You're My Boy

You're My Boy
Nasib Ken 2



Ny.Lee ternyata tidak hanya menginap satu atau dua malam, tapi lebih tepatnya dua bulan. Selama dua bulan itu, Boy harus rela untuk mengantarkan Ny.Lee dan Marsha pergi kemana pun mereka inginkan. Ny.Lee ternyata seperti Marsha, suka shopping. Tugas Boy adalah mendorong kursi roda Ny.Lee sampai kedua orang itu puas berbelanja.


Hari ini, adalah hari terakhir Ny.Lee berada di rumah Boy. Boy tidak sabar untuk mengantarkan kepergian Ny.Lee bersama Marsha.


"Terima kasih, menantu Mom yang baik." Ny.Lee memeluk Boy dengan erat. "Maaf, Mom selalu mengerjaimu."


"Wah, akhirnya mom sadar."


Marsha yang berada di samping Boy, mencubit pinggang Boy dengan cukup keras.


"Bercanda, Mom." "Boy justru senang kalau Mom mengerjai Boy.. itu artinya mom sehat." ucap Boy jujur.


"Telepon Marsha jika sudah sampai, Mom." Marsha mencium Mom nya sebelum dia pergi.


Mobil Ny.Lee segera berjalan meninggalkan rumah Boy. Boy bisa bernafas lega karena kebebasannya di rumah sudah terpampang jelas di depan mata.


Boy segera menggendong Marsha untuk bisa beristirahat di kamar. Marsha juga pasti lelah karena dia harus menemani Mom Lee. Perut Marsha juga sudah mulai terlihat lebih besar. Pasti Marsha mulai merasa berat untuk berjalan.


"Baby kita sedang apa, sayang?" Boy mengusap perut Marsha dengan lembut. "Aku ingin menengoknya."


"Boy, jangan macam-macam. Aku lelah." "Anak ini juga begitu aktif seperti Daddy nya." Marsha bersandar pada head board. Dia membuka sedikit kaosnya, supaya Boy dapat melihat pergerakan dari anak mereka.


"Lihat, dia menendang."


Boy memegang kembali perut Marsha dan dia takjub bisa merasakan gerakan di sana.


"Hey, Baby Boy.. Daddy tidak sabar untuk menunggu kedatanganmu." ucap Boy senang.


"Ken ada di mana, Boy?"


"Kenapa?" Boy terlihat bingung dengan pertanyaan Marsha. Kenapa wanita itu bertanya keberadaan Ken?


"Baby ini minta makan, dan dia ingin uncle ke sini."


"What? Mana ada seperti itu, sayang?" protes Boy.


"Serius, Boy. Anak ini akan diam jika berada dekat Ken."


Boy melongo. Dia yang lelah membuatnya, tapi anak itu malah menurut pada Ken? Boy benar-benar bingung pada kehamilan istrinya ini.


Dia sudah bertanya pada Reno, Juna, dan Sam, tapi mereka tampak tidak mengalami kesulitan sewaktu istri mereka berada pada trimester kedua. Kalau yang pertama, memang masing-masing punya cerita unik. Tapi begitu memasuki kandungan usia 5 bulan, mereka bisa jauh lebih tenang. Sepertinya, hanya Boy saja yang semakin lama semakin resah dengan permintaan Marsha.


"Ya sudah, tunggu di sini sebentar."


Boy memanggil Ken dengan meneleponnya. Tidak lama, Ken datang dengan membawakan makanan kesukaan Marsha.


Sesuai ucapan Marsha, Baby Boy itu diam ketika Ken datang. Marsha kini dengan semangat membuka nasi padang yang di bawa oleh Ken. Sudah 2 minggu ini, nasi padang menjadi makanan kesukaan Marsha. Dan Marsha ingin Ken yang membelinya.


"Uncle, telima acih." kata Marsha dengan suara cedal menirukan suara anak-anak.


Boy tertawa sinis. Dia gerah sekali menyaksikan Ken bicara dengan anaknya. Kalau bukan atas permintaan Marsha, Boy sudah mengusir Ken jauh-jauh.


"Ken, apakah Mom sudah bicara pada mu?" Marsha memulai pembicaraan.


"Sudah, nona."


"Lalu? Apa kamu setuju?"


"Ya, saya setuju."


"Bagus, Ken." "Cepat peluk aku." teriak Marsha senang.


Ken memajukan badannya dan memeluk Marsha.


"Hey, apa yang setuju, Mars?" tanya Boy yang sedang menyimak dan mengamati mereka berdua. "Ken, jangan lama-lama." peringat Boy.


Ken melepaskan Marsha sebelum Boy menendangnya.


"Boy, Mom akan berikan 30% asetnya untuk Ken."


Boy lagi-lagi bengong. Kenapa Marsha begitu senang ketika sebagian miliknya di ambil oleh Ken?


"Tadinya, Mom berencana mengangkat Ken jadi anaknya, tapi karena Ken punya perasaan pada Jessica, jadi dia memutuskan untuk memberikan Ken secara cuma-cuma sedikit dari hartanya." jelas Marsha dengan semangat. "Bukankah itu bagus, Boy?"


Boy menggaruk kepalanya yang tidak gatal sambil tersenyum kaku. Sesedikit nya Harta Ny.Lee, jumlah nya tetap masih mencapai ratusan miliar. Pilihan dari Marsha ini terdengar tidak ada yang bagus. Jika Ken diangkat jadi anak, maka Ken akan menjadi kakak iparnya. Sedangkan jika Ken menjalin hubungan dengan Jessica, Ken akan menjadi adik ipar Boy dan sekaligus mendapatkan harta Ny.Lee.


'Semoga anak ku besok jauh lebih cerdas daripada ibunya.' batin Boy.


"Setelah makan, cepat kau pergi. Aku ingin bicara berdua dengan Marsha." ucap Boy sambil merebahkan diri dalam sofa di kamar.


*


*


*


"Sayang, kenapa Mom melakukan hal yang tidak masuk akal?" protes Boy setelah Ken pergi.


"Boy, Kamu harus dukung Ken untuk bisa mendapatkan Jessica." Marsha mencoba menenangkan suaminya. "Mom Sania dan Dad Bayu pasti tidak akan mengijinkan jika anak mereka menikah hanya dengan bodyguard."


"Ya, kamu betul." "Mom tentu akan lebih memilih Jessica bersama Song Jong Ki daripada dengan Ken."


"Nah, itu pintar." Marsha mengelus kepala Boy.


"Jadi, bagaimana sekarang?" tanya Boy yang mulai memberi kode pada Marsha.


"Come on, my Boy.." Marsha menarik Boy mendekat padanya. Dia kasihan pada Boy yang sudah menahan salama ini karena ada Ny.Lee.