
Yang penasaran sama visual— Arya. Moms tunjukkan sosok si tampan Arya, ya...😁😅🥰
...----------------...
Perlahan melepas diri dari suaminya, Hily hendak turun dari tempat tidur. Namun, perih terasa di area intinya saat kedua kakinya menyentuh lantai marmer. Ia menoleh dan kembali menatap Harley dengan pandangan teduh.
" aku tidak tau perasaanku yang sebenarnya, Ley.. tapi aku seperti senang bisa memberikan sesuatu yang berharga kumiliki." gumam Hily dengan hati yang gundah gulana.
Meski terasa sakit, Ia tetap melanjutkan niat yang ingin segera membersihkan tubuhnya yang terasa lengket.
Sesaat setelah Hily masuk kedalam bathroom, Harley seketika membuka kelopak matanya dan tiba-tiba tersenyum tipis. Sejujurnya— dirinya tidak ada niat untuk berhubungan dengan Hily, namun entah mengapa untuk sesaat Ia sulit mengendalikan dirinya terlebih lagi Hily yang seolah memberi izin— membuatnya kehilangan kesadaran.
" setelah apa yang terjadi.. semoga ingatanmu perlahan pulih." Harley masih berdiam diri diatas kasur dengan pandangan terarah pada pintu bathroom.
•
•
•
PT. Anytime Fitness
Matahari mulai menyingsing, tanda siang hari sudah menyapa. Harley kini berada dikantor— ruangannya. Ia tengah sibuk memeriksa semua file yang dikirim Aldi— sang asisten lewat email.
Sementara mengecek pekerjaan, tiba-tiba suara ketukan pintu membuatnya menoleh dan muncul Aldi dibalik pintu.
" Tuan, ada yang ingin bertemu." lapor Aldi.
Harley mengangguk, membiarkan orang itu menemuinya.
***
" Tuan, ini laporan dua hari yang lalu. Untuk hari berikutnya yang ini." tutur pria itu yang tak lain adalah sang informan— Didit.
Harley membuka map didepannya. Ia mengernyit saat sebuah foto menunjukkan Hana yang berada dibandara.
" kenapa dia dibandara?" tanya Harley penasaran.
" dia menerima paket dari China. Sepertinya dia sedang merencanakan sesuatu, Tuan." jelas sang informan.
" baiklah, kau bisa pergi. Kumpulkan terus informasi yang penting untuk mengalahkan wanita licik ini." ucap Harley dengan aura dinginnya.
Didit mengangguk pelan dan segera keluar dari ruangan bosnya. Namun Ia terkesiap saat membuka pintu dan mendapati seorang wanita cantik yang berdiri dengan angkuh.
Hanya sesaat Didit merasa terkejut, karena setelahnya Ia berusaha menetralkan ekspresinya kembali dan segera berlalu— melewati wanita itu yang ternyata adalah Hana.
Sepeninggalan Didit, Hana langsung masuk kedalam ruangan Harley. Dilihatnya pria gagah itu yang hanya tampak biasa saja, Hana pun menghampiri Harley.
" kau memata-mataiku?" tanya Hana langsung.
Harley tak menyahut dan memilih menyibukkan diri dengan laptop dihadapannya.
" tidak masalah kau memata-mataiku. Lagipula itu tidak akan berpengaruh, Harley. Oh iya.. kemarin.."
" saat kita mengganggu anjing yang tenang, maka anjing itu hanya akan menyalak saja. Tapi jika kita kembali mengusik bahkan saat tidur, maka anjing itu akan menggigit."
ucapan Hana menggantung saat Harley tiba-tiba menyahut. Hana mengernyit dengan ekspresi wajah kebingungan.
" apa maksudmu?" tanya Hana yang masih diliputi tanda tanya.
" kau membunuh Aana, pasti karena ada alasan kan. Aku percaya.. Aana adalah wanita baik, tapi kau adalah wanita gila." ucap Harley yang kini membidik Hana dengan tatapan tajam.
Hana termangu dengan bibir yang seketika terkatup rapat.
Harley berdiri dari duduknya, dan mendekati Hana yang tampak tercenung. Tiba-tiba— tangan Harley terangkat dan bertumpu dibahu Hana hingga keduanya saling beradu pandang.