You My Destiny

You My Destiny
Episode.13



Waktu berlalu terasa begitu cepat, hingga kini malam sudah menjemput para pekerja untuk pulang.


Hily yang baru selesai berurusan dengan tumpukan berkas di mejanya, kini bersiap-siap untuk pulang.


" Hei, kau jangan lupa janjimu." celetuk Arya yang datang tiba-tiba. Berdiri di ambang pintu, Ia menatap Hily yang merapikan meja.


" Baiklah, kau yang mengemudi." balas Hily dengan melempar kunci mobil pada Arya.


Menangkap seperti seorang profesional, kunci mobil Hily tepat mendarat pada tangan Arya.


****


Mobil sport hitam metallik yang tengah melaju dengan kecepatan penuh, membela jalanan Ibukota dimalam hari. Tampak Arya yang fokus pada kemudi sedangkan Hily yang berselancar pada ponsel.


" Hei, kau ingat, ya. Saat selesai minum, jangan pernah menyuruhku pulang lagi. Aku akan menemanimu mulai sekarang dan mengantarmu pulang karena Aku tidak yakin pada bajingan itu, jika dia akan datang menjemputmu seperti hari-hari lalu."


Arya berbicara dengan intonasi menekan. Ia memperingati Hily untuk tidak lagi menyuruhnya pulang seperti yang lalu-lalu dan menyuruh Harley datang menjemput.


Hily yang mendengar perkataan Arya menghentikan jemarinya yang berselancar pada layar ponsel.


Tak menyahut, Hily mencoba menelfon seseorang. Tidak menunggu lama, seseorang yang ditelfonnya sudah menjawab panggilan dengan cepat.


" Aku bekerja Hily, jika kau mabuk lagi, pulanglah sendiri." ucap Harley diseberang telfon lalu dengan segera memutus panggilan.


Tut. Tut.Tut


Bibir mungil Hily seketika bungkam. Ia tak tau harus berkata apa, namun Harley sungguh berubah dalam sekejap. Dulu, saat Hily mabuk maka Harley akan segera datang menjemput di club.


****


Empat jam berlalu dan kini Hily sudah berada di launge hotel berbintang. Mentraktir Arya minuman, namun justru dirinya yang kini mabuk berat.


" ayo pulang, kau mabuk sekali." ucap Arya hendak berdiri dari duduknya.


" Aisss, kau duduklah dulu. Nanti Harley akan datang." celoteh Hily yang kini hanya memiliki kesadaran dua puluh persen.


" ya, kau mengigau. Bedebah itu tidak akan datang." ucap Arya dengan suara meninggi.


" kau itu menyebalkan sekali, dia juga temanmu." balas Hily dengan mengerucutkan bibir mungilnya.


" Ais, wanita ini. Dia sahabatmu tapi bukan berarti dia sahabatku."


Arya kini mulai kesal pada Hily yang sudah setengah sadar karena terus saja mengoceh tentang Harley. Arya memang selalu bermain dengan Harley dan Harvey semasa kecil karena mereka sudah berteman sejak masih di sekolah dasar namun, entah mengapa Arya sangat membenci Harley semenjak Hily mengatakan pada Arya bahwa menyukai Harley.


" Hily, kau berhenti saja, ya. Kau tidak mengharapkan pria lain selain bajingan itu." ucap Arya serius. Ia masih sadar dan belum sepenuhnya dikendalikan oleh minuman.


Arya memandang sendu pada Hily yang kini tampak mabuk berat. Wanita cantik didepannya sudah sangat hancur sejak Harley mengatakan mencintai Aana empat tahun lalu.


Di saat kehancuran Hily, hanya Arya yang selalu menemani wanita cantik itu. Kadang menghabiskan waktu di club, launge, ataupun di danau pada malam hari.


Berdiri dari duduknya, Arya mendekat pada Hily dan segera menggendong tubuh yang mulai kehilangan kesadaran. Ia berjalan meninggalkan launge hotel untuk membawa pulang Hily.


▪︎


▪︎


Bersambung....


Jangan lupa kasih dukungan dan suport, ya. Serta like and vote karya Mommy biar terus semangat UP🥰😘😍😍