You're My Boy

You're My Boy
Aniversary



Setelah tidak lagi menjadi selebgram, Marsha mempunyai banyak waktu di rumah. Dia sudah melakukan tugasnya sebagai istri yang baik, dengan membereskan kamar, memasang dasi suaminya, dan juga menyiapkan sarapan untuk Boy. Ya, Marsha memutuskan untuk tetap memasak dengan bantuan bibi. Hasilnya, semakin hari kemampuan Marsha memasak mulai meningkat.


Boy juga menjadi suami yang baik. Dia mengurangi kegiatan untuk bermain game, dan lebih banyak menghabiskan waktu untuk melakukan kegiatan bersama Marsha. Kebetulan, mereka memiliki hobi yang sama, yaitu shopping. Jelas sekali kehidupan pernikahan Marsha sekarang lebih baik karena dia mendapatkan suami rasa sahabat. Marsha tidak bisa mendapatkan hal ini seandainya dia bersama Juna.


Dan tidak terasa, pernikahan mereka hampir genap satu tahun. Besok adalah hari anniversary mereka. Sebagai wanita tentu Marsha mengharapkan sesuatu dari Boy. Tapi, tampaknya Boy tidak ingat dengan hari penting mereka itu.


"Boy, kamu ingat ini besok hari apa?" Tanya Marsha sambil memeluk Boy.


"Hari, rabu. Kenapa sayang?"


"Apa kamu tidak ada rencana untuk besok?" Marsha memberi kode pada Boy.


"Tentu saja ke kantor."


"Setelah itu?"


"Emmm.. Aku mungkin akan keluar dengan Sam."


Marsha terdiam. Biy benar-benar lupa dengan hari pernikahan mereka. Marsha sedikit kecewa dengan Boy, tapi dia berusaha menyembunyikan ekspresinya.


"Apa ada masalah, sayang?" Boy mulai mengusap wajah Marsha dengan lembut.


"Enggak.. Ya sudah, kita tidur saja." Marsha menarik selimutnya.


"Kok tidur? Ini baru jam 9 sayang." Boy sudah memberi kode pada Marsha. Dia mempererat pelukannya. Kini wajah mereka hanya berjarak beberapa centi saja.


"Boy, aku lelah. Besok saja." Ucap Marsha dengan wajah datar.


"Tapi, aku menginginkan mu, sayang." Boy menelusuri wajah Marsha dengan jarinya.


"Boy, aku sungguh tidak mood hari ini." meskipun sudah mencoba tidak kesal, Marsha tidak dapat menyembunyikan perasaannya.


Marsha melepaskan tangan Boy yang masih memeluknya, lalu dia tidur membelakangi Boy.


'Jangan harap meminta jatah kalau hari pernikahan kita saja kamu lupa.' batin Marsha.


*


*


*


Marsha lagi-lagi harus merasakan kecewa karena Boy sudah pergi ketika dia membuka matanya pagi itu.


"Jangan harap dia akan ingat, Marsha." Marsha bermonolog sendiri.


Dia turun dari ranjang untuk pergi ke bawah. Marsha sangat lapar dan ingin memakan sesuatu.


"Biii.. apa yang Bibi masak hari ini?" teriak Marsha sembari membuka tutup saji.


Marsha bukannya melihat makanan, tapi malah mendapatkan piring kosong dengan sebuah kertas di atasnya.


'Happy anniversary sayang.. terimakasih karena sudah menjadi istri yang baik. Aku sangat mencintai mu.'


Dari: Suami mu yang tampan.


Nb: Aku sudah menyiapkan sebuah hadiah spesial untuk mu di depan.


Marsha begitu terharu membaca surat yang di berikan Boy. Ternyata dugaan nya salah. Boy ingat hari pernikahan mereka dan ini membuat Marsha senang.


Marsha segera berjalan ke depan. Dia sangat penasaran akan surprise dari Boy. Apakah Boy akan memberikan dia mobil sport terbaru? Marsha tahu betul jika suaminya bukan tipe romantis yang akan memberikan bunga. Dia akan lebih senang jika membeli mobil mewah atau jam tangan mewah. Karena ini di depan, kemungkinan besar Boy memberikan hadiah mobil.


"Booooooooy" teriak Marsha kesal.


Marsha mengambil ponselnya dari saku piyama untuk menelepon suaminya yang gila itu.


