You're Special

You're Special
Eps 50 Aria sedih



✴✴✴✴


Sekolah 🏫


"Aria chan ada apa kenapa melamun aja nggak dimakan tuh makanannya? "Tanya Kana melihat Aria malah melamun sedari tadi.


Sudah beberapa hari berlalu setelah liburan mereka. Aria dan teman - temannya sedang berada di kantin untuk makan siang bersama.


"Jika kamu memiliki masalah katakan saja"Ucap Shinya setelah kejadian liburan membuat sifat dingin Shinya sedikit berubah. Yah itu pun juga karena Aria sering memanggilnya istirahat bersama.


"Anu.... Ittuu Hahhhhh" Aria menghela napas bahwasanya apakah ini harus dia bicarakan tapi dia tidak ingin membuat teman temannya merasa sedih. "Minna, aku akan kembali ke negaraku"Jawab Aria dengan nada sedih.


Uhuhkkkk ,Riko yang daritadi makan malah hampir tersedak karena mendengar ucapan Aria. Untung saja ada air minum di sampingnya.


Shinya dan Kana juga terkejut mendengar perkataan Aria.


"Kakekku menyuruh kami sekeluarga kembali ke Negara I awalnya keberangkatannya hari ini. Tapi aku memaksa untuk tetap tinggal disini sementara untuk mengucapkan selamat tinggal pada kalian" Ucap Aria serius. "Jadi Orangtuaku dan Atan sudah pergi duluan tapi kalian tenang saja penerbanganku masih beberapa hari jadi mari kita buat kenangan yang banyak mulai hari ini" Ucap Aria tersenyum memandang Shinya,Kana juga Riko.


"Pantas saja Aria terlihat sangat sedih hari ini apalagi sering melamun"batin Kana


"Ternyata ini yang tidak membuatnya bersemangat"batin Shinya


"Tapi sebelum itu kalian tidak boleh memberitahu teman teman yang lain bahwasanya aku ingin kembali ke Negaraku. Aku tidak ingin membuat teman - teman merasa sedih" Ucap Aria lagi memaksa tersenyum kecil.


"Itu kapan waktu keberangkatanmu? "Tanya Riko


"Bulan depan tanggal 4 penerbangan malam"


Riko menghitung jarinya " Sekarang tanggal 27......Minggu depan dong" guman Riko


"Iya..."



♥~♥~♥



Setelah istirahat di kantin Aria kembali ke kelasnya bersama Kana dan Riko. Sedangkan Shinya pergi ke perpustakaan untuk belajar,tapi saat mereka akan sampai di kelas mereka bertemu dengan Ryu dan Akemi.


"Akemi!Ryu kalian darimana? "Tanya Aria


"Hah Aria itu Kana.... "melihat Kana merasa sangat canggung juga bercampur malu. Lalu di dorong pelan oleh Ryu untuk bicara


"Ngomong aja"Kata Ryu


"Aku dan Ryu tadi dari kelas kalian membawa surat pendaftaran buat Kana" Ucap Akemi


"Ahh iya maaf yah Akemi kun aku lupa bahwa akan masuk ke club memasak...Sini suratnya biar aku isi dulu" Kana mengambil surat dari Akemi.


"Aduh...ini Akemi jadi cowok kok tidak pernah maju sih hubungannya, masa masih pdkt mulu sama Kana malah belum ada hasil juga saat pergi liburan"batin Aria. "Anu Kana kamu coba liat baik baik dulu persyaratannya apa aja kalau kamu tidak mengerti tanya ke Akemi langsung aja,mumpung orangnya masih ada disini" Ucap Aria memberikan kesempatan buat Akemi berdua dengan Kana.


Aria lalu menarik Riko dan Ryu untuk menjauh dari mereka. "Kami pergi dulu yah"


"Akemi kun,sepertinya apa yang dikatakan Aria benar,pertanyaan yang ini aku tidak mengerti" Ucap Kana setelah membaca beberapa dari persyaratannya.


"Aria chan.....Minna Arigato... "batin Akemi


"Ow ini aku akan jelaskan kita cari tempat duduk dulu"Balas Akemi


Aria yang mengintip dari pintu masuk kelas merasa senang bisa membuat Akemi dan Kana bisa berduaan.


"Setidaknya sebelum aku pergi aku ingin melihat hubungan mereka berkembang"Batin Aria.


"Kana pun" Kata Riko .Mereka juga ikutan mengintip.


