
Pagi menyinari mentari. Aria sudah bersiap ke sekolahnya.
"Ma.. Kenapa memberikanku 2 bekal kotak makanan. Aria tidak bakalan bisa menghabisi semuanya"
"Itu untuk kamu dan satunya kasih Suna kun"
"Hmm....untuk Si Mesum itu toh"batin Aria melihat Mamanya sepertinya semakin peduli dengan Sunakawa apalagi sudah mendengar bahwa sebenarnya Sunakawa tinggal sendiri dan tidak tinggal dengan kedua orangtuanya.
"Ma...Jangan terlalu baik dengannya dia tidak bakalan menerima semua pemberian kita, Biar Aria saja yang urusi dia"
"Siapa bilang Mama mau urusin dia kan itu tanggung jawab kamu sebagai temannya kamu harus perhatikan dia apalagi dia sangat ganteng bisa jadi dia bakalan menjadi pacarmu kan. Mama kan sudah punya Papa"
Gini nih kalau punya orangtua gaul"Mama...aku nggak bakalan suka sama dia"
"Dia mesum, dan kurang ajar"batin Aria. Jika mengingat pertemuan pertamanya dengan Suna membuatnya jijik.
.
.
.
Sekolah... 🏫
Saat di dalam kelas Aria hanya bersikap santai dan Kanako Mikura malah mencuri curi pandang ke Aria.
"Apa dia tidak ingat kemarin atau malah...."
"Ada apa Kana chan melihatku seperti itu"
"Tidak apa - apa" Ucapnya tiba tiba.
Memperbaiki duduknya dan tidak menyangka Aria memanggil namanya dengan akrab.
Pelajaran dimulai dengan tenang dan setelah selesai...
"Aria Asanjaya,kamu dipanggil untuk ke ruang kepala sekolah" Ucap Sensei yang mengajar hari ini.
"Ehhh Aria chan,apa kamu bikin masalah" Ucap Riko setelah gurunya keluar dari kelas. Membuat Aria ditatap oleh semua teman kelasnya
"Aria chan" Ucap Waka Sensei yang datang kekelasnya dari pintu luar kelas
"Hai" Ucap Aria sambil berdiri dan menatap kearah Kanako Mikura.. Yah sepertinya terkejut bahwa Aria mungkin dibawa ke ruang kepala sekolah karena memukul murid kemarin.
"Waka Sensei aku ingin mengajak Kanako Mikura"Tunjuk Aria
Membuat Kanako terkejut
"Aria chan hanya kamu yang dipanggil"
"Sensei aku tidak akan pergi jika tidak bersama dia"
Aria membuat Waka Sensei harus mengikuti kemauan Aria yang sangat ngotot jadi Kanako ikut dengannya yang hanya diam membisu.
Saat berada di jalan menuju keruang Kepala Sekolah Waka Sensei mengajak Aria berbicara.
"Aria chan apa kamu sudah memukul seseorang"
"Tidak Sensei"
"Jangan bohong"
"Waka Sensei percayalah,dan lihat video ini" Ucap Aria yang hanya memberikan cuplikan setengah potongan video.
"Ini...." Ucap Waka Sensei tidak percaya dan menatap kebelakang melihat Kanako yang mengikuti mereka dari belakang.
Sesampainya Aria di ruang kepala sekolah melihat ada orangtua murid dan murid yang kemarin dia pukul.
"Itu dia Sensei yang memukul kami"
"Yah dia yang mem... "melihat Kanako dia langsung diam.
"Hei apa kamu yang memukul anak saya, kurang ajar sekali kamu"
"Sangat tidak berpendidikan"
"Bisanya kamu membuat anak saya seperti ini"
Aria hanya diam membiarkan para orangtua yang ternyata ikut andil di dalam perdebatan tidak jelas.
"Maaf ibu sekalian bisakah anda diam" Ucap Kepala Sekolah.
Membuat yang mendengarnya berhenti berbicara.
"Aria Asanjaya, apa benar kamu memukul mereka berempat?" Tanya Kepala Sekolah
"Tidak Pak"
"Dia bohong Ma... "
"Bohong Pak"
"Saya Aria Asanjaya tidak memukul mereka Pak, Mana mungkin saya memukul mereka apalagi mereka berempat dan saya hanya sendiri. Saya tidak tahu berkelahi,apalagi tangan saya yang sangat halus ini memukul gadis seperti mereka yang ada disini. Tidak mungkin Pak " Ucap Aria tersenyum manis "Mereka menuduhku yang tidak tidak padahal kan aku tidak kenal mereka"Ucap Aria berpura pura sedih.
"Saya juga tidak mengetahui nama mereka Pak" sambung Aria
"Dia bohong Pak, kemarin dia memukul kami di taman belakang...."
"Taman belakang.."Ucap Aria memotong ucapannya."Kemarin saya hanya tersesat di taman belakang dan tidak sengaja melihat sesuatu pak" Ucap Aria tersenyum licik.
Aria langsung membuka ponselnya dan langsung memperlihatkan ke kepala sekolah dan membesarkan volume yang ada di hpnya.
Mereka yang mendengar umpatan dan cacian dari anaknya sendiri karena dia tahu suara anak mereka. Begitu pula wali kelas keempat murid gadis tersebut bahwa anak walinya yang bersalah.
"Itu... It...bukan saya "
"Pak,saya ingin keadilan bagi teman sekelas saya" Ucap Aria menarik tangan Kanako "Mereka sudah membuat teman saya menderita. Dan anda sudah tahu bukan yang mana anak yang berpendidikan dan memiliki etika yang baik"ejek Aria membungkam mulut Orangtua yang ingin berbicara.
