
Warning Ada Adegan 21+ Sebelum itu Author hanya mengingatkan bahwa ini hanya halu dan karangan saja. Jadi yang mau baca,silahkan di baca tapi kalau tidak suka tentang hal vulgar skip aja oke.. ๐
Happy Reading...
Aria beranjak dari kingsize tidak memperbaiki pakaiannya yang sudah diberantakan oleh Ducky. Menekan tombol yang ada di dinding terbukalah sebuah pintu yang menuju kekamarnya.
Ducky yang melihat Aria pergi tanpa menoleh kebelakang padanya merasakan sakit di dadanya ini juga salahnya sudah tahu bahwa mereka tidak akan pernah bisa berhubungan badan tapi masih saja ingin mencobanya.
Ducky kembali masuk ke kamar mandinya dan menyelesaikan sendiri apa yang sudah dilakukannya..
Aria yang berada di kamarnya, karena gairahnya sudah dipicu tapi merasakan rasa sakit juga akhirnya dia mengambil alat ******** yang dia simpan untuk mengeluarkan hasratnya sendiri.
Jadinya mereka berdua main solo.......menyedihkan sekali... ๐ฉ
"Kapan bayang - bayang tidak jelas ini melihat dari pikiranku"batin Aria dia juga sebenarnya sangat ini berhubungan lebih dengan Ducky.
Jika bermain dengan alat ****** sambil o*n*i sendiri tidak membuat sakit kepalanya kambuh. "Selalu saja seperti ini"guman Aria "Akhhhhh ahhnmmm"
๐ ๐
Keeskokan paginya.....
Aria menatap dirinya di depan kaca terlihat kissmark yang Ducky tinggalkan semalam. Tersenyum memandang bekas merah di dadanya,Aria tahu bahwa dirinya sudah tidak perawan lagi tahu bahwa bukan Ducky yang dia temani tidur.
"Siapa sebenarnya laki-laki yang pertama kali berhubungan denganku sehingga tubuhku ini tidak bisa melupakannya dan jantungku rasanya sangat berdenyut kencang ketika bayangan itu datang" keluh Aria. Dia sudah tahu bahwa dirinya telah melupakan sesuatu dan ingatan yang ingin dia ketahui tidak bisa dia ingat sama sekali kecuali rasa sakit dan bayangan hitam yang muncul.
Aria berharap Ducky bisa menceritakan apa yang terjadi padanya dulu tapi itu mana mungkin bahkan orang dekatnya pun menutup mulut mereka dengan rapat termasuk sahabatnya Tina yang dia temui 3 tahun yang lalu.
"Kacca bangunnya kesiangan yah" Maksudnya 'Kak Acca' disingkat Kacca oleh Adiknya Atan .
"Kakek ada apa denganmu?" Panik Aria lalu dengan cepat menghampiri Kakeknya. Yang terlihat kesakitan sambil memegang kakinya.
"Tidak apa - apa kok. Kakek hanya terlalu bersemangat olahraga bersama Ducky dan Atan jadinya kaki Kakek jadi seperti ini" Balas Kakek As menjelaskan ke cucunya Aria agar tidak khawatir.
"Iya Kacca.....Kakek tidak apa - apa kok malahan Kakek yang menantan Kakak Ipar jadinya seperti ini"
Aria lalu menatap Adiknya dan mencubit pipinya..... "Aduh sakit kak"
"Kenapa kamu tidak menghentikan Kakek dan sekarang lihat Kakek menjadi kesakitan kan"
"Kak kenapa aku yang disalahkan sih"
"Sudah.....Adikmu tidak salah"
Aria melepaskan cubitan di pipi adiknya karena Kakeknya sudah membelah Atan.
"Dasar Kacca" memegang pipinya yang kesakitan karena ulah Aria.
"Biarin siapa suruh kamu terlalu imut" Ucap Aria sambil terkekeh kecil menjahili adiknya.
"Kakek" Ducky datang membawa p3k sendiri dan mengobati luka yang dialami oleh Kakek Aria. Aria tidak menyangka Ducky malah tidak menyapanya ataupun berbicara dengannya..
"Ada apa dengan Kakak Ipar?"batin Atan melihat reaksi Ducky melewati Aria begitu saja "Padahal kemarin mereka baik - baik saja!??? "
"Makasih Nak" memegang kepala Ducky yang berjongkok dibawahnya setelah diobati oleh Ducky sendiri.
