You're Special

You're Special
Eps 61 Masa Lalu Ducky



๐Ÿ€


๐Ÿ€


Malam Harinya......


Ducky yang berada di kamarnya melihat Aria yang masih terlelap di tempat kingzisenya, ruangannya dan Aria itu bersebelahan.


"Acca aku ingin kamu kembali seperti dulu lagi tertawa dengan gembira,jahil,dan bersikap egois. Kau tahu aku sudah melakukan banyak hal kotor membalas perbuatan mereka yang menyakiti Arya,yang menyakiti Mamamu dan Papamu aku sudah membereskan mereka semua."


"Untuk mempertahankan dirimu,aku harus membuat dirimu melupakan kejadian menyedihkan dalam hidupmu dengan menggantikan memori baru untuk melupakan semua yang terjadi oleh Arya!Mama!danPapa! Agar kamu bisa hidup lebih baik dan kembali seperti sediakala. Acca jika kamu berpikir ini salah tapi ini yang terbaik untukmu"


"Kau....tahu Acca saat kita pertama kali bertemu aku yang waktu itu baru datang ke Negara I dan berkunjung ke rumahmu......"


Masa Lalu Ducky Santonaya Hattrick๐Ÿƒ๐Ÿƒ


Saat Umurnya 10 Tahun,dia pindah ke Negara I bersama dengan Ibunya. Mereka pindah karena ada masalah yang terjadi antara Ayah dan Ibunya.


Saat Ibunya dan dia pergi mengunjungi rumah yang ada di samping rumahnya disitulah awal pertama kalinya dia bertemu dengan Arya dan Aria.


Ibunya menekan tombol bel yang ada di rumah tersebut dan keluarlah seorang wanita dewasa yang masih terlihat muda.


"Yah cari siapa? " Ucapnya keluar


"Permisi.....Saya tetangga baru disebelah rumah anda" Balasnya


"Mam,Siapa yang datang?" Seorang anak kecil yang umurnya sudah 5 tahun datang dengan wajah yang penuh dengan tepung.


"Aria,Kenapa kamu keluar seperti ini ayo masuk kita kedatangan tamu"


"Wahh Tante cantik sekali seperti Mama" Katanya memuji wanita di depannya."Tante cantik ayo masuk,kami sedang membuat kue" Menarik tangan,Tidak mendengar perkataan Mamanya.


"Aduh.....Aria" Tapi melihat tamunya tersenyum bahagia dia membiarkan Aria bertindak. Lalu melihat seorang anak lelaki yang berdiri."Ehh apa kamu anaknya ayo kami juga masuk dulu"


"Acca siapa itu?"


"Abang dia Tante semalam aku lihat sangat cantik kan" Ucapnya dengan sangat menggemaskan apalagi dengan cara bicaranya dipenuhi beberapa tepung dk wajahnya.


"OMG you so cute little girls"


"Thank you Aunt" Balasnya dengan imut mengerti ucapan Tante di depannya.


"Kyaa jadi pengen punya anak perempuan juga" Tapi nada yang terakhir terdengar seduh.


"Ehh Tante nggak punya anak perempuan kalau gitu anggap Acca aja anak Tante" Ucapnya manis " Kalau Tante juga mau anak laki-laki itu ada Abang aku namanya Arya" Aria menunjuk Kakaknya.


"Iya Tante, Kami berdua anak yang manis,lucu dan pintar. Tante bakalan suka deh sama kami berdua"


"Kami berdua pun tidak bakalan menyusahkan Tante " Ucap mereka kompak saling merangkul satu sama lain di depan wanita itu.


"Ahahahha"Wanita itu tertawa melihat Kakak Beradik di depannya sangat kompak.


"Arya.... Aria.... Huh Mama tidak menyangka kalian berdua bakalan mencari Mama Baru kalau gitu Mama cari anak baru juga dan sekarang sudah ada di samping Mama"


"Apa anak cowok?" Melihat anak cowok di samping Mamanya "Jangan Ma satu aja sudah menyusahkan kalau tambah lagi Acca bakalan ditindas" Melihat Arya dan cowok itu.


"Mempunyai Adik baru tidak masalah buatku" Ucap Arya pindah ke samping cowok tersebut.


"Ihhhh Abang curang....Abang sebenarnya di pihak siapa sihh" mengerucut bibirnya


"Emmm......Keduanya"


"Stop.... Kalian berdua berisik untuk apa aku mempunyai saudara seperti kalian berdua yang hanya tau berbuat kebisingan" Ucapnya dingin menghentikan perdebatan di depannya.


Arya dan Aria melihat anak cowok itu akhirnya bicara saling memandang satu sama lain. "Pendapatmu tidak diterima!" Ucap Arya dan Aru bersamaan sungguh kompak.


"Huh... Aku sudah mempunyai Abang Arya yang tampan dan juga jelek tidak akan ada yang boleh menggantikan posisinya"


"Dan aku sudah punya Adik yang cantik dan nakal untuk apa aku mempunyai adik laki - laki besar sepertimu apalagi sepertinya kita seumuran"


"Kalian berdua?!!" Kesal dengan dua bersaudara di depannya tadi saja mereka berdebat hal tidak jelas. "Dia Ibuku aku tidak bakalan memberikan persetujuan dari kalian berdua untuk menjadi anaknya"


"Tante Cantik, Apakah dia anakmu??"


"Ya... Dia anakku Ducky. Dia tampan kan? "


Aria lalu memandang wajah Ducky dari dekat tapi karena tinggi badannya yang jauh dia hanya melihat dari atas.


"Dia tampan,jika dia tersenyum seperti Tante dia pasti bakalan lebih tampan lagi" Ucap Aria menggemaskan membuat wajah Ducky malah memerah malu sendiri dipuji gadis kecil di bawahnya ini.


"Benarkah!! " Mama Ducky senang mendengar perkataan Aria.


"Huh...Hei kamu aku tidak akan memberikan adikku padamu" Ucap Arya cemburu karena mendengar perkataan Aria memuji cowok lain selain dirinya. Ducky hanya cuek menanggapi ucapan dari Arya.


Aria mengangguk mendengar ucapan Tante Cantik itu " Tapi...Tante cantik Abang aku lebih lebih lebih lebih tampan lagi dan sangat tampan lagi" Ucap Aria sambil melihat Kakaknya lalu Arya yang mendengarnya merentangkan tangannya memeluk adiknya.


"Adik kecil aku memang pandai melihat" Ucap Arya melihat Ducky.


"Kekanakan"batin Ducky melihat mata ejekan dari Arya.


"Sudah...sudah Aria!Arya kuenya sudah matang kalian yang dari tadi berdebat malah melupakan hal itu untung saja Mama memperhatikannya"


"Ehhh kebetulan sekali aku juga membawa kue ini"


"Yeeee bisa makan kue yang banyak"


Setelah mereka semua duduk di kursi makan menikmati kue yang sedang mereka santap sedangkan Mama Aria!Arya berbicara asik dengan Mama Ducky.


"Ini aku berikan kue ku padamu sebagai pertanda kita berteman" Ucap Arya memberikan kuenya ke Ducky


"Ini aku juga.." Aria juga melakukan hal sana yang dilakukan Kakaknya.


"Tidaa.... "


"Wah kamu sangat beruntung,kue itu adalah kue kesukaannya dia biasa memakannya paling terakhir dan dia tidak pernah memberikannya ke orang lain"


Ducky yang ingin menolak tapi sudah ada di piringnya tidak jadi mengatakan tidak dan begitu saja mereka sudah berteman sejak saat itu.


Hari - hari Ducky lalui bersama dengan dua bersaudara itu walaupun sering bersikap dingin,namun dia merasa senang karena bisa memiliki teman. Umurnya dan Arya itu sama dan satu sekolah bersama,hubungan Ibunya dan Orangtua Arya!Aria makin dekat setiap waktu ke waktu.


Ducky yang sering bersama dengan Arya! Aria! melihat sifat mereka sering bertengkar tidak jelas terus saat itu juga saling berbaikan. Aria yang selalu mengikuti Arya malah seperti Anak bebek yang mengikuti induknya kemanapun Arya pergi Aria akan ikut apalagi Arya tidak pernah menolak permintaan Aria namun dibalik itu juga Arya sering menjahili adiknya. Dan Ducky malah selalu diajak oleh Arya.


Arya dan Ducky main sepak bola, basket, dan permainan apapun itu Aria sering ikut. Dan Aria selalu mengajukan pertandingan dengan Kakaknya Arya. Walaupun sering kalah Aria tidak pernah menyerah untuk melawan Arya dan Arya malah sering memanas manasinya.


Tahun demi tahun pun Ducky bersama Arya!Aria dia jadi terbiasa dengan suasana di sekitarnya.


Saat Aria sudah berumur 12 Tahun. Aria mulai belajar berdandan dan sering membuat Arya menjadi bahan percobaannya.


Tak lama kemudian Arya memiliki seorang kekasih dan sering membawanya. Sejak itu Aria jadi sering melampiaskan amarahnya ke Ducky dengan menjahilinya dan Arya kala itu sedang jatuh cinta biasa mengabaikan Aria.


Lalu Kabar Mama Aria hamil pun tiba. Karena Mamanya ngidam dengan harus selalu melihat anaknya dan selalu ingin dekat dengan Arya!Aria. Hubungan Dua bersaudara itu pun kembali seperti sedia kalah saling jahil dan bertengkar. Sampai akhirnya Mama Aria!Arya!pun melahirkan,Aria dan Arya malah sering bertengkar untuk memperbutkan siapa yang harus menjaga Atan.