You My Destiny

You My Destiny
Episode.09



Time-Skip.


Waktu bergulir terasa begitu cepat hingga pagi sudah menyapa bersama dengan suara gedoran yang begitu keras hingga mengusik tidur nyenyak Hily dan Harley.


Samar-samar Hily melihat cahaya matahari yang menerobos melalui celah-celah dinding yang terbuat dari bambu.


Harley dan Hily yang baru sadar sepenuhnya kini saling memandang dengan wajah terkejut. Keduanya bungkam dan tak bisa berkata walau hanya sepatah kata saja.


Hingga tak lama sebuah dorongan kuat dari luar membuat pintu rumah kecil tempat mereka tidur kini terbuka lebar dan menampilkan beberapa warga yang tercengang atas apa yang dilihatnya.


Plak.


Tamparan keras dari Aana mendarat begitu saja di pipi Hily. Pandangan Hily kini beralih pada Aana yang melihat dirinya dengan tatapan tajam bercampur rasa marah dan kecewa.


" ti...tidak, aku tidak melakukan apapun." ucap Hily terbata-bata dengan memandang linglung pada sekitarnya.


" kau bilang tidak melakukan apapun? kau masih ingin mengelak setelah semua ini?"


Wajah Aana kini berurai air mata. Ia tak ingin memandang pada Harley dan Hily yang sudah polos dan hanya dibalut dengan selimut.


" kalian ke desa kami ternyata hanya untuk berzina ya?" ujar salah satu warga yang kini berkerumun.


Sedangkan Harley kini hanya diam tak mampu berbicara sebab semua yang terjadi semalaman tak ada satupun yang di ingatnya.


" kau sengaja kan menjebak Harley dikesempatan ini karena kau sangat mencintainya?" cerocos Aana memandang penuh amarah pada Hily.


Harley yang mendengar ucapan kekasihnya sontak menoleh pada Hily yang hanya diam membisu.


" apakah kau sungguh mencintaiku?" tanya Harley menatap tajam pada Hily yang kini mendekap erat selimut untuk menutupi tubuh polosnya.


Hily yang ditanya kini terdiam dan tak terasa air matanya mengalir.


" aku tidak menyangka Hily, bahwa sebegitu besar cintamu pada calon ipar sendiri hingga berani menjebaknya." Aana terisak pilu didepan semua warga.


Pak Ridwan— sang Kepala Desa yang sejak tadi diam kini bersuara dengan memandang dingin pada Hily dan Harley.


Perkataan kepala desa sontak saja membuat Aana sangat senang hingga Ia bersorak dalam hati. Masih melakoni drama yang diciptakan, Aana pun mengangguk setuju.


" baiklah Pak, nikahkan saudariku bersama kekasihku saja.. karena bagaimanapun mereka sudah berzina." ucap Aana terisak pilu hingga membuat Harley tercengang begitu juga dengan Hily.


" tidak sayang, apa yang kau katakan. Ini hanya kesalahpahaman saja."


Harley berusaha membujuk kekasihnya yang tak ingin memandangnya sama sekali.


" tidak Harley, bagaimanapun Hily adikku dan aku tidak akan tega melihatnya seperti ini. Kau sudah mengambil kehormatannya dan kau harus bertanggung jawab." tutur Aana berusaha bersikap dewasa dan bijak dalam memutuskan perkara yang sedang terjadi.


" panggil penghulu Pak Wijo." ucap Pak Ridwan tiba-tiba, memberi perintah pada Pak Wijo yang notabene adalah warganya.


Pak Wijo yang diberi perintah dengan sigap berlalu untuk mencari penghulu.


" saya tidak menyangka kalau kalian akan membuat hal memalukan didesa kami." ucap Pak Ridwan menatap dalam pada Harley dan Hily. Sebagai Kepala Desa, tentu Ia merasa kecewa pada ulah kedua pendatang dihadapannya.


Harley menghela nafas kasar sembari meremas rambutnya. Ia sungguh frustasi atas apa yang dialaminya saat ini karena bahkan secuil ingatan tak tertinggal sama sekali di otaknya begitu juga dengan Hily. Seakan keduanya hilang ingatan semalaman.


▪︎


▪︎


Bersambung....


Jangan lupa dukung dan suport serta like and vote ya untuk menyemangati Mommy.🥰😘😘


❤Sayang Semua❤