You My Destiny

You My Destiny
Episode. 15



Terlambat tiga puluh menit, Itulah kebiasaan Hily Jerm, sang CEO perusahaan JJ Group. Seperti biasa, Ia akan berburu dengan waktu untuk tiba di ruangannya.


Ceklek.


Membuka pintu ruangannya dengan nafas tersengal-sengal, Hily sudah mendapati asistennya yang tengah duduk dikursi kebesaran CEO.


" kau terlambat lagi." celetuk Arya menggelengkan kepala melihat wanita didepannya.


" kau itu, sudah sering terlambat, pakaianmu juga tidak memenuhi syarat dan...."


Arya tak mampu lagi melanjutkan perkataannya dan kini menghela nafas kasar. Bagaimana tidak, semenjak Hily menjabat sebagai pemimpin perusahaan, tak ada yang berubah dari wanita cantik itu hingga sekarang pun hanya memakai baju kaos crop dengan luaran cropped blazer serta celana ripped jeans dan sepatu yang mirip penyanyi rock. Bahkan lebih parahnya, Hily mengganti warna rambutnya yang semula hitam kini berwarna mencolok.


Perut mulusnya selalu terekspos saat pergi ke kantor hingga membuat Hily selalu menjadi pusat perhatian oleh semua karyawan, terutama karyawan laki-laki.


" jam makan siang nanti, ikut denganku ke mall. Kita harus berbelanja pakaian kantor untukmu." ucap Arya dengan datar dan segera berlalu menuju sofa disudut ruangan.


" kemari." panggil Arya, menyuruh Bos nya untuk duduk disampingnya.


Hily yang sejak tadi terdiam, hanya menuruti perkataan asistennya dan segera duduk disofa dengan sebelumnya melepas blazernya.


" kau tau kenapa Harley tertarik dengan Aana?" tanya Arya menatap nanar pada Hily yang menggeleng disampingnya.


" kau tidak tau kan. Biar kuberi tau, dia suka wanita feminim tidak seperti dirimu yang setengah wanita dan setengah pria. Kau mengerti." tutur Arya tersenyum simpul pada Hily yang kini melongo.


" jadi apa yang harus kulakukan?" tanya Hily dalam kebingungan.


" ikut denganku belanja di mall nanti. Aku akan membelikan pakaian wanita. Oke." jawab Arya dan memberikan satu buku tulis dan pulpen pada Hily.


" kau catat sendiri semua jadwalmu hari ini, agar kau bisa belajar disiplin ." tambahnya.


Hily hanya menurut tanpa membantah sedikitpun. Ia mulai menulis jadwal kegiatannya hari ini.


Arya menyebutkan deretan jadwal Bos-nya yang harus dilakukan hari ini dengan intonasi cepat hingga membuat Hily linglung menulisnya.



Tak menghiraukan perkataan Bos-nya, Arya terus berbicara hingga membuat Hily sungguh kesal.


Plakk.


Memukulkan buku yang dipegangnya dengan keras hingga tepat mengenai ubun-ubun Arya yang kini meringis kesakitan.


" Aku resign." ucap Hily dengan lantang. Ia sudah tidak tahan mengembang tanggung jawab sebagai pemimpin perusahaan.


" baiklah, kemasi pakaianmu untuk melakukan penerbangan ke Chicago. Kau akan menanggung hidup di panti sosial negara itu." balas Arya dengan santai dan segera berlalu.


Hily yang mendengar ancaman asistennya kini menelan saliva. Bagaimana tidak, jika Arya sungguh mengirimnya ke Chicago, Ia akan di masukkan ke panti sosial, tempat dimana yang paling tidak disukainya sepanjang sejarah.


" huff, Ayah. Kenapa bukan pria menjengkelkan itu yang kau angkat jadi CEO." gerutu Hily saat melihat Arya sudah menghilang dibalik pintu.


****


Toko Bunga Aana.


Suasana ditoko bunga milik Aana, kekasih Harley, kini tampak ramai oleh pengunjung karena Aana memiliki banyak macam bunga. Meskipun tak sebesar gedung, namun toko bunga itu sudah cukup terkenal di Ibukota karena menyediakan berbagai jenis bunga dan beberapa dikirim langsung dari luar negeri.


โ–ช๏ธŽ


โ–ช๏ธŽ


Bersambung....


Jangan lupa kasih dukungan dan suport, ya. Serta kasih like and vote dan juga tinggalkan komentar buat nyemangatin Mommy๐Ÿฅฐ๐Ÿ˜๐Ÿ˜๐Ÿ˜˜๐Ÿ˜˜๐Ÿ˜˜