"Kuharap Bapak Kepala Sekolah memberikan hukuman yang berat untuk mereka berempat dan masalah siapa yang memukulnya saya tidak tahu tapi yang sudah memukul mereka yang hanya luka biasa itu belum setimpal dengan luka batin yang diterima oleh teman saya"
"Saya orang yang beretika dan berpindidikan. Saya undur diri kuharap Kepala Sekolah membuat keputusan yang bijak"
"Aria Asanjaya.....Arigato gozaimasu"
"Aria saja juga boleh"
"It....itu.....Apa kita tidak apa - apa keluar seperti itu" Kana merasa takut
"Tenang aja, Waka Sensei akan mengurusnya. Percayalah...." Ucapan Aria membuat Kana merasa tenang. Ada yang menolongnya dan menenangkan dirinya.
"Maaf, aku selalu menghindarimu, menjauhimu dan kemarin aku menepis tanganmu... Maaf.. Maafkan aku. Padahal kamu tulus ingin menolongku dan mau menjadi temanku"
"Aku tidak pantas menjadi te... "
"Pantas kok aku tidak peduli tentang rumor itu dan aku percaya sama kamu tidak mungkin melakukan hal itu ke sahabatmu"
Kanako menangis tidak bisa menahan air matanya baru kali ini ada yang percaya padanya.
Dia sudah dibully oleh sahabatnya sendiri dan sahabatnya malah tidak percaya padanya.
"Sudah jangan menangis.."Menghapus air mata Kana, " jika kamu kesusahan kamu bisa datang kepadaku aku akan menjadi teman sekaligus menjadi sahabat dekatmu"
"Aku ingin menjadi temanmu" Ucap Kana bersemangat.
"Hai hai... Kalau begitu jadi teman. Kana chan" Tersenyum manis sambil memberikan jari kelingkingnya ke Kana chan.
"A...aaria chan"balas malu Kana mengaitkan jari kelingkingnya juga.
Kanako sudah merasa bahwa Aria memang orang yang sangat baik saat pertama kali saja mereka bertatap muka Aria menunjukkan senyum tulus kepadanya.
Aria menuju kekelasnya bersama Kana sambil berbicara dengan asik membuat teman sekelasnya bertanyak tanyak.
"Ehh Aria chan darimana saja kamu,istirahat pertama sudah selesai dan kamu baru datang" Tanya Mai
Aria keasikan berbicara dengan Kanako dan banyak membicarakan tentang sesuatu mulai dari rumor dan kehidupan Kana. Aria sudah mengetahuinya. Karena Kana ingin mengutarakan bebannya yang selama ini dia simpan.
"Aria sangat baik, nyaman bisa berteman dengannya"batin Kana melihat Aria. Yang berbicara asik dengan 3msv
Aria berbalik dan tersenyum "Jangan memandangku seperti itu Kana chan. Apa kamu jatuh cinta padaku"Ucap Aria malah menggoda Kana.
"Kana chan" Guman Suna "Kamu berteman dengan dia"
"Kyaa Kouki kun berbicara lagi dengan Aria"Ucap Vu
"Ya aku berteman dengannya"Ucap Aria memandang Suna dengan tersenyum mengejek.
.
.
.
Istirahat.....
"Kana chan mari makan bareng" Ucap Aria mengajak Kana.
"Tapi... "melihat teman sekelas yang lain ingin makan siang bersama Aria merasa sungkan.
"Minna.... kita makan bareng dengan Kana chan"
"Hmm Aria chan,kita tidak mau makan dengan dia"
"Iya dia kan....."
"Baiklah jika kalian tidak ingin makan bersamanya biar aku saja yang menemaninya. Kalian bisa pergi aku akan makan disini saja dengan Kana chan"
Mereka langsung pergi karena memang tidak menyukai Kanako.
"Go..mennasai... "Kana merasa bersalah dengan Aria walaupun Aria percaya padanya tidak dengan teman yang lain.
"Tidak apa - apa kok" Ucap Aria mengambil kursinya dan duduk di dekat Kana
Membuka bekalnya ternyata ada dua....
"Apa semua itu milikmu" Ucap Kana melihat bekal Aria ternyata ada 2.
"Ehh... Inikan buat si mesum itu" Mencari sosok Suna ternyata masih berada di kursinya.
Sebelum Suna pergi Aria memanggilnya..
"Suna... " Aria menghampirinya hampir aja dia lupa.
"Aria chan"
"Ini buat kamu"memberikan kotak makan ke Suna membuat teman sekelas laki lakinya salah paham dengan perilaku Aria.
"Ini buat aku"
"Iya, Kamu harus memakannya kalau sudah kasih kembali tempatnya yah"
"Aria chan,kenapa kamu hanya memberikan Suna. Apa kamu suk.. "
"Tidak,kamu jangan membuat kesimpulan seperti itu"
"Aria chan,aku juga mau dong"
"Kalau kalian mau minta aja sama Suna" Ucap Aria tersenyum lalu pergi ke tempat duduknya kembali.
Aria bukan tempat pakar makanan mana mungkin dia mau memberikan makanannya padahal dia juga barusan mau makan siang. Udah dari tadi lapar kan.
.
.
.
Maaf yah Gaes jika kesannya agak gimana tapi ini hanya kehaluan Author. Semoga kalian suka ceritanya yah.....
Arigato.... (´∀`)♡