You're Special

You're Special
Eps 35 Rahasia....



"Apa yang kulakukan tadi" batin Aru sekarang dia berada di kamar Aria dan hanya berduaan dengan Aria. Aria mengusir Suna keluar sedangkan ibunya yang kaget mendengar bahwa Aria mengakui bahwa Aru adalah pacarnya.


"Katakan kenapa kamu kesini di pagi hari dengan pakaian kamu....... "


Aru melihat penampilan dirinya dan berdiri kaget....


"I i i i tu a a aku " Aru gugup ingin mengatakannya. Mana mungkin dia menjelaskan apa yang ingin dilakukan Suna kepadanya.


"Apa kamu khawatir denganku karena Suna" Ucap Aria tiba tiba. Aru kaget apakah Aria mengetahui keinginan Suna padanya.


"Melihat wajah terkejutmu memang benar Suna yah" Menarik tangan Aru untuk kembali duduk.


"Katakan.....Apa yang dia katakan padamu " Melihat wajah Aru dengan dekat. Aru menghindari tatapan Aria.


Hah.... "Jika tidak ingin mengatakan tidak apa - apa "Berdiri dari duduknya dan berjalan ke pintu "Perbaiki bajumu aku akan menunggumu dibawa" Ucap Aria keluar dari kamarnya.


" Aria " Aria mengabaikan Suna "Masih marah" Suna mengikuti Aria dari belakang.


Ini juga salahnya terlalu terburu buru bertindak untuk mendapatkan Aria tanpa mengetahui kerugian dari perbuatannya.


Aruko yang sudah selesai merapikan penampilan pakaiannya yang tadi acak acakan sudah rapi. Turun kebawa untuk menemui Aria dan juga ingin meminta maaf dengan ibunya Aria.


"Aria,kenapa kamu berpacaran dengan orang aneh"


"Dia tidak kok Ma"


"Seleramu benar benar aneh nak. Ada Suna yang selalu ada didekatmu malah memilih orang yang membuat ibu ketakutan. Kamu kan menyukai Suna"


"Ma.. Suka dengan Cinta kan beda walaupun aku menyukai Suna belum tentu aku mencintainya dan ingin menjadi pacarnya"


Aru yang mendengar perdebatan Aria dengan Ibunya merasa sesak karena Suna mendapatkan dukungan dari ibu Aria dan juga membela Suna.


"Memang aneh jika Aria bersamaku apalagi aku hanya dimanfaatkan olehnya saja" gumanan kecil Aru turun dari tangga dengan pelan. Sebaiknya dia segera pergi darisini karena sudah mengetahui Aria tidak terjadi sesuatu dengannya.


"Onii chan Onii chan.... Onii chan" Ucap Atan yang senang melihat Aru.


"Hisassiburi Ata tan" guman kecil Aru. Atan meminta digendong oleh Aru dia tidak bisa menolak anak yang bertingkah imut ini di depannya.


"Anu.... "


"Mama" Ucap Atan di gendongan Aru


Seketika Aria dan Mamanya berhenti berdebat. Mamanya memperhatikan Atan yang sangat senang di gendongan Aru.


"Atan sudah bangun yah" Ucap Aria mendekati Aru "Apakah dia mendengar pembicaraan kami walaupun bahasa ind, J dan Ing bercampur campur"batin Aria


"Ayo sini ke Atan"


"Yada.... "Menolak permintaan sang kakak


Aru lalu membisikkan sesuatu ke Atan dan memberikan respon mengangguk.


"Onee chan"Mengulurkan tangannya ke Aria. Dan sudah berada di gendongannya.


"Gomennasai...... Maaf karena sudah menyebabkan keributan di rumah anda. Dan sudah berperilaku tidak sopan" Ucap Aru menunduk di depan Mama Aria.


"Ehhh ehem baiklah saya maafkan. Tapi saya tidak merestui hubunganmu..... "


"Ma... Aku yang memaksanya untuk pacaran denganku"


"What"


"Yes Mom, aku menyukainya dan akulah yang membuatnya menjadi pacarku dan Mama harus merestui hubungan kami" Arogan


"Aria" Teriak Papanya yang baru datang melihat pertengkaran anak dan istrinya sekian lamanya


"P a apa"


"Kenapa kamu berbicara seperti itu kepada mamamu......... Hei kamu sebaiknya pergi darisini" Melihat Aru yang masih menunduk.