"Halo sayang.. apa kamu suka hadiah dari ku?"


"Boy, cepat singkirkan kambing kecil ini!" bentak Marsha.


"Itu bukan kambing sayang, itu alpaca. Lucu sekali kan.. lihat wajahnya sangat cantik seperti mu."


"Boy, kamu sudah gila. Cepat singkirkan aku tidak mau tau." "Boy, dia mendekat." "Hush,, hush.. minggir kamu."


Boy mendadak panik mendengar suara Marsha yang heboh sendiri di ujung sana. "Oke, aku pulang sekarang."


"Bibiiiii... cepat tangkap kambing nya." Marsha berteriak lagi meminta pertolongan Bibi.


Bibi yang sebenarnya juga takut, terpaksa membantu Marsha untuk menangkap binatang itu.


*


*


*


Boy mengumpat Jessica karena ide gila dari Jessica membuat Marsha jadi marah pada Boy. Hari yang istimewa mereka hancur berantakan gara-gara hadiah yang tidak tepat. Jessica bilang, Marsha akan senang jika punya peliharaan di rumah. Tapi, Jessica menyarankan supaya Boy jangan membeli hewan yang biasa. Jessica memberi opsi Alpaca atau kuda poni. Boy tentu saja memilih Alpaca karena wajahnya lucu.


"Sayang,,jangan marah lagi. Aku sudah bawa pergi alpaca nya." Boy duduk di samping Marsha yang sejak tadi hanya diam.


"Boy, kamu bisa normal sedikit tidak?" sindir Marsha tanpa menatap ke arah Boy.


"Aku normal sayang,, Apa kamu perlu bukti?" Boy menggoda Marsha dengan mencium lehernya.


"Aku tidak ingin bercanda sekarang, Boy."


Marsha mendorong badan Boy untuk menjauh.


"Mars.. ini cuma hal kecil. Aku akan ganti hadiahnya dengan yang lebih baik. Kamu ingin hadiah apa?" tanya Boy mulai frustasi karena Marsha tidak mempan dengan pancingan Boy.


"Ganti, kamu bilang? Terlambat Boy.." Marsha berdiri. Tapi, Boy menarik tangan Marsha sehingga dia terjatuh di pangkuan Boy.


"Oke.. oke.. aku minta maaf.. Aku janji tidak akan memberi mu yang aneh-aneh lagi." Boy membelai rambut Marsha.


Marsha terdiam. Dia sebenarnya sudah cukup senang karena Boy ingat hari anniversary mereka. Dia hanya kesal karena Boy tidak romantis seperti pria lain.


Boy yang melihat Marsha sudah mulai melunak, tidak menyia-nyiakan kesempatan ini. Dia mulai menggoda Marsha lagi, dan kali ini tidak ada penolakan. Boy membimbing Marsha ke ranjang.


"Boy, aku tidak akan melakukannya malam ini, sebagai hukuman. Aku hanya ingin tidur sambil memeluk mu saja."


Boy langsung tertunduk lesu. Padahal dia sudah bersiap untuk melakukannya. Tapi, demi keamanan dan kenyamanan bersama, akhirnya Boy menuruti Marsha. Dia hanya memeluk Marsha saja. Dan tidak lama, Boy melihat Marsha sudah tertidur.


Ponsel Marsha berdering, mengalihkan perhatian Boy pada Marsha. Boy melihat siapa yang berani menelepon istrinya malam-malam. Di layar, tertulis nama Jason.


'Jason? Siapa dia?' Boy segera menekan tombol reject.


Setelah 3x mereject dan Jason berhenti menelepon, dia mengecek pesan masuk milik Marsha.Ternyata ada banyak sekali pria yang menge-chat Marsha. Ken, Jason, Stanley.. bahkan Juna pun masih menanyakan kabar Marsha.


'Wah, apa ini. Dia begitu marah melihat aku dengan Leana. Dia sendiri pun sama saja.' omel Boy dalam hati.


Boy meletakkan ponsel Marsha pada nakas, sementara dia merebahkan diri di sebelah Marsha. Boy menatap istrinya yang makin lama terlihat begitu menarik. Tidak heran banyak laki-laki yang tertarik padanya. Boy harus benar-benar menjaga Marsha dari binatang-binatang buas itu.