You My Destiny

You My Destiny
Episode.06



Tiga jam perjalanan mereka dari Jakarta ke Bandung yang lebih tepatnya di sebuah pedesaan dengan pemandangan indah serta aturan yang ketat, kini mereka sudah tiba ditempat tujuan.


Karena mobil tidak bisa melewati jalan sempit yang akan ditempati menginap selama didesa, membuat Harley memarkirkan mobilnya jauh dari penginapan karena Aana sudah menyediakan rumah kecil yang akan menjadi tempat mereka beristirahat nanti.


" sayang, kenapa kau tidak bilang dari awal kalau ingin ke desa ini. Setidaknya kan aku bisa menyewa rumah yang tidak jauh dari jalan besar." Harley mengeluh pada kekasihnya karena mereka kini sudah berjalan hampir tujuh menit untuk sampai di penginapan yang Aana katakan.


" sayang, kau tidak perlu terlalu romantis padaku karena aku ingin melakukan semuanya dengan sendiri." jawab Aana dengan santai.


Ia berjalan di sisi Harley seraya menggandeng lengan kekar kekasihnya itu, namun bunyi ponsel membuatnya segera melepaskan lengan kekar itu dan langsung merogoh tas mininya yang bergantung dipundak.


Sembari menjawab panggilan telfon itu, Ia berjalan lebih dulu hingga meninggalkan Harley dan Hily dibelakangnya.


" saudarimu itu memang jarang romantis." gerutu Harley dengan wajah masam.


Hily yang mendengarnya hanya diam, Ia merasa sakit jika melihat sahabat dan saudarinya bermesraan, namun Ia juga tidak tega jika wajah tampan sahabatnya itu berubah sendu atas sikap Aana yang memang suka berubah-ubah.


" jatuhkan dirimu." ucap Hily tiba-tiba dengan suara datar hingga membuat Harley bingung.


" kau mau diperhatikan Aana kan." tanya Hily karena Harley hanya diam tak bergeming.


" baiklah." seru Harley dan langsung menjatuhkan dirinya sendiri.


Tepat saat Harley menjatuhkan dirinya, Hily menjerit histeris hingga membuat Aana yang sibuk berbicara dengan seseorang melalui telfon, sontak saja berbalik kebelakang.


" kau tidak apa-apa kan Harley?" pekik Hily dengan wajah yang dibuat sepanik-paniknya.


Harley yang tidak tahu menahu tentang rencana Hily hanya diam memandang wajah sahabatnya itu yang sudah berubah panik. Sedetik kemudian Ia meringis kesakitan saat Hily memberikan kode mata.


" ada apa?" tanya Aana mematikan panggilan telfonnya. Ia segera menghampiri Harley yang sudah duduk di tanah.


Aana yang mendengarnya segera membantu Harley berdiri dan memapah tubuh kekar kekasihnya itu. Ia melangkah dengan pelan karena percaya dengan drama yang telah dibuat saudarinya sendiri.


Sembari melangkah dengan pelan layaknya orang yang sungguh terkilir kakinya, Harley menoleh kebelakang lalu tersenyum puas pada sahabatnya itu yang sudah membantu dirinya untuk lebih dekat dengan Aana.


Hily hanya mampu tersenyum kecut melihat kedekatan sepasang kekasih didepannya. Ia lalu berjalan dibelakang sembari membawa tas ransel Aana.


" aku bahagia selagi kau juga bahagia Ley." gumam Hily dalam hati namun matanya sudah berkaca-kaca.


****


Tak terasa mereka sudah sampai di penginapan yaitu rumah kecil dengan dinding bambu dan atap dari anyaman daun kelapa.


" sayang, kita akan menginap disini? bagaimana jika nanti hujan?" tanya Harley dengan memandangi rumah kecil dihadapannya.


" air hujan tidak akan merembes masuk. percayalah." seru Aana dan segera membantu Harley masuk kedalam rumah kecil itu.


Sementara Hily, Ia hanya mematung ditempat dengan memandangi rumah kecil dihadapannya. Dalam hati, dirinya merasa tidak enak seperti akan terjadi sesuatu nanti.


▪︎


▪︎


Bersambung....


Follow me IG @ningsih_official07🥰😘