Aru yang menunduk mengangat bahunya melihat Papa Aria. "Baik. Saya akan pergi....Maaf"


Deg......Papa Aria kaget melihat Aru dilihatnya.


"Perasaan ini" batin Papa Aria melihat anaknya Aria. Aria mengalihkan wajahnya dari Ayahnya.


.


.


Suna yang sedari tadi diam. Melihat pertengkaran Aria dan Ibunya juga kedatangan Ayah Aria seperti suasana menjadi tambah mencekam. Akhirnya dia hanya bisa keluar dan juga kembali ke Apartemennya sendiri.


Suna merasakan bahwa Aria menyembunyikan sesuatu darinya. Sebenarnya dia merasa penasaran kenapa Aria selalu memperhatikan Aruko Yoshida.


"Apakah Aria benar mencintainya atau ada hal yang lain ini terasa aneh dari dulu saat Aria melihat Aru" guman Suna.


Ruang Kerja......


Berada di ruangan bersama Ayahnya. Aria menunduk ketakutan tidak ingin melihat wajah Ayahnya yang menatap dirinya.


"Aria apakah kamu ingin menyakiti Mamamu"


"Tidak Pah"


"Apakah kamu tahu resikonya jika Mamamu mengingat kenangan itu"


Aria menggeleng "Aku tidak ingin menyakiti Mama tapi Mama kan tidak ada reaksi saat melihat Aru"


Papa Aria memang melihat Istrinya seperti tidak beraksi. Namun tetap saja itu bisa membuat kesehatan istrinya berbahaya jika mengingat tentang anak pertamanya.


"Baiklah, Papa mengerti tapi sebaiknya kamu tidak membawanya ke dalam rumah saat ada Mamamu"


"Pa.. Pah.... " Memeluk Papanya. Aria sedih dalam pelukan Papanya.


"Maaf nak, kamu pasti juga tidak sanggup saat itu"batin Papa Aria jika dia mengingat kejadian saat sebelum ke Negara J.


Rasa penyesalan,sakit,penderitaan siapaa yang tidak merasakan itu saat berada di dunia yang hanya kita tinggali sementara ini. Banyak hal yang terjadi tapi kita sering lari dari kenyataan untuk mengubur luka yang di dapatkan.


Perasaan terluka dan ingin menebus kesalahan adalah cara yang terbaik walaupun dengan menjadi orang yang berbeda juga menjadi orang lain di dalam diri kita.


.


.


.


" Abang aku merindukan dirimu" membuka kotak yang berisi kenangan manis dirinya bersama Kakaknya.


Hanyut dalam kesedihan bukanlah solusi melainkan penderitaan yang amat menyakitkan,sangat dalam juga pedih.


"Maafkan aku" Huhuhuhuhuhuhuhuhuhuhuhuhuh


Aria menangis memeluk kotaknya.


Sampai malam Aria tidak keluar dari kamarnya dan juga tidak makan malam bersama dengan Keluarganya. Dia tidak ingin menemui Mamanya merasa bersalah.


"Ternyata sudah malam" Ucap Aria melihat sekelilingnya gelap.


Melihat jam yang ada di meja samping tempat tidurnya "Ehhh hari sudah berganti sekarang 12. 30 tengah malam"


Tring ting ting........


Aria membuka notif di hpnya ternyata sudah hari natal.


Membuka pesan yang masuk......Melihat pesan yang dikirimkan olehnya ucapan selamat natal dari teman temannya.


"Mereka belum tidur yah... Eh pesan dari Aruko" Kaget melihat ucapan selamat dari Aru. "Aku kira kamu akan mengabaikanku setelah hari ini ternyata tidak" Senyum bahagia Aria lalu membalas pesan Aruko.


"Yukatta dia membalasnya aku sangat khawatir padanya. Apalagi sudah menyusahkannya hari ini" Ucap Aru yang mendapat balasan dari Aria. Dia memberanikan diri mengirim pesan ke Aria.


Aru berpikir dia masih ingin berhubungan dengan Aria walaupun hanya dimanfaatkan dan tak direstui oleh Orangtua dia akan berusaha bersama Aria. Sebelum waktu yang ditentukan Aria berakhir sesuai janji Aria.


.


.


.


Yap Gaes jangan lupa like,komen,share,Follow and Votenya yah...


Ja...Ne......