
Wali kelasnya masuk ke kelas dengan membawa sebuah paper bag yang berada di tangannya.
"Silahkan duduk semuanya..... Sensei akan memberitahukan kalian semua tentang kabar Aria Asanajaya teman kita"
"Aria chan....Kenapa?"
"Iya apakah ada sesuatu dengannya"
"Sebelum itu Sensei akan memberikan kalian sesuatu dari Aria sebagai ucapan terima kasihnya selama disini....... Ketua kelas tolong bagikan ini ke teman teman kelas lainnya" Mengeluarkan sebuah hadiah gantungan yang berbentuk ibukota negara i yaitu Bangunan M yang sangat terkenal di negara i. Dan menyuruh ketua kelas membagikan hadiahnya.
"Ini hadiah dari Aria Asanajaya sebagai bentuk terimakasih dan permintaan maaf,karena tidak bisa mengucapkan selamat tinggal kepada kalian semua. Karena sudah harus kembali ke negaranya"
"Apa jadi Aria sudah tidak sekolah lagi disini"
"Kenapa"
"Ternyata benar Aria sudah pergi"batin Kana merasa sangat sedih.
"Sensei,apakah tidak salah aku melihat barang di apartemennya masih lengkap mana mungkin Aria pergi" Ucap Suna yang berdiri tidak menerima.
"Suna kun.....Aria Asanajaya sebenarnya adalah siswa pertukaran pelajar dan sudah seharusnya dia kembali ke negaranya 2 minggu yang lalu tapi dia menunda keberangkatannya
Deg.... Deg..
Jantung Aru berdetak sangat kuat saat mendengar ucapan Senseinya. Aru tau saat itu dia bangun dan bermimpi Aria akan pergi darinya.
.
.
.
Waktu berlalu sangat cepat perasaan Aru sangat tidak karuan setelah kepergian dari Aria Asanajaya dan sampai sekarang dia tidak menerima pesan ataupun kabar dari Aria.
Aru makin terpuruk dan orang - orang membicarakan tentang dirinya bahwa Aru dicampakkan oleh Aria. Apalagi dia tidak mengetahui bahwa Aria tidak memberitahukan dirinya bahwa akan pergi meninggalkan negara j.
Hari ini adalah hari kasih sayang dimana semua murid perempuan memberikan coklat kepada orang yang disukainya. Tapi Aru tidak menyangka bahwa Shinya yang datang menghampirinya memberikan dia sebuah coklat setelah pulang dari sekolah.
"Aruko Yoshida. Bisakah kita berdua bicara !???" Tanyaknya menghalangi jalannya Aru
"Tidak butuh" jawabnya dingin. Selama beberapa hari ini dia mengabaikan semua orang. Tapi kenapa selalu ada cewek yang menghalangi jalannya setelah dia memotong rambutnya. Dan saat cewek itu tau bahwa dia Aruko Yoshida malah kabur.
"Ini tentang Aria..... "
Deg..... Kaget mendengar nama Aria disebut. Aru yang tadi ingin pergi menatap tajam cewek di depannya. "Apakah kamu tahu sesuatu tentang Aria"
Shinya yang ditatap oleh Aru merasa takut, tapi demi titipan dari Aria dia harus memberikan cowok di depannya setelah memperhatikannya beberapa hari ini.
Jadi Shinya hanya mengangguk tanda setuju bahwa dia tahu sesuatu dari Aria.
"Jika kamu berani membohongiku aku akan melukaimu"
Glek..... Shinya tidak menyangka sifat liar dan kejam dari Aru malah kembali setelah kepergian Aria.
"Ikut denganku" Perintah Aru lalu Shinya hanya mengikutinya dari belakang punggung Aru.
Saat mereka sudah sampai di tempat yang sepi. Aru menatap Shinya dengan dingin, "Bicaralah.....Maaf jika aku membuatmu takut tadi" Ucap Aru sudah mulai mengingat bahwa cewek di depannya ini adalah teman Aria dan Aria bahkan sangat menyukainya.
"Ehhh.....Dia minta maaf padaku"batin Shinya malah bengong
"Apakah benar kamu memiliki kabar tentang Aria?" Tanya Aru memastikan
Shinya yang tersadar langsung membuka ransel mengeluarkan sebuah bingkisan untuk memberikannya ke Aru.
