
~♥~~♥~
Saat dia membuat keputusan itu untuk menjauh dari Aria, malah hatinya terasa hampa dan seperti ada kekosongan yang sangat dalam.
Walaupun kadang melihat Aria dari jauh untuk rasa rindunya. Tapi kejadian saat Aria menolongnya lagi dan memintanya untuk menjadi pacarnya membuatnya kaget.
Menerima kesepakatan dengan Aria untuk dimanfaatkan baginya itu lebih baik daripada harua berpisah lagi dengannya.
"Aku akan mengembalikan barang miliknya dan tidak akan menjalin hubungan lagi dengannya......"Ucap Aria sedih mengingat kesepakatan dengan Aru yaitu hanya sampai bulan januari.
"Tapi... Jika saja dia mau mempertahankan hubungan ini, maka aku bakalan tinggal lebih lama di negara ini" Ucap Aria tersenyum kecut memikirkan Aru pasti tidak mungkin mau.
"Aku ingin mempertahankan hubungan ini" Ucapnya tiba tiba. Dia tidak mau Aria pergi sangat tidak ingin.....
Aria berbalik kaget melihat Aru badannya mundur kebelakang sambil menutup mulutnya tidak percaya.
"Aria aku sangat menyukaimu, melihatmu pertama kali di taman saat musim panas...... kamu yang sedang tersenyum dan tertawa dengan seseorang membuat hatiku berdegug kencang pertama kalinya"Kata Aru entah keberanian dari mana yang berani mengatakannya.
"Aku diam diam mengikutimu, mengawasimu walaupun ini terdengar sangat tidak baik aku benar benar jatuh cinta padamu" Ucap Aru lagi.
Nenek Aru yang menonton pertunjukan pertanyaan cinta dari cucunya merasa senang...
Aria yang mau berbicara tapi tidak tau ingin ngomong apa karena Aru tiba tiba saja ada di depannya saat ini. Dan mengatakan dia suka dengan Aria.....
"Aria... Akuu...... "
"Stoppp Aru......"menghentikan Aru dengan mengangat tangan kanannya di depan Aru sambil tangan kirinya memikirkan sesuatu.
"Apakah Aria ingin marah.... Tidak apa apa aku akan menerimanya"batin Aru
Aria menatap Aru dengan tajam dan Aru menutup matanya.....Aria memegang kedua pundak Aru membuka matanya kaget dia merasa Aria akan memukulnya dia akan menerimanya tapi Aru salah......
"Jadi kamu sudah menyukaiku sejak lama... Aru aku sangat senang sekaliiiiii" memeluk Aru dengan perasaan yang bahagia.
Kaget..... Aru sangat kagett..... Tapi Aria memeluknya terlalu keras.....
"A aaaarrriiaaa"
Tenaganya terlalu kuat....
"Ahahahahahah Aria chan jika kamu tidak melepaskan pelukanmu. Cucuku akan mati bahagia" Kata Nenek Aru..
Aria melepaskan pelukannya melihat wajah Aru yang lemas... "Maaaff aku tidak sengaja.....Tunggu Cucu....... "Melihat Nenek Aru
Nenek Aru berdiri dari duduknya dia terlalu senang malam ini melihat cucunya terlihat berbeda dengan menemukan seseorang yang bisa membuatnya jatuh cinta.
"Benar dia cucuku Aruko Yoshida. Malam ini benar benar malam yang sangat membahagiakan untukku membuat perjodohan untuk cucu pertama dan cucuku yang kedua malah sudah menemukan pasangan yang baik seperti dirimu" Katanya menatap Aria dan Aru bergantian.
"Bibi Yo anda..... "
"Aku merestui hubungan kalian" Memeluk Aria dan Aru... "Aria chan aku percayakan Cucuku padamu dan Aru kamu harus menjaga Aria dengan baik"Kata Nenek Aru
"Aku pergi dulu kamu bicarakan dengan Aria sepertinya dia sangat kaget "Ucapnya lagi pergi meninggalkan gasebo tersebut.
Karena Bibi Yo yang Aria temani bicara adalah Nenek Aru.
"Huh sudah terlalu lama diluar ruangan udaranya sangat dingin"batinya pergi dengan perasaan yang sangat bahagia dan juga tenang sudah ada yang bisa memperhatikan cucunya.
Flasback Off... ♥♡
Jika Aru mengingatnya saat Neneknya pergi percakapan mereka selanjutnya sangat canggung. Lalu menikmati pertunjukan kembang api yang diadakan Keluarga besar Yoshida bersama. Aria tertidur pulas disampingnya karena tidak ingin membangunkannya dia membawa Aria pergi ke rumah bagian belakang dimana dia tinggal.
