You My Destiny

You My Destiny
Episode. 21



Hari-hari berlalu seperti biasa, tak ada yang istimewa dalam keseharian Hily dan Harley. Meski menyandang status sepasang suami-istri serta tinggal di satu atap yang sama namun, hal itu tak menjadi alasan untuk keduanya saling bersikap hangat seperti dahulu.


Hily kini berada didalam kamarnya. Berdiri didepan meja riasnya, Ia memandangi pantulan dirinya yang saat ini sudah berubah. Tampil feminim di hari pertama, Hily bertekad untuk menjadi seseorang yang berbeda.


Tersenyum manis pada pantulan dirinya dalam cermin, Hily memberi semangat untuk dirinya sendiri. Meraih tas jinjing miliknya yang terletak diatas meja rias, Hily segera berlalu, meninggalkan kamarnya.


Hily kini semakin menghargai waktu, setelah kesalahpahamannya saat itu bersama Harley dan juga Aana. Ia juga sudah berjanji pada Arya, dimana Ia akan ontime setiap hari ke kantor.


Namun, langkah kakinya terhenti kala melewati kamar Harley dengan pintu yang tidak tertutup rapat. Ada rasa ingin menjadi orang asing namun, Ia tetap tak bisa. Sebab, sikap pedulinya pada Harley tidak akan pernah hilang.


Mengintip dari celah-celah pintu, Hily dapat melihat dengan jelas bagaimana hancurnya kamar itu dipagi hari.


Membuka pintu kamar Harley, Hily memutuskan untuk masuk ke kamar suaminya. Mengedarkan pandangannya pada kamar yang luas bergaya monokrom itu, Hily terpaku saat mendapati sebuah pajangan foto Aana. Foto dengan berbingkai begitu besar, terpasang sempurna pada dinding kamar Harley.


" dia sungguh mencintai Aana." lirihnya dengan mata sendu.


" kau sedang apa?" seru Harley yang baru keluar dari dalam bathroom


"" tidak. Aku hanya ingin melihat kamar sahabatku." ucap Hily dengan wajah yang dibuat sebahagia mungkin.


" kurasa kita bukan lagi sahabat dan sebaiknya kau keluar dari kamarku."


Mendengar ucapan Harley yang begitu santai tetapi sangat menohok dihati, Hily hanya mampu tersenyum getir. Seolah hubungan yang diembannya selama belasan tahun, tak berarti apa-apa dimata Harley.


" baiklah. Tapi, lihatlah penampilanku. Menurutmu, Aku cantik tidak hari ini?" celoteh Hily masih memaksakan senyum ditengah-tengah kekecewaan yang menghantam dadanya.


Perkataan Harley yang begitu datar hanya mampu disambut senyum getir oleh Hily. Hily segera keluar dari kamar suaminya saat merasa keberadaannya hanya akan mengganggu siempu-nya kamar.


Namun, langkah kaki wanita cantik itu terhenti kala mendapati Aana yang berdiri di luar pintu.


Perasaan yang sulit di artikan, dimana kini Hily menatap intens Aana yang berdiri dengan anggun dihadapannya. Memakai dress navi dengan model sabrina, membuat Aana terlihat sangat cantik hingga Hily dibuat insecure.


" kenapa kau berada dikamar kekasihku?" tanya Aana dengan nada menekan.


" oh maaf, seharusnya pertanyaan itu tidak pantas kau tanyakan karena Aku adalah istri sah Harley dan kau hanya kekasihnya."


Hily menegaskan posisi Aana dalam hubungannya bersama Harley. Ia kini tak lagi bersikap baik pada saudari angkatnya itu sebab, mengingat kejadian tempo hari, Ia tau bahwa Aana bukanlah wanita baik lagi seperti dulu.


Tak ingin kalah gaya, Hily segera menegakkan tubuhnya dan berjalan anggun. Namun, sesaat rasa penasaran terlintas dibenaknya saat tak sengaja melihat sesuatu yang berada dibawah leher jenjang Aana.


Perasaan kalut seketika menghuni hati Hily namun, segera Ia tepis saat menyadari bahwa dirinya harus segera berangkat ke kantor.




BERSAMBUNG....