"Sebelum itu aku minta maaf,aku tidak memiliki kabar tentang Aria setelah dia pergi, tetapi sebelum dia pergi. Dia menitipkan sesuatu untukmu...... " Memberikannya ke Aru.
"Ini dari Aria" Shinya mengangguk "Kapan dia memberikan ini ke kamu? "
"Saat date girl" mundur ke belakang karena Aru malah maju melangkah ke depannya.
Shinya yang ditatap merasa tidak nyaman dengan tatapan Aru... "It....u tidak ada yang lain selain ini"
"Ne.. Kamu jangan pergi, pasti Aria mengatakan sesuatu padamu" Menghentikan langkah Shinya dengan memegang tangannya. "Aku mohon bantuanmu pasti dia mengatakan sesuatu sebelum dia pergi"
"Aku butuh petunjuk tentang Aria untuk bisa menemuinya"batin Aru.
Shinya berbalik melihat Aru yang terdengar menyedihkan di matanya. "Baiklah aku akan memberitahukanmu"Kata Shinya......
Shinya dan Aru pun duduk di tempat kursi kosong taman. Dan Shinya pun mulai menceritakan ke Aru tentang apa yang dikatakan oleh Aria saat itu.....
Flasbcak On....
Sebelum Aria pergi....
"Aria chan,apakah kamu ingin menjelaskan sesuatu padaku? "
"Duduklah, aku akan memberitahukan jika tidak kamu pasti akan bertanyak terus"
Shinya lalu duduk di samping Aria, untuk mendengar penjelasan.
"Sebenarnya kemarin aku menerima telepon dari Kakekku dan menyuruhku kembali besok jadi penerbanganku dipercepat"
"Asta!!,Nande....... padahal kita baru dekat apakah tidak bisa ditunda sampai bulan depan"
"Ini keputusan Kakekku tidak ada yang bisa menentangnya apalagi sifatnya sangat tegas"
Melihat wajah Aria yang sedih membuat Shinya merasa sedih juga tidak menyangka Aria malah akan pergi besok. Mungkin Aria benar benar tidak bisa menolak permintaan dari kakekknya.
"Kalau begitu bagaimana dengan kencanmu besok?"
Aria melihat Shinya dengan tersenyum manis "Kamu tenang saja aku akan berkencan dengannya sampai aku puas"
"Apakah kamu memikirkan hal jahil Aria"
"Ahahahha.........Shinya kamu benar benar sesuatu yah. Walaupun aku menuruti perkataaan Kakekku untuk kembali besok tapi mana mungkin aku tidak tinggal 1 hari lagi disini"
"Aria.....Ternyata kamu orangnya tidak sepenuhnya patuh"
"Yahhh,Walaupun Kakekku orangnya tegas dan pemarah tapi aku juga sering membantahnya"
"Aria jika saja kita berteman lebih cepat, aku sangat ingin mengenalmu lebih banyak "
Aria lalu memeluk Shinya....
"Aku juga ingin mengenalmu lebih banyak Shinya chan. Tapi tenang saja aku pasti akan kembali kesini setelah menyakinkan orangtua dan Kakekku agar tinggal lebih lama disini" melepaskan pelukannya
"Aku akan menunggumu Aria chan"
"Aku senang mendengarnya....Tapi aku tidak memberitahukan ke Aru bahwa aku akan kembali ke Negara I"
"Jadi hubunganmu dengan Aruko Yoshida....Bagaimana? "
"Akan terus berlanjut....Shinya chan bisakah kamu membantuku !?"
"Jika aku masih belum kembali saat hari kasih sayang tolong bantu aku berikan Aruko Yoshida Coklat atas namaku...Keluargamu punya bisnis kue kan. Aku pesan choco heart yang ada di tokomu. Walaupun aku ingin membuatnya sendiri tapi itu mungkin tidak bisa saat ini"
"Baiklah aku akan membantumu"
"Terima kasih Shinya chan....Tunggu aku akan membuat pesan untuk Aru di kertas"
Shinya melihat Aria mengambil buku kecil di tasnya. "Pantas saja Aria tadi tiba tiba beli pulpen dan buku ternyata dia sudah memirkannya"batin Shinya melihat Aria yang sedang menulis.
"Ini berikan surat ini untuk Aru.... Sekali lagi Arigato gozaimasu Shinya chan"
Flasback Off.