"Kakek tidak perlu berterima kasih ini sudah kewajibanku" Ducky tersenyum kecil
Aria lalu menarik kerah baju belakang Ducky"Kakek aku bawa Bangbek dulu yah" Ucap Aria menyeret Ducky pergi menjauh dari keluarganya.
"Tenang saja sebentar juga mereka baikan"
"Benarkah tapi kenapa Kacca malah menyeret Kakak Ipar seperti itu mereka tidak akan bertengkar kan"
"Yaudah kamu awasi dan cegah saja mereka jika bertengkar" Ucap Kakeknya berdiri lalu Paman Fan yang sedari tadi mengawasi dan hanya diam akhirnya dipanggil Kakek As untuk dibantu membawa ke kamarnya.
"Ehhh Kakek" melihat Kakeknya sudah meninggalkannya. Atan lalu pergi menuju ke arah dimana Aria menyeret Ducky, dan tidak sangka apa yang dilihatnya mukanya langsung memerag dan pergi lari dari tempat tersebut.
Bammmmmm......
"Kakek" Teriak Atan masuk dengan membuka pintu kamar Kakeknya dengan keras.
"Bagaimana apakah mereka bertengkar?"
"Apa apaan Kakek pasti sengaja untuk aku melihatnya kan" Atan sangat malu dengan apa yang dilihatnya. Kakeknya yang mengerjai Atan malah tertawa gembira mengerjai cucunya.
Mau tahu apa yang terjadi... Yaudah Author kasih tahu deh.. (เน ห ยณห)โฅ
Beberapa menit yang lalu....
Setelah Aria menyeret Ducky dan menuju ke arah ruangan sebelah. Aria memandang wajah Ducky yang tidak ingin melihatnya.
"Marah padaku" memegang wajah Ducky.
"Aku tidak marah"
Aria tahu bahwa perkataannya tidak sesuai hati Ducky.
"Tapi kamu marah, biasanya saat kita tidak bisa melakukan itu kamu tidak mengabaikanku seperti ini"
"Acca,aku hanya melakukan apa yang biasa kamu lakukan padaku. Kan kamu yang sering mengabaikanku bahkan selalu aku yang inisiatif tapi hari ini kamu......"
Cup Aria mengecup bibir Ducky untuk menghentikan omelannya dan memeluknya
"I Love You" membisikkan kata yang membuat Ducky terkejut. Melepaskan pelukannya lalu memandang wajah Ducky yang terlihat konyol.
Menyentuh wajah Ducky lalu mencium kening, hidung,dan turun ke bawah bibir Ducky dan menciumnya.
Ducky pun mengikuti permainan lidah Aria,ciuman ganas itupun terjadi disaat Atan datang melihat kelakuan mereka. Rasa malu Atan melihat hal itu membuatnya lari ke kamar kakeknya. :;(โฉยด๏น`โฉ);:
Ahmm uhmmm...
Ha hah hah hah ciuman panas itu berakhir mereka saling melihat sambil mengambil napas.
Ducky memegang wajah Aria dan menciumnya kembali. "Acca" Kata Ducky sambil mengeluarkan air mata.
Aria yang melihat Ducky"Kenapa?" Tanya Aria sambil menghilangkan air mata Ducky.
"Katakan hal itu sekali lagi" balas Ducky melihat Aria yang menjadi lembut denganya.
Aria tanpa ragu mengatakan "Aku cinta padamu Ducky Santonaya Hattrick" Ucap Aria sambil menatap kedua mata Ducky.
Ducky merasa sangat bahagia mendengar perkataan Aria tapi di dalam dirinya belum yakin. Apakah Aria benar benar sudah mencintainya? Jika Aria belum sepenuhnya mencintainya apalagi belum tidur dengannya itu masih membuatnya waspada pada hubungannya.
Dia ingin Aria mencintainya tanpa ada kata meninggalkan dirinya nanti,tapi Ducky tidak akan membiarkan Aria pergi dari sisinya jika itu akan terjadi. Walaupun dia bersikap egois dan sering menutupi kesalahan yang telah diperbuatnya kepada Aria. Itu semua dia lakukan demi kebahagiaannya walaupun itu sangat egois.