You're My Boy

You're My Boy
Boy Junior



Hotel


Boy menaruh koper di lemari. Dia lalu bergegas untuk pergi ke arah Marsha yang sedang menghapus make up nya di cermin.


"Sayang..." Boy memeluk Marsha dari belakang. Dia juga menciumi leher istrinya dengan semangat. "Aku sangat menginginkan mu. Sudah lama sekali kita tidak olahraga." bisik Boy.


"Sebelum itu, kamu ingat apa hukuman mu?" Marsha mengingatkan Boy tentang hukuman yang dia berikan sewaktu di taksi. Marsha ingin Boy mengucapkan aku cinta Marsha selama 200 kali. Kalau tidak melakukan itu, Marsha akan melarang Boy untuk menyentuhnya. Ini adalah bentuk balas dendam karena dulu Boy selalu mengerjainya.


"Ya sudah, tapi sambil tidur ya.." Boy dengan mudah menggendong tubuh istrinya ke ranjang. Mereka kini saling menatap. Marsha mengalungkan tangannya pada leher Boy.


"Aku mulai ya.." Boy memberi aba-aba.


"Aku mencintaimu, Marsha."


Cup. Setelah mengucapkan itu, Boy mencium bibir Marsha.


"Aku mencintaimu, Istriku yang paling cantik sedunia."


Cup.


"Aku mencintaimu, dan berjanji akan selalu menjaga mu."


Cup.


Marsha mendorong badan Boy untuk menjauh.


"Kamu curang Boy." wajah Marsha tampak memerah karena Boy benar-benar di luar ekspetasi. Tindakan Boy membuat otaknya traveling ke mana-mana.


"Kenapa? Kamu juga merindukan bibir seksi ini kan?" Boy tertawa senang. Siapa suruh melawan Boy. Marsha juga pasti menginginkan Boy. Boy dapat menjamin itu 1000%.


"Ya sudah, cepat.. lakukan saja apa yang kamu mau." Marsha melambaikan bendera putih alias menyerah.


Boy yang telah mendapat lampu hijau dengan semangat mulai melepas pakaiannya dan juga pakaian Marsha. Dia melempar semua itu sembarangan. Kini mereka kembali saling menatap.


"Aku sangat sangat mencintai mu, Marsha. Tolong, jangan kabur lagi."


Kali ini, Marsha yang lebih dulu mencium Boy.


(Apa yang terjadi selanjutnya kalian sudah tau ya... bikin Boy junior..😁😁)


*


*


*


Marsha terbangun karena mendengar suara Boy. Dia melihat suaminya berjalan mondar mandir sambil menelepon seseorang.


"Boy, ada masalah apa?"


Boy tersadar. Dia reflek menutup teleponnya, lalu segera naik ke ranjang untuk memeluk Marsha. "Tidak apa-apa Mars.. kamu tidur saja.."


"Boy..aku ingin kamu cerita." Marsha memandang wajah Boy yang tengah memeluknya itu. Dari sorot mata Boy, jelas Boy sedang menghadapi masalah yang berat.


Boy menghela nafas berat. "Mars.. kita ini baru saja baikan.. Jangan sebut namanya dulu." "Aku janji akan ceritakan setelah kita pulang nanti."


"Tapi aku mau dengar sekarang." rengek Marsha.


'Dasar Wanita. Kalau sudah kepo pasti begini.' keluh Boy dalam hati.


Dia sungguh tidak ingin menceritakan pada Marsha tentang masalah di Indonesia. Boy hanya ingin menikmati waktu berdua dengan Marsha. Jadi, sekarang Boy harus mengalihkan perhatian Marsha.


"Oke, kalau kamu memang mau tau." Boy mendekatkan wajahnya pada telinga Marsha.


Marsha sudah siap dan serius mendengarkan apa yang akan di katakan oleh Boy. Tapi, bukan nya mendapat info, Marsha malah mendapat sebuah ciuman di lehernya.


"Boy,, kamu benar-benar mesum." Marsha tau apa yang akan terjadi selanjutnya. Kalau seperti ini, proyek Boy Junior benar-benar akan segera terwujud.


*


*


*


"Sayang.. kamu besok ingin ke mana?" tanya Boy setelah mereka menyelesaikan olahraga malam untuk kesekian kalinya.


"Aku ingin makan patbingsu dan ke dongdaemun. Sudah lama aku tidak ke sana." ucap Marsha dengan semangat.


"Ide yang bagus.."


"Kalau kamu mau ke mana, Boy?" tanya Marsha penasaran.


"Kalau aku lebih baik di hotel saja untuk menikmati waktu berdua."


"Dasar pria mesum." Protes Marsha.


Boy tertawa senang melihat wajah Marsha yang ketakutan. Hari ini mereka memang mengeluarkan tenaga ekstra. Pasti Marsha takut jika besok Boy menggempurnya seperti hari ini.


"Tenang saja, sayang.. Besok aku akan mengikuti kamu ke manapun kamu ingin pergi." Boy mengacak-acak rambut Marsha.


"Nah, gitu dong..Istri mu ini juga butuh healing Boy.."


'Ya, untung saja healing nya dengan suami mu, bukan dengan bodyguard mu.' ucap Boy dalam hati.


"Oh iya, Ken bagaimana Boy?" tanya Marsha yang seolah mengerti apa yang di pikirkan Boy. Marsha baru ingat jika seharusnya Ken yang berada di Korea bersamanya.


"Mars, kita akan bahas soal Leana, Jessica dan Ken jika kita sudah kembali ke Indonesia. Sekarang, plis kita pikirkan diri kita berdua dan calon Boy Junior." Boy mengusap perut Marsha.


"Ini belum ada isinya Boy." Marsha menyingkirkan tangan Boy karena dia merasa geli.


"Iya, coming soon.. aku akan terus berusaha.." ucap Boy jahil.


"Sudah tidak lagi, Boy. Atau aku akan buka kamar yang lain." ancam Marsha.


"Oke.. Oke.. aku cuma bercanda." Boy memeluk Marsha erat.