You're Special

You're Special
Eps 30 Ketakutan Aruko



Malam harinya Kamar Aruko Yoshida. Sedang merenungkan kesalahan dan ucapan yang membuatnya tergiang di kepala.


"Jika tidak melakukan ini Aria bakalan dihindari oleh semua orang. Tapi jika dia benar - benar tidak menyapa dan memberikan ucapan selamat pagi dan sampai jumpa besok untuk bertemu itu pasti akan membuatku sedih. Aria sudah mengajakku untuk bertemu dengan adiknya tapi aku..aku.... "


Brakkkk... Memukul meja yang ada di depannya "Seharusnya aku tidak peduli dengan perkataan orang - orang tapi aku juga tidak ingin mendengar mereka mengatai Aria dengan membicarakannya hal tidak baik untuk didengarnya" Aru sangat peduli dengan reputasi Aria di sekolah dia tidak ingin menyusahkan Aria. Lalu dia pun berusaha sekuat tenaga untuk menjauhi semua orang termasuk Aria.


"Dengan dua membenciku kurasa itu bisa menghentikan dirinya mengangguku"batin Aru


Hari hari berlalu dengan cepat ketakutan Aruko semakin membuatnya merasa sesak Aria benar benar tidak pernah lagi menyapanya dan mengabaikan dirinya.


Dan teman sekelasnya mulai mendekati Aria lagi.


Walaupun dia senang hubungan Aria dengan teman sekelas sudah dekat lagi. Pada akhirnya hanya dia yang tersakiti.


"Melihat kamu dikelilingi oleh orang - orang yang menyukaimu dan berteman denganmu. Kurasa itu sudah cukup dan orang orang tidak lagi menggosipkan tentangmu. Aku memang pantas untuk dijauhi oleh semua orang"batin Aru melihat Aria dari arah luar jendela sekolah bersama temannya.


Aru sangat bertekad untuk menjauhi semua orang dan tidak ingin berurusan dengan hal apapun dengan Aria lagi.


Tapi Aruko tidak menyadari bahwa Aria masih sering memperhatikan dirinya.


Dengan menyibukkan dirinya sendiri dengan hal hal yang bisa membuatnya melupakan Aria tapi itu hanya membuatnya terus memikirkan tentang Aria.


.


.


.


4 Minggu berlalu Aruko benar benar tidak pernah berbicara dengan Aria setelah kejadian itu.


"Wah Aria chan nilai ujian kamu rata - rata berangka 9"Puji Mai melihat kertas ujian Aria


"Dan lihat nilaiku sudah naik karena bantuan Aria" Vu yang tiba tiba datang memperlihatkan kertas ujiannya.


"Huhuhu aku juga senang nilaiku sudah naik dan pasti mamaku bakalan bahagia melihat ini"Ucap Sin yang datang sambil menangis


"Arigato Aria chan"Ucap mereka berterima kasih. 1 minggu bersama Aria belajar bersama membuat nilai mereka meningkat dari ujian kali ini.


Aruko melihat nilainya yang menurun dia tidak peduli untuk apa memiliki nilai yang tinggi tidak ada yang bakalan senang melihat hal itu.


Sepulang sekolah.....


Aru berjalan keluar menatap punggung belakang Aria yang sedang tertawa bahagia dengan Kana chan dari kejauhan.


Aru bertanyak - tanyak dalam pikirannya Apa yang membuat Aria tertawa lepas seperti itu. Tak lama dia melihat Sunakawa Kouki menghampiri Aria dan langsung memegang tangan Aria. Hatinya perih melihat Sunakawa makin dekat dengan Aria. Aria yang tersenyum memandang Suna... Banyak teman kelas yang bergosip bahwa Suna mengejar Aria.


Teman sekelas mendukung hubungan mereka. Selama 2 minggu terakhir ini Suna benar benar sangat peduli dengan Aria dan memperlihatkan dirinya bahwa dia mengejar Aria. Banyak yang mengatakan bahwa Aria juga menyukai Sunakawa.


"Dia memang yang terbaik untukmu Aria Asanajaya"guman Aru lalu pergi. Tidak lagi memperhatikan Aria dari kejauhan.


Di sisi lain beberapa jam kemudian Aria yang sudah berada di rumahnya pulang bareng dengan Suna....


Kamar Aria...


