannya.
"Setelah itu mereka setiap hari bertengkar dan bertengkar tiada berhenti....Mama membuat keputusan untuk bercerai dengan Papah dan Papah yang masih ingin mempertahankan hubungan mereka tapi Mama ingin mengakhirinya. Lalu Papah menyetujuinya dan Mama pergi hanya membawa Onee chan bersamannya" Suna sangat sedih mengingat akan hal itu.
Aria memeluk Suna yang sudah memakai baju. "Pasti berat menghadapi itu semua"
Aria tahu bahwa Suna butuh kasih sayang Orangtuannya. Aria merasakan sedih yang dialami Suna.
"Lalu saat mereka sudah.... "
"Tidak usah meneruskannya itu sudah masa lalu, tapi kamu masih memiliki orangtua jadi kamu harus mendukung mereka dan meyayanginya apalagi dengan Ayahmu dia masih sering mengunjungimu tapi ternyata kamu tidak pernah membalas pesan dan teleponnya, jangan jadi anak durhaka sudah dibiayaii malah ngelunjak"Aria tersenyum
Aria seperti memberikan dukungan dan juga sedikit menyindir Suna dengan berkata halus.
.
.
.
.