"Aru... Apakah kamu melamun" Kata Aria membuyarkan lamunan Aru.
Aru menatap Aria merasa Aria benar benar sangat mempercayainya. Pagi hari saja dia kira Aria akan terkejut juga memarahinya karena membawa Aria dia kamarnya tapi ternyata Aria sama sekali tidak marah dan bersikap biasa saja.
"Heii aku bicara padamu!!!!" menunjuk pipi Aru dengan telunjuknya. Aru memegang tangan Aria dan memeluknya,serangan tiba tiba Aru membuat jantung Aria berdegug kencang.
"Aru berinisiatif ingin menciumku"batin Aria melihat sekitar celingak celinguk kanan kiri. Aru yang mengira Aria menolaknya.
"Apakah aku ditolak"batin Aru....
"Disini terlalu banyak orang ayo kita cari tempat yang agak sepi"bisik Aria ditelinga Aru.
Hah? Aru melihat sekitar.... Astaga dia tidak sadar bahwa disini banyak orang yang berlalu lalang pastinya Aria akan malu dilihat orang.
Lalu Aria menarik Aru pergi ke tempat yang sepi..."Nah disini boleh" Ucap Aria. Mereka sekarang berada di antara pohon besar menutupi badan mereka,juga tidak ada orang yang bakalan melihatnya.
Aru tersenyum memandang Aria yang sudah menutup matanya. Deg deg deg deg deg deg deg deg deg deg deg deg deg deg deg deg jantung Aru berdetak cukup kencang begitu pula dengan Aria.
Semakin mendekat.....
Mendekat...
Dekat..
Ekat..
Kat..
Dan yahh mereka berciuman....
❤
❤
Malam Hari Kamar Aru..... (♡˙︶˙♡)
Hatinya hari ini sangat berbunga bunga bagaikan burung yang bebas dari sarangnya. Mencium bantal yang kemarin malam di tempati Aria tidur.
"Wangi Aria..... "Guman Aru dan juga baru saja selesai mengirim pesan dengan Aria. Mengucapkan selamat malam. Aru pun tidur dalam lelapnya malam ini,dia merasakan Aria masih berada di dalam kamarnya menemaninya tidur malam ini juga.
2 hari kemudian karena masih dalam libur sekolah. Aria mengajak Aru ke Apartemennya,Aru yang mengira mereka bakalan bertiga saja di Apartemen Aria untuk belajar bersama,karena Aria berkata Ibu dan Ayahnya pergi berkencan hari ini tidak membawa Atan ikut.
Ternyata saat dia datang sudah ada Kana dan Suna. Perasaan yang cukup canggung satu sama lain berada di dalam kamar Aria.
"Maaf sudah menunggu.....Minuman hangat dan camilannya sudah siap" Ucap Aria senang masuk ke kamarnya membawa makanan dan minuman menyimpannya di lantai. Lalu duduk di samping Aru mengeluarkan buku pelajarannya..
"Atan main sendiri dulu yah" Kata Aria ke Atan yang duduk di pangkuan Kana. "Kakak Kana mau belajar jadi main sendiri dulu disana yah" Ucap Aria lagi.
"Aria tidak masalah kok begini aja"balas Kana merasa tenang karena Aria sudah kembali.
Suna yang melihat Aru merasa aneh sedari tadi melihat Aru yang ikut belajar bersama"Mengapa dia malah datang kesini. Apakah peringatan yang kuberikan ke dirinya saat hari natal tidak mengubrisnya. Walaupun dia bersedia melakukan apapun untuk Aria meski dimanfaatkan"batin Suna
"Dia kan hanya berpenamilan mirip dengan Kakaknya Aria"batin Suna lagi merasa kesal berada di satu ruangan dengan Aruko.
"Hmmm...Baiklah kalau itu tidak merepotkanmu Kana.........."
"Malahan aku senang..Atan yang duduk di pangkuanku" balas Kana ke Aria sambil tersenyum bahagia. Kana sangat senang Atan dekat dengannya sambil memainkan pipi Atan yang sedang makan.
"Sangat menggemaskan"batin Kana.
"Baiklah....Mari kita belajar"Kata Aria bersemangat....
Lalu Aria belajar dengan serius tanpa mempedulikan Kana yang sedang bermain dengan Atan. Sedangkan Aru yang juga belajar serius disamping Aria....
Suna yang berada di depan Aru juga hanya fokus belajar,karena saat mengajak Aria berbicara yang sedang fokus belajar. Aria hanya membalasnya jika Aria bertanya soal dalam pembelajaran.
⛄⛄⛄⛄⛄⛄