
Aria yang berjalan keluar dari Aula gedung olahraga merasa tidak enak hati dengan Suna.
"Maaf Suna aku tahu kamu tulus suka padaku tapi aku juga tidak ingin memberikan perasaan palsu padamu dengan menyakitimu"batin Aria setelah mengenal Suna dan melihat perilaku Suna yang menjadi lebih baik. Padahal mereka baru kenal 2 bulan lebih tapi saat bertemu seakan mereka sudah saling mengenal sejak lama.
Aria berjalan dan melihat Aruko yang sepertinya akan pergi ke taman belakang gedung sekolah. Aria mengikuti Aruko yang tidak akan pernaj ada di kelas sebelum pelajaran dimulai. Dan waktu untuk memulai pembelajaran masih lama.
Aruko masuk kedalam rumah kaca. Aria yang jauh dari pandangan Aruko tidak melihatnya.
"Apa aku masuk aja yah"batin Aria sudah berada di depan pintu rumah kaca.
Walaupun ragu tapi dia ingin sekali mengajak Aruko mengobrol dan ini adalah kesempatan baginya dia tidak ingin melewatkannya. Apalagi setelah kejadian di uks lalu.
Akhirnya Aria masuk dan melihat pemandangan taman dan tumbuhan yang ada di dalam rumah kaca tersebut.
Sangat indah dan menyenangkan melihatnya tapi... "Aruko dimana?"guman kecil Aria mulai berjalan. Rumah kaca ini ternyata cukup luas kedalam. Aria pun melihat Aruko yang sedang duduk dan merangkai bunga di pot.
"Kireii"Ucap Aria kagum melihat kelihainya dan Aruko langsung berbalik dan melihat Aria yang berada di belakangnya.
"Gomen aku langsung masuk kesini"Aria meminta maaf sambil mengaitkan kedua tangannya kedepan.
Melihat Aruko sambil tersenyum."Kayaknya kamu sering kesini dan merawat mereka"Ucap Aria mulai mendekat dan memperhatikan bunga yang ada di depannya.
"Bunga Tulip berwarna merah, putih, kuning dan merah muda"batin Aria. Aria menerka nerka semua arti dalam bunga tulip yang berdasarkan warnanya.
Jika Kuning artinya persahabatan
Merah muda artinya penghargaan dan harapan.
Putih artinya perdamaian sedangkan
Merah artinya percintaan.
Aria mengambil satu tangkai tulip berwarna merah dan melihatnya dengan tersenyum bahagia.
"Aruko ini kuberikan padamu" Muka polos pura pura tidak tahu. "Aku suka warna merah dan mungkin ini sangat cocok untukmu"Ucapnya memberikan ke Aruko yang tampak ragu mengambilnya.
"Aku tidak tahu tentang bunga dan tidak mengerti beberapa maknanya tapi aku suka yang berwarna merah" Aria mengambil tangan Aruko dan menyimpangnya di genggaman Aruko.
Aria berbalik dan baru sadar ternyata ada bunga mawar merah di atas meja tersebut.
Aria mengambilnya terburu buru dan....
Isshhh..... Aria meringkis kesakitan melukai jarinya yang terkena duri mawar.
Aruko panik dan menarik tangan Aria dan memasukkan jari Aria ke mulutnya yang terluka.
Aruko reflek melakukannya dan Aria terkejut melihat tindakan Aruko.
Aruko yang sadar apa yang dilakukannya melihat Aria yang tampak membatu dan mengeluarkan jari Aria dari mulutnya.
Aruko berbalik membelakangi Aria....
Aria memperhatikan jari manisnya yang terluka dan diobati oleh Aruko.
"Itu... sengkyu Aruko kun.. watashi watashi balik dulu yah ke kelas"Ucap Aria pergi meninggalkan rumah kaca tersebutヾ¯∇ ̄๑
.
.
.
Istirahat...
"Aria chan ada apa? "Tanyak Kana yang berada di samping Aria. Saat di kelas Kana memperhatikan tingkah Aria yang hanya fokus melihat tangannya saja. Dan tidak fokus dengan pelajaran di kelas.
"Ada apa dengan tanganmu? "Tanyak lagi Kana
"Tidak apa - apa Kana chan,jariku tadi cuma tertusuk duri dan sudah kuobati"Balas Aria sambil tersenyum manis. Entah kenapa di hatinya seperti ada pelangi yang berwarna warni di dalamnya.
Kana yang melihat Aria selalu tersenyum merasa aneh. Pasti ada yang membuat Aria senang.
"Kana chan ayo kita ke kantin aku mau beli sesuatu"Ajak Aria.
Saat Kana dan Aria ingin masuk ke area kantin mereka berpapasan dengan Suna yang baru keluar bersama dengan cowok sekelas lainnya.
Suna lalu berjalan melewati Aria dan Aria juga mengabaikannya.
"Aria dan Kouki....mereka kenapa"batin Kana.
"Aria kamu ada masalah dengan Kouki kun"Tanyak Kana setelah jauh dari Suna.