"Uhhh capek banget hari ini"guman Aria merebahkan tubuhnya di tempat tidurnya.


"Pulang cepat ke Apartemen malah tidak ada siapa - siapa. Mama berada di rumah Tante Hina bersama dengan Atan kalau Papa masih di kantor" Aria mendesah pelan merasa tidak nyaman sendiri di Apartemen. Tapi ini juga karena pulang lebih awal karena tidak ada kegiatan di sekolah setelah ulangan berakhir.


"Sudahlah sebaiknya aku mandi dulu"guman Aria bangun dari tidurnya menuju ke kamar mandi miliknya. Tak selang beberapa lama Aria keluar dari kamar mandi miliknya dan berpakaian santai.


Aria turun dari kamarnya menuju dapur untuk mencari makanan tapi tidak ada apa - apa di kulkas.


"Stok camilan malamku habis"batin Aria melihat kulkasnya. Aria pun melihat ke lemari lainnya mendapatkan bungkusan beberapa bumbu masakan dan lainnya.


"Aku buat apa yah untuk makan ya... Mie atau Nasi goreng"guman Aria berpikir. "Semalam aku sudah makan Mie dan Nasi goreng 2 minggu yang lalu mama buat..itu aja deh" Aria menetapkan apa yang ingin dimakannya sore ini.


Lalu Aria mengambil bahan bahan yang ingin dimasaknya."Saos tomat, lombok, nasi, telur, Telurnya aku ganti sosis aja deh " Ucap Aria mencari Sosis yang ada di kulkas ternyata sudah habis. "Malas banget kalau keluar apalagi cuaca mulai dingin begini"keluh Aria tapi dia mau banget kalau toping nasi gorengnya pake sosis coba aja ada bakso pasti enak banget nih rindu banget sama bakso di Negara I. Walaupun ada yang jual meat ball di mini market tapi kalau bisa makan di warung pinggir jalan pasti lebih enak coba aja ada Abang disini.


"Aku keluar aja deh sambil beli stok camilan"guman Aria naik ke kamarnya dan memakai jaket miliknya.


Setelah itu Aria keluar dia bertemu dengan Suna.


"Suna"Ucap Aria baru aja dia membuka pintunya dia langsung melihat Suna berdiri di depan pintunya."Kenapa kamu berdiri disini?"Tanyak Aria


"Mamamu menghubungiku dan menanyakan dia bakalan bermalam hari ini di rumah bibimu karena dia tidak bisa menghubungi nomor milikmu"Balas Suna


"Hmmm... Hpku berada di kamar aku mencasnya jadi tidak aktif"


"Kamu mau pergi kemana. Apakah pergi membeli makanan?" Melihat penampilan Aria.


"Kok tempe"Ucap Aria bercanda.


"Yah aku tahu lah. Apalagi kamu berpakaian seperti itu mau pergi makan bareng"Balas Suna mengajak Aria.


"Yaudah kalau kamu yanh bayar terpaksa aku ikut denganmu"Ucap Aria lalu menutup pintu rumahnya dan menarik lengan baju Suna untuk jalan bersama.


Mereka lalu keluar dari Apartemen bersama - sama.


"Bagaimana kalau kita makan ramen aja?" Opsi Suna menyarankan ke Aria. Aria langsung memandang Suna yang berdiri disampingnya. "2 minggu yang lalu aku dan anak tim dapat tempat yang sangat bagus juga ramennya sangat enak " Ucap Suna mengingat kebersamaannya dengan klub bisballnya.


Aria mengangguk antusias senang,mana mungkin dia menolak....."Yah udah Suna kamu aku kesana!!"Ucap Aria bersemangat....Suna sangat senang dia merasa lebih dekat dengan Aria sudah mengetahui sifat,kesukaan,hobinya,kelucuannya dan semuanya dia tambah menyukai Aria. Tapi Aria belum menerima perasaannya tapi Suna tidak akan menyerah.


Waktu berlalu begitu cepat mereka menikmati waktu berduanya hari ini dengan bersenang - senang. Suna merasa seperti seorang kekasih yang sangat memperhatikan Aria. Memanjakannya dan mengikuti semua kemuan Aria hari ini.


Karena dari kemarin mereka sibuk belajar jadi tidak ada waktu untuk bermain apalagi jadwal mereka yang padat akan tugas.


"Tidak menyangka sudah mau malam aja"guman Aria melihat langit senja. Saat ini mereka sedang melihat pemandangan kota dari atas bukit yang tidak terlalu tinggi.


"Apa kamu merasa senang hari ini....


" Ten....


" Pastinya kan dengan 2 cup besar ramen, 3 kali makan eskrim dan beli lagi takoyaki apalagi kue mochi....Aku tidak tahu sebagai cewek makanmu terlalu banyak"Suna memotong perkataan Aria dan mengejeknya.


"Suna.....Apa kamu tidak ikhlas karena makanan yang aku makan dari uangmu"Ucap Aria jengkel dengan Suna.


Suna melihat wajah Aria yang mengembung marah kepadanya sangat kawaii. Lucu sekali melihat Aria marah. Suna langsung mencubit kedua pipi Aria yang sudah membuat dirinya tidak tahan untuk mencubitnya.


"Aria kamu sangat lucu dan manis. Mana mungkin aku mengejekmu malahan aku senang kamu meminta banyak hal kepadaku"Ucap Suna sambil terkekeh manis.


Umm ummm ummmm memukul mukul tangan Suna untuk melepas cubitan di wajahnya.


"Sial Suna pipi aku sakit tahu"


"Siapa suruh kamu sangat manis"goda Suna


"Apa kamu tidak takut gemuk"Ucap Suna


"Tidak... Kamu lihat aku darimananya gemuk"Aria memperlihatkan tubuhnya sambil berputar di depan Suna.


"Benar juga,kemana semua lemaknya yah"bati Suna melihat tubuh Aria malah tidak berubah."Apa kamu sedot lemak Aria"


Dukk....


"Ahhh sakit.......Aria.... "Teriak Suna memegang kakinya yang ditendang Aria...


"Makanya jangan asal tuduh. Suna Baka..Blehhhhhh" Aria meninggalkan Suna yang masih kesakitan.


"Aria kamu.... "Teriak Suna


"Mana mungkin aku sedot lemak, kegiatan aku kan juga banyak apalagi aku sering olahraga malahan kata teman teman belakang aku menonjol dan apalagi di dadaku ini"guman kecil Aria.


"Untung aja aku tidak pernah memakai pakaian yang ketat kalau tidak bakalan asetku terekspos"batin Aria.


"Aria tunggu kamu jangan tinggalin aku"Suna memegang tangan Aria.


"Makanya jadi orang jangan belagu"Ucap Aria masih kesal dengan perkataan Suna.


"Yah deh gomen Aria chan...."balas Suna tidak ingin melihat Aria marah lagi dengannya.


"Huh.... Aku tidak menerima permintaan maafmu"


"Lalu apa yang kamu inginkan Nona Aria.... Sunamu bakalan memberikan apapun padamu untuk mendapatkan permintaan maafmu"Ucap Suna membuat Aria malah merinding mendengar ucapan Suna.


"Suna.... Kamu.... Aku memaafkanmu jangan katakan itu lagi aku merasa geli... "


"Tapi mukamu memerah Aria. Apa kamu sudah menyukaiku"Ucap Suna kepedean.


"Taulahh cari tahu aja sendiri"


"Hei Aria jangan pergi jawab dulu pertanyaanku"melihat Aria pergi sepertinya Suna mendapatkan hasil dari usahanya beberapa hari ini.


"Suna baka...Kamu yang selalu perhatian dan terang terangan mengejarku dengan mukamu yang lumayan mana mungkin aku tidak suka padamu"batin Aria berjalan cepat merasa malu dan merinding.


"Aria... Mattee"Ucap Suna mengikuti Aria dia sangat senang jika Aria mulai membuka hatinya untukknya.


"Suna pulanglah sendiri"Teriak Aria lalu lari...


"Dasar Suna kamu yang ingin mau berubah karenaku aku cukup senang"batin Aria.


"Aria...."guman kecil Suna melihat Aria menjauh melihat langit yang makin gelap"Sepetinya akan hujan sebaiknya aku mengikutinya"Ucap Suna pergi mencari Aria


.


.


.


So... Gaes jangan lupa like,komen,share dan vote nya yah.....


Baper.. Nggak baper... Yah baaper lahh... Siapa coba cewek yang tidak merasa senang bahwa ada cowok yanh mengejarnya dengan terang terangan apalagi kalau cogant yang ngejar kamu. Pasti ketawa ketiwi kan..... (╯3╰)