You're My Boy

You're My Boy
Dikerjai Ibu Mertua



Boy mendatangi rumah Marsha. Dia sudah membobol CCTV di rumah Ny.Lee dan Marsha memang berada di situ selama 3 hari ini. Boy juga melihat Marsha keluar bersama Ken dengan sebuah koper besar.


Pengawal yang berjaga di depan mencegah Boy untuk masuk. Mereka sudah diperintahkan untuk tidak menerima Boy masuk ke dalam rumah ini.


"Minggir kalian." Teriak Boy. Dia mencengkram salah satu pakaian pengawal Ny.Lee lalu menghajarnya. Pengawal yang lain langsung menangkap Boy, lalu memegangi nya supaya tidak membuat keributan.


"Mooooom.." "Tolong buka pintu nya mom. Boy ingin bicara sama Mom."


Boy tahu jika saat ini pasti Ny.Lee sedang mengamati CCTV. Dia tidak akan menyerah untuk bisa masuk ke dalam.


Ponsel salah satu pengawal berbunyi. "Ya, Nyonya." "Baik,,"


"Hajar dia." perintahnya setelah menutup telepon dari majikan mereka. Ny.Lee tadi menelepon untuk memberi Boy pelajaran sebelum mengijinkannya masuk.


Boy menerima pukulan mereka tanpa banyak melawan. Boy dapat memahami perasaan Ny.Lee yang pasti kesal karena kejadian kemarin. Jika ini satu-satunya jalan untuk bertemu ibu mertuanya yang sangat berkuasa itu, maka Boy rela untuk menjalani hukuman dari Ny.Lee.


Pengawal itu membantu Boy berdiri saat Boy sudah tersungkur di lantai. Mereka menjalankan tugas dengan sangat baik karena Boy sudah babak belur dan tidak berdaya.


"Nyonya, ini Tuan Boy." Pengawal itu membawa Boy ke hadapan Ny.Lee yang sedang dengan santainya memakan steak.


"Kamu lama sekali, Boy." ucap Ny.Lee tanpa menengok.


"Mom, ingat kolestrol Mom." Boy mengambil kursi di sebelah Ny.Lee.


"Masih bisa membalas Mom ya kamu." Ny.Lee mengacungkan pisaunya pada Boy. Dia begitu gemas dengan menantunya yang kurang ajar itu.


"Mom, Boy mau minta maaf karena telah menuduh Marsha tanpa bukti." Boy kembali pada mode serius.


"Boy, Mom bukan tipe orang yang mudah memaafkan."


"Kalau begitu, ijinkan Boy minta maaf pada Marsha."


"Terlambat Boy." Ny.Lee kini memandang Boy dalam. Wajah Boy sudah babak belur, membuat nya semakin jelek saja. Dia berusaha sekuat tenaga untuk tidak tertawa karena Boy saat ini sangat panik.


"Mom tidak akan beritahu kamu."


"Mom, Boy mohon.." "Boy janji akan mengikuti kemauan Mom selama satu bulan, jika Mom beritahu di mana Marsha." Boy memelas pada Ny.Lee.


"Mom pegang janji kamu. Mom akan beritahu di mana Marsha." ucap Ny.Lee senang. Boy kini termakan aktingnya. "Tapi Mom tidak janji dia ingin bertemu dengan mu." "Marsha menangis setiap malam dan dia sangat kecewa sama kamu, Boy. Dia bahkan sudah memikirkan untuk bercerai dengan mu."


"Mom.. apa benar Marsha bilang seperti itu?"


Ny.Lee mengangguk. Tapi sebenarnya itu hanya rencana Ny.Lee supaya Boy segera sadar. Sejujurnya Ny.Lee cukup terkejut karena Marsha lebih memilih melepaskan karirnya di dunia hiburan, daripada bercerai dengan Boy. Itu berarti Marsha sangat mencintai Boy. Ny.Lee akan memberi Boy satu kali kesempatan lagi. Lagipula, tingkah Boy cukup menghibur. Dia tidak akan menemukan menantu se somplak dia. Dan jauh dalam lubuk hatinya, Ny.Lee lebih suka dengan karakter Boy, daripada Juna yang begitu kaku.


"Saat ini Marsha sedang menuju bandara. Dia akan pergi ke Korea."


"Apa dia pergi bersama Ken?" selidik Boy.


"Tentu saja. Ken sudah bilang akan menjaga Marsha dengan baik."


"Mom, Ken itu punya perasaan dengan Marsha. Kenapa Mom terus menyuruh nya mengikuti Marsha?" protes Boy.


PLAK.


Ny.Lee memukul kepala Boy. "Kalau sudah tau, maka nya kamu harus cepat."


"Oke, Mom.. makasi Mom Lee.." Boy mencium pipi Ny.Lee. "Ingat Mom, kolestrol." teriak Boy sambil berlari keluar.


"Dasar anak kurang ajar." "Semoga saja Marsha belum pergi."


Ny.Lee melanjutkan makan nya yang sempat tertunda karena kehadiran Boy. Dia juga tidak lupa mencatat apa yang harus Boy lakukan nanti jika dia kembali bersama Marsha. Ny.Lee cekikikan sendiri mengingat dia bisa dengan bebas mengerjai menantunya selama satu bulan ini.


"Anda baik-baik saja, Nyonya?" tanya asisten Ny.Lee yang mulai panik karena majikannya tiba-tiba tertawa sendiri.