Aria lalu melihat Ryu dan Riko terlihat cocok satu sama lain "Ryu tolong temani Riko chan ke club sastra tadi dia ingin mengambil buku disana. Karena kamu ada disini mending kamu temani Riko yah" Mendorong Riko dan Ryu keluar dari kelas."Maaf Riko chan aku ada urusan di kelas tidak bisa menemanimu. Ryu aku percayakan temanku ini" Ucap Aria lalu drekk menutup pintu kelas


Ryu dan Riko menatap Aria tidak percaya bahwasanya Aria malah seperti menjadi makcomblang saja tadi Kana dan Akemi sekarang mereka pun.


"Apa kamu memang butuh sesuatu di club sastra? "


"Itu....sebenarnya iya ada, tapi tidak usah sekarang juga"


"Sudahlah ayo aku temani kamu. Aku juga ada keperluan disana" Ryu memegang tangan Riko. Karena percuma saja dia mengejar Aria jika sudah menjadi milik orang lain. Apalagi Aria hanya menganggapnya teman.


"Ehhhh..... "


Aria yang berada di dalam kelas menuju ke bangkunya sambil diliati oleh Aruko.


"Tadi sedih, lalu senang, sedih, senang lalu sedih lagi"batin Aru memperhatikan 3 hari ini Aria terlihat seperti itu dimatanya tapi hari ini lebih sedih lagi. Menunggu Aria curhat padanya namun Aria belum juga memberitahukannya masalahnya.


"Aru......."Menaruh jepit rambutnya ke rambut Aru. Lalu tersenyum bahagia lagi "Cocok sekali denganmu. Jepit rambut itu aku berikan padamu"Melihat Aria tersenyum lagi dia ikut tersenyum kecil menatap wajah Aria.


"Makasih"


Teman sekelas Aria sudah memperhatikan Aria dan Aru belakangan ini makin mesra saja. Mau tidak mau mereka hanya bisa menerima hubungan kasmaran dikelasnya ini. Apalagi Aru juga sangat patuh dengan Aria juga Aria yang sangat lengket dengan Aru.


Aru juga mulai bersikap lebih baik dari sebelumnya bersama Aria. Tapi masih ada beberapa anak nakal yang menentangnya yah tapi itu tidak masalah buat Aru.


Sedangkan di tempat lain. Ruang ganti pakaian,Suna dan teman club bisbolnya sudah latihan di musim dingin ini tapi tidak mematahkan semangat para club bisbolnya untuk mengikuti perlombaan bulan depan.


"Suna..... Apa loe tau gue ada dengar bahwa Aria dan Aru sedang melakukan mantap - mantap di gedung olahraga kemarin"


"Hah darimana kamu mendengar ini?"


"Iyahh benar, gue dengar dari seseorang melihat Aria dan Aru masuk ke gedung peralatan olahraga dan baru keluar setengah jam"


"Tidak... Aria kemarin itu sedang mencari anting - antingnya yang hilang dan Aru membantunya"


"Tapi ada beberapa orang yang mendengar Aria berteriak apalagi sangat terdengar bergairah"


"Aku beritahu kalian yah. Aria tidak memiliki nafsu dan juga dia masih virgin" Kata Suna mengagetkan teman clubnya.


"Apa.... "


"Suna...Kamu bercanda kan"


"Hahahaha iya mana mungkin cewek tidak memiliki nafsu apalagi setelah mereka berpacaran begitu lama.....Suna loe bercandakan"


"Kalau kalian tidak percaya tanya aja Aria" Ucap Suna sudah berganti pakaian dan keluar dari ruangan ganti.


"Gue aja pernah ajak dia untuk melakukan s*x dan ditolak dan gue juga pernah hanya memakai boxer di depannya apalagi punyaku waktu itu tegang malah Aria menanggapinya biasa saja. Aduh jika mengingatnya gue merasa malu banget. Saat Aria jujur bahwa gairahnya hanya akan muncul melihat sepasang cowok melakukan mantap mantap" batin Suna .


"Woii Suna tungguin gue. Gue ingin bertanya " Teriak Horo masih tidak percaya dia masih mau tau tentang Aria.


Walaupun Suna sudah melihat Aria berciuman dengan Aru waktu itu. Waktu saat Aria menyatakan Aru sebagai kekasihnya di hadapan teman sekelas. Dan saat tau bahwa Aria hanya memanfaatkan Aru hanya karena mirip dengan Kakaknya Aria. Dia selalu tanamkan itu di dalam dirinya bahwa Aria hanya menyukai Aru karena mirip dengan Kakaknya dan suatu hari nanti dia akan membuat Aria menjadi miliknya.


Suna tidak tahu bahwa hubungan Aria dan Aru sudah lebih baik. Walaupun menyadari hubungan Aria dan Aru makin dekat tapi dia selalu menyangkalnya dengan apa yang dilakukan Aria itu hanya semata menganggap Aru sebagai bayangan Kakaknya saja.


.


.


♡♥~♥♥♥♥♥♥♥~~♥~♡