
"Aru gadis yang kamu suruh awasi sudah pulang dengan aman" Ucap Dero setelah mendapatkan laporan dari orang suruhannya "Dan apakah dia yang membuatmu jatuh.... "
"Diamlah Dero san sebaiknya kamu pikirkan bagaimana caranya menghadapi Aozan" balas Aru untuk tidak membahasnya.
"Aku tidak menyangka bahwa kamu sudah menyukai seorang gadis"Dero yang masih ingin membahasnya "Aku bangga padamu Aruko Yoshida"Memeluk Aru
"Dero san bisakah kamu jangan seperti ini."Mendorong Dero.
"Ahaha kamu malu Aru, aku tidak menyangka kamu bakalan menyamar menjadi Ay sama. Untuk menolong gadismu,jika Ay sama mengetahuinya dia pasti akan tertawa mendengar ini"
Dero san tidak menyangka Aru bakalan mengambil identitas Ay sama untuk menghadapi bawahan Aozan Yoshida.
"Jangan beritahu dia Dero san,dan aku baru tahu kamu sangat dekat dengan Sunakawa Kouki"
"Dia kan bekerja disini tentu aku dekat dengannya,malahan aku kaget kamu bisa datang ke tempat ini,Apakah kamu mengikuti gadismu karena dia kesini mencari Suna"
Aru tidak menjawab memilih diam....
"Jadi benar kamu..... "
Aru memilih meninggalkan Dero sebelum menanyakan tentang yang lainnya lagi...
"Hei Aru..."Melihat Aru pergi "Bocah nakal itu, malah kabur memberikan tanggung jawabnya..... tapi aku senang dia banyak bicara denganku"
"Sudahlah biarkan aku membereskan masalahnya"guman Dero
.
.
.
Keesokan harinya....
Pagi menyinari kamar miliknya kamar yang bernuansa elegan perpaduan gaya klasik barat dan timur benar - benar sangat menarik untuk dilihat.
Dia masuk ke kamar mandi miliknya untuk menyengarkan suhu tubuhnya pagi ini. Setelah mandi dia keluar dan mengambil pakaian sekolahnya lalu memakainya.
Keluar dari kamarnya para pelayan menyambutnya dengan memberikan ucapan selamat pagi padanya. Dia hanya mengabaikannya. Dan berjalan keluar dari halaman wilayahnya untuk menuju ke gerbang belakang berangkat ke sekolah. Dia tidak pernah makan bersama dengan keluarganya kecuali ada acara pertemuan keluarga besar yang harus ada kehadirannya.
Banyak penjaga/yakusa yang mengawasi rumah milik Ayahnya. Dia adalah anak yang selalu diabaikan oleh Ayahnya. Walaupun memiliki seorang kakak laki-laki tapi mereka tidak sering saling berbicara jika bukan hal penting.
Aru sering membuat masalah di sekolahnya untuk menarik perhatian Ayahnya. Namun yang dia dapatkan hanya membuat dirinya malah makin menjauh dari rasa kasih sayang yang ingin dia dapatkan hilang sepenuhnya.
Aru selalu merasa iri dengan kakaknya yang lebih dimanja oleh Ayahnya padahal dia juga sudah berusaha mendapatkan hasil nilai, lomba, ujian dan lainnya tapi tidak pernah dilirik oleh Ayahnya hanya siksaan yang menyakitkan yang dia dapat. Makanya dia membuat masalah di sekolah untuk mencari perhatian dan berakhir menjadi anak yang disebut pembawa sial, masalah. Aru berpikir Ayahnya sangat membencinya yang telah lahir kedunia ini dan menyebabkan Ibunya meninggal.
Aru terus berjalan sampai menuju kesekolahnya. Menuju ke taman belakang sekolah. Sekolah yang masih begitu sepi karena Aru sangat cepat datang kesekolah.
Ini adalah tempat yang Aru dulu jalani saat mendapatkan hukuman dari pihak sekolah dan menjadi keterusan untuk kebiasaannya. Dengan merawat tanaman sensei yang membantu Aru akan berubah dan yah itu berhasil.
Jika kita tidak cocok dengan kehidupan nyata biarkan kita berada di alam kehidupan kita sendiri. Tanpa mempedulikan perkataan dari orang lain.
"Aneh, saat masuk pintunya tidak terkunci apakah ada yang memasuki tempat ini"guman Aru sambil jalan.
Aru ingin tahu siapa yang berani masuk ke tempat miliknya.....
Saat Aru sudah berada di dalam dia melihat seseorang yang tidur yang biasanya dia merangkai bunga
"Siapa? "batin Aru bertanya tanya mendekati meja itu.
"Aria Asanajaya"guman Aru kaget melihat wajah Aria yang tertidur di meja. Aria menggunakan kedua tangannya sebagai bantalan untuk kepalanya.
Sangat pulas melihat wajah Aria yang begitu damai di alam mimpinya.
"Kenapa bisa dia tidur disini!!?" batin Aru memilih duduk disamping Aria dengan pelan agar tidak membangunkan Aria.
Dia merasa senang bisa melihat Aria di pagi hari ini. Dan melihat wajah tidur Aria yang sangat cantik.
Rambut yang panjang, hidung mancung,bulu mata yang sangat lentik,bibir yang mungil, alis yang agak tebal, pipi yang sedikit tembem. Aru memperhatikan wajah Aria dengan seksama untuk kedua kalinya. Saat pertama kali tidur di Uks dan sekarang di rumah kaca.
"Sangat cantik"guman kecil Aru melihat Aria
Aru tidak menyangka dia ingin sekali dekat dengan Aria. Perasaan yang baru saja dia ketahui di dalam hatinya bertanya - tanya apakah dia jatuh cinta dengan gadis di depannya ini.
Tapi mana mungkin cewek mau dengannya rumornya yang telah membuatnya seperti itu mana ada yang tertarik dengannya. Apalagi dia sudah di cap sebagai anak berandal, kasar dengan perempuan dll.
Saat dia memasuki usia di masa sd sudah banyak tidak ingin bermain dengannya karena dia hanya fokus belajar untuk mendapatkan perhatian Ayahnya sedangkan saat Smp dia juga masih seperti itu dengan mengikuti semua kegiatan lomba akademik dan non akdemik di luar sekolah . Tapi semua usahanya hanya dianggap tak pernah dilirik oleh Ayahnya.
Dia yang selalu mendapatkan pelatihan yang kazar sudah dari kecil oleh Ayahnya untuk menjadi kuat malah tidak ada yang membuat Ayahnya tergerak untuk mengasihaninya dan mengobati setiap luka yang diterimannya.
"Kamu tahu Aria melihat keluarga yang membesarkanmu membuatku iri denganmu"guman kecil Aru. "Namun aku sudah terbiasa oleh semua itu orang - orang menghindariku karena berasal dari keluarga yakusa. Mereka takut bermain denganku karena Otou san memiliki kekuasaan di wilayah ini. Otou san tidak pernah menganggapku anaknya karena gara gara aku Okaa san pergi setelah melahirkanku itulah yang dia katakan. Dia sangat kaget mengetahui istrinya meninggal setelah melahirkanku............"
Aru berbicara dengan nada yang sangat pelan.
"Saat pertama kali melihatmu yang sedang bermain dengan anak - anak kecil. Suara tawamu membuatku tersenyum untuk pertama kalinya" Aru merasakan magnet senyum dari Aria memancarkan aura di sekelilingnya.
Aru yang mulai mengingat masa di bulan Agustus.........
.
.
.