Aria menjawab pertanyaan Kana hanya tersenyum tipis lalu pergi berbaris untuk membeli makanan.
Tak selang beberapa menit. Ada yang langsung maju kedepan....
"Hei Akemi kun bayarin punyaku .kita teman kan apalagi uang kamu banyak"Ucapnya sambil merangkulnya .
"Itu.. Aku tidak punya....
Memutuskan perkataan Akemi....
"Bi....teman saya yang bayarin" Tunjuknya lalu mengambil makanan ringan yang amat banyak juga minuman. Dia sudah menyiapkan paper bag miliknya.
"Sengkyu yah Akemi"Menepuk pundaknya lalu pergi.
"Itu.....apa saya bisa membayarnya segini dulu Bi aku akan mengambil uangku yang berada di kelas lebihnya"
Bi Kantin itu hanya mengangguk pertanda setuju.
Aria yang baru sadar di depannya siapa. Mengenali sosok yang kemarin dia temui di perpustakaan.
"Bu...Saya mau roti ini dan yang ini dan sisa uang yang kurang dari dia aku yang bayarkan" Ucap Aria maju.....
"Temannya Yah baiklah..... "
Akemi yang melihat cewek yang kemarin membantunya mendapatkan celana menolongnya lagi kali ini.
"Apa dia menyukaiku...dia selalu membantuku"batinya melihat Aria.
Malah salah paham...
"Arigato... "Ucapnya sambil membungkuk setelah keluar dari area kantin "Gomen... Aku akan mengembalikan uangmu besok"
Aria kaget baru aja keluar tiba tiba saja Akemi langsung berterimakasih dan meminta maaf.
"Apa kamu sudah makan siang? "Tanyak Aria. Dia melihat cowok di depannya ini tidak beli apapun di dalam tadi dan hanya membayarkan teman yang tadi memerasnya. "Itu saya sudah ma.... "
Krukukkku kkruukk.....
Baru saja Akemi ingin berkata sudah makan tapi suara perutnya malah membuatnya jujur campur malu.
Ahahahhhahaha..... Aria tertawa keras sedangkan Kana menahan tawanya....
Akemi sangat malu sekali karena suara dari dalam perutnya cukup besar. Akemi lari.... Malu dihadapan cewek yang baru saja dikenalnya.
"Aria chan dia sudah pergi.... " Kana menghentikan tawa Aria. Emang lucu sih mendengar suara bunyi dari perut cowok yang tadi karena sangat nyaring.
"Eh kemana cowok itu pergi?"
Kana menunjuk kearah larinya cowok feminin itu.....Aria pergi mencarinya bersama Kana.
"Dia dimana? "Batin Aria mencari cari
Srak... Srakk..pergerakan dari semak di samping kanan Kana... Kana yang penasaran mendongak ke samping dan melihat cowok yang sedang duduk....
Cowok itu mendongak ke atas dan.......
Waaaaahhhhh......
Brukkkkkkkkkk.....
dia berteriak terkejut Kana pun ikut terkejut..
Aria yang berbalik ke belakang mendengar suara Kana yang berteriak.....
"Kana chan"Guman Aria melihat Kana duduk di tanah. Aria pergi menghampirinya.....
"Kana chan daijoubu .... "Ucapnya membantu Kana berdiri....
"Hei kamu tidak apa - apa"Teriaknya setelah jatuh dari pohon dan mendarat pas di atas seseorang....."Hei Akemi kun"Memukul kecil wajah Akemi....
"Sebaiknya kamu membawanya ke uks. Dia sepertinya pingsan"Ucap Aria tiba tiba berada di sampingnya.
.
.
.
Uks....
Aria sekarang berada di uks bersama Kana,Cowok yang jatuh dari pohon dan satunya lagi yang Aria cari tadi bersama Kana.
Saat mereka membawa Akemi yang pingsan ke uks banyak sekali kejadian yang tak terduga.
"Apakah dia baru saja berkelahi"Tanyak Sensei yang bertugas di uks. Melihat murid yang terbaring benjol dan penuh luka.
"Dan kamu juga Horoto kun......"
"Tidak Sensei dia hanya terjatuh dan pingsan"Jawab orang yang menimpanya dan pelakunya utamanya. Senyum canggung dan rasa bersalah ke Akemi.
"Baiklah kalian kembalilah ke kelas,dan biarkan temanmu ini beristirahat sejenak"
"Baik Sensei" Karena waktu istirahat akan selesai padahal Aria dan Kana belum makan siang.
"Itu Sensei,tolong berikan ini saat dia sudah bangun"Ucap Aria memberikannya ke Sensei. "Dia belum makan dan cukup lemah"batin Aria melihat Akemi terbaring.
Sensei menerimanya dan menyimpangnya di meja samping tempat tidur Akemi.
Aria,Kana dan cowok yang jadi penyebabnya Akemi pingsan keluar dari Uks.
.
Jangan Lupa Like,Komen,Share,Favorit,dan Follow Author Yah.....
Arigato...... (ㄒoㄒ)