You My Destiny

You My Destiny
Episode. 61~ Bagian 2



Kedua pria tampan yang sudah dalam kondisi kritis itu, dibawa segera kerumah sakit. Hingga tak lama mereka tiba dirumah sakit internasional. Arya yang jauh lebih parah dari Harley segera dibawa masuk keruang IGD dan selang beberapa menit dipindahkan keruang operasi karena mengalami pendarahan otak yang hebat.


Sementara Harley masih dirawat di ruang IGD dengan berbagai selang melekat pada tubuhnya. Darahnya sudah diseka dan kini Ia hanya bisa mengandalkan alat bantu pernapasan.


***


Dua jam kemudian.


Arya sudah selesai menjalani operasinya, dan kondisi masih juga kritis. Ia kini dirawat diruang VIP 01, begitu juga dengan Harley yang baru dipindahkan keruang rawat tepat sebelah kamar Arya.


Hingga saat ini keduanya belum juga dijenguk oleh siapapun, hanya Aldi— asisten Harley yang sejak tadi kesana - kemari mengurus keperluan Arya juga Harley.


Selang beberapa saat, masalah baru muncul lagi. Puncaknya ketika Harley yang dirawat diruang VIP menghilang— seseorang mencurinya dan membawa keluar dari rumah sakit dengan gerakan kilat.


Aldi sang asisten yang masih bersiaga dirumah sakit, lengah karena terlalu lelah hingga tak menyadari perihal hilangnya Harley. Ia baru menyadari saat dokter dan perawat menghampiri dan memberi laporan bahwa pasien diruang VIP 02 menghilang beberapa menit lalu.


Panik langsung mendera Aldi, hingga dengan sigap dirinya bergerak. Mengerahkan semua pengawal Uncle Ben, dan tentu saja dirinya juga sudah melapor pada Uncle Ben bahwa Harley dicuri seseorang.


***


Tak sampai satu jam, Aldi sudah menemukan pelaku yang mencuri Harley. Ia dan beberapa pengawal segera masuk kedalam mobil dan menuju lokasi tujuan. Namun setibanya dilokasi, rupanya pencuri itu sudah membawa Harley lagi kesuatu tempat.


Meski begitu Aldi tak kehilangan jejak, Ia dan para pengawal mengikuti mobil yang dikemudikan oleh penjahat itu hingga tak berselang waktu lama, saat Aldi dekat dengan mobil yang membawa Harley— penjahat itu membanting kemudi hingga terjun kedalam laut.


Hingga saat itu, jejak Harley tak terlacak lagi. Setahun kemudian Harley dinyatakan meninggal setelah pencarian yang dilakukan Daddy Ben tak juga membuahkan hasil yang baik.


Flassback.




Masih duduk berdua di pinggiran kolam renang, arah pandang Arya masih menatap langit hitam diatasnya. Setetes air matanya juga sudah mengalir, membasahi pipinya. Sementara Hily, Ia masih menikmati bahu sahabatnya yang sudah menjadi sandarannya selama tujuh musim ini.


" Arya, Hiks.. Hiks.. Hiks."


Sepersekian detik, terdengar suara tangisan Hily. Ibu dengan satu anak itu, terisak begitu pilu.


" Saat aku menutup kedua mataku, aku hanya melihat satu orang... Harley. Dalam kacamata gelapku, dia tersenyum dan ingin memelukku tapi dia justru tidak bergerak dari tempatnya." ucap Hily.


Arya menyapu jejak air dipipinya dan beralih pada wanita cantik disampingnya. Ia menangkup wajah Hily dan dengan ibu jarinya, Ia menyeka lembut air mata sang istri.


" Harley, dia pasti melihatmu saat ini. Jangan menangis, karena pasti dia akan marah padaku dan mengatakan bahwa aku tidak bisa menjagamu dengan baik."


Arya berusaha menghibur wanitanya, meski sebenarnya Ia lebih rapuh dari yang terlihat. Tak akan ada lagi yang memanggilnya Yaya, Ia sudah kehilangan sosok sahabat yang selalu menyerukan nama itu.


" Ini sudah malam, sebaiknya kita kembali ke kamar." Arya tersenyum simpul dan segera beranjak dengan menggenggam